Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » KPK Tahan Lima Pejabat dalam Kasus Korupsi Lampung Tengah

KPK Tahan Lima Pejabat dalam Kasus Korupsi Lampung Tengah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KPK menetapkan lima tersangka dan menahan pejabat terkait kasus korupsi Lampung Tengah setelah OTT.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – KPK menahan lima pejabat dan pihak swasta terkait kasus korupsi Lampung Tengah setelah rangkaian Operasi Tangkap Tangan yang berlangsung Rabu lalu. Penetapan tersangka ini menjadi langkah awal untuk membongkar praktik suap dan gratifikasi yang mengakar dalam pengadaan proyek pemerintah daerah. Dampaknya langsung pada publik: anggaran yang seharusnya digunakan untuk pelayanan warga justru mengalir ke kepentingan pribadi dan jaringan politik.

Penetapan tersangka diumumkan Plh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis. Mereka adalah Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya; Anggota DPRD Lampung Tengah Riki Hendra Saputra; Ranu Hari Prasetyo, adik Bupati; Plt Kepala Bapenda Lampung Tengah Anton Wibowo; serta Direktur PT Elkaka Mandiri, Mohamad Lukman Sjamsuri. Kelimanya ditahan untuk kepentingan penyidikan hingga 29 Desember 2025.

Pengaturan Pemenang Proyek

Konstruksi perkara yang dipaparkan KPK menunjukkan pola yang familiar dalam penyimpangan pengadaan barang dan jasa. Ardito diduga mengatur pemenang berbagai proyek pemerintah daerah untuk perusahaan yang berafiliasi dengan tim pemenangan politiknya. Pengaturan itu tidak dilakukan sendirian. KPK menemukan bahwa Riki Hendra Saputra dan seorang pejabat Bappeda membantu mengondisikan proses lelang agar perusahaan tertentu mendapat paket proyek.

Praktik tersebut menghasilkan fee yang diserahkan melalui beberapa jalur. Dalam periode Februari hingga November 2025, Ardito menerima sekitar Rp 5,25 miliar dari para rekanan. Aliran dana itu ditampung melalui perantara, termasuk adik Bupati, untuk mengaburkan jejak transaksi.

Baca juga: Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

KPK juga mencatat adanya suap terpisah dari Direktur PT Elkaka Mandiri senilai Rp 500 juta. Uang itu diberikan untuk memastikan perusahaan tersebut memenangkan tender pengadaan alat kesehatan di dinas kesehatan kabupaten. Dengan demikian, total uang yang diterima Ardito mencapai sekitar Rp 5,75 miliar.

Dalam penelusuran lanjutan, tim KPK menyita Rp 193 juta dari kediaman Ardito dan adiknya. Penyidik juga menemukan emas seberat 850 gram yang disimpan di rumah Ranu Hari Prasetyo. Penyitaan menjadi bagian dari proses pengamanan aset yang diduga terkait korupsi.

Penggunaan untuk Utang Kampanye

Salah satu temuan penting adalah penggunaan sebagian dana suap untuk melunasi pinjaman kampanye Bupati di Pilkada 2024. KPK menyebut sekitar Rp 5,25 miliar dialokasikan untuk menutup utang bank. Fakta ini menegaskan bahwa korupsi kerap bersinggungan dengan pembiayaan politik.

Praktik tersebut kembali menunjukkan bagaimana biaya politik yang tinggi mendorong pejabat mencari sumber dana ilegal demi menutup komitmen kontraktual kepada donatur atau tim pemenangan. Dalam konteks kasus korupsi Lampung Tengah, aliran uang bukan hanya bentuk penyimpangan administratif, tetapi telah menjadi instrumen untuk mempertahankan posisi politik.

Proses Hukum dan Ancaman Pidana

KPK menjerat Ardito Wijaya, Riki Hendra Saputra, Anton Wibowo, dan Ranu Hari Prasetyo dengan pasal penerimaan suap dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara Mohamad Lukman Sjamsuri dikenai pasal pemberi suap. Ancaman pidana dalam pasal tersebut mencakup penjara dan denda.

KPK menegaskan bahwa penyidikan akan diperluas untuk menelusuri aktor lain yang terlibat. Pengembangan perkara menjadi bagian dari upaya memastikan sistem pengadaan di Lampung Tengah kembali berjalan transparan dan berbasis kepentingan publik.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa integritas pejabat daerah memiliki dampak langsung pada tata kelola pemerintahan. Dalam kasus korupsi Lampung Tengah ini, anggaran publik tidak hanya bocor, melainkan ikut memupuk siklus korupsi politik yang membebani warga.

KPK menahan lima tersangka dalam kasus korupsi Lampung Tengah dan menelusuri aliran dana proyek yang merugikan pelayanan publik. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan LKPJ Tasikmalaya 2025 di DPRD dengan data pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan

    Angka Bicara! LKPJ Tasikmalaya 2025 Ungkap Ekonomi Naik dan Kemiskinan Turun

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Tasikmalaya 2025 kembali menjadi perhatian publik. Laporan kinerja Bupati Tasikmalaya ini, yang juga dikenal sebagai laporan pembangunan daerah Tasikmalaya 2025, menghadirkan kabar yang cukup menggembirakan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat dan stabil. Senin (30/03/2026), Bupati Tasikmalaya H. Cecep […]

  • PPPK Paruh Waktu

    Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Tasikmalaya melantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Bupati tegaskan evaluasi kinerja dan tanggung jawab penuh ASN. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelantikan 4.555 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni kepegawaian. Kebijakan ini menandai arah baru tata kelola tenaga kerja non-ASN, terutama bagi ribuan pegawai yang bertahun-tahun mengabdi tanpa status jelas. PPPK […]

  • Ilustrasi suasana Ramadan dengan jamaah berdoa, menggambarkan makna sabar dan ridho menerima takdir Allah.

    Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sabar dan ridho adalah dua ibadah batin yang sering terucap, namun kerap luput diamalkan. Sabar dan ridho bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi keimanan yang menguatkan hati. Dalam tradisi ulama, keduanya termasuk ibadah batiniyah yang wajib dijaga. Terutama di bulan Ramadan, ketika lapar, lelah, dan berbagai ujian datang silih berganti, kesabaran dan kelapangan […]

  • manajemen sekolah

    Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sekolah dengan keterbatasan anggaran tetap dapat menjaga mutu pendidikan jika menerapkan manajemen sekolah yang efektif dan terukur. Di tengah tekanan biaya operasional, tuntutan kualitas pembelajaran, serta ekspektasi publik, pengelolaan sekolah tidak lagi bisa bertumpu pada dana semata, melainkan pada ketepatan strategi dan disiplin tata kelola. Fakta ini terlihat dari praktik sejumlah sekolah […]

  • UU PRT 2026

    Bukan Lagi “Pembantu”: UU PRT 2026 Ubah Status dan Lindungi Pekerja Rumah Tangga

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – UU PRT 2026 akhirnya disahkan pada April 2026 dan langsung mengubah wajah hubungan kerja di rumah tangga. Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga ini tidak hanya mengatur hak pekerja rumah tangga, tetapi juga menegaskan kewajiban majikan lengkap dengan sanksi hukum yang tegas. Selama bertahun-tahun, jutaan pekerja rumah tangga bekerja tanpa kontrak, tanpa batas […]

  • kebakaran Ponpes Al Basyir

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang diduga akibat korsleting listrik, ratusan santri berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang: Ratusan Santri Berlarian Selamatkan Diri albadarpost.com, LENSA – Kebakaran hebat melanda kompleks Pondok Pesantren Al Basyir di Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025) siang. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar […]

expand_less