Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem.

Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga

albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga ke permukiman warga. Tak jarang, hewan bertanduk kecil itu juga mendatangi area wisata Pantai Barat untuk mencari makanan sisa di tong sampah atau sekadar menyapa wisatawan.

Kebiasaan rusa keluar kawasan ini disebut sebagai perilaku adaptif akibat interaksi manusia yang semakin sering. Banyak wisatawan yang tanpa sadar memberi makan, sehingga membuat rusa terbiasa mencari sumber pangan di luar habitatnya.

Pada Senin sore, 27 Oktober 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, pantauan lapangan menunjukkan beberapa ekor rusa tampak berkeliaran di Pantai Barat Pangandaran. Mereka tampak asyik mengendus sisa makanan, bahkan mendekati area parkir hotel di sekitar lokasi wisata.


Interaksi Wisatawan Ubah Pola Perilaku Rusa

Perubahan perilaku hewan liar itu disadari pula oleh warga setempat. Yati Suryati, seorang pedagang di kawasan pantai, mengatakan bahwa jumlah rusa yang keluar kini lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu yang keluar hanya satu dua, sekarang sudah gerombolan. Banyak wisatawan yang senang melihat mereka, tapi saya kadang kasihan juga karena mereka cari sisa makanan,” ujar Yati, Rabu (29/10/2025).

Hal serupa disampaikan Herdi, wisatawan asal Tasikmalaya, yang bahkan sengaja membawa sayuran untuk memberi makan rusa di area pantai. “Saya lihat banyak rusa di dekat parkir bus. Anak-anak juga senang memberi makan mereka,” katanya.

Namun, interaksi seperti itu justru menjadi perhatian serius bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran. Kepala BKSDA, Kusnadi, menjelaskan bahwa rusa-rusa tersebut keluar karena akses pembatas antara kawasan konservasi dan permukiman mengalami kerusakan akibat abrasi.

“Sekarang bukan satu dua ekor lagi, tapi sudah rombongan. Akses keluar masuk mereka jebol karena pagar pembatas kayu terkikis air laut,” ujar Kusnadi kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan, dari sisi pakan alami sebenarnya rusa di dalam kawasan tidak kekurangan makanan. Namun, kebiasaan wisatawan memberi makan membuat sebagian rusa ketergantungan.


Pagar Jebol dan Ketidaksadaran Wisatawan Jadi Pemicu

Menurut Kusnadi, faktor utama meningkatnya pergerakan rusa keluar kawasan adalah rusaknya pagar pembatas yang belum sempat diperbaiki oleh Perum Perhutani. “Pagar kayu itu jebol, dan sampai sekarang belum diperbaiki karena masih masuk area kewenangan Perhutani,” jelasnya.

BKSDA menilai, jika pagar diperkuat kembali, kemungkinan besar rusa tidak akan sering keluar kawasan. Selain itu, kebiasaan wisatawan memberi makan juga harus dihentikan karena mengubah perilaku alami satwa.

Baca juga: Status Pantai Pasir Putih Pangandaran Diusulkan Jadi Kawasan Wisata Alam

“Itulah mengapa di setiap taman wisata ada imbauan ‘dilarang memberi makan hewan’. Tujuannya bukan membatasi, tapi menjaga perilaku alami mereka agar tidak bergantung pada manusia,” tambahnya.

Kusnadi juga menyoroti kurangnya kesadaran sebagian wisatawan dan pemandu wisata. Ia menegaskan bahwa perilaku memberi makan meski tampak sepele dapat berdampak jangka panjang terhadap pola migrasi rusa.

“Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, tapi soal kebiasaan yang harus diubah. Kami terus edukasi agar pengunjung bisa lebih peduli,” ujarnya.


Langkah Konservasi BKSDA untuk Lindungi Rusa

Untuk mencegah pergerakan liar yang berlebihan, BKSDA Pangandaran kini memperketat patroli di sekitar perbatasan kawasan konservasi. “Kami melakukan patroli 24 jam secara bergantian untuk memastikan keamanan satwa dan meminimalisir gangguan,” kata Kusnadi.

Selain patroli rutin, BKSDA juga menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut melaporkan jika ada satwa yang keluar jauh dari kawasan. “Kami berkoordinasi dengan warga agar segera melapor bila ada rusa, monyet, atau bahkan merak yang terlihat di permukiman,” tambahnya.

Kusnadi menegaskan bahwa kerja sama masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Kalau ada laporan cepat, kami bisa langsung tangani agar hewan itu kembali ke habitatnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Ia juga memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Polairud, dan TNI AL, terutama dalam rencana perbaikan pagar pembatas yang rusak.

“Selama pagar belum diperbaiki, kami hanya bisa meminimalisir risiko dengan patroli dan pengawasan ekstra,” katanya menambahkan.


Kesadaran Publik Jadi Kunci Kelestarian Satwa

Perilaku rusa yang semakin dekat dengan manusia menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam mudah terganggu ketika batas antara konservasi dan aktivitas wisata kabur. Pemerintah daerah bersama BKSDA kini tengah mengkaji solusi permanen untuk memastikan bahwa Rusa Cagar Alam Pangandaran tetap dapat hidup di habitat alaminya tanpa kehilangan naluri liar mereka.

Upaya konservasi bukan hanya soal membangun pagar atau melakukan patroli, tapi juga menumbuhkan kesadaran publik. Jika masyarakat dan wisatawan memahami pentingnya menjaga jarak dari satwa liar, maka hubungan antara manusia dan alam bisa kembali harmonis.

Rusa Cagar Alam Pangandaran makin sering ke permukiman. BKSDA perketat patroli dan edukasi wisatawan demi jaga kelestarian satwa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri melakukan razia dan pemusnahan minuman keras di gudang penyimpanan miras wilayah Kabupaten Ciamis pada malam hari.

    Santri Temukan Gudang Miras di Ciamis, Ulama Sebut Darurat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus gudang miras Ciamis kembali menghebohkan masyarakat setelah para santri melakukan aksi hisbah atau penegakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menemukan sejumlah lokasi penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Temuan tersebut langsung memicu sorotan karena salah satu lokasi berada tepat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, berhadapan dengan Pengadilan Negeri Ciamis. […]

  • Umat Islam melaksanakan shalat tarawih Ramadan berjamaah di masjid pada malam hari dengan saf yang rapat dan suasana khusyuk.

    Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Shalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap. Karena […]

  • Putusan Mahkamah Agung sengketa tindakan pemerintah

    Ketika Gugatan Warga Berhenti di Meja yang Salah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perbuatan melanggar hukum oleh pejabat pemerintah. Apa dampaknya bagi warga dan pelayanan publik? albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menegaskan bahwa Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perbuatan melanggar hukum oleh badan atau pejabat pemerintah bukan sekadar perkara teknis hukum. Ia menyentuh satu soal mendasar: ke […]

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

  • Ilustrasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam peristiwa pengorbanan yang penuh keikhlasan kepada Allah SWT

    Kisah Nabi Ismail: Ujian Pengorbanan yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua ujian datang dalam bentuk kehilangan harta. Kadang, Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Kisah Nabi Ismail menjadi bukti bagaimana iman, cinta, dan pengorbanan bertemu dalam satu peristiwa yang membuat langit dan bumi menjadi saksi. Hingga hari ini, kisah pengorbanan Nabi Ismail masih terus dikenang jutaan umat Islam di […]

  • Klinik Aborsi Ilegal

    Polisi Tangkap Pelaku Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Polisi membongkar klinik aborsi ilegal di Jakarta Timur yang melayani ratusan pasien sejak 2023. albadarpost.com, HUMANIORA – Polisi membongkar praktik klinik aborsi ilegal di sebuah apartemen Jakarta Timur yang telah beroperasi sejak 2023 dan melayani ratusan pasien. Kasus ini penting karena menyangkut keselamatan perempuan, lemahnya pengawasan layanan kesehatan, serta potensi kejahatan terorganisasi yang beroperasi di […]

expand_less