Pelatihan AI Guru Pesantren Gratis, Daftar Sebelum 2 November
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA — Pelatihan AI guru pesantren menjadi kesempatan bagi pendidik untuk meningkatkan kecakapan digital tanpa biaya. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pesantren bekerja sama dengan organisasi literasi digital ICT Watch menggelar program HerTech: Guru Cakap dan Berdaya Artificial Intelligence (AI) pada 4–5 November 2026 secara daring. Pendaftaran dibuka hingga 2 November 2026.
Program ini menyasar pendidik pesantren di seluruh Indonesia. Selain mengenalkan kecerdasan buatan, pelatihan tersebut bertujuan membantu guru memanfaatkan AI untuk menyiapkan materi ajar, mengembangkan metode pembelajaran, serta memahami prinsip penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
Bagi pesantren, kesempatan ini relevan di tengah perkembangan teknologi pendidikan. Pendidik tidak hanya perlu menguasai materi pelajaran, tetapi juga memahami perangkat digital yang dapat mendukung proses belajar tanpa mengesampingkan nilai, akhlak, dan ketepatan ilmu.
Pelatihan AI Gratis untuk Pendidik Pesantren
Program HerTech dirancang untuk memperkuat kemampuan pendidik pesantren dalam memahami dan menggunakan teknologi AI. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengenali potensi kecerdasan buatan serta menerapkannya secara tepat dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam praktiknya, AI dapat membantu guru menyusun kerangka materi, mencari ide aktivitas belajar, dan mengembangkan variasi penjelasan. Meski begitu, teknologi tersebut tetap berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti pengetahuan dan pertimbangan profesional pendidik.
Guru perlu memeriksa kembali hasil yang dibuat AI, terutama ketika materi berkaitan dengan ajaran agama, sumber rujukan, atau informasi yang membutuhkan ketepatan tinggi. Dengan demikian, kemudahan teknologi tidak mengurangi tanggung jawab pendidik terhadap kualitas materi yang diterima santri.
Dikutip dari Kemenag RI, Direktur Pemberdayaan Pesantren Ditjen Pesantren Kemenag, Yusi Damayanti, menekankan pentingnya kecakapan digital bagi pendidik pesantren di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia juga mengingatkan bahwa guru perlu menjadi teladan dalam penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Jadwal dan Cara Mendaftar Pelatihan AI Kemenag
Pendidik pesantren yang berminat perlu memperhatikan jadwal program dan batas pendaftaran. Pelatihan berlangsung secara daring pada 4–5 November 2026, sedangkan pendaftaran berakhir pada 2 November 2026.
Berikut ringkasan informasi program:
- Nama program: HerTech: Guru Cakap dan Berdaya Artificial Intelligence (AI).
- Penyelenggara: Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama dan ICT Watch.
- Jadwal: 4–5 November 2026.
- Batas pendaftaran: 2 November 2026.
- Biaya: Gratis.
- Metode pelatihan: Daring.
- Sasaran: Pendidik pesantren di seluruh Indonesia.
Pendaftaran dapat diakses melalui formulir resmi pelatihan HerTech. Calon peserta sebaiknya membaca petunjuk pada formulir tersebut untuk memastikan data yang dibutuhkan dan ketentuan pendaftaran.
Pengelola pesantren juga dapat meneruskan informasi ini kepada para pendidik. Langkah tersebut membantu memperluas jangkauan informasi sekaligus memberi kesempatan kepada guru di berbagai daerah untuk meningkatkan kompetensi digital.
AI di Pesantren: Peluang yang Tetap Membutuhkan Etika
Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan membawa peluang sekaligus tanggung jawab. Di satu sisi, teknologi dapat membantu guru menyiapkan bahan ajar dan mengeksplorasi pendekatan pembelajaran. Di sisi lain, hasil AI bisa mengandung kekeliruan, konteks yang tidak tepat, atau informasi yang tidak memiliki rujukan memadai.
Karena itu, pendidik perlu menempatkan teknologi secara proporsional. AI dapat mempercepat pekerjaan tertentu, tetapi guru tetap bertanggung jawab atas kebenaran materi, proses pembentukan karakter, dan pendampingan terhadap santri.
Aspek privasi juga perlu mendapat perhatian. Guru sebaiknya tidak memasukkan data pribadi santri atau dokumen internal pesantren ke layanan AI tanpa memahami kebijakan pengelolaan datanya. Sikap kritis seperti ini penting agar adopsi teknologi berjalan seiring dengan perlindungan informasi.
Pelatihan literasi digital dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kebiasaan tersebut. Namun, dampak jangka panjangnya tetap bergantung pada penerapan pengetahuan, pendampingan, dan evaluasi di masing-masing lembaga pendidikan.
Kesempatan Meningkatkan Kompetensi Guru
Pelatihan AI gratis ini membuka akses pembelajaran teknologi bagi pendidik pesantren tanpa membebani biaya pelatihan. Program tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi digital perlu menjangkau lembaga pendidikan dengan karakter dan kebutuhan yang beragam.
Meski demikian, manfaat pelatihan tidak hanya ditentukan oleh keikutsertaan peserta. Pengetahuan yang diperoleh perlu diterapkan secara selektif, dievaluasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di pesantren.
Pendidik yang berminat sebaiknya memeriksa formulir resmi dan menyelesaikan pendaftaran sebelum batas waktu 2 November 2026. Dengan begitu, kesempatan mengikuti program tidak terlewat akibat menunda registrasi.
AI boleh mempercepat pekerjaan guru, tetapi tidak boleh menggantikan tanggung jawabnya menjaga ilmu, akhlak, dan masa depan santri. (Red)
- Penulis: redaktur
