Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lima Hari Tak Pulang, Pria Ditemukan Meninggal di Bengkel Pangandaran

Lima Hari Tak Pulang, Pria Ditemukan Meninggal di Bengkel Pangandaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPria meninggal di bengkel Pangandaran ditemukan setelah selama kurang lebih lima hari tidak pulang dan tidak dapat dihubungi keluarganya. Jahidin (57) ditemukan meninggal dunia di sebuah bengkel di Dusun Parapat, Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.

Penemuan tersebut berawal dari upaya sang istri mencari keberadaan korban. Setelah beberapa hari tidak mendapatkan kabar, pencarian dilakukan hingga akhirnya Jahidin ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Dilansir dari Polres Pangandaran, personel Polres Pangandaran bersama Polsek Pangandaran dan Tim Inafis kemudian mendatangi lokasi. Petugas melakukan pemeriksaan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Hasil pemeriksaan menjadi bagian penting dalam kasus pria meninggal di bengkel Pangandaran tersebut. Polisi menyampaikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Lima Hari Tanpa Kabar, Pencarian Berujung Kabar Duka

Lima hari tanpa kabar menjadi awal dari rangkaian peristiwa tersebut.

Jahidin diketahui tidak pulang ke rumah selama kurang lebih lima hari. Selain itu, keluarga juga tidak dapat menghubunginya. Kondisi tersebut membuat istrinya mencari keberadaan korban.

Pencarian kemudian berakhir di sebuah bengkel di Dusun Parapat, Desa Pangandaran. Di lokasi tersebut, Jahidin ditemukan sudah meninggal dunia.

Peristiwa itu selanjutnya ditangani kepolisian. Petugas datang bersama Tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengumpulkan keterangan yang diperlukan.

Dengan demikian, informasi mengenai penemuan korban tidak berdiri sendiri. Ada rangkaian kejadian yang dimulai dari hilangnya komunikasi selama beberapa hari, pencarian oleh keluarga, hingga penanganan oleh aparat.

Polisi Tidak Menemukan Tanda Kekerasan

Temuan pemeriksaan polisi menjadi bagian yang penting untuk disampaikan kepada publik.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Karena itu, pemberitaan mengenai kasus ini perlu ditempatkan secara proporsional. Penemuan seseorang dalam kondisi meninggal dunia tidak otomatis menunjukkan adanya tindak pidana.

Polres Pangandaran menyampaikan bahwa korban dinyatakan meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung. Keterangan tersebut menjadi dasar informasi mengenai penyebab kematian yang disampaikan dalam penanganan awal kasus.

Pada sisi lain, publik juga perlu membedakan antara fakta yang disampaikan kepolisian dengan dugaan yang berkembang di masyarakat. Tanpa bukti resmi, kesimpulan mengenai kekerasan atau tindak pidana sebaiknya tidak dibuat.

Sikap tersebut penting, terutama karena pemberitaan menyangkut nama korban dan keluarga yang sedang menghadapi situasi duka.

Keluarga Menolak Autopsi

Setelah proses pemeriksaan, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Jahidin.

Menurut keterangan Polres Pangandaran, penolakan tersebut telah dituangkan dalam berita acara penolakan autopsi.

Dengan adanya berita acara tersebut, proses penanganan korban tetap berjalan sesuai informasi dan pemeriksaan yang telah dilakukan petugas.

Sementara itu, situasi selama penanganan di lokasi dilaporkan berlangsung aman dan kondusif.

Bagi masyarakat, informasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa kasus kematian seseorang perlu diberitakan secara hati-hati. Apalagi, penyebab kematian telah disampaikan berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan dalam proses penanganan.

Jangan Biarkan Fakta Tertutup Spekulasi

Kasus pria meninggal di bengkel Pangandaran memiliki satu rangkaian fakta yang cukup jelas berdasarkan keterangan kepolisian: Jahidin tidak pulang selama sekitar lima hari, keluarganya mencari keberadaannya, kemudian korban ditemukan meninggal di sebuah bengkel.

Polisi dan Tim Inafis datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Selanjutnya, polisi menyebut tidak menemukan tanda kekerasan dan keterangan medis menyatakan cardiac arrest sebagai penyebab kematian.

Rangkaian tersebut lebih penting daripada membangun narasi berdasarkan dugaan.

Terlebih, laporan mengenai kematian seseorang tidak hanya menyangkut kepentingan pembaca. Ada keluarga yang harus menerima kenyataan dan menjalani proses setelah kehilangan anggota keluarganya.

Karena itu, media memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang jelas tanpa menambah-nambahkan fakta.

AlbadarPost menempatkan keterangan kepolisian sebagai dasar pemberitaan dalam kasus ini. Jika kemudian terdapat perkembangan baru dari penyidik atau hasil pemeriksaan lanjutan, informasi tersebut perlu diperbarui berdasarkan sumber resmi.

Lima hari tanpa kabar akhirnya menemukan titik akhir di sebuah bengkel. Bagi publik, ini adalah berita tentang sebuah penemuan; bagi keluarga Jahidin, ini adalah kabar duka yang mengubah penantian menjadi kehilangan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Situasi keamanan WNI di Meksiko meningkat pascakerusuhan kartel, Kemlu imbau waspada dan jaga komunikasi KBRI.

    WNI di Meksiko Diminta Siaga, Kerusuhan Kartel Meluas

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi keamanan WNI di Meksiko kembali menjadi sorotan setelah kerusuhan kartel meningkat di sejumlah wilayah. Pemerintah memastikan warga negara Indonesia atau diaspora Indonesia di Meksiko dalam kondisi aman. Meski demikian, Kemlu meminta seluruh WNI di Meksiko meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi intensif dengan KBRI Mexico City. Sejak eskalasi keamanan terjadi, pemerintah […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Doa Memohon Ampunan: Diam-Diam Mengubah Hidup

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup terasa berat, hati gelisah, dan doa seperti belum menemukan jawaban? Bisa jadi, ada satu amalan yang sering terlewat: doa ampunan. Doa memohon ampunan, istighfar, dan permohonan penghapus dosa bukan sekadar ritual, melainkan kunci untuk membuka ketenangan dan keberkahan hidup. Banyak orang mencari doa ampunan dosa saat menghadapi masalah. Namun, […]

  • Dudung Abdurachman tangan kanan presiden

    Jejak Dudung Abdurachman: Dari Kontroversi ke Istana

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Dudung Abdurachman tangan kanan presiden kini menjadi salah satu figur yang terus diperbincangkan. Sosok yang juga dikenal sebagai mantan KSAD dan jenderal TNI ini menempuh jalur yang tidak biasa—dari sorotan kontroversi menuju posisi strategis di pusat kekuasaan. Saat publik pertama kali mengenalnya luas, bukan karena jabatan tinggi. Justru karena keputusan tegas […]

  • Ilustrasi muslim sedang membaca Al-Qur’an saat Ramadhan dengan cahaya lembut, simbol memahami hukum puasa.

    5 Hal yang Membatalkan Puasa, Nomor 1 Jarang Disadari

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki syarat dan ketentuan jelas dalam syariat. Karena itu, setiap muslim wajib memahami apa saja yang membatalkan puasa agar ibadahnya tetap sah hingga waktu berbuka. Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa perkara yang secara tegas membatalkan puasa. Dalilnya […]

  • Perbedaan malam Lailatul Qadr antara NU dan Muhammadiyah

    Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbincangan mengenai Lailatul Qadr yang berbeda kembali muncul di tengah masyarakat. Tahun ini, sebagian umat Islam menyebut malam ini sebagai malam 27 Ramadan menurut pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sementara bagi Muhammadiyah malam yang sama justru dihitung sebagai malam ke-28 Ramadan. Perbedaan ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Lailatul Qadr berbeda bagi masing-masing […]

  • Garut Jepang

    Jepang Tak Cuma Cari Tenaga Kerja Garut, Kopinya Juga Dilirik

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hubungan Garut Jepang mulai membuka cerita baru. Selama ini, kerja sama kedua daerah banyak dikaitkan dengan peluang tenaga kerja Garut ke Jepang. Kini, arah pembicaraan mulai melebar ke potensi perdagangan. Kopi Garut menjadi salah satu komoditas yang dijajaki untuk mengenal pasar Negeri Sakura. Peluang tersebut mengemuka ketika Bupati Garut Abdusy Syakur Amin […]

expand_less