Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLETawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi kunci agar hati tidak mudah goyah saat hidup terasa berat.

Dalam Safinah an-Naja, tawakal dan tafwid disebut sebagai bagian dari kewajiban batin. Artinya, keduanya bukan pilihan tambahan, melainkan sikap yang harus tumbuh dalam diri setiap mukmin. Tanpa tawakal, usaha terasa kering. Tanpa tafwid, doa terasa hampa.

Makna Tawakal yang Sering Disalahpahami

Secara bahasa, tawakal berarti bersandar. Namun dalam makna syar’i, tawakal adalah tenangnya hati karena yakin bahwa Allah mengatur segala urusan. Keyakinan itu membuat seseorang tidak larut dalam kegalauan meski sebab-sebab dunia tampak sempit.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini menegaskan bahwa tawakal melahirkan rasa cukup. Namun perlu dicatat, tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada seorang Arab Badui yang membiarkan untanya tanpa diikat:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa tawakal harus berjalan seiring ikhtiar. Karena itu, orang yang hanya pasrah tanpa usaha tidak bisa disebut bertawakal. Ia justru mengabaikan sunnatullah.

Tafwid: Derajat yang Lebih Tinggi

Jika tawakal berarti bersandar setelah berusaha, maka tafwid melangkah lebih dalam. Tafwid adalah menyerahkan seluruh urusan kepada Allah dengan sepenuh hati. Seorang hamba tidak hanya tenang setelah berikhtiar, tetapi juga ridha terhadap apa pun hasilnya.

Dalam Al-Qur’an, sikap ini tercermin dalam doa Nabi Musa AS:

“Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
(QS. Ghafir: 44)

Ayat tersebut menggambarkan tafwid secara utuh. Nabi Musa tidak hanya berusaha menghadapi tekanan Fir’aun, tetapi juga memasrahkan hasil akhirnya kepada Allah. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara tawakal dan tafwid. Tafwid memiliki derajat lebih tinggi karena melibatkan kepasrahan total tanpa syarat.

Lawan Tafwid: Sikap Tamak yang Menggerogoti Hati

Dalam tradisi ulama, kebalikan dari tafwid adalah sifat tamak atau thama’. Sifat ini mendorong seseorang menggantungkan harapan sepenuhnya kepada makhluk. Ia selalu gelisah jika keinginannya tidak terpenuhi. Bahkan, ia rela mengorbankan prinsip demi ambisi.

Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa ketamakan tidak pernah mengenal batas. Karena itu, tafwid hadir sebagai penawar. Ketika seseorang memasrahkan urusannya kepada Allah, ia tidak lagi diperbudak ambisi dunia.

Menghidupkan Tawakal dan Tafwid dalam Kehidupan Modern

Di era serba cepat, banyak orang merasa cemas terhadap masa depan. Persaingan kerja, tekanan ekonomi, serta ekspektasi sosial sering memicu stres. Namun justru dalam kondisi seperti ini, tawakal dan tafwid menjadi semakin relevan.

Pertama, seseorang tetap bekerja keras dan menyusun rencana. Kedua, ia menyadari bahwa hasil akhir bukan sepenuhnya di tangannya. Kesadaran ini melahirkan ketenangan yang sulit digoyahkan keadaan.

Selain itu, tawakal melatih optimisme. Sementara tafwid membentuk keikhlasan. Keduanya berjalan beriringan, sehingga hati tidak mudah putus asa ketika gagal dan tidak sombong ketika berhasil.

Baca juga: Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa hakikat tawakal adalah keyakinan penuh terhadap jaminan Allah. Jika keyakinan itu semakin kuat, maka hati semakin lapang. Dari kelapangan itulah lahir ketenangan sejati.

Menjadi Pribadi yang Teguh dan Tenang

Pada akhirnya, tawakal dan tafwid bukan sekadar konsep teoritis. Keduanya harus hadir dalam praktik sehari-hari. Ketika menghadapi ujian, seorang mukmin berusaha mencari solusi. Namun setelah itu, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah tanpa protes berlebihan.

Dengan demikian, hidup terasa lebih ringan. Sebab ia sadar, Allah tidak pernah salah mengatur takdir hamba-Nya. Bahkan ketika jalan terasa sempit, selalu ada hikmah yang tersembunyi.

Karena itu, mari kita latih hati untuk bertawakal setelah berikhtiar, lalu naikkan derajatnya menuju tafwid. Di sanalah ketenangan sejati bersemayam. Dan di sanalah iman menemukan kedewasaannya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib vs Tampines

    Persib Belum Kebobolan, Kini Tampines Jadi Ujian Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs Tampines menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada lanjutan Piala Presiden 2026. Berbekal dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan, Maung Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi saat menghadapi wakil Singapura, Tampines Rovers, pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Statistik tersebut membuat duel ini menarik karena menjadi ujian berikutnya […]

  • Perundungan di Sekolah

    Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perundungan di sekolah atau bullying di sekolah kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai peristiwa yang melibatkan pelajar memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata, melainkan bagian dari isu perlindungan anak yang memerlukan pencegahan sejak dini, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor. Pesan […]

  • Kereta Api Nataru

    KAI Perluas Layanan Kereta Api Nataru Demi Antisipasi Lonjakan Penumpang

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    KAI menambah Kereta Api Nataru untuk antisipasi lonjakan penumpang dan menjaga kelancaran libur akhir tahun. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah puluhan perjalanan Kereta Api Nataru untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini penting karena kebutuhan mobilitas masyarakat pada akhir tahun terus meningkat dan […]

  • Wajib Belajar 13 Tahun

    Anak TK Kini Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Masih banyak orang tua yang menganggap Taman Kanak-kanak (TK) hanya sebagai pilihan sebelum anak memasuki Sekolah Dasar (SD). Padahal, pemerintah kini mendorong Wajib Belajar 13 Tahun dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak. Kebijakan itu menjadi salah satu fokus yang disampaikan dalam kunjungan kerja […]

  • Dinsos Karawang

    Tak Cukup Dirazia, Dinsos Karawang Dorong Rehabilitasi Sosial Gepeng

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dinsos Karawang menilai rehabilitasi sosial merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan sekadar razia dalam menangani gelandangan dan pengemis (gepeng). Pandangan itu mengemuka setelah operasi gabungan yang menjaring 52 orang, dengan 18 di antaranya berasal dari luar Kabupaten Karawang. Menurut Dinas Sosial Kabupaten Karawang, penertiban memang diperlukan untuk menjaga ketertiban umum. Namun, […]

  • KPK geledah Disdik Bogor

    KPK Geledah Disdik Bogor, Dokumen Pengadaan Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — KPK geledah Disdik Bogor pada Jumat, 28 Agustus 2026, untuk mencari alat bukti dan petunjuk terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Penyidik juga menyita sejumlah dokumen pengadaan untuk ditelaah lebih lanjut. Langkah tersebut membuat perhatian publik tertuju pada dokumen yang dibawa penyidik. Sebab, […]

expand_less