Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari.

Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir dalam keadaan lemah, telanjang, dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tidak ada emas di genggaman, tidak ada nama besar yang melekat, bahkan sehelai kain pun tidak ia miliki. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun…”
(QS. An-Nahl: 78)

Namun, waktu terus berjalan. Manusia tumbuh, belajar berdiri, lalu mulai berlari mengejar dunia. Ia mulai mengumpulkan sesuatu yang dulu tidak ia bawa. Harta dicari, jabatan dikejar, pengakuan diupayakan. Dalam proses itu, manusia sering lupa mengendalikan dirinya. Ia ingin lebih, lalu lebih lagi. Segala peluang dimanfaatkan, segala cara dicoba, dan segala yang bisa dimakan pun terasa halal selama dunia masih bisa diraih.

Baca juga: Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

Di masa depan nanti, manusia akan sadar bahwa kerakusan itu tumbuh perlahan. Awalnya sekadar ingin cukup, lalu berubah menjadi ingin unggul, hingga akhirnya takut kehilangan. Dunia mengajarkan manusia untuk menggenggam erat, padahal kematian mengajarkan untuk melepaskan segalanya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia masih menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika ajal datang, manusia tidak membawa apa yang ia kumpulkan. Rumah megah tertinggal. Harta melimpah berpindah tangan. Nama besar perlahan dilupakan. Bahkan orang-orang terdekat pun akhirnya pulang, meninggalkan jasad yang tak lagi bernyawa.

Allah berfirman:

“Dan sungguh, kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pada mulanya.”
(QS. Al-An’am: 94)

Di saat itulah manusia menyadari kehinaannya. Bukan hina karena nilai dirinya, tetapi karena seluruh kesombongan dunia runtuh seketika. Tubuh yang dahulu dibanggakan kini terbujur kaku. Lidah yang dulu lantang membela kepentingan dunia kini diam tanpa suara.

Namun, perjalanan tidak berhenti di liang lahat. Masa depan manusia justru dimulai di sana. Di akhirat kelak, tidak ada yang terlewat. Setiap harta yang dicari akan ditanya asal dan penggunaannya. Waktu yang dihabiskan akan dimintai penjelasan. Setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah menegaskan:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-Hijr: 92–93)

Pada hari itu, manusia berharap bisa kembali ke dunia, bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memperbaiki amal. Ia ingin mengulang satu sujud yang dulu ia ringankan. Ia ingin memperbaiki satu keputusan yang dulu ia ambil demi dunia.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, hartanya, ilmunya, dan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, masa depan manusia sesungguhnya sedang dibentuk hari ini. Setiap pilihan, setiap niat, dan setiap langkah akan menjadi jawaban di hadapan Allah. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Manusia datang miskin, hidup sering kali serakah, mati dalam kehinaan jasad, dan akan bangkit membawa seluruh catatan amalnya.

Maka sebelum tabir itu disingkap dan napas terakhir ditarik, manusia masih diberi jeda oleh kasih-Nya. Jeda untuk terjaga dari lalai, untuk kembali dari tersesat, dan untuk melepaskan dunia dari genggaman hati. Sebab ketika semua nama runtuh dan semua miliknya lenyap, yang tersisa hanyalah amal yang lahir dari keikhlasan dan jiwa yang berserah di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Islam minoritas berbuka puasa bersama di masjid luar negeri dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan saat Ramadhan.

    Ramadhan di Negara Minoritas Muslim, Kisah yang Menggetarkan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan minoritas Muslim menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dibanding negara mayoritas Islam. Ramadhan di negara minoritas Muslim, puasa di negeri asing, dan perjuangan umat Islam minoritas menjadi kisah penuh keteguhan dan harapan. Ketika azan tidak terdengar dari setiap sudut kota, dan ketika lingkungan sekitar tetap menjalani aktivitas seperti biasa, umat Islam […]

  • keamanan siber

    Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siswa Lampung temukan bug NASA dan dorong pentingnya keamanan siber di era digital yang makin rentan. albadarpost.com, HIKMAH – Laporan soal temuan celah keamanan oleh seorang siswa MAN 1 Bandar Lampung kembali menempatkan Indonesia pada radar lembaga antariksa Amerika Serikat. Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan siber, temuan ini memperlihatkan bagaimana kemampuan teknis generasi muda dapat […]

  • Inspirasi

    Perjalanan Inspiratif Perempuan Sederhana Menjadi CEO Teknologi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesuksesan dalam dunia bisnis kerap dikaitkan dengan pendidikan tinggi dan modal besar. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Seorang pengusaha wanita asal China membuktikan bahwa kerja keras dan kemauan belajar mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Tokoh tersebut adalah Zhou Qunfei, pendiri dan CEO Lens Technology. Perusahaan yang ia bangun kini menjadi pemasok […]

  • Wakil Wali Kota Bandung

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa Kejari, Kasusnya Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin diperiksa Kejari Bandung, penyelidikan belum diungkap ke publik. albadarpost.com, LENSA – Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeriksaan ini menimbulkan beragam spekulasi lantaran belum ada penjelasan resmi mengenai kasus yang tengah […]

  • Polres Pangandaran membuka posko pengaduan korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA

    Breaking News: Polres Pangandaran Buka Posko Pengaduan Dugaan Investasi Bodong

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Pangandaran resmi membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA. Langkah ini dilakukan menyusul terus bertambahnya laporan warga yang mengaku mengalami kerugian finansial. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mendata sejumlah korban dengan nilai kerugian yang bervariasi. Kerugian tersebut […]

  • Galunggung Fest 2026

    Galunggung Fest 2026: Silat Buhun Bangkit, Tasikmalaya Bergema

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pasanggiri Galunggung Fest 2026 sukses mencuri perhatian publik. Digelar di Cipanas Galunggung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, festival ini bukan sekadar acara budaya biasa—melainkan momentum kebangkitan silat buhun yang sarat nilai sejarah dan identitas lokal. Selama dua hari, Sabtu–Minggu (11–12 April 2026), kawasan wisata alam tersebut berubah menjadi lautan manusia. Warga dari berbagai […]

expand_less