Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem.

Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga

albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga ke permukiman warga. Tak jarang, hewan bertanduk kecil itu juga mendatangi area wisata Pantai Barat untuk mencari makanan sisa di tong sampah atau sekadar menyapa wisatawan.

Kebiasaan rusa keluar kawasan ini disebut sebagai perilaku adaptif akibat interaksi manusia yang semakin sering. Banyak wisatawan yang tanpa sadar memberi makan, sehingga membuat rusa terbiasa mencari sumber pangan di luar habitatnya.

Pada Senin sore, 27 Oktober 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, pantauan lapangan menunjukkan beberapa ekor rusa tampak berkeliaran di Pantai Barat Pangandaran. Mereka tampak asyik mengendus sisa makanan, bahkan mendekati area parkir hotel di sekitar lokasi wisata.


Interaksi Wisatawan Ubah Pola Perilaku Rusa

Perubahan perilaku hewan liar itu disadari pula oleh warga setempat. Yati Suryati, seorang pedagang di kawasan pantai, mengatakan bahwa jumlah rusa yang keluar kini lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu yang keluar hanya satu dua, sekarang sudah gerombolan. Banyak wisatawan yang senang melihat mereka, tapi saya kadang kasihan juga karena mereka cari sisa makanan,” ujar Yati, Rabu (29/10/2025).

Hal serupa disampaikan Herdi, wisatawan asal Tasikmalaya, yang bahkan sengaja membawa sayuran untuk memberi makan rusa di area pantai. “Saya lihat banyak rusa di dekat parkir bus. Anak-anak juga senang memberi makan mereka,” katanya.

Namun, interaksi seperti itu justru menjadi perhatian serius bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran. Kepala BKSDA, Kusnadi, menjelaskan bahwa rusa-rusa tersebut keluar karena akses pembatas antara kawasan konservasi dan permukiman mengalami kerusakan akibat abrasi.

“Sekarang bukan satu dua ekor lagi, tapi sudah rombongan. Akses keluar masuk mereka jebol karena pagar pembatas kayu terkikis air laut,” ujar Kusnadi kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan, dari sisi pakan alami sebenarnya rusa di dalam kawasan tidak kekurangan makanan. Namun, kebiasaan wisatawan memberi makan membuat sebagian rusa ketergantungan.


Pagar Jebol dan Ketidaksadaran Wisatawan Jadi Pemicu

Menurut Kusnadi, faktor utama meningkatnya pergerakan rusa keluar kawasan adalah rusaknya pagar pembatas yang belum sempat diperbaiki oleh Perum Perhutani. “Pagar kayu itu jebol, dan sampai sekarang belum diperbaiki karena masih masuk area kewenangan Perhutani,” jelasnya.

BKSDA menilai, jika pagar diperkuat kembali, kemungkinan besar rusa tidak akan sering keluar kawasan. Selain itu, kebiasaan wisatawan memberi makan juga harus dihentikan karena mengubah perilaku alami satwa.

Baca juga: Status Pantai Pasir Putih Pangandaran Diusulkan Jadi Kawasan Wisata Alam

“Itulah mengapa di setiap taman wisata ada imbauan ‘dilarang memberi makan hewan’. Tujuannya bukan membatasi, tapi menjaga perilaku alami mereka agar tidak bergantung pada manusia,” tambahnya.

Kusnadi juga menyoroti kurangnya kesadaran sebagian wisatawan dan pemandu wisata. Ia menegaskan bahwa perilaku memberi makan meski tampak sepele dapat berdampak jangka panjang terhadap pola migrasi rusa.

“Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, tapi soal kebiasaan yang harus diubah. Kami terus edukasi agar pengunjung bisa lebih peduli,” ujarnya.


Langkah Konservasi BKSDA untuk Lindungi Rusa

Untuk mencegah pergerakan liar yang berlebihan, BKSDA Pangandaran kini memperketat patroli di sekitar perbatasan kawasan konservasi. “Kami melakukan patroli 24 jam secara bergantian untuk memastikan keamanan satwa dan meminimalisir gangguan,” kata Kusnadi.

Selain patroli rutin, BKSDA juga menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut melaporkan jika ada satwa yang keluar jauh dari kawasan. “Kami berkoordinasi dengan warga agar segera melapor bila ada rusa, monyet, atau bahkan merak yang terlihat di permukiman,” tambahnya.

Kusnadi menegaskan bahwa kerja sama masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Kalau ada laporan cepat, kami bisa langsung tangani agar hewan itu kembali ke habitatnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Ia juga memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Polairud, dan TNI AL, terutama dalam rencana perbaikan pagar pembatas yang rusak.

“Selama pagar belum diperbaiki, kami hanya bisa meminimalisir risiko dengan patroli dan pengawasan ekstra,” katanya menambahkan.


Kesadaran Publik Jadi Kunci Kelestarian Satwa

Perilaku rusa yang semakin dekat dengan manusia menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam mudah terganggu ketika batas antara konservasi dan aktivitas wisata kabur. Pemerintah daerah bersama BKSDA kini tengah mengkaji solusi permanen untuk memastikan bahwa Rusa Cagar Alam Pangandaran tetap dapat hidup di habitat alaminya tanpa kehilangan naluri liar mereka.

Upaya konservasi bukan hanya soal membangun pagar atau melakukan patroli, tapi juga menumbuhkan kesadaran publik. Jika masyarakat dan wisatawan memahami pentingnya menjaga jarak dari satwa liar, maka hubungan antara manusia dan alam bisa kembali harmonis.

Rusa Cagar Alam Pangandaran makin sering ke permukiman. BKSDA perketat patroli dan edukasi wisatawan demi jaga kelestarian satwa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keracunan Makan Bergizi Gratis

    KLB Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jabar Tunggu Evaluasi BGN Sebelum Putuskan Penutupan Dapur

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis di Bandung Barat, Pemprov Jabar tunggu evaluasi BGN untuk putuskan penutupan dapur SPPG. albadarpost.com. LENSA. Ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini fokus menangani korban sembari menunggu evaluasi resmi dari Badan […]

  • Ilustrasi keluarga Singapura dengan anak kecil membahas manfaat Kredit Child LifeSG S$500 dalam Belanjawan 2026

    Setiap Anak Singapura Dapat 500 Dolar dari Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menegaskan komitmennya terhadap keluarga melalui kebijakan konkret. Dalam APBN 2026, pemerintah mengumumkan Kredit Child LifeSG 500 Dolar Singapura bagi setiap anak warga negara Singapura berusia di bawah 12 tahun. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian publik karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga secara langsung. Langkah tersebut tidak muncul dalam ruang […]

  • Penataan Pesantren

    Pemprov Jabar Kebut Penataan Bangunan Pesantren untuk Tingkatkan Keamanan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jawa Barat percepat penataan dan audit bangunan pesantren untuk memenuhi standar keselamatan dan kelayakan. albadarpost.com, LENSA – Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Namun, kondisi bangunannya belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan. Dari hampir 13 ribu pesantren yang berdiri, hanya sebagian kecil yang telah memiliki Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat […]

  • Kolaborasi PKK

    Bupati Tasikmalaya Dorong Kolaborasi PKK untuk Perkuat Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya dorong kolaborasi PKK untuk perkuat program pembangunan berbasis kebutuhan warga. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan pentingnya kolaborasi PKK sebagai motor penggerak program pembangunan berbasis masyarakat. Pesan itu disampaikan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat menghadiri puncak peringatan HKG PKK Ke-53 di Islamic Center Tasikmalaya, Rabu, 3 Desember 2025. Acara yang mengangkat […]

  • sejarah mushaf alquran

    Fakta Mengejutkan Sejarah Mushaf Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Sejarah mushaf alquran menjadi salah satu perjalanan paling penting dalam peradaban Islam. Sejak awal, Al-Qur’an tidak langsung berbentuk kitab seperti sekarang. Sebaliknya, wahyu disampaikan secara lisan, kemudian ditulis secara bertahap oleh para sahabat. Proses penulisan Al-Qur’an ini melibatkan hafalan kuat, pencatatan manual, serta verifikasi ketat yang memastikan keasliannya tetap terjaga hingga hari […]

  • Banjir Dayeuhkolot

    Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Banjir Dayeuhkolot kembali merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga setelah hujan deras sejak Kamis. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Dayeuhkolot kembali menggenangi kawasan permukiman di Kabupaten Bandung setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang hingga sore. Air mulai naik menjelang malam dan bertahan sampai Jumat pagi, menyebabkan aktivitas warga tersendat di sejumlah titik. Genangan […]

expand_less