Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » SDN 2 Margaharja Direvitalisasi, Herdiat Ingatkan Soal Perawatan

SDN 2 Margaharja Direvitalisasi, Herdiat Ingatkan Soal Perawatan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Revitalisasi SDN 2 Margaharja di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, rampung dan diperkenalkan melalui kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi, Jumat, 16 Oktober 2026. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengapresiasi bantuan pemerintah pusat melalui Program Nasional Revitalisasi Sekolah. Namun, ia mengingatkan bahwa fasilitas yang telah diperbaiki perlu dirawat agar manfaatnya bertahan dan mendukung kualitas pembelajaran.

Peresmian berlangsung melalui pengguntingan pita oleh Herdiat, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut sekaligus menandai kesiapan fasilitas sekolah untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.

Bantuan pemerintah pusat menjadi penting bagi daerah yang perlu meningkatkan kelayakan sarana pendidikan di tengah keterbatasan anggaran. Karena itu, revitalisasi SDN 2 Margaharja bukan hanya soal pembenahan fisik, tetapi juga tentang bagaimana sekolah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendukung kebutuhan siswa.

Bantuan Pusat Bantu Perbaikan Sarana Pendidikan

Program Nasional Revitalisasi Sekolah merupakan upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Melalui program ini, sekolah memperoleh dukungan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Herdiat menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap pendidikan, termasuk di Kabupaten Ciamis. Ia menilai dukungan tersebut membantu daerah memperkuat infrastruktur sekolah.

Di sisi lain, keberhasilan program tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan bangunan. Fasilitas yang memadai harus benar-benar menunjang kegiatan belajar dan kebutuhan warga sekolah.

Namun, informasi yang tersedia belum memuat rincian nilai bantuan, jumlah ruang yang diperbaiki, maupun spesifikasi pekerjaan di SDN 2 Margaharja. Karena itu, penilaian terhadap skala pembangunan perlu menunggu data teknis dari pihak terkait.

Herdiat Minta Warga Sekolah Menjaga Fasilitas

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat mengingatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa agar menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Pesan ini menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap sarana pendidikan tidak berhenti ketika pembangunan selesai.

Perawatan rutin dapat membantu sekolah mempertahankan fungsi bangunan dan mencegah kerusakan yang sebenarnya bisa ditangani sejak awal. Sebaliknya, fasilitas yang tidak terpelihara berisiko membutuhkan perbaikan kembali dan menambah beban pembiayaan.

Karena itu, sekolah perlu membangun kebiasaan menjaga lingkungan belajar. Guru dapat mengingatkan siswa untuk menggunakan fasilitas sesuai fungsinya, sedangkan pengelola sekolah dapat memeriksa kondisi bangunan secara berkala.

Langkah tersebut merupakan rekomendasi pengelolaan yang dapat mendukung keberlanjutan manfaat revitalisasi. Pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata sekolah.

Revitalisasi Harus Berdampak pada Mutu Pembelajaran

Dikutip dari Pemda Ciamis, Herdiat juga menekankan pentingnya pendidikan dasar untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, persiapan tersebut perlu dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang terencana dan berkelanjutan.

“Untuk menciptakan generasi emas 2045, persiapannya harus dimulai sejak usia dini, terutama melalui pendidikan dasar. Anak-anak harus mendapatkan lingkungan belajar yang baik agar mampu tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” tegasnya.

Lingkungan belajar yang baik dapat membantu guru menjalankan pembelajaran dan memberi siswa ruang yang lebih nyaman untuk mengembangkan kemampuan. Meski demikian, fasilitas fisik hanya satu bagian dari proses pendidikan.

Kualitas pengajaran, kompetensi guru, kedisiplinan siswa, dan dukungan keluarga turut menentukan hasil belajar. Oleh sebab itu, sekolah perlu memanfaatkan sarana yang tersedia secara optimal, bukan sekadar menjadikannya hasil pembangunan yang dipamerkan saat peresmian.

Untuk melihat manfaat revitalisasi secara lebih konkret, evaluasi ke depan dapat mencakup kondisi fasilitas, pemanfaatan ruang, serta pengalaman guru dan siswa setelah menggunakan sarana yang telah diperbaiki. Data tersebut dapat membantu menilai apakah pembenahan fisik benar-benar mendukung proses belajar.

Ukuran Keberhasilan Ada pada Manfaat Jangka Panjang

Rampungnya revitalisasi SDN 2 Margaharja menjadi langkah penting dalam peningkatan sarana pendidikan di Kecamatan Sukadana. Dukungan pemerintah pusat membantu daerah memperbaiki fasilitas, sementara warga sekolah memegang peran dalam menjaga keberlanjutan penggunaannya.

Meski demikian, publikasi peresmian belum dengan sendirinya membuktikan adanya peningkatan hasil belajar. Untuk menilai dampak tersebut, diperlukan informasi lanjutan mengenai pemanfaatan fasilitas dan perkembangan proses pembelajaran.

Bagi pemerintah daerah, program revitalisasi perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga mutu layanan pendidikan. Sementara itu, pihak sekolah perlu memastikan setiap fasilitas berfungsi sesuai kebutuhan siswa.

Bangunan sekolah yang baru adalah awal, bukan garis akhir. Keberhasilan revitalisasi baru terasa ketika fasilitas tetap terawat dan proses belajar anak-anak semakin baik. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less