Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Ketentuan maghrib menurut MUI kembali menjadi perhatian di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang mengikuti adzan tercepat untuk berbuka puasa. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa waktu berbuka puasa yang sah harus mengacu pada masuknya Maghrib di lokasi masing-masing, bukan berdasarkan siaran atau suara adzan dari wilayah lain.

Penegasan ini muncul karena fenomena berbuka lebih awal kerap terjadi, terutama saat masyarakat mengakses siaran televisi nasional atau aplikasi digital yang menampilkan jadwal dari kota berbeda. Padahal, perbedaan geografis dapat menyebabkan selisih waktu Maghrib meski hanya beberapa menit.

Karena itu, MUI meminta umat Islam lebih teliti dan tidak tergesa-gesa saat menentukan waktu berbuka.

Kepastian Waktu Jadi Penentu Sahnya Puasa

Menurut MUI, dasar utama berbuka puasa adalah terbenamnya matahari secara nyata sesuai posisi tempat seseorang berada. Artinya, ketentuan maghrib menurut MUI menitikberatkan pada kepastian waktu, bukan sekadar suara adzan yang terdengar lebih dulu.

Selain itu, ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa seseorang boleh berbuka ketika ia memiliki keyakinan kuat bahwa matahari telah terbenam. Keyakinan tersebut dapat diperoleh melalui pengamatan langsung maupun informasi terpercaya dari jadwal resmi.

Namun demikian, jika seseorang masih ragu apakah waktu Maghrib sudah masuk atau belum, maka ia sebaiknya menunggu hingga benar-benar yakin. Prinsip kehati-hatian ini penting agar ibadah tetap sah dan terhindar dari konsekuensi mengulang puasa di kemudian hari.

Jangan Hanya Mengandalkan Adzan Tercepat

Di era digital, akses informasi waktu shalat memang semakin mudah. Banyak aplikasi menyediakan fitur penentu waktu berbuka secara otomatis. Akan tetapi, kemudahan ini juga memunculkan potensi kekeliruan apabila pengaturan lokasi tidak sesuai.

Karena itu, MUI mengingatkan agar masyarakat memastikan jadwal yang digunakan berasal dari wilayah domisili masing-masing. Jika adzan yang terdengar berasal dari kota lain yang waktu Maghribnya lebih cepat, maka adzan tersebut tidak dapat dijadikan patokan berbuka.

Lebih jauh lagi, perbedaan beberapa menit saja tetap memiliki konsekuensi hukum dalam ibadah puasa. Oleh sebab itu, mengikuti jadwal resmi dari Kementerian Agama atau otoritas setempat menjadi langkah paling aman.

Konsekuensi Jika Berbuka Sebelum Waktunya

MUI menegaskan bahwa berbuka sebelum masuk waktu Maghrib menyebabkan puasa tidak sah. Dalam kondisi tersebut, seseorang wajib mengganti puasanya di hari lain.

Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci. Daripada mengambil risiko, menunggu satu atau dua menit hingga benar-benar yakin jauh lebih bijak. Sikap ini sekaligus mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan perintah agama.

Selain berdampak pada sah atau tidaknya puasa, ketidaktepatan waktu berbuka juga berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Apalagi ketika informasi yang beredar berbeda-beda melalui media sosial.

Peran Jadwal Resmi dan Literasi Digital

Selanjutnya, MUI mendorong umat Islam untuk meningkatkan literasi digital dalam menggunakan aplikasi jadwal shalat. Pengaturan lokasi harus diperiksa secara berkala agar tetap akurat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyusun jadwal berbasis perhitungan astronomi yang presisi. Jadwal tersebut disusun dengan mempertimbangkan koordinat wilayah dan pergerakan matahari.

Baca juga: Pelonggaran Halal Impor AS Disorot DPR

Karena itu, masyarakat sebaiknya menjadikan sumber resmi sebagai acuan utama. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan selaras di setiap daerah.

Ibadah Bukan Soal Cepat, Tetapi Tepat

Pada akhirnya, ketentuan maghrib menurut MUI mengajarkan bahwa berbuka puasa bukan soal siapa yang lebih dulu, melainkan siapa yang tepat waktu. Islam menekankan ketepatan dan kepastian dalam menjalankan ibadah.

Selain menjaga keabsahan puasa, sikap disiplin terhadap waktu juga membentuk kesadaran kolektif umat. Setiap individu memiliki tanggung jawab memastikan bahwa ibadahnya sesuai tuntunan syariat.

Karena itu, MUI mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru. Memastikan matahari benar-benar terbenam sesuai wilayah menjadi langkah sederhana yang membawa ketenangan.

Dengan memahami aturan ini, umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan lebih yakin. Puasa pun terlaksana secara sah, tertib, dan penuh keberkahan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Bersih Narkoba Pangandaran

    Langkah Besar Pangandaran: Sekolah & Madrasah Bersinar Tanpa Narkoba

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program sekolah bersih narkoba di Kabupaten Pangandaran kini bergerak lebih luas dengan menyasar sekolah dan madrasah sekaligus. Upaya menciptakan sekolah bebas narkoba, lingkungan pendidikan aman, serta perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika kini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Kamis (9/4), momen penting tersebut resmi ditandai melalui penandatanganan kerja sama di […]

  • Hari Bhayangkara 2026

    Di Antara Nisan Pahlawan, Ada Pesan Penting untuk Polri

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deretan batu nisan berdiri tenang di bawah langit pagi Kota Tasikmalaya. Angin bergerak perlahan di antara pepohonan yang menaungi Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa. Namun suasana yang tampak hening itu menyimpan makna yang jauh lebih besar. Menjelang Hari Bhayangkara 2026, peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dan momentum refleksi pengabdian Polri, jajaran Polresta […]

  • kontes sapi potong

    Pemerintah Tasikmalaya Gelar Kontes Sapi Potong untuk Naikkan Nilai Ternak

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kontes sapi potong di RPH Indihiang Tasikmalaya fokus peningkatan nilai jual ternak dan edukasi peternak. albadarpost.com, LENSA — Kontes sapi potong yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang menghadirkan 50 peternak dari wilayah Priangan Timur hingga Bandung. Agenda ini bertujuan meningkatkan nilai jual ternak, memberi edukasi […]

  • Ilustrasi kondisi kemiskinan di Tasikmalaya dengan warga beraktivitas di lingkungan sederhana mencerminkan kenaikan garis kemiskinan dan kesenjangan sosial.

    Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kemiskinan di Tasikmalaya mengalami penurunan secara persentase. Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Faktanya, kemiskinan Tasikmalaya masih menyisakan persoalan serius, terutama terkait kenaikan garis kemiskinan dan kedalaman kemiskinan yang membuat beban hidup warga tetap berat. BPS mencatat persentase penduduk miskin di […]

  • MMA Tasikmalaya

    Tim Baru, 11 Medali: IBCA MMA Tasikmalaya Bikin Kejutan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak yang memperhitungkan langkah IBCA MMA Tasikmalaya saat memutuskan menurunkan 11 atlet pada ajang Temu Tarung Garut. Namun, tim mixed martial arts (MMA) yang masih dalam tahap merintis pembinaan itu justru pulang dengan hasil yang mengejutkan: 6 medali emas dan 5 medali perak. Prestasi MMA Tasikmalaya tersebut sekaligus menjadi sinyal […]

  • lima kesempatan hidup

    Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual. […]

expand_less