Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga.


Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga

albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu terbuang, ongkos bertambah, dan akses layanan publik menjadi tidak setara.

Isu ini penting karena birokrasi bukan ruang netral. Setiap keterlambatan administrasi selalu memiliki konsekuensi sosial. Bagi warga desa, satu dokumen bisa berarti satu hari kerja hilang. Bagi pelaku usaha kecil, keterlambatan izin berarti modal tertahan. Digitalisasi yang mandek menjelma beban harian, bukan sekadar masalah teknis.


Fakta Lapangan: Layanan Lambat, Warga Bolak-Balik

Data menunjukkan, dari 44 perangkat daerah di Kabupaten Tasikmalaya, hanya 12 OPD yang memiliki sistem informasi terintegrasi. Selebihnya masih mengandalkan proses manual atau aplikasi yang tidak saling terhubung.

Akibatnya sederhana tapi mahal. Warga harus datang berulang kali ke kantor berbeda untuk satu urusan. Dokumen yang seharusnya cukup diunggah, masih harus difotokopi. Informasi yang semestinya dapat dilacak daring, hanya bisa ditanyakan langsung.

Dalam konteks pelayanan publik, setiap langkah manual berarti tambahan biaya transportasi, konsumsi, dan waktu. Biaya ini tidak tercatat dalam APBD, tetapi dibayar langsung oleh warga.


Analisis Redaksi: Biaya Sosial yang Tak Pernah Dihitung

Redaksi Albadarpost menilai, kegagalan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya telah memindahkan beban birokrasi dari negara ke warga. Negara menghemat dengan tidak menata kelembagaan, warga membayar dengan waktu dan tenaga.

Birokrasi manual selalu melahirkan ketimpangan. Warga yang memiliki waktu, uang, dan akses akan lebih mudah mengurus administrasi. Sementara buruh harian, petani kecil, dan pelaku UMKM berada di posisi paling rentan.

Baca juga: Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

Inilah yang disebut biaya sosial birokrasi: kehilangan jam kerja, meningkatnya ongkos tidak langsung, serta stres administratif yang berulang. Dalam jangka panjang, biaya ini menggerus produktivitas dan memperlebar jarak akses layanan publik.

Ironisnya, semua ini terjadi ketika infrastruktur digital sebenarnya sudah tersedia, tetapi tidak terkoordinasi karena Kominfo belum berdiri sebagai dinas mandiri.


Perbandingan Daerah: Digitalisasi Mengurangi Beban Warga

Kabupaten Sumedang, yang memiliki Dinas Kominfo mandiri, mencatat indeks SPBE 3,7. Salah satu dampak nyatanya adalah berkurangnya tatap muka layanan dan meningkatnya kepastian waktu pelayanan.

Perbandingan ini penting. Digitalisasi yang berjalan baik bukan hanya meningkatkan skor indeks, tetapi memangkas biaya sosial warga. Administrasi yang bisa diselesaikan dari rumah mengurangi ongkos transportasi, waktu tunggu, dan potensi praktik percaloan.

Tasikmalaya tertinggal bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena pilihan kebijakan yang belum berpihak pada efisiensi publik.


Sikap Redaksi: Negara Tak Boleh Membebankan Ketidakberesan ke Warga

Albadarpost berpandangan tegas: biaya sosial akibat birokrasi manual adalah bentuk ketidakadilan struktural. Negara tidak boleh menunda digitalisasi lalu membiarkan warga menanggung akibatnya.

Mengembalikan Kominfo menjadi SKPD mandiri bukan hanya soal tata kelola, tetapi soal keadilan pelayanan. Tanpa dinas penggerak yang kuat, digitalisasi akan terus menjadi jargon, sementara warga tetap bolak-balik kantor.

Redaksi mendorong Pemkab Tasikmalaya menghitung biaya sosial birokrasi sebagai bagian dari evaluasi kebijakan. Waktu warga juga bernilai ekonomi. Jika negara lalai, rakyat yang membayar.


Reflektif

Birokrasi manual selalu punya harga. Sayangnya, harga itu tidak tercantum di papan layanan, melainkan dipungut diam-diam dari warga.

Selama digitalisasi Pemkab Tasikmalaya terus ditunda, negara boleh berhemat di atas kertas, tetapi rakyat terus merugi di kehidupan nyata.

Pelayanan publik yang lambat bukan sekadar tidak efisien, melainkan tidak adil. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah Muslim membaca Al-Quran bersama di masjid pada malam Ramadhan sebagai bagian dari amalan Nuzulul Quran.

    5 Amalan Utama Saat Nuzulul Quran yang Jangan Dilewatkan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amalan Nuzulul Quran menjadi bagian penting dalam menghidupkan peringatan Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan. Momen turunnya wahyu pertama ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam Nuzulul […]

  • Zona KHAS Ciamis

    15 UMKM Naik Kelas, Ciamis Bangun Pusat Ekonomi Halal Baru

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Zona KHAS Ciamis resmi hadir di Karangkamulyan. Kehadiran kawasan kuliner halal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi syariah sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM halal di Priangan Timur. Peluncuran tersebut berlangsung dalam rangkaian Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026 yang digelar pada 5–7 Juni 2026. […]

  • pencurian motor

    Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu. […]

  • Iran diganti Italia Piala Dunia 2026

    Heboh! Italia Diusulkan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Isu Iran diganti Italia Piala Dunia 2026 tiba-tiba meledak dan langsung memancing perhatian publik dunia. Wacana penggantian Iran oleh Italia di Piala Dunia 2026 bukan sekadar rumor biasa—isu ini menyeret politik global ke dalam panggung sepak bola. Di tengah memanasnya hubungan internasional, kabar ini terasa seperti percikan kecil yang bisa memicu […]

  • Perbedaan TPS dan TPA

    Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan TPS dan TPA dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Bahkan, istilah TPS, TPS 3R, TPST, dan TPA sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan sampah. Padahal, pemahaman mengenai tempat pengolahan sampah menjadi penting karena volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun. […]

  • modus ganjal ATM

    Modus Ganjal ATM di Tasikmalaya: Polisi Buru Pelaku yang Tukar Kartu Nasabah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kasus modus ganjal ATM di Tasikmalaya rugikan korban Rp21 juta. Polisi selidiki pola dan pelakunya. albadarpost.com, LENSA – Kesibukan pagi di pusat kota Tasikmalaya berubah menjadi kekhawatiran bagi seorang warga ketika saldo rekeningnya hilang setelah menjadi korban modus ganjal ATM. Kejadian ini menegaskan kembali celah keamanan yang masih menghantui layanan perbankan, terutama di gerai ATM […]

expand_less