Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Redaksi Albadarpost menyoroti belanja fiber optik Kominfo Tasikmalaya yang mengaburkan aset, dan layanan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Selama empat tahun berturut-turut, Kominfo Kota Tasikmalaya menganggarkan pos bernama belanja fiber optik untuk ratusan site intranet, berdampingan dengan belanja internet dedicated bernilai miliaran rupiah. Secara administratif, anggaran ini sah. Namun secara kebijakan publik, ia bermasalah sejak di tingkat bahasa.

Masalahnya bukan sekadar istilah. Masalahnya adalah dampak sosial dan moral dari penggunaan istilah anggaran yang tidak lazim, tidak umum dipakai daerah lain, dan berpotensi mengaburkan perbedaan mendasar antara aset fisik dan layanan jasa. Di titik ini, belanja fiber optik bukan lagi soal teknis jaringan, melainkan soal akuntabilitas publik.


Fakta Dasar: Anggaran Besar, Nomenklatur Kabur

Fiber optik adalah media fisik. Ia kabel. Ia aset. Ia memiliki umur teknis panjang. Karena itu, dalam praktik umum pengelolaan keuangan daerah, pembiayaan jaringan dilakukan melalui istilah seperti belanja bandwidth, sewa infrastruktur jaringan, atau langganan layanan internet.

Namun Kota Tasikmalaya memilih jalan berbeda. Setiap tahun, pos belanja fiber optik muncul kembali. Jika istilah ini dimaknai secara literal, maka logikanya sederhana: setiap tahun pemerintah membeli kabel baru. Setiap tahun pula aset fisik seharusnya bertambah.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

Konsekuensinya jelas. Harus ada pencatatan Barang Milik Daerah. Harus ada nomor inventaris. Harus ada peta jaringan. Harus ada berita acara pemasangan per titik. Jika tidak ada, maka istilah anggaran itu menjadi problem serius.

Hingga kini, publik belum mendapatkan penjelasan terbuka mengenai status kepemilikan fisik jaringan tersebut.


Analisis Redaksi: Ketika Bahasa Menjadi Tirai

Di sinilah redaksi mengambil posisi. Belanja fiber optik bukan sekadar pilihan kata yang ceroboh. Ia berfungsi sebagai tirai. Tirai yang menutupi apakah uang publik dibelanjakan untuk aset, jasa, atau kombinasi keduanya.

Dalam banyak kasus korupsi pengadaan, pola semacam ini dikenal luas: mencampuradukkan barang dan jasa dalam satu nomenklatur kabur. Tujuannya bukan efisiensi, melainkan fleksibilitas pertanggungjawaban. Ketika audit datang, batasnya menjadi abu-abu.

Kejanggalan bertambah ketika belanja fiber optik tidak menggantikan belanja internet dedicated, tetapi justru berjalan paralel. Dua pos besar. Dua kontrak. Dua vendor potensial. Padahal, secara teknis, intranet berbasis fiber dan bandwidth internet seharusnya dapat diintegrasikan dalam satu backbone.

Jika ini disebut redundansi sistem, maka argumennya rapuh. Sistem jaringan modern tidak dibangun dengan logika beli dua kali, melainkan dengan desain SLA dan pengelolaan risiko yang terukur.


Perbandingan Daerah: Tasikmalaya Menyendiri

Bandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat. Banjar hanya mencatat langganan paket internet untuk jaringan intra. Ciamis menyebut sewa infrastruktur jaringan. Garut, Sumedang, Majalengka menulis belanja bandwidth.

Baca juga: Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

Tidak satu pun menggunakan istilah belanja fiber optik secara berulang setiap tahun. Kota Tasikmalaya sendirian menciptakan nomenklatur eksotis ini. Dalam tata kelola publik, penyimpangan bahasa hampir selalu mendahului penyimpangan praktik.

Perbedaan ini bukan kebetulan administratif. Ia menunjukkan pilihan kebijakan.


Sikap Redaksi: Bahasa Anggaran Harus Jujur

Albadarpost berpihak pada prinsip sederhana: uang publik harus ditulis dengan bahasa yang jujur. Jika itu sewa, tulislah sewa. Jika itu jasa, tulislah jasa. Jika itu aset, maka catat sebagai aset.

Kami menyerukan kepada Inspektorat, BPK, dan aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada angka, tetapi menelusuri makna di balik nomenklatur. Audit anggaran tanpa audit bahasa adalah pengawasan yang pincang.

Transparansi bukan hanya soal membuka dokumen, tetapi menjelaskan maksud dan tujuan.


Reflektif

Dalam anggaran publik, bahasa bukan kosmetik. Ia adalah niat. Ia adalah arah. Dan dalam kasus belanja fiber optik Kominfo Kota Tasikmalaya, bahasa justru menjadi pintu pertama menuju pertanyaan yang lebih besar.

Jika dari pintu pertama saja sudah kabur, publik berhak curiga pada ruangan-ruangan berikutnya.

Dan pertanyaan itu tidak akan berhenti di sini. (Ds)


Nantikan pertanyaan berikutnya di:

  • Editorial investigatif lanjutan (Seri 2–5)
  • Serial perbandingan vendor dan kontrak

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grafik Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis BRIN untuk mengukur produktivitas dan inovasi 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

    BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data. BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama […]

  • Main Hakim Sendiri

    Jangan Main Hakim Sendiri, Hukumnya Lebih Berat

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Main hakim sendiri masih menjadi fenomena yang berulang di berbagai daerah di Indonesia. Ketika seseorang diduga melakukan tindak kejahatan, tidak sedikit warga yang langsung melakukan pemukulan, pengeroyokan, atau penganiayaan tanpa menunggu proses hukum. Padahal, eigenrichting atau tindakan menghukum sendiri merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat berujung pidana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun […]

  • Proses membuat dendeng daging sapi kurban dengan bumbu rempah di dapur rumah tradisional

    Rahasia Dendeng Sapi Kurban yang Empuk dan Bumbunya Meresap

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aroma bawang putih dan ketumbar biasanya mulai memenuhi dapur setelah pembagian daging kurban selesai. Di beberapa rumah, suara ulekan sambal bercampur dengan bunyi spatula yang beradu pelan dengan wajan panas. Kadang tudung panci jatuh tiba-tiba dari rak dapur karena meja mulai penuh oleh bumbu, talenan, dan piring bekas marinasi daging. Sementara itu, […]

  • kenaikan pangkat Polres Garut

    Detik-Detik Haru Kenaikan Pangkat Polres Garut 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kenaikan pangkat Polres Garut menjadi sorotan utama dalam upacara yang digelar di halaman Mapolres Garut, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini tidak hanya menandai promosi jabatan personel Polri, tetapi juga mempertegas komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kenaikan pangkat anggota Polri di Garut ini mencerminkan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, […]

  • Persib vs Bhayangkara

    Bhayangkara vs Persib: Saat Tekanan Juara Bertemu Tim Penuh Kejutan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada pertandingan yang sekadar soal tiga poin. Namun ada juga pertandingan yang perlahan berubah menjadi ujian mental satu musim penuh. Laga antara FC Bhayangkara melawan Persib Bandung terasa seperti itu. Di atas kertas, Persib memang lebih unggul. Klasemen memihak mereka. Statistik juga berbicara jelas. Maung Bandung duduk di papan atas dengan […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Obesitas dan Hipertensi Dominasi Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Obesitas dan hipertensi mendominasi Cek Kesehatan Gratis di Cirebon. Dinkes memperluas layanan untuk deteksi dini PTM. albadarpost.com, LENSA – Obesitas dan hipertensi masih mendominasi hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025. Temuan ini memberi gambaran nyata tentang ancaman penyakit tidak menular di wilayah dengan populasi produktif yang besar. Dinas […]

expand_less