Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari.

Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir dalam keadaan lemah, telanjang, dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tidak ada emas di genggaman, tidak ada nama besar yang melekat, bahkan sehelai kain pun tidak ia miliki. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun…”
(QS. An-Nahl: 78)

Namun, waktu terus berjalan. Manusia tumbuh, belajar berdiri, lalu mulai berlari mengejar dunia. Ia mulai mengumpulkan sesuatu yang dulu tidak ia bawa. Harta dicari, jabatan dikejar, pengakuan diupayakan. Dalam proses itu, manusia sering lupa mengendalikan dirinya. Ia ingin lebih, lalu lebih lagi. Segala peluang dimanfaatkan, segala cara dicoba, dan segala yang bisa dimakan pun terasa halal selama dunia masih bisa diraih.

Baca juga: Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

Di masa depan nanti, manusia akan sadar bahwa kerakusan itu tumbuh perlahan. Awalnya sekadar ingin cukup, lalu berubah menjadi ingin unggul, hingga akhirnya takut kehilangan. Dunia mengajarkan manusia untuk menggenggam erat, padahal kematian mengajarkan untuk melepaskan segalanya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia masih menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika ajal datang, manusia tidak membawa apa yang ia kumpulkan. Rumah megah tertinggal. Harta melimpah berpindah tangan. Nama besar perlahan dilupakan. Bahkan orang-orang terdekat pun akhirnya pulang, meninggalkan jasad yang tak lagi bernyawa.

Allah berfirman:

“Dan sungguh, kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pada mulanya.”
(QS. Al-An’am: 94)

Di saat itulah manusia menyadari kehinaannya. Bukan hina karena nilai dirinya, tetapi karena seluruh kesombongan dunia runtuh seketika. Tubuh yang dahulu dibanggakan kini terbujur kaku. Lidah yang dulu lantang membela kepentingan dunia kini diam tanpa suara.

Namun, perjalanan tidak berhenti di liang lahat. Masa depan manusia justru dimulai di sana. Di akhirat kelak, tidak ada yang terlewat. Setiap harta yang dicari akan ditanya asal dan penggunaannya. Waktu yang dihabiskan akan dimintai penjelasan. Setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah menegaskan:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-Hijr: 92–93)

Pada hari itu, manusia berharap bisa kembali ke dunia, bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memperbaiki amal. Ia ingin mengulang satu sujud yang dulu ia ringankan. Ia ingin memperbaiki satu keputusan yang dulu ia ambil demi dunia.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, hartanya, ilmunya, dan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, masa depan manusia sesungguhnya sedang dibentuk hari ini. Setiap pilihan, setiap niat, dan setiap langkah akan menjadi jawaban di hadapan Allah. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Manusia datang miskin, hidup sering kali serakah, mati dalam kehinaan jasad, dan akan bangkit membawa seluruh catatan amalnya.

Maka sebelum tabir itu disingkap dan napas terakhir ditarik, manusia masih diberi jeda oleh kasih-Nya. Jeda untuk terjaga dari lalai, untuk kembali dari tersesat, dan untuk melepaskan dunia dari genggaman hati. Sebab ketika semua nama runtuh dan semua miliknya lenyap, yang tersisa hanyalah amal yang lahir dari keikhlasan dan jiwa yang berserah di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nilai kehidupan santri

    Jarang Disadari, Ini 9 Pelajaran Hidup Santri di Pesantren

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nilai kehidupan santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menyerap nilai kehidupan santri, pendidikan karakter, dan pembentukan akhlak mulia secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengalaman di pesantren sering kali melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan […]

  • Petugas Damkar memadamkan kebakaran gudang hengeur di Irigasi Cikunten Tamansari Kota Tasikmalaya dengan asap hitam pekat.

    Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat. Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar […]

  • Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

    Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah. Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di […]

  • wakil wali kota tasikmalaya soroti minimnya perhatian priangan timur dan pentingnya peran media lokal dalam pembangunan

    Terungkap! Ketimpangan Priangan Timur, Ini Pernyataan Rd. Diky Candranegara

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu ketimpangan perhatian terhadap Priangan Timur kembali mencuat. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, mengaku sempat merasa kecewa melihat minimnya perhatian terhadap kawasan tersebut. Namun, ia mulai melihat arah perubahan seiring menguatnya kolaborasi di sektor penyiaran. Dalam pernyataannya, Diky menyinggung bahwa wilayah Priangan Timur selama ini belum mendapatkan porsi perhatian yang […]

  • Hadis Menjaga Lisan

    Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan […]

  • kekeringan Ciamis

    Kekeringan Ciamis, 8.000 Liter Air Bersih Mengalir ke Warga

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kekeringan Ciamis mulai berdampak pada kebutuhan air bersih warga di Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polres Ciamis menyalurkan 8.000 liter air bersih pada Senin (24/8/2026). Bantuan air bersih Ciamis tersebut diberikan kepada warga yang terdampak kondisi kekeringan. Air dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, […]

expand_less