Bupati Cecep Dorong BKPRMI Perkuat Pembinaan Generasi Muda
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Cecep menghadiri Milad ke-49 BKPRMI (Foto: Pemerintah Kab Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — BKPRMI Tasikmalaya didorong tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan berbasis masjid, tetapi mengambil peran lebih strategis dalam membina generasi muda di Kabupaten Tasikmalaya.
Dorongan itu disampaikan Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP. saat menghadiri Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Aula Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (3/9/2026).
Menurut Cecep, peran BKPRMI dalam pembinaan generasi muda dapat diperkuat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan anak dan pemuda. Mulai dari pembinaan remaja masjid, pendidikan Al-Qur’an, kepemimpinan, kreativitas, kegiatan sosial, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk dakwah dan pendidikan.
Bupati berharap organisasi tersebut dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, terutama dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta pemahaman keagamaan yang kuat.
“Saya berharap BKPRMI dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya dalam bidang pembinaan generasi muda dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat,” ujar Cecep.
BKPRMI Tasikmalaya Didorong Hadir di Tengah Generasi Muda
Pesan Bupati Cecep muncul ketika ruang kehidupan anak muda semakin luas. Pembinaan tidak lagi hanya berlangsung di lingkungan keluarga, sekolah, atau masjid, tetapi juga merambah ruang digital.
Karena itu, pembinaan generasi muda Tasikmalaya membutuhkan pendekatan yang mampu mengikuti perubahan tanpa kehilangan nilai yang menjadi fondasinya.
Cecep secara khusus mendorong BKPRMI memperkuat program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan anak dan pemuda.
Pembinaan remaja masjid menjadi salah satu ruang penting. Melalui kegiatan tersebut, anak muda dapat memperoleh kesempatan untuk belajar berorganisasi, mengembangkan kepemimpinan, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Di sisi lain, penguatan pendidikan Al-Qur’an tetap menjadi bagian penting dalam membangun karakter.
Namun, pembinaan tersebut tidak harus berjalan secara konvensional. Perkembangan teknologi digital justru membuka ruang bagi BKPRMI untuk memperluas dakwah dan pendidikan kepada generasi yang semakin dekat dengan media sosial dan berbagai platform digital.
Dari Remaja Masjid hingga Dakwah Digital
Bagi BKPRMI, dorongan tersebut memperluas ruang kerja organisasi.
Program keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas pemuda. Kegiatan sosial dapat menjadi ruang belajar kepemimpinan. Sementara teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan pendidikan dan keagamaan secara lebih luas.
Bupati Cecep berharap program-program tersebut semakin menyentuh kehidupan anak dan pemuda.
“Saya juga berharap BKPRMI dapat semakin memperkuat program-program yang menyentuh langsung kehidupan anak dan pemuda,” imbuhnya.
Dengan demikian, BKPRMI dan generasi muda tidak semestinya hanya dipertemukan dalam agenda seremonial. Hubungan tersebut perlu diterjemahkan dalam kegiatan yang memberikan ruang kepada anak muda untuk belajar, berkarya, berorganisasi, dan terlibat dalam kehidupan masyarakat.
Pendekatan seperti itu juga membuat organisasi pemuda keagamaan memiliki tantangan baru. Mereka perlu memahami karakter generasi muda sekaligus mampu menggunakan media komunikasi yang mereka gunakan sehari-hari.
Pemerintah dan Organisasi Keagamaan Perlu Berjalan Bersama
Cecep menilai organisasi kepemudaan dan keagamaan memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tasikmalaya.
Pemerintah, karena itu, tidak dapat bekerja sendirian.
Kolaborasi dengan organisasi masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen sosial diperlukan agar agenda pembangunan generasi muda memiliki jangkauan yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, posisi BKPRMI sebagai mitra strategis pemerintah menjadi penting.
Namun, kemitraan tersebut juga membawa konsekuensi. Setiap program harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan berhenti pada agenda kegiatan.
Ukuran keberhasilan pembinaan generasi muda bukan hanya seberapa banyak kegiatan digelar. Lebih dari itu, pertanyaannya adalah apakah anak muda mendapatkan ruang tumbuh, pendampingan, kesempatan memimpin, dan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter mereka.
Catatan Kritis AlbadarPost
Dorongan Bupati Cecep agar BKPRMI menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya patut dilihat sebagai pekerjaan bersama, bukan sekadar pesan dalam sebuah perayaan milad.
BKPRMI memiliki basis yang dekat dengan masjid dan komunitas pemuda. Modal sosial tersebut akan menjadi lebih berarti apabila diterjemahkan menjadi program yang konsisten dan terukur.
Pembinaan remaja masjid, pendidikan Al-Qur’an, pengembangan kepemimpinan, kegiatan sosial, dan dakwah digital memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan. Akan tetapi, semuanya membutuhkan kesinambungan.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan kolaborasi dengan organisasi masyarakat menghasilkan dampak yang nyata.
Jangan sampai istilah “mitra strategis” hanya menjadi bahasa seremonial yang terdengar kuat ketika acara berlangsung, tetapi kehilangan makna setelah kegiatan berakhir.
Milad ke-49 BKPRMI pada akhirnya dapat menjadi momentum untuk mengukur kembali posisi organisasi di tengah perubahan generasi.
Sebab anak muda tidak cukup hanya diberi nasihat untuk menjadi baik. Mereka membutuhkan ruang untuk belajar, kesempatan untuk memimpin, keberanian untuk berkarya, dan lingkungan yang membuat nilai agama hadir dalam kehidupan nyata.
Di situlah peran BKPRMI diuji: bukan seberapa meriah miladnya, tetapi seberapa nyata jejak pembinaannya bagi generasi muda Tasikmalaya. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar