Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem.

Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga

albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga ke permukiman warga. Tak jarang, hewan bertanduk kecil itu juga mendatangi area wisata Pantai Barat untuk mencari makanan sisa di tong sampah atau sekadar menyapa wisatawan.

Kebiasaan rusa keluar kawasan ini disebut sebagai perilaku adaptif akibat interaksi manusia yang semakin sering. Banyak wisatawan yang tanpa sadar memberi makan, sehingga membuat rusa terbiasa mencari sumber pangan di luar habitatnya.

Pada Senin sore, 27 Oktober 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, pantauan lapangan menunjukkan beberapa ekor rusa tampak berkeliaran di Pantai Barat Pangandaran. Mereka tampak asyik mengendus sisa makanan, bahkan mendekati area parkir hotel di sekitar lokasi wisata.


Interaksi Wisatawan Ubah Pola Perilaku Rusa

Perubahan perilaku hewan liar itu disadari pula oleh warga setempat. Yati Suryati, seorang pedagang di kawasan pantai, mengatakan bahwa jumlah rusa yang keluar kini lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu yang keluar hanya satu dua, sekarang sudah gerombolan. Banyak wisatawan yang senang melihat mereka, tapi saya kadang kasihan juga karena mereka cari sisa makanan,” ujar Yati, Rabu (29/10/2025).

Hal serupa disampaikan Herdi, wisatawan asal Tasikmalaya, yang bahkan sengaja membawa sayuran untuk memberi makan rusa di area pantai. “Saya lihat banyak rusa di dekat parkir bus. Anak-anak juga senang memberi makan mereka,” katanya.

Namun, interaksi seperti itu justru menjadi perhatian serius bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran. Kepala BKSDA, Kusnadi, menjelaskan bahwa rusa-rusa tersebut keluar karena akses pembatas antara kawasan konservasi dan permukiman mengalami kerusakan akibat abrasi.

“Sekarang bukan satu dua ekor lagi, tapi sudah rombongan. Akses keluar masuk mereka jebol karena pagar pembatas kayu terkikis air laut,” ujar Kusnadi kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan, dari sisi pakan alami sebenarnya rusa di dalam kawasan tidak kekurangan makanan. Namun, kebiasaan wisatawan memberi makan membuat sebagian rusa ketergantungan.


Pagar Jebol dan Ketidaksadaran Wisatawan Jadi Pemicu

Menurut Kusnadi, faktor utama meningkatnya pergerakan rusa keluar kawasan adalah rusaknya pagar pembatas yang belum sempat diperbaiki oleh Perum Perhutani. “Pagar kayu itu jebol, dan sampai sekarang belum diperbaiki karena masih masuk area kewenangan Perhutani,” jelasnya.

BKSDA menilai, jika pagar diperkuat kembali, kemungkinan besar rusa tidak akan sering keluar kawasan. Selain itu, kebiasaan wisatawan memberi makan juga harus dihentikan karena mengubah perilaku alami satwa.

Baca juga: Status Pantai Pasir Putih Pangandaran Diusulkan Jadi Kawasan Wisata Alam

“Itulah mengapa di setiap taman wisata ada imbauan ‘dilarang memberi makan hewan’. Tujuannya bukan membatasi, tapi menjaga perilaku alami mereka agar tidak bergantung pada manusia,” tambahnya.

Kusnadi juga menyoroti kurangnya kesadaran sebagian wisatawan dan pemandu wisata. Ia menegaskan bahwa perilaku memberi makan meski tampak sepele dapat berdampak jangka panjang terhadap pola migrasi rusa.

“Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, tapi soal kebiasaan yang harus diubah. Kami terus edukasi agar pengunjung bisa lebih peduli,” ujarnya.


Langkah Konservasi BKSDA untuk Lindungi Rusa

Untuk mencegah pergerakan liar yang berlebihan, BKSDA Pangandaran kini memperketat patroli di sekitar perbatasan kawasan konservasi. “Kami melakukan patroli 24 jam secara bergantian untuk memastikan keamanan satwa dan meminimalisir gangguan,” kata Kusnadi.

Selain patroli rutin, BKSDA juga menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut melaporkan jika ada satwa yang keluar jauh dari kawasan. “Kami berkoordinasi dengan warga agar segera melapor bila ada rusa, monyet, atau bahkan merak yang terlihat di permukiman,” tambahnya.

Kusnadi menegaskan bahwa kerja sama masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Kalau ada laporan cepat, kami bisa langsung tangani agar hewan itu kembali ke habitatnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Ia juga memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Polairud, dan TNI AL, terutama dalam rencana perbaikan pagar pembatas yang rusak.

“Selama pagar belum diperbaiki, kami hanya bisa meminimalisir risiko dengan patroli dan pengawasan ekstra,” katanya menambahkan.


Kesadaran Publik Jadi Kunci Kelestarian Satwa

Perilaku rusa yang semakin dekat dengan manusia menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam mudah terganggu ketika batas antara konservasi dan aktivitas wisata kabur. Pemerintah daerah bersama BKSDA kini tengah mengkaji solusi permanen untuk memastikan bahwa Rusa Cagar Alam Pangandaran tetap dapat hidup di habitat alaminya tanpa kehilangan naluri liar mereka.

Upaya konservasi bukan hanya soal membangun pagar atau melakukan patroli, tapi juga menumbuhkan kesadaran publik. Jika masyarakat dan wisatawan memahami pentingnya menjaga jarak dari satwa liar, maka hubungan antara manusia dan alam bisa kembali harmonis.

Rusa Cagar Alam Pangandaran makin sering ke permukiman. BKSDA perketat patroli dan edukasi wisatawan demi jaga kelestarian satwa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumur Zamzam

    Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Matahari membakar gurun Makkah siang itu. Hamparan pasir terlihat begitu luas dan nyaris tidak menyisakan harapan. Angin panas berembus pelan melewati lembah tandus yang saat itu bahkan belum menjadi kota. Di tempat sunyi itulah, seorang ibu berlari kecil sambil menahan panik. Namanya Siti Hajar. Di dekatnya, seorang bayi menangis kehausan. Tidak ada […]

  • kerja sama Jepang Tasikmalaya

    Mengejutkan! Lobster Tasikmalaya Dilirik Jepang, Ini Dampaknya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kerja sama Jepang Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik setelah pertemuan strategis digelar di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/04/2026). Kolaborasi internasional ini membuka peluang besar dalam investasi, pengembangan SDM, hingga sektor perikanan, terutama lobster air payau yang mulai dilirik sebagai komoditas unggulan. Selain itu, sinergi Jepang–Tasikmalaya juga diproyeksikan mampu mempercepat pertumbuhan […]

  • penipuan online

    Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Polisi ungkap modus penipuan online dengan rekayasa AI dan love scam, rugikan masyarakat hingga triliunan. Penipuan Online Kian Canggih: Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI albadarpost.com, LENSA — Kepolisian mengungkap wajah baru kejahatan siber yang kian canggih. Penipuan online kini tidak lagi hanya berbentuk pesan palsu atau tautan jebakan, melainkan sudah melibatkan rekayasa […]

  • ASN jam kerja

    ASN Live Saat Jam Kerja, Bisa Kena Masalah? Ini Aturannya

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Aktivitas ASN saat jam kerja, termasuk melakukan live di media sosial, tidak bisa langsung disebut sebagai pelanggaran hanya karena berlangsung di platform seperti TikTok, Instagram, atau Facebook. Namun, persoalannya berbeda jika aktivitas pribadi tersebut membuat pegawai mengabaikan tugas kedinasan, mengurangi produktivitas, atau melanggar ketentuan disiplin yang berlaku. Pesan mengenai hal itu […]

  • Asiyah istri Firaun

    Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Asiyah istri Firaun sering tenggelam di balik cerita besar Nabi Musa. Padahal, Asiyah, perempuan istana Mesir kuno yang juga dikenal sebagai istri Firaun, memainkan peran penting dalam menyelamatkan bayi Musa dari kebijakan kejam penguasa Mesir. Tanpa keberanian Asiyah istri Firaun, perjalanan hidup Nabi Musa mungkin berakhir bahkan sebelum dimulai. Peristiwa ini […]

  • Leuwi Genteng Ciamis

    Leuwi Genteng Berduka, Polisi Ungkap Dua Fakta Penting

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Leuwi Genteng Ciamis menjadi perhatian publik setelah satu insiden pada Minggu (28/6/2026) memicu dua peristiwa sekaligus. Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam, sementara seorang pengunjung lain mengalami luka setelah terjadi dugaan penganiayaan di lokasi. Peristiwa di kawasan wisata sungai tersebut kini masih dalam penyelidikan kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian […]

expand_less