Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga.


Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga

albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu terbuang, ongkos bertambah, dan akses layanan publik menjadi tidak setara.

Isu ini penting karena birokrasi bukan ruang netral. Setiap keterlambatan administrasi selalu memiliki konsekuensi sosial. Bagi warga desa, satu dokumen bisa berarti satu hari kerja hilang. Bagi pelaku usaha kecil, keterlambatan izin berarti modal tertahan. Digitalisasi yang mandek menjelma beban harian, bukan sekadar masalah teknis.


Fakta Lapangan: Layanan Lambat, Warga Bolak-Balik

Data menunjukkan, dari 44 perangkat daerah di Kabupaten Tasikmalaya, hanya 12 OPD yang memiliki sistem informasi terintegrasi. Selebihnya masih mengandalkan proses manual atau aplikasi yang tidak saling terhubung.

Akibatnya sederhana tapi mahal. Warga harus datang berulang kali ke kantor berbeda untuk satu urusan. Dokumen yang seharusnya cukup diunggah, masih harus difotokopi. Informasi yang semestinya dapat dilacak daring, hanya bisa ditanyakan langsung.

Dalam konteks pelayanan publik, setiap langkah manual berarti tambahan biaya transportasi, konsumsi, dan waktu. Biaya ini tidak tercatat dalam APBD, tetapi dibayar langsung oleh warga.


Analisis Redaksi: Biaya Sosial yang Tak Pernah Dihitung

Redaksi Albadarpost menilai, kegagalan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya telah memindahkan beban birokrasi dari negara ke warga. Negara menghemat dengan tidak menata kelembagaan, warga membayar dengan waktu dan tenaga.

Birokrasi manual selalu melahirkan ketimpangan. Warga yang memiliki waktu, uang, dan akses akan lebih mudah mengurus administrasi. Sementara buruh harian, petani kecil, dan pelaku UMKM berada di posisi paling rentan.

Baca juga: Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

Inilah yang disebut biaya sosial birokrasi: kehilangan jam kerja, meningkatnya ongkos tidak langsung, serta stres administratif yang berulang. Dalam jangka panjang, biaya ini menggerus produktivitas dan memperlebar jarak akses layanan publik.

Ironisnya, semua ini terjadi ketika infrastruktur digital sebenarnya sudah tersedia, tetapi tidak terkoordinasi karena Kominfo belum berdiri sebagai dinas mandiri.


Perbandingan Daerah: Digitalisasi Mengurangi Beban Warga

Kabupaten Sumedang, yang memiliki Dinas Kominfo mandiri, mencatat indeks SPBE 3,7. Salah satu dampak nyatanya adalah berkurangnya tatap muka layanan dan meningkatnya kepastian waktu pelayanan.

Perbandingan ini penting. Digitalisasi yang berjalan baik bukan hanya meningkatkan skor indeks, tetapi memangkas biaya sosial warga. Administrasi yang bisa diselesaikan dari rumah mengurangi ongkos transportasi, waktu tunggu, dan potensi praktik percaloan.

Tasikmalaya tertinggal bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena pilihan kebijakan yang belum berpihak pada efisiensi publik.


Sikap Redaksi: Negara Tak Boleh Membebankan Ketidakberesan ke Warga

Albadarpost berpandangan tegas: biaya sosial akibat birokrasi manual adalah bentuk ketidakadilan struktural. Negara tidak boleh menunda digitalisasi lalu membiarkan warga menanggung akibatnya.

Mengembalikan Kominfo menjadi SKPD mandiri bukan hanya soal tata kelola, tetapi soal keadilan pelayanan. Tanpa dinas penggerak yang kuat, digitalisasi akan terus menjadi jargon, sementara warga tetap bolak-balik kantor.

Redaksi mendorong Pemkab Tasikmalaya menghitung biaya sosial birokrasi sebagai bagian dari evaluasi kebijakan. Waktu warga juga bernilai ekonomi. Jika negara lalai, rakyat yang membayar.


Reflektif

Birokrasi manual selalu punya harga. Sayangnya, harga itu tidak tercantum di papan layanan, melainkan dipungut diam-diam dari warga.

Selama digitalisasi Pemkab Tasikmalaya terus ditunda, negara boleh berhemat di atas kertas, tetapi rakyat terus merugi di kehidupan nyata.

Pelayanan publik yang lambat bukan sekadar tidak efisien, melainkan tidak adil. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MetLife Stadium.

    Piala Dunia 2026 Siap Pecah! Ini Daftar Host City yang Jadi Sorotan Dunia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Atmosfer Piala Dunia 2026 mulai terasa bahkan jauh sebelum kick-off pertama dimainkan. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan hadir di 16 kota tuan rumah yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun kali ini, FIFA tampaknya tidak hanya menjual pertandingan. Mereka menjual pengalaman global yang mungkin sulit dilupakan […]

  • hadis amanah

    Ketika Amanah Dikhianati: Tamparan Keras Hadis Nabi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI — Hadis amanah selalu menempati posisi penting dalam ajaran Islam. Bahkan, hadis Nabi tentang amanah, kejujuran, dan tanggung jawab berulang kali menegaskan bahwa kepercayaan bukan sekadar simbol, melainkan ujian nyata bagi manusia—terutama mereka yang diberi kekuasaan. Namun ironisnya, di era modern, amanah sering diperlakukan seperti formalitas. Banyak yang pandai bersumpah, tetapi cepat lupa […]

  • Ilustrasi kendaraan otonom Tesla di jalan kota modern, menggambarkan tantangan robotaxi 2026 bagi driver online dan ekonomi gig

    Robotaxi 2026 Mengubah Nasib Driver Online

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan kendaraan otonom Tesla kembali memantik perdebatan. Bukan hanya soal kecanggihan teknologi, kehadiran robotaxi 2026 diprediksi membawa tantangan struktural bagi driver online tradisional. Isu ini menyentuh langsung masa depan jutaan pekerja di sektor ekonomi gig. Di berbagai negara, Tesla terus mendorong pengembangan kendaraan tanpa pengemudi. Elon Musk menyebut robotaxi sebagai masa […]

  • Ancaman pembunuhan anak Netanyahu

    FBI Tangkap Pria AS yang Ancam Bunuh Anak Netanyahu di Amerika

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ancaman pembunuhan anak Netanyahu menggemparkan publik setelah aparat Amerika Serikat menangkap seorang pria yang diduga menargetkan Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kasus ancaman terhadap Yair Netanyahu ini terungkap setelah penyelidik menemukan unggahan berbahaya di media sosial yang berisi rencana kekerasan. Situasi semakin serius karena pelaku tidak hanya menulis […]

  • Perpres Kesehatan 2026 memperkuat sistem layanan kesehatan nasional terpadu dari pusat hingga daerah untuk masyarakat Indonesia

    Langkah Besar Prabowo: Perpres Kesehatan 2026 Siap Ubah Sistem Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah tantangan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya merata, pemerintah akhirnya mengambil langkah besar. Perpres Kesehatan 2026 resmi ditetapkan sebagai fondasi baru dalam membenahi sistem kesehatan nasional. Regulasi pengelolaan kesehatan ini tidak hanya mengatur, tetapi juga menyatukan arah kebijakan dari pusat hingga desa. Sejak awal, Perpres Kesehatan 2026 dirancang untuk menjawab […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

expand_less