Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Penyebab Gempa Pacitan Hari Ini

Penyebab Gempa Pacitan Hari Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah saat jarum jam menunjukkan pukul 01.06 WIB, Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Warga di Pacitan dan berbagai daerah lain di selatan Jawa terbangun oleh guncangan yang berlangsung beberapa detik. Dalam waktu singkat, laporan gempa menyebar luas di media sosial.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memastikan bahwa gempa tersebut bermagnitudo 6,4 dengan pusat di laut selatan Pacitan, Jawa Timur. Meski episentrum berada di laut, dampaknya terasa hingga 26 wilayah, termasuk Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Bali.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan yang Terjadi Dini Hari

BMKG menjelaskan bahwa gempa Pacitan M 6.4 dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa. Pada zona ini, Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Tekanan yang terakumulasi kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Baca juga: Janji Allah di Jalan Syukur

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut gempa ini memiliki mekanisme thrust fault atau sesar naik. Mekanisme tersebut umum terjadi di kawasan subduksi aktif dan kerap menghasilkan gempa berkekuatan menengah hingga besar.

Pusat gempa berada sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman ini tergolong dangkal sehingga energi gempa merambat lebih efektif ke permukaan.

Mengapa Getaran Gempa Terasa Hingga Jauh dari Pusatnya

Salah satu faktor utama yang membuat gempa ini terasa luas adalah kedalamannya yang dangkal. Gempa dangkal cenderung menyalurkan energi lebih besar ke permukaan dibanding gempa dalam. Akibatnya, getaran dapat dirasakan meskipun jarak dari pusat gempa cukup jauh.

Gempa Pacitan M 6.4 Terasa di 26 Wilayah. Sumber BMKG.

BMKG mencatat intensitas gempa berada pada skala II hingga IV MMI di sejumlah wilayah. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sementara benda-benda ringan dapat bergoyang.

Selain itu, struktur geologi Pulau Jawa juga berperan dalam penyebaran getaran. Lapisan batuan tertentu dapat memperkuat atau memperpanjang rambatan gelombang gempa, sehingga wilayah yang jauh dari episentrum tetap merasakan dampaknya.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG memastikan gempa Pacitan M 6.4 tidak berpotensi tsunami. Analisis menunjukkan mekanisme dan kedalaman gempa tidak memenuhi kriteria pembangkitan tsunami signifikan.

Baca juga: Efek Sergio Castel: Persib Harus Rombak Slot Pemain Asing

Namun, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga di wilayah rawan gempa disarankan memeriksa kondisi bangunan dan menghindari struktur yang berpotensi membahayakan.

Pengingat Penting bagi Wilayah Selatan Jawa

Gempa Pacitan ini kembali menegaskan bahwa wilayah selatan Jawa merupakan kawasan dengan aktivitas seismik tinggi. Aktivitas subduksi yang terus berlangsung membuat gempa bumi menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari.

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah paling rasional. Edukasi kebencanaan, pemahaman jalur evakuasi, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dapat membantu masyarakat merespons gempa dengan lebih tenang dan tepat.

Gempa mungkin datang tanpa peringatan. Namun, dengan pengetahuan dan kesiapan, risiko yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sambal udang rebon

    Sambal Bawang Udang Rebon Laziiz

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak dapur rumah tangga, aroma cabai dan bawang yang ditumis masih menjadi penanda waktu makan akan segera tiba. Salah satu yang kerap muncul adalah sambal udang rebon—sederhana, pedas, dan lekat dengan selera rumahan. Ia tidak tampil mewah, tetapi hampir selalu habis lebih dulu. Bagi banyak keluarga, sambal ini bukan sekadar pelengkap. […]

  • kebakaran gudang Singaparna

    Percikan Api Picu Kebakaran Gudang Workshop di Singaparna

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang workshop terjadi di Kampung Cikadongdong, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 19 Agustus 2026 sore. Berdasarkan laporan penanganan Damkar Kabupaten Tasikmalaya, kebakaran gudang Singaparna tersebut diduga bermula dari percikan api saat aktivitas pemotongan besi-besi bekas. Objek yang terbakar merupakan satu gudang workshop berukuran sekitar 4 × 3 meter […]

  • Haji Uang Pinjaman

    Haji dari Utang, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Fiqih dan Tasawuf

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pertanyaan tentang haji uang pinjaman dan umroh memakai dana utang sering muncul di tengah masyarakat. Apalagi biaya perjalanan ke Tanah Suci terus naik dari tahun ke tahun. Tidak sedikit orang akhirnya memilih meminjam uang demi bisa segera berangkat haji atau umroh. Kadang obrolan keberangkatan umroh sekarang justru dimulai dari simulasi cicilan di […]

  • Digitalisasi Pemerintahan Sumedang

    Sumedang Jadi Rujukan Tata Kelola Pemerintahan Digital

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kemendagri menilai digitalisasi pemerintahan Sumedang layak jadi percontohan nasional yang transparan dan akuntabel. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah pusat menilai langkah Kabupaten Sumedang dalam membangun sistem pemerintahan berbasis digital bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Digitalisasi Pemerintahan Sumedang dinilai berhasil menjawab dua kebutuhan mendasar birokrasi daerah: transparansi […]

  • hati mati

    Tanda Hati Mati Menurut Ibnu Athaillah, Sering Tak Disadari

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada tanda hati mati yang justru sering tidak terasa: seseorang tidak lagi merasa kehilangan ketika amal baik terlewat dan tidak lagi gelisah ketika melakukan dosa. Dalam bahasa lain, hati yang mati kehilangan kepekaan terhadap kebaikan dan keburukan. Pesan ini menjadi bahan muhasabah dalam Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari, khususnya Hikmah ke-58. Ibnu […]

  • UU PRT 2026

    Bukan Lagi “Pembantu”: UU PRT 2026 Ubah Status dan Lindungi Pekerja Rumah Tangga

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – UU PRT 2026 akhirnya disahkan pada April 2026 dan langsung mengubah wajah hubungan kerja di rumah tangga. Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga ini tidak hanya mengatur hak pekerja rumah tangga, tetapi juga menegaskan kewajiban majikan lengkap dengan sanksi hukum yang tegas. Selama bertahun-tahun, jutaan pekerja rumah tangga bekerja tanpa kontrak, tanpa batas […]

expand_less