Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Ketentuan maghrib menurut MUI kembali menjadi perhatian di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang mengikuti adzan tercepat untuk berbuka puasa. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa waktu berbuka puasa yang sah harus mengacu pada masuknya Maghrib di lokasi masing-masing, bukan berdasarkan siaran atau suara adzan dari wilayah lain.

Penegasan ini muncul karena fenomena berbuka lebih awal kerap terjadi, terutama saat masyarakat mengakses siaran televisi nasional atau aplikasi digital yang menampilkan jadwal dari kota berbeda. Padahal, perbedaan geografis dapat menyebabkan selisih waktu Maghrib meski hanya beberapa menit.

Karena itu, MUI meminta umat Islam lebih teliti dan tidak tergesa-gesa saat menentukan waktu berbuka.

Kepastian Waktu Jadi Penentu Sahnya Puasa

Menurut MUI, dasar utama berbuka puasa adalah terbenamnya matahari secara nyata sesuai posisi tempat seseorang berada. Artinya, ketentuan maghrib menurut MUI menitikberatkan pada kepastian waktu, bukan sekadar suara adzan yang terdengar lebih dulu.

Selain itu, ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa seseorang boleh berbuka ketika ia memiliki keyakinan kuat bahwa matahari telah terbenam. Keyakinan tersebut dapat diperoleh melalui pengamatan langsung maupun informasi terpercaya dari jadwal resmi.

Namun demikian, jika seseorang masih ragu apakah waktu Maghrib sudah masuk atau belum, maka ia sebaiknya menunggu hingga benar-benar yakin. Prinsip kehati-hatian ini penting agar ibadah tetap sah dan terhindar dari konsekuensi mengulang puasa di kemudian hari.

Jangan Hanya Mengandalkan Adzan Tercepat

Di era digital, akses informasi waktu shalat memang semakin mudah. Banyak aplikasi menyediakan fitur penentu waktu berbuka secara otomatis. Akan tetapi, kemudahan ini juga memunculkan potensi kekeliruan apabila pengaturan lokasi tidak sesuai.

Karena itu, MUI mengingatkan agar masyarakat memastikan jadwal yang digunakan berasal dari wilayah domisili masing-masing. Jika adzan yang terdengar berasal dari kota lain yang waktu Maghribnya lebih cepat, maka adzan tersebut tidak dapat dijadikan patokan berbuka.

Lebih jauh lagi, perbedaan beberapa menit saja tetap memiliki konsekuensi hukum dalam ibadah puasa. Oleh sebab itu, mengikuti jadwal resmi dari Kementerian Agama atau otoritas setempat menjadi langkah paling aman.

Konsekuensi Jika Berbuka Sebelum Waktunya

MUI menegaskan bahwa berbuka sebelum masuk waktu Maghrib menyebabkan puasa tidak sah. Dalam kondisi tersebut, seseorang wajib mengganti puasanya di hari lain.

Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci. Daripada mengambil risiko, menunggu satu atau dua menit hingga benar-benar yakin jauh lebih bijak. Sikap ini sekaligus mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan perintah agama.

Selain berdampak pada sah atau tidaknya puasa, ketidaktepatan waktu berbuka juga berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Apalagi ketika informasi yang beredar berbeda-beda melalui media sosial.

Peran Jadwal Resmi dan Literasi Digital

Selanjutnya, MUI mendorong umat Islam untuk meningkatkan literasi digital dalam menggunakan aplikasi jadwal shalat. Pengaturan lokasi harus diperiksa secara berkala agar tetap akurat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyusun jadwal berbasis perhitungan astronomi yang presisi. Jadwal tersebut disusun dengan mempertimbangkan koordinat wilayah dan pergerakan matahari.

Baca juga: Pelonggaran Halal Impor AS Disorot DPR

Karena itu, masyarakat sebaiknya menjadikan sumber resmi sebagai acuan utama. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan selaras di setiap daerah.

Ibadah Bukan Soal Cepat, Tetapi Tepat

Pada akhirnya, ketentuan maghrib menurut MUI mengajarkan bahwa berbuka puasa bukan soal siapa yang lebih dulu, melainkan siapa yang tepat waktu. Islam menekankan ketepatan dan kepastian dalam menjalankan ibadah.

Selain menjaga keabsahan puasa, sikap disiplin terhadap waktu juga membentuk kesadaran kolektif umat. Setiap individu memiliki tanggung jawab memastikan bahwa ibadahnya sesuai tuntunan syariat.

Karena itu, MUI mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru. Memastikan matahari benar-benar terbenam sesuai wilayah menjadi langkah sederhana yang membawa ketenangan.

Dengan memahami aturan ini, umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan lebih yakin. Puasa pun terlaksana secara sah, tertib, dan penuh keberkahan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pep Guardiola mengenakan keffiyeh saat menyampaikan pidato pro-Palestina dan mengkritik diamnya pemimpin dunia

    Pidato Pro-Palestina Pep Guardiola

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pep Guardiola tidak sedang membahas taktik atau trofi. Ia berdiri di atas panggung dengan satu pesan sederhana namun mengguncang: anak-anak Palestina terus terbunuh, sementara dunia memilih diam. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, pelatih Manchester City itu menyampaikan pidato pro-Palestina yang langsung menyita perhatian publik internasional. Guardiola tampil mengenakan keffiyeh. Simbol […]

  • Nasi goreng kampung premium dengan udang besar dan plating elegan ala hotel bintang 5, tampilan mewah dan menggugah selera

    Nasi Goreng Kampung Jadi Mewah? Ini Rahasia Chef!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi goreng kampung premium kini jadi sorotan pecinta kuliner. Hidangan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan transformasi dari nasi goreng tradisional, nasi goreng rumahan, hingga nasi goreng ala hotel bintang 5. Menariknya, rasa khas tetap dipertahankan, sementara tampilan berubah lebih elegan. Awalnya, nasi goreng kampung dikenal sederhana dan cepat saji. Namun, kini […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • Jaringan Narkoba NTB Terbongkar, Dugaan Suap Oknum Aparat Uji Integritas Penegak Hukum

    Jaringan Narkoba NTB dan Dugaan Suap Aparat Terkuak

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus jaringan narkoba NTB kembali menjadi sorotan publik setelah aparat mengungkap dugaan suap yang menyeret oknum penegak hukum. Pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Nusa Tenggara Barat itu tidak hanya membuka praktik bisnis ilegal, tetapi juga memunculkan indikasi aliran dana kepada aparat. Karena itu, isu integritas penegak hukum kini ikut menjadi perhatian […]

  • Laziiz Tasikmalaya

    Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa […]

  • A Symphony of Lights

    Gemerlap “A Symphony of Lights”, Pesta Lampu Spektakuler di Langit Malam Hong Kong

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Setiap malam, “A Symphony of Lights” menerangi langit Pelabuhan Victoria dengan pertunjukan cahaya gratis. albadarpost.com, LENSA – Langit malam di atas Pelabuhan Victoria, Hong Kong, selalu punya cerita setiap pukul delapan malam. Saat itu, sorot laser, warna-warna lampu LED, dan musik orkestra berpadu dalam harmoni yang menakjubkan: A Symphony of Lights. Pertunjukan cahaya dan suara […]

expand_less