Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 202
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Ketentuan maghrib menurut MUI kembali menjadi perhatian di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang mengikuti adzan tercepat untuk berbuka puasa. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa waktu berbuka puasa yang sah harus mengacu pada masuknya Maghrib di lokasi masing-masing, bukan berdasarkan siaran atau suara adzan dari wilayah lain.

Penegasan ini muncul karena fenomena berbuka lebih awal kerap terjadi, terutama saat masyarakat mengakses siaran televisi nasional atau aplikasi digital yang menampilkan jadwal dari kota berbeda. Padahal, perbedaan geografis dapat menyebabkan selisih waktu Maghrib meski hanya beberapa menit.

Karena itu, MUI meminta umat Islam lebih teliti dan tidak tergesa-gesa saat menentukan waktu berbuka.

Kepastian Waktu Jadi Penentu Sahnya Puasa

Menurut MUI, dasar utama berbuka puasa adalah terbenamnya matahari secara nyata sesuai posisi tempat seseorang berada. Artinya, ketentuan maghrib menurut MUI menitikberatkan pada kepastian waktu, bukan sekadar suara adzan yang terdengar lebih dulu.

Selain itu, ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa seseorang boleh berbuka ketika ia memiliki keyakinan kuat bahwa matahari telah terbenam. Keyakinan tersebut dapat diperoleh melalui pengamatan langsung maupun informasi terpercaya dari jadwal resmi.

Namun demikian, jika seseorang masih ragu apakah waktu Maghrib sudah masuk atau belum, maka ia sebaiknya menunggu hingga benar-benar yakin. Prinsip kehati-hatian ini penting agar ibadah tetap sah dan terhindar dari konsekuensi mengulang puasa di kemudian hari.

Jangan Hanya Mengandalkan Adzan Tercepat

Di era digital, akses informasi waktu shalat memang semakin mudah. Banyak aplikasi menyediakan fitur penentu waktu berbuka secara otomatis. Akan tetapi, kemudahan ini juga memunculkan potensi kekeliruan apabila pengaturan lokasi tidak sesuai.

Karena itu, MUI mengingatkan agar masyarakat memastikan jadwal yang digunakan berasal dari wilayah domisili masing-masing. Jika adzan yang terdengar berasal dari kota lain yang waktu Maghribnya lebih cepat, maka adzan tersebut tidak dapat dijadikan patokan berbuka.

Lebih jauh lagi, perbedaan beberapa menit saja tetap memiliki konsekuensi hukum dalam ibadah puasa. Oleh sebab itu, mengikuti jadwal resmi dari Kementerian Agama atau otoritas setempat menjadi langkah paling aman.

Konsekuensi Jika Berbuka Sebelum Waktunya

MUI menegaskan bahwa berbuka sebelum masuk waktu Maghrib menyebabkan puasa tidak sah. Dalam kondisi tersebut, seseorang wajib mengganti puasanya di hari lain.

Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci. Daripada mengambil risiko, menunggu satu atau dua menit hingga benar-benar yakin jauh lebih bijak. Sikap ini sekaligus mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan perintah agama.

Selain berdampak pada sah atau tidaknya puasa, ketidaktepatan waktu berbuka juga berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Apalagi ketika informasi yang beredar berbeda-beda melalui media sosial.

Peran Jadwal Resmi dan Literasi Digital

Selanjutnya, MUI mendorong umat Islam untuk meningkatkan literasi digital dalam menggunakan aplikasi jadwal shalat. Pengaturan lokasi harus diperiksa secara berkala agar tetap akurat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyusun jadwal berbasis perhitungan astronomi yang presisi. Jadwal tersebut disusun dengan mempertimbangkan koordinat wilayah dan pergerakan matahari.

Baca juga: Pelonggaran Halal Impor AS Disorot DPR

Karena itu, masyarakat sebaiknya menjadikan sumber resmi sebagai acuan utama. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan selaras di setiap daerah.

Ibadah Bukan Soal Cepat, Tetapi Tepat

Pada akhirnya, ketentuan maghrib menurut MUI mengajarkan bahwa berbuka puasa bukan soal siapa yang lebih dulu, melainkan siapa yang tepat waktu. Islam menekankan ketepatan dan kepastian dalam menjalankan ibadah.

Selain menjaga keabsahan puasa, sikap disiplin terhadap waktu juga membentuk kesadaran kolektif umat. Setiap individu memiliki tanggung jawab memastikan bahwa ibadahnya sesuai tuntunan syariat.

Karena itu, MUI mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru. Memastikan matahari benar-benar terbenam sesuai wilayah menjadi langkah sederhana yang membawa ketenangan.

Dengan memahami aturan ini, umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan lebih yakin. Puasa pun terlaksana secara sah, tertib, dan penuh keberkahan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istiqamah

    Ibnu Athaillah: Cari Aibmu, Bukan Keajaiban

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di media sosial, sebuah video tentang seseorang yang disebut memiliki karamah dapat menyebar dalam hitungan jam. Ribuan orang membagikannya. Kolom komentar pun penuh dengan kekaguman. Namun, pada waktu yang sama, kisah seorang ayah yang puluhan tahun tidak pernah meninggalkan salat Subuh berjamaah hampir tak pernah menjadi perbincangan. Fenomena itu bukan sekadar soal […]

  • Tol Getaci Terpanjang

    Pembangunan Tol Getaci Terpanjang Dimulai 2026, Hubungkan Bandung–Cilacap

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Tol Getaci terpanjang di Indonesia mulai dibangun 2026, menghubungkan Bandung hingga Cilacap sepanjang 206 kilometer. albadarpost.com, LENSA – Ambisi pemerintah menghadirkan Tol Getaci Terpanjang di Indonesia memasuki babak baru. Proyek berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan menandai era anyar infrastruktur jalan bebas hambatan dengan melintasi medan paling menantang di Jawa Barat hingga Jawa Tengah. […]

  • Kota Makkah

    7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat. Kota Makkah memang berbeda. Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada […]

  • Sub Garnisun Pangandaran

    Kantor Sub Garnisun TNI Dinilai Penting untuk Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabupaten Pangandaran dinilai sudah memenuhi syarat untuk memiliki Kantor Sub Garnisun TNI. Penilaian tersebut muncul karena wilayah Pangandaran kini telah memiliki tiga matra Tentara Nasional Indonesia, yakni TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Keberadaan tiga matra itu dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat koordinasi keamanan wilayah […]

  • negosiasi damai Iran Amerika

    Terungkap! 5 Fakta Kenapa Negosiasi Iran-AS Gagal Total

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Negosiasi damai Iran Amerika kembali menemui jalan buntu. Upaya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang diharapkan mampu meredakan ketegangan justru berakhir tanpa hasil. Kegagalan negosiasi Iran-AS ini bukan hanya soal nuklir, tetapi juga melibatkan kepentingan politik, ekonomi, hingga strategi kawasan yang saling bertabrakan. Sejak awal, kedua pihak membawa agenda besar. […]

  • Dugaan Penganiayaan Depok

    Putus Hubungan Berujung Dugaan Penganiayaan di Depok

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan penganiayaan Depok kembali menjadi perhatian publik setelah seorang perempuan berinisial NF melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya saat masih menjalin hubungan dengan kekasihnya. Peristiwa yang diduga terjadi di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, itu kini telah dilaporkan kepada kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan. Kasus kekerasan dalam hubungan tersebut sekaligus mengingatkan […]

expand_less