Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Ramadhan di Negara Minoritas Muslim, Kisah yang Menggetarkan

Ramadhan di Negara Minoritas Muslim, Kisah yang Menggetarkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan minoritas Muslim menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dibanding negara mayoritas Islam. Ramadhan di negara minoritas Muslim, puasa di negeri asing, dan perjuangan umat Islam minoritas menjadi kisah penuh keteguhan dan harapan. Ketika azan tidak terdengar dari setiap sudut kota, dan ketika lingkungan sekitar tetap menjalani aktivitas seperti biasa, umat Islam tetap menjaga ibadah dengan keyakinan yang kuat. Mereka mungkin berjumlah sedikit, tetapi semangat Ramadhan tetap hidup di hati mereka.

Ramadhan selalu menjadi bulan yang menghadirkan kedekatan dengan Allah SWT. Namun, bagi Muslim yang hidup di lingkungan minoritas, setiap ibadah terasa seperti perjuangan pribadi yang penuh makna. Mereka tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga identitas dan keimanan di tengah perbedaan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
( QS. Al-Baqarah: 183 )

Ayat ini menjadi penguat bagi Muslim di seluruh dunia, termasuk mereka yang menjalani Ramadhan dalam kesunyian.

Ramadhan di Jepang: Sunyi, tetapi Menguatkan Hati

Di Jepang, umat Islam hanya sebagian kecil dari populasi. Sebagian besar merupakan pendatang, mahasiswa, atau pekerja asing. Meski demikian, Ramadhan tetap dirasakan dengan penuh kekhusyukan.

Masjid menjadi pusat kehidupan spiritual. Salah satu yang paling dikenal adalah Tokyo Camii, yang setiap Ramadhan dipenuhi jamaah dari berbagai negara. Menjelang maghrib, suasana masjid berubah hangat. Orang-orang duduk bersama, berbagi makanan sederhana, dan saling menyapa meski belum saling mengenal sebelumnya.

Namun, di luar masjid, suasana terasa berbeda. Restoran tetap buka seperti biasa, dan rekan kerja tetap makan di siang hari. Karena itu, Muslim di Jepang belajar menguatkan niat. Mereka menjadikan Ramadhan sebagai momen refleksi dan kedekatan pribadi dengan Allah.

Kesunyian justru memperdalam makna ibadah.

Korea Selatan: Buka Puasa yang Menyatukan Banyak Bangsa

Di Korea Selatan, komunitas Muslim terus berkembang meski jumlahnya masih kecil. Ramadhan menjadi waktu yang paling dinanti, terutama karena adanya buka puasa bersama di masjid.

Masjid pusat seperti Seoul Central Mosque menjadi tempat berkumpul umat Islam dari berbagai latar belakang. Menjelang maghrib, jamaah datang membawa makanan dari negara masing-masing. Ada kurma, nasi, sup, hingga hidangan khas Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Suasana kebersamaan terasa sangat kuat. Orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal kini duduk berdampingan. Mereka berbagi cerita, pengalaman, dan harapan.

Selain itu, banyak mualaf Korea yang menemukan kekuatan baru selama Ramadhan. Mereka merasakan dukungan komunitas yang membantu menjaga semangat ibadah. Ramadhan menjadi bukti bahwa persaudaraan Islam melampaui bahasa dan budaya.

Eropa dan Amerika: Puasa Panjang yang Menguji Kesabaran

Ramadhan di Eropa dan Amerika menghadirkan tantangan lain, yaitu durasi puasa yang sangat panjang. Di beberapa wilayah, puasa dapat berlangsung hingga 16–18 jam, terutama saat Ramadhan jatuh di musim panas.

Di kota seperti London atau New York City, Muslim menjalani aktivitas kerja penuh sambil menahan lapar dan dahaga lebih lama dibanding negara tropis. Meski demikian, mereka tetap menjalankan ibadah dengan penuh kesabaran.

Masjid menjadi tempat pelipur rindu. Setiap malam, umat Islam berkumpul untuk salat tarawih dan berbuka bersama. Banyak masjid menyediakan makanan gratis, sehingga siapa pun dapat merasakan kebersamaan.

Selain itu, Ramadhan juga menjadi momen dakwah yang lembut. Banyak non-Muslim menunjukkan rasa ingin tahu dan menghormati rekan mereka yang berpuasa. Percakapan sederhana sering membuka jalan bagi pemahaman yang lebih luas tentang Islam.

Ketika Azan Tidak Terdengar, Iman Menjadi Penuntun

Di negara mayoritas Muslim, azan menjadi pengingat waktu ibadah. Namun, di negara minoritas, azan tidak selalu terdengar. Karena itu, Muslim mengandalkan jam, aplikasi, atau pengingat pribadi.

Baca juga: Bekerja di Lapangan Berat, Bolehkah Tidak Berpuasa?

Situasi ini justru memperkuat kesadaran spiritual. Mereka tidak beribadah karena lingkungan, tetapi karena keyakinan. Setiap sahur dan berbuka menjadi keputusan yang lahir dari keimanan.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Muslim bahwa Islam bermula sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali menjadi asing, dan beruntunglah orang-orang yang tetap teguh. Hadis ini sering menjadi penguat bagi Muslim yang hidup jauh dari komunitas besar.

Ramadhan Mengajarkan Keteguhan dan Harapan

Ramadhan minoritas Muslim menunjukkan bahwa kekuatan iman tidak bergantung pada jumlah. Meski hanya sedikit, mereka tetap menjaga salat, puasa, dan kebersamaan.

Selain itu, Ramadhan mengajarkan bahwa Islam hadir di setiap penjuru dunia. Dari masjid kecil di Jepang hingga komunitas di Amerika, semangat ibadah tetap menyala.

Kesunyian tidak melemahkan iman. Sebaliknya, kesunyian menguatkannya.

Pada akhirnya, Ramadhan menjadi bukti bahwa cahaya keimanan selalu menemukan jalannya, bahkan di tempat yang paling jauh sekalipun. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dengan pengelola lapangan padel bahas izin PBG dan SLF

    Izin Lapangan Padel Tasikmalaya Disepakati, Operasional Tetap Jalan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik izin lapangan padel Tasikmalaya akhirnya menemukan jalan keluar. Isu perizinan padel atau legalitas operasional lapangan padel yang sempat memicu sidak kini mulai mereda. Pemerintah daerah dan pengelola sepakat menjaga stabilitas usaha sekaligus memastikan seluruh proses izin padel Tasikmalaya berjalan sesuai aturan. Pertemuan yang digelar Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya pada […]

  • layanan inklusif BSI

    BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BSI memperluas layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus memperluas layanan inklusif BSI bagi penyandang disabilitas. Kebijakan ini penting karena akses layanan keuangan masih belum sepenuhnya ramah bagi kelompok rentan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perseroan membuka kesempatan […]

  • Operasi Ketupat 2026

    Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polisi Waspadai Gelombang Kedua Arus Balik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Libur Lebaran hampir berakhir, tetapi Operasi Ketupat 2026 belum benar-benar selesai dalam arti pengamanan di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup, kepolisian masih menyiagakan personel untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada gelombang kedua arus balik Lebaran. Bagi jutaan pemudik, perjalanan kembali ke kota tujuan masih berlangsung. Karena itu, Polri memastikan pengamanan […]

  • Distribusi makan bergizi gratis di sekolah dengan menu sehat untuk mendukung gizi anak Indonesia

    Fakta Mengejutkan! Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Sejak 2006

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Makan bergizi gratis selalu jadi perbincangan luas. Namun, fakta terbaru menunjukkan program makan bergizi gratis bukan kebijakan yang lahir tiba-tiba. Program gizi gratis ini sudah dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto sejak 2006. Artinya, gagasan tersebut sudah berumur hampir dua dekade sebelum benar-benar dijalankan secara nasional. Menurut Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan […]

  • bupati Tasikmalaya

    Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Laporan Khusus Albadarpost. albadarpost.com, EDITORIAL – Pelaksanaan proyek di lingkungan pemerintah daerah pada prinsipnya diatur melalui mekanisme yang jelas dan berlapis. Regulasi seperti Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (beserta aturan turunannya) menegaskan bahwa proses pengadaan harus dilakukan oleh struktur resmi: mulai dari perencanaan oleh SKPD, pemilihan penyedia oleh pejabat atau unit pengadaan, hingga pelaksanaan […]

  • Ilustrasi sekolah terintegrasi dengan siswa dari berbagai jenjang belajar bersama dalam lingkungan pendidikan inklusif dan gratis.

    Revolusi Pendidikan: Sekolah Terintegrasi vs Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah kembali menggulirkan agenda besar di sektor pendidikan. Kali ini, wacana Sekolah Terintegrasi dan Sekolah Rakyat muncul sebagai dua model yang sama-sama mengusung semangat pemerataan akses dan keadilan pendidikan. Namun, di balik tujuan yang serupa, keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, publik perlu memahami secara jernih arah kebijakan ini, terutama […]

expand_less