Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra.

Di kota yang bercahaya tanpa malam, sebuah ayat tua kembali dibaca dengan suara pelan: Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra. Ayat itu terdengar sederhana, tetapi maknanya mengiris. Sebab selama ini manusia salah menaruh harap. Mereka mengira kemudahan selalu datang setelah segalanya runtuh. Padahal Allah menyatakan sesuatu yang lebih jujur: kemudahan hadir bersama kesulitan.

Di titik itu, kritik sunyi terhadap cara manusia memaknai hidup pun dimulai.

Kesulitan yang Selalu Membawa Pasangan

QS. Al-Insyirah ayat 5–6 tidak sedang menawarkan penghiburan kosong. Allah tidak berkata “nanti” atau “kelak”. Allah memakai kata ma’a (bersama). Artinya, kesulitan dan kemudahan berjalan berdampingan sejak awal. Namun manusia sering hanya fokus pada yang menyakitkan, lalu menutup mata dari yang menenangkan.

Baca juga: Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini adalah bentuk jaminan ilahi. Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Dengan kata lain, beban hidup selalu lebih ringan daripada yang dibayangkan, asalkan iman tetap bekerja.

Namun di masa depan itu, manusia terlanjur jatuh cinta pada keputusasaan. Mereka menganggap sabar sebagai sikap kalah. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar.” (HR. Muslim).

Hadis ini tidak romantis. Ia realistis. Hidup memang berisi dua hal itu. Namun iman membuat keduanya bernilai.

Sabar yang Aktif, Bukan Menyerah

Di zaman itu, kata sabar sering disalahpahami. Banyak orang mengira sabar berarti diam dan menerima tanpa usaha. Padahal Al-Qur’an selalu menggandengkan sabar dengan ikhtiar. Sabar bukan berhenti bergerak, melainkan terus berjalan tanpa kehilangan arah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Sabar itu separuh iman, dan iman itu terdiri dari sabar dan syukur.” Pernyataan ini menyayat, sebab manusia modern ingin iman yang instan, tanpa proses menahan diri dan menata luka.

QS. Al-Insyirah mengajarkan optimisme yang keras kepala. Optimisme yang tidak tunduk pada keadaan. Ayat ini memerintahkan manusia untuk percaya bahkan saat bukti belum terlihat. Sebab pertolongan Allah sering datang dalam bentuk yang tidak disangka: keteguhan hati, pikiran yang jernih, atau orang-orang baik yang tiba tepat waktu.

Di masa depan, sebagian orang akhirnya sadar bahwa kemudahan terbesar bukan hilangnya masalah, melainkan kemampuan bertahan tanpa kehilangan iman.

Dua Kemudahan yang Sering Diabaikan

Allah mengulang janji-Nya dua kali bukan untuk gaya bahasa, melainkan untuk menampar keraguan manusia. Para ulama tafsir sepakat, pengulangan ini menyiratkan kekuatan harapan. Satu kesulitan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dikelilingi peluang untuk bangkit.

Namun manusia sering melewatkannya. Mereka sibuk menghitung luka, tetapi lupa menghitung nafas yang masih berjalan. Mereka meratap atas yang hilang, tetapi abai pada yang masih tinggal.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia vs Singapura

Hasan al-Bashri pernah berkata, “Janganlah engkau mengira cobaan itu tanda kebinasaan. Bisa jadi ia adalah pintu pengangkatan derajat.” Kalimat ini terasa asing di masa depan yang memuja kenyamanan. Namun justru di situlah nilainya.

Janji yang Tidak Pernah Ingkar

Di akhir cerita, manusia di kota bercahaya itu mulai belajar ulang tentang hidup. Mereka berhenti menunggu kemudahan di garis akhir. Mulai mencarinya di sepanjang jalan. Mereka membaca kembali QS. Al-Insyirah bukan sebagai hiasan dinding, melainkan sebagai kompas batin.

Kesulitan tetap datang. Luka tetap ada. Namun kini mereka tahu satu hal penting: Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian. Di setiap sesak, selalu ada celah. Di setiap beban, selalu ada kekuatan.

Dan di sanalah kita akhirnya mengerti: yang membuat hidup terasa gelap bukan kesulitan, melainkan lupa bahwa kemudahan sedang berjalan di sampingnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kinerja ASN

    Sekda Pimpin Apel dan Penyerahan Satyalencana Karya Satya di Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis serahkan Satyalencana Karya Satya kepada 20 PNS sebagai dorongan etos kerja dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penyerahan Satyalencana Karya Satya kepada 20 Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Ciamis tidak hanya mencerminkan apresiasi atas masa kerja, tetapi juga membuka ruang evaluasi atas kinerja ASN dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik. Di tengah […]

  • Ilustrasi dramatis Perang Uhud dengan pasukan bertempur dan pemanah meninggalkan posisi strategis di bukit

    Perang Uhud: Saat Kemenangan di Depan Mata Jadi Kekalahan Menyakitkan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perang Uhud bukan sekadar kisah pertempuran biasa. Dalam Perang Uhud, atau pertempuran Uhud ini, kemenangan yang sudah hampir diraih justru berubah menjadi kekalahan yang menyakitkan. Peristiwa Perang Uhud menghadirkan satu realitas pahit: satu celah kecil bisa meruntuhkan segalanya dalam hitungan menit. Bayangkan situasinya—pasukan sudah unggul, lawan mulai mundur, dan harapan kemenangan terbuka […]

  • OJK dan debitur

    OJK Minta Debitur Kooperatif, Hindari Debt Collector dan Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    OJK minta debitur kooperatif hadapi utang, hindari debt collector, dan manfaatkan restrukturisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya sikap kooperatif bagi debitur yang tengah menghadapi kesulitan membayar utang. Penghindaran tanggung jawab dengan berpindah alamat atau menghilang justru bisa memicu penagihan lapangan oleh debt collector. Langkah ini, menurut OJK, bukan hanya melanggar etika […]

  • Suasana waktu Subuh di rumah Muslim dengan cahaya pagi dan seseorang membaca doa setelah salat Subuh.

    Hadis Nabi tentang Waktu Subuh yang Kini Jarang Diamalkan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal hadis waktu Subuh sebagai anjuran bangun pagi untuk salat dan mencari keberkahan hidup. Sebagian lain menyebut waktu Subuh sebagai momen paling tenang untuk berdoa, berdzikir, dan memulai hari dengan hati yang lebih ringan. Namun perlahan, kebiasaan menjaga waktu Subuh mulai bergeser dari kehidupan banyak orang. Malam terasa semakin panjang. […]

  • Ibu muslimah menyiapkan menu sahur bergizi dengan sayur, protein, dan buah untuk nutrisi keluarga sehat saat Ramadan.

    Nutrisi Keluarga Sehat Saat Ramadan, Ibu 30+ Wajib Tahu

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nutrisi keluarga sehat saat Ramadan menjadi kunci utama agar ibu usia 30+ tetap bertenaga sepanjang hari. Pola makan sehat Ramadan, menu sahur bergizi, serta gizi seimbang saat puasa membantu menjaga metabolisme tetap stabil. Tanpa strategi yang tepat, tubuh mudah lemas, konsentrasi menurun, dan risiko gangguan gula darah meningkat. Memasuki usia 30-an, metabolisme […]

  • Ayam Geprek Lembut

    Rahasia Ayam Geprek Lembut Beserta Sambalnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jarum jam baru melewati pukul 11.00 WIB. Aroma bawang putih mulai memenuhi dapur ketika ayam yang telah dimarinasi sejak pagi bersiap masuk ke penggorengan. Di sudut meja, cobek batu sudah berisi cabai merah, tomat, dan bawang putih yang baru diangkat dari wajan. Tak lama lagi, empat piring nasi hangat akan tersaji bersama […]

expand_less