Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelantikan Pj Sekda Tasikmalaya menjadi awal pengawasan publik terhadap efektivitas birokrasi dan pelayanan warga.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya menandai pergantian figur kunci dalam struktur birokrasi daerah. Namun di balik prosesi resmi, publik menaruh perhatian lebih besar pada satu hal: sejauh mana jabatan strategis ini mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan dan menjawab persoalan pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan warga.

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, melantik Drs. H. Roni Ahmad Sahroni, MM sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam acara yang digelar di Operation Room Sekretariat Daerah, Senin (12/1/2026). Pelantikan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta pejabat struktural lainnya.

Bagi publik, pengisian jabatan Sekda bukan sekadar formalitas administrasi. Posisi ini menjadi pusat kendali birokrasi yang menentukan apakah kebijakan daerah berjalan efektif atau kembali terjebak dalam rutinitas tanpa dampak nyata.


Sekda dan Masalah Koordinasi Birokrasi

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menegaskan peran Sekda sebagai penghubung utama antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah. Ia menyoroti pentingnya koordinasi agar kebijakan tidak berhenti di tataran perencanaan.

“Sekretaris Daerah harus mampu menjadi jembatan yang kokoh antara kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah,” ujar Bupati.

Pernyataan ini secara implisit mengakui persoalan klasik birokrasi daerah: lemahnya koordinasi lintas SKPD. Dalam praktiknya, masalah ini sering berdampak pada program yang berjalan parsial, tumpang tindih anggaran, dan minim evaluasi hasil.

Di titik inilah pengawasan publik menjadi relevan. Jabatan Sekda memiliki kewenangan besar dalam mengendalikan ritme birokrasi. Ketika fungsi ini tidak berjalan optimal, yang dirugikan bukan pejabat, melainkan masyarakat penerima layanan.


Efektivitas Program dan Risiko Tumpang Tindih

Bupati Cecep juga menekankan agar Penjabat Sekda memastikan seluruh program pembangunan berjalan selaras dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penegasan ini penting, mengingat efektivitas program daerah kerap diukur dari serapan anggaran, bukan dari hasil di lapangan.

“Sekretaris Daerah harus mampu memastikan bahwa setiap program pembangunan berjalan secara selaras, tidak tumpang tindih, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tasikmalaya,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi indikator risiko yang perlu diawasi publik. Ketika program tidak terintegrasi, potensi pemborosan anggaran meningkat. Ketika evaluasi lemah, kualitas pelayanan publik menurun.

Dalam konteks ini, peran Sekda bukan hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.


Pengawasan Publik atas Jabatan Strategis

Pelantikan Penjabat Sekda harus dibaca sebagai awal masa pengawasan, bukan akhir persoalan. Publik berhak mengetahui sejauh mana perubahan kepemimpinan birokrasi berdampak pada transparansi, kecepatan layanan, dan konsistensi kebijakan.

Dalam struktur pemerintahan daerah, Sekda mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, mengawal kebijakan kepala daerah, serta memastikan disiplin aparatur sipil negara. Kegagalan menjalankan fungsi ini berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga program pembangunan desa.

Karena itu, pengawasan tidak boleh berhenti pada prosesi pelantikan. Indikator kinerja Sekda perlu dibuka secara jelas: apakah koordinasi antar-SKPD membaik, apakah keluhan masyarakat ditangani lebih cepat, dan apakah kebijakan daerah dieksekusi secara konsisten.


Harapan dan Ujian di Hadapan Publik

Kehadiran unsur Forkopimda, kepala SKPD, staf ahli bupati, Ketua TP PKK, serta Forum Camat dalam pelantikan ini menegaskan besarnya pengaruh jabatan Sekda dalam ekosistem pemerintahan daerah. Namun besarnya pengaruh itu juga berarti besarnya tanggung jawab.

Bagi Penjabat Sekda yang baru dilantik, jabatan ini bukan sekadar amanah struktural. Ia adalah ujian kepemimpinan birokrasi di bawah sorotan publik. Keberhasilan akan tercermin dari perubahan nyata, bukan dari laporan administratif.

Bagi masyarakat Tasikmalaya, pelantikan ini menjadi momentum untuk menagih kinerja. Apakah birokrasi akan lebih responsif, atau tetap berjalan dalam pola lama yang minim evaluasi. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RKPD Tasikmalaya 2027

    RKPD 2027 Tasikmalaya Dimulai, Harapan Tinggi Tapi Detail Masih Misteri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tasikmalaya 2027 tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat setelah pemerintah daerah mengumumkan deretan program prioritas pembangunan yang disebut mampu mempercepat transformasi ekonomi. Rencana pembangunan Tasikmalaya 2027 ini menghadirkan janji besar: jalan lebih baik, rumah sakit baru, desa naik kelas, hingga program anti rentenir bagi pelaku usaha kecil. […]

  • Ilustrasi manusia merenungi nikmat Allah di bawah langit luas dengan cahaya lembut, menggambarkan makna ayat Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

    Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula […]

  • ujaran kebencian

    Kasus Ujaran Kebencian, Polisi Telusuri Jejak Pelarian Resbob

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Pelarian streamer Resbob usai kasus ujaran kebencian berakhir di Semarang, polisi dalami motif. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian Daerah Jawa Barat memburu seorang streamer yang tersandung kasus ujaran kebencian bermuatan penghinaan terhadap Suku Sunda. Upaya melarikan diri itu berakhir di Semarang, Jawa Tengah, setelah polisi melacak pergerakan pelaku lintas kota. Kasus ini menjadi perhatian publik […]

  • penerbangan Singapura Labuan Bajo

    Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Rute langsung Scoot Singapura–Labuan Bajo memperkuat akses wisata global dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Maskapai berbiaya rendah Scoot resmi membuka penerbangan Singapura Labuan Bajo, menandai babak baru konektivitas internasional menuju salah satu destinasi super prioritas Indonesia. Penerbangan perdana mendarat di Bandara Komodo, Manggarai Barat, Minggu, 21 Desember 2025, membawa 103 penumpang menggunakan pesawat […]

  • Guru honorer mengajar di kelas sederhana saat ancaman PHK akibat pemangkasan anggaran pendidikan

    PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena PHK guru kini tidak lagi sebatas kekhawatiran. Dampak pemangkasan dana transfer daerah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di lapangan. Guru honorer dirumahkan, jam mengajar dipangkas, dan penghasilan menurun. Situasi ini mempertegas bahwa pemutusan kerja guru bukan sekadar isu, melainkan realitas yang sedang berjalan. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) […]

  • sampah Tahun Baru Bandung

    DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    DLH Bandung mencatat 63 ton sampah malam Tahun Baru 2026, didominasi plastik, dengan kesadaran warga mulai meningkat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung kembali menyisakan persoalan klasik perkotaan: sampah. Namun, di tengah lonjakan aktivitas warga dan wisatawan di sejumlah titik favorit kota, volume sampah yang dihasilkan tercatat relatif stabil, […]

expand_less