Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra.

Di kota yang bercahaya tanpa malam, sebuah ayat tua kembali dibaca dengan suara pelan: Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra. Ayat itu terdengar sederhana, tetapi maknanya mengiris. Sebab selama ini manusia salah menaruh harap. Mereka mengira kemudahan selalu datang setelah segalanya runtuh. Padahal Allah menyatakan sesuatu yang lebih jujur: kemudahan hadir bersama kesulitan.

Di titik itu, kritik sunyi terhadap cara manusia memaknai hidup pun dimulai.

Kesulitan yang Selalu Membawa Pasangan

QS. Al-Insyirah ayat 5–6 tidak sedang menawarkan penghiburan kosong. Allah tidak berkata “nanti” atau “kelak”. Allah memakai kata ma’a (bersama). Artinya, kesulitan dan kemudahan berjalan berdampingan sejak awal. Namun manusia sering hanya fokus pada yang menyakitkan, lalu menutup mata dari yang menenangkan.

Baca juga: Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini adalah bentuk jaminan ilahi. Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Dengan kata lain, beban hidup selalu lebih ringan daripada yang dibayangkan, asalkan iman tetap bekerja.

Namun di masa depan itu, manusia terlanjur jatuh cinta pada keputusasaan. Mereka menganggap sabar sebagai sikap kalah. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar.” (HR. Muslim).

Hadis ini tidak romantis. Ia realistis. Hidup memang berisi dua hal itu. Namun iman membuat keduanya bernilai.

Sabar yang Aktif, Bukan Menyerah

Di zaman itu, kata sabar sering disalahpahami. Banyak orang mengira sabar berarti diam dan menerima tanpa usaha. Padahal Al-Qur’an selalu menggandengkan sabar dengan ikhtiar. Sabar bukan berhenti bergerak, melainkan terus berjalan tanpa kehilangan arah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Sabar itu separuh iman, dan iman itu terdiri dari sabar dan syukur.” Pernyataan ini menyayat, sebab manusia modern ingin iman yang instan, tanpa proses menahan diri dan menata luka.

QS. Al-Insyirah mengajarkan optimisme yang keras kepala. Optimisme yang tidak tunduk pada keadaan. Ayat ini memerintahkan manusia untuk percaya bahkan saat bukti belum terlihat. Sebab pertolongan Allah sering datang dalam bentuk yang tidak disangka: keteguhan hati, pikiran yang jernih, atau orang-orang baik yang tiba tepat waktu.

Di masa depan, sebagian orang akhirnya sadar bahwa kemudahan terbesar bukan hilangnya masalah, melainkan kemampuan bertahan tanpa kehilangan iman.

Dua Kemudahan yang Sering Diabaikan

Allah mengulang janji-Nya dua kali bukan untuk gaya bahasa, melainkan untuk menampar keraguan manusia. Para ulama tafsir sepakat, pengulangan ini menyiratkan kekuatan harapan. Satu kesulitan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dikelilingi peluang untuk bangkit.

Namun manusia sering melewatkannya. Mereka sibuk menghitung luka, tetapi lupa menghitung nafas yang masih berjalan. Mereka meratap atas yang hilang, tetapi abai pada yang masih tinggal.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia vs Singapura

Hasan al-Bashri pernah berkata, “Janganlah engkau mengira cobaan itu tanda kebinasaan. Bisa jadi ia adalah pintu pengangkatan derajat.” Kalimat ini terasa asing di masa depan yang memuja kenyamanan. Namun justru di situlah nilainya.

Janji yang Tidak Pernah Ingkar

Di akhir cerita, manusia di kota bercahaya itu mulai belajar ulang tentang hidup. Mereka berhenti menunggu kemudahan di garis akhir. Mulai mencarinya di sepanjang jalan. Mereka membaca kembali QS. Al-Insyirah bukan sebagai hiasan dinding, melainkan sebagai kompas batin.

Kesulitan tetap datang. Luka tetap ada. Namun kini mereka tahu satu hal penting: Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian. Di setiap sesak, selalu ada celah. Di setiap beban, selalu ada kekuatan.

Dan di sanalah kita akhirnya mengerti: yang membuat hidup terasa gelap bukan kesulitan, melainkan lupa bahwa kemudahan sedang berjalan di sampingnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM desa

    Banyak Desa Gagal UMKM, Banyuanyar Justru Melonjak. Ini Penyebabnya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – UMKM desa kini disebut-sebut sebagai solusi kebangkitan ekonomi lokal. Namun, konsep ekonomi desa berbasis komunitas seperti yang terjadi di Banyuanyar menunjukkan satu hal penting: bukan sekadar UMKM yang menentukan, melainkan sistem yang menopangnya. Banyak desa mencoba meniru model ekonomi kerakyatan ini, tetapi hanya sedikit yang benar-benar berhasil. Fenomena ini memunculkan pertanyaan […]

  • Clash of Legends Jakarta

    Clash of Legends Jakarta di Momentum 500 Tahun Ibu Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Clash of Legends Jakarta jadi bagian HUT ke-500 Jakarta, hadirkan pengalaman sepak bola dunia dan citra kota global. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global. Momentum perayaan 500 tahun Jakarta dimanfaatkan untuk menghadirkan ajang olahraga berkelas dunia melalui Clash of Legends Jakarta, pertandingan antara Real Madrid Legends dan Barcelona Legends yang […]

  • guru SD

    14 Guru Masuk 14 SD, Model Baru untuk Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Sebanyak 14 guru dari program fellowship Teach First Indonesia (TFI) mulai mengajar di 14 sekolah dasar (SD) di Kota Serang, Banten. Para guru SD tersebut akan menjalankan tugas selama dua tahun, terutama di sekolah-sekolah kawasan pinggiran yang membutuhkan penguatan tenaga pendidik. Kehadiran mereka bukan hanya menambah tenaga pengajar, tetapi juga membawa pengalaman […]

  • Polisi mengamankan sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya yang memeras pedagang rokok dengan modus penyergapan dan atribut palsu.

    Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya menggemparkan publik setelah Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar aksi pemerasan yang menyasar pedagang rokok di Jalan Raya Mangkubumi. Kelompok ini tidak hanya melakukan penipuan, tetapi juga mengatasnamakan aparat resmi dengan modus yang terstruktur dan berlapis. Dalam kasus ini, istilah bea cukai palsu Tasikmalaya dan penyergapan pedagang […]

  • Pengurus dan Manajer Koperasi

    Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengurus dan manajer koperasi Tasikmalaya ternyata masih sering dipahami secara keliru oleh masyarakat. Padahal, perbedaan peran keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun koperasi modern yang sehat, profesional, dan mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang makin ketat. Fenomena itu disoroti Pimpinan Administrasi DenLegal (Perusahaan Jasa Pengurusan Izin Usaha dan Legal) Tasikmalaya, […]

  • Sejarah Kurikulum Indonesia

    Dari 1947 hingga Merdeka, Begini Evolusi Kurikulum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Bagi banyak orang Indonesia, pergantian kurikulum sering menjadi penanda sebuah generasi. Ada yang masih mengingat sistem caturwulan pada era 1990-an, ada yang tumbuh bersama istilah CBSA, ada pula yang akrab dengan Kurikulum 2013 dan proyek P5 dalam Kurikulum Merdeka. Meski berbeda nama dan pendekatan, perjalanan panjang Sejarah Kurikulum Indonesia ternyata mengarah pada […]

expand_less