Gelombang Pangandaran Diprakirakan 2,8 Meter, BMKG Beri Peringatan
- account_circle redaktur
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gelombang laut.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Gelombang Pangandaran diprakirakan mencapai 2,8 meter pada Rabu, 2 September 2026. Informasi gelombang tinggi dan cuaca perairan Pangandaran tersebut tercantum dalam prakiraan maritim BMKG yang berlaku hingga 5 September 2026.
BMKG mencantumkan potensi gelombang setinggi 2,8 meter di Perairan Pangandaran dan meminta masyarakat berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat. Peringatan gelombang tinggi untuk wilayah tersebut berlaku 2 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 5 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Informasi ini menjadi perhatian bagi nelayan, operator perahu, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di laut. Sebab, kondisi perairan tidak hanya dipengaruhi tinggi gelombang, tetapi juga arah dan kecepatan angin.
Gelombang Pangandaran 2,8 Meter, Kapan Terjadi?
Data BMKG menunjukkan gelombang 2,8 meter terjadi dalam sejumlah prakiraan pada Rabu, 2 September 2026.
Pada pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, tinggi gelombang di Perairan Pangandaran berada pada angka 2,8 meter. Pada rentang waktu tersebut, angin bergerak dari tenggara hingga timur dengan kecepatan sekitar 13–16 knot. Hembusan angin bahkan mencapai 24 knot pada beberapa jam.
Kemudian, tinggi gelombang mulai menurun. BMKG memprakirakan gelombang sekitar 2,7 meter pada pukul 10.00–12.00 WIB dan turun lagi menjadi 2,6 meter pada pukul 13.00–18.00 WIB.
Pada malam hari, gelombang diprakirakan kembali berada di bawah 2,5 meter. Pukul 19.00 WIB tercatat sekitar 2,5 meter, lalu turun menjadi 2,4 meter pada pukul 20.00 dan 21.00 WIB serta 2,3 meter pada pukul 22.00–23.00 WIB.
Dengan demikian, angka 2,8 meter bukan berarti gelombang akan bertahan setinggi itu sepanjang hari. Kondisinya berubah mengikuti waktu, angin, dan dinamika perairan.
Angin dan Gelombang Jadi Perhatian
Selain tinggi gelombang, kecepatan angin juga menjadi bagian penting dari prakiraan cuaca laut Pangandaran.
Pada pagi 2 September, BMKG mencatat angin dari tenggara dengan kecepatan sekitar 14–16 knot. Hembusan maksimum mencapai 24 knot pada beberapa waktu. Memasuki siang, angin bergerak dari tenggara dengan kecepatan hingga 17 knot, sedangkan hembusannya tetap dapat mencapai 24 knot.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa pengguna laut perlu memperhatikan pembaruan BMKG Pangandaran, bukan hanya melihat kondisi langit dari kawasan pantai.
Cuaca yang terlihat cerah dari daratan juga tidak otomatis menggambarkan kondisi perairan. Dalam data BMKG, misalnya, beberapa jam pada pagi hari tercatat cerah berawan, sementara tinggi gelombang tetap mencapai 2,8 meter.
Karena itu, masyarakat yang akan beraktivitas di laut sebaiknya memeriksa prakiraan maritim terbaru sebelum berangkat.
Setelah 2 September, Gelombang Diprakirakan Menurun
Ada kabar yang relatif lebih baik dalam prakiraan beberapa hari berikutnya.
Untuk Kamis, 3 September 2026, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Pangandaran berada sekitar 1,9–2,2 meter. Kondisi tersebut masuk kategori sedang dalam informasi prakiraan BMKG.
Pada Jumat, 4 September, gelombang diprakirakan berada sekitar 1,7–2 meter. Sementara itu, pada awal Sabtu, 5 September, tinggi gelombang berada di kisaran 1,8 meter.
Artinya, periode dengan gelombang tertinggi dalam prakiraan tersebut berada pada 2 September. Setelah itu, tinggi gelombang secara umum menunjukkan kecenderungan menurun.
Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan pembaruan karena prakiraan cuaca dan kondisi laut dapat berubah.
Apa Artinya bagi Nelayan dan Wisatawan?
Peringatan gelombang tinggi Pangandaran tidak berarti seluruh aktivitas wisata di kawasan pantai otomatis dilarang. BMKG memberikan informasi mengenai kondisi perairan dan meminta masyarakat berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat.
Bagi nelayan dan pengguna perahu, informasi tinggi gelombang serta angin menjadi bahan penting sebelum melakukan perjalanan. Sementara bagi wisatawan, kehati-hatian terutama diperlukan ketika hendak melakukan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan laut.
Jika petugas setempat memberikan arahan tertentu, masyarakat sebaiknya mengutamakannya. Selain itu, kondisi aktual di lokasi juga perlu menjadi pertimbangan karena prakiraan merupakan informasi meteorologis yang dapat mengalami pembaruan.
Yang juga penting, istilah gelombang tinggi merujuk pada kondisi perairan, bukan berarti kawasan daratan Pangandaran sedang diterjang gelombang.
BMKG mengategorikan gelombang dengan tinggi 2,5–4 meter sebagai gelombang tinggi. Dalam peringatan yang berlaku untuk periode tersebut, Perairan Pangandaran masuk dalam wilayah yang perlu mendapat perhatian.
Periode Peringatan BMKG
Periode peringatan: 2 September 2026 pukul 07.00 WIB–5 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Prakiraan Perairan Pangandaran: 2 September 2026 pukul 00.00 WIB–5 September 2026 pukul 00.00 WIB.
Dengan kondisi tersebut, informasi cuaca maritim sebaiknya tidak hanya dibaca sebagai angka. 2,8 meter adalah sinyal untuk lebih berhati-hati, bukan alasan untuk panik. Laut bisa berubah dalam hitungan jam; keputusan yang tepat justru dimulai sebelum perahu meninggalkan pantai. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar