Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ibnu Athaillah: Saat Mata Melihat, Hati Justru Menentukan

Ibnu Athaillah: Saat Mata Melihat, Hati Justru Menentukan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada orang yang matanya sehat, tetapi salah membaca keadaan. Ia melihat jabatan lalu mengira itu kemuliaan. Ia melihat harta lalu menyebutnya keberhasilan. Ia melihat banyak pengikut di media sosial lalu menganggap pemiliknya pasti layak menjadi teladan.

Di sinilah pembahasan nur dan bashirah dari Syekh Ibnu Athaillah terasa relevan. Dalam Al-Hikam, terdapat hikmah yang berbunyi: “اَلنُّورُ لَهُ الْكَشْفُ، وَالْبَصِيرَةُ لَهَا الْحُكْمُ، وَالْقَلْبُ لَهُ الْإِقْبَالُ وَالْإِدْبَارُ”nur memiliki fungsi menyingkap, bashirah memiliki fungsi menilai, sedangkan hati memiliki keadaan menghadap dan berpaling. Teks tersebut dikenal sebagai Hikmah ke-57 dalam sejumlah edisi Al-Hikam.

Kalimatnya pendek. Namun, isinya seperti mengetuk pintu kesadaran.

Menurut penjelasan yang menyertai hikmah tersebut, nur menyingkap sesuatu sehingga tampak maknanya. Setelah itu, bashirah berperan dalam memahami dan menilai apa yang telah tersingkap. Hati kemudian menentukan sikap: mendekat kepada sesuatu yang dipandang baik atau berpaling dari sesuatu yang dianggap buruk.

Dengan kata lain, melihat belum tentu memahami.

Dan memahami pun belum tentu membuat seseorang mau berubah.

Masalahnya Bukan Mata yang Kurang Tajam

Manusia modern sebenarnya memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.

Kamera ponsel mampu memperbesar wajah seseorang. Mesin pencari mampu menemukan informasi dalam hitungan detik. Media sosial bahkan memungkinkan kita mengetahui kehidupan orang lain tanpa pernah benar-benar mengenalnya.

Tetapi ada ironi di balik semua kecanggihan itu.

Kita semakin mudah melihat orang lain, sementara semakin sulit melihat diri sendiri.

Kesalahan tetangga terlihat jelas. Kekurangan teman mudah dibicarakan. Dosa orang lain cepat menjadi bahan komentar.

Namun, ketika yang diperiksa adalah kesombongan sendiri, prosesnya mendadak rumit.

Ketika yang harus diakui adalah iri hati, kita mulai mencari alasan.

Ketika yang harus ditinggalkan adalah kebiasaan buruk, kita tiba-tiba punya seribu pembenaran.

Padahal, persoalan yang dibicarakan Ibnu Athaillah justru berada pada wilayah tersebut: apa yang terjadi setelah sesuatu tersingkap kepada hati?

Nur membuka.

Bashirah menimbang.

Kemudian hati memilih.

Karena itu, cahaya saja tidak cukup jika manusia tidak mau mengikuti apa yang telah ia pahami.

Bashirah Bukan Sekadar Perasaan

Istilah bashirah sering diterjemahkan sebagai mata hati atau penglihatan batin. Dalam penjelasan atas hikmah Ibnu Athaillah, bashirah berkaitan dengan kemampuan hati untuk memahami dan memberikan penilaian terhadap sesuatu yang telah tersingkap oleh nur.

Namun, konsep ini tidak boleh disalahgunakan.

Bashirah bukan tiket bagi seseorang untuk berkata, “Hati saya merasa benar, berarti ini pasti benar.”

Tidak sesederhana itu.

Perasaan manusia dapat berubah. Keinginan dapat menyamar sebagai kebenaran. Hawa nafsu bahkan bisa tampil dengan pakaian yang sangat religius.

Karena itu, kejernihan hati tetap harus berjalan bersama ilmu, syariat, akal sehat, dan ketakwaan.

Dalam QS Al-Hajj ayat 46, Al-Qur’an mengingatkan bahwa kebutaan yang paling berbahaya bukan hanya kebutaan mata, tetapi kebutaan hati yang membuat seseorang gagal mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya.

Pesannya tajam: seseorang bisa melihat fakta, tetapi gagal memahami maknanya.

Cahaya Hati dan Ujian Kehidupan

Al-Qur’an juga menggunakan konsep cahaya dalam konteks petunjuk.

QS An-Nur ayat 35 menggambarkan Allah sebagai Nur langit dan bumi. Sementara QS Az-Zumar ayat 22 menyebut orang yang dilapangkan dadanya untuk menerima Islam berada di atas cahaya dari Tuhannya.

Kedua ayat tersebut dapat menjadi bahan renungan ketika membaca hikmah Ibnu Athaillah.

Sebab, kehidupan tidak selalu menghadirkan pilihan yang hitam dan putih.

Ada keputusan yang tampak menguntungkan, tetapi ternyata merusak diri.

Ada jalan yang terlihat sulit, tetapi justru menyelamatkan.

Ada kehilangan yang awalnya terasa pahit, tetapi kemudian menjadi pintu kedewasaan.

Ada pula keberhasilan yang membuat seseorang dipuji manusia, tetapi diam-diam menjauhkan dirinya dari Allah.

Di sinilah nur dan bashirah menemukan relevansinya.

Nur membantu seseorang melihat lebih jernih.

Bashirah membantu menimbang.

Kemudian hati harus mengambil keputusan.

Ketika Hati Berpaling, Masalah Dimulai

Ibnu Athaillah tidak berhenti pada nur dan bashirah. Ia menutup hikmah tersebut dengan kalimat: “القلب له الإقبال والإدبار” — hati mempunyai keadaan menghadap dan berpaling.

Bagian ini justru sangat manusiawi.

Hati tidak selalu berada pada kondisi yang sama.

Hari ini seseorang bisa begitu mudah menerima nasihat. Besok, kritik kecil saja terasa seperti serangan.

Hari ini seseorang dapat menangis ketika membaca Al-Qur’an. Besok ia kembali sibuk mengejar pengakuan manusia.

Hari ini ia mengetahui bahwa sebuah perbuatan salah. Namun, ketika kepentingannya terganggu, pengetahuan itu mendadak kalah oleh keinginan.

Jadi, persoalannya bukan sekadar apakah kita sudah mengetahui kebenaran.

Pertanyaan yang lebih sulit adalah:

Apakah kita bersedia mengikuti kebenaran setelah mengetahuinya?

Di situlah hati diuji.

Sebab pengetahuan yang tidak melahirkan sikap hanya akan menjadi koleksi informasi.

Pelajaran Besar untuk Kehidupan Hari Ini

Hikmah Ibnu Athaillah ini setidaknya memberi tiga pelajaran.

Pertama, jangan terlalu cepat percaya pada apa yang tampak.
Penampilan adalah permukaan. Nilai sebuah perkara membutuhkan pertimbangan yang lebih dalam.

Kedua, jangan mengira semua perasaan berasal dari kejernihan hati.
Perasaan perlu diuji dengan ilmu dan prinsip yang benar. Karena itu, seseorang tidak boleh menjadikan “kata hati” sebagai pengganti hukum agama.

Ketiga, pengetahuan harus berujung pada sikap.
Jika seseorang sudah mengetahui kebaikan tetapi terus memilih keburukan, masalahnya bukan lagi pada kurangnya informasi. Bisa jadi masalahnya terletak pada kemauan hati untuk tunduk.

Inilah bagian yang sering tidak nyaman.

Kita mungkin tidak kekurangan nasihat.

Kita kekurangan kesediaan untuk menjalankannya.

Nur, Bashirah, Lalu Hati

Jika diringkas, hikmah ini seperti sebuah rangkaian.

Nur menyingkap.

Bashirah menilai.

Hati memilih.

Setelah itu, tindakan menjadi bukti.

Maka ukuran kejernihan hati bukan sekadar seberapa banyak seseorang mengetahui istilah agama, membaca kitab, atau berbicara tentang spiritualitas.

Ukuran yang lebih nyata adalah apa yang terjadi pada perilakunya setelah ia mengetahui kebenaran.

Sebab cahaya yang hanya dikagumi tidak otomatis menerangi jalan.

Cahaya harus diikuti.

Bashirah harus digunakan.

Dan hati harus diarahkan.

Pada akhirnya, manusia tidak selalu tersesat karena tidak melihat jalan. Kadang jalannya sudah terang, petunjuknya sudah jelas, dan kebenarannya sudah diketahui—tetapi hati memilih berjalan ke arah sebaliknya.

Itulah ironi paling tajam dari hikmah Ibnu Athaillah: mata bisa terbuka sepanjang hari, tetapi yang menentukan arah hidup tetap hati. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • FGD May Day Tasikmalaya 2026 mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha dalam dialog ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya

    FGD May Day 2026: Langkah Baru Hubungan Industrial Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Tasikmalaya tahun ini tidak hanya berlangsung sebagai agenda seremonial. Pemerintah Kota Tasikmalaya justru memilih pendekatan yang lebih terbuka dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja dalam satu meja dialog, Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang digelar oleh Dinas […]

  • mobilitas wisman Jawa Barat

    BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    BPS Jabar mencatat mobilitas wisman bergeser dari Bandara Kertajati ke kereta cepat Whoosh sepanjang 2025. albadarpost.com, LENSA — Perubahan arus wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat semakin jelas, dan bukan lagi berpusat pada jalur udara. Data Badan Pusat Statistik provinsi menunjukkan wisatawan asing kini lebih banyak masuk lewat moda kereta cepat Whoosh dibanding Bandara Internasional Jawa […]

  • Sembako Tasikmalaya

    Asep Sopari Apresiasi Bantuan 3.700 Paket Sembako untuk Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, hadir langsung dalam kegiatan pembagian 3.700 paket sembako Tasik bagi yatim piatu dan kaum dhuafa di Kota serta Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/5/2026). Bantuan sosial tersebut digagas Inspektur Jenderal Kemendes RI bersama Sahabat Ryano, Bandara Group 37, dan Yonif TP 939/Macan Putih sebagai bentuk kepedulian […]

  • Indonesia U19 vs Vietnam U19

    Indonesia U19 vs Vietnam U19: Duel Sempurna Penentu Juara Grup

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indonesia U19 vs Vietnam U19 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada fase grup ASEAN U19 2026. Duel Timnas Indonesia U19 melawan Vietnam U19 ini mempertemukan dua tim yang sama-sama belum terkalahkan, belum kebobolan, dan sama-sama tampil meyakinkan dalam dua laga awal. Sejak Minggu pagi, tangkapan layar klasemen Grup A […]

  • Refleksi malam Nishfu Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan

    Nishfu Sya’ban: Malam Sunyi untuk Pulang Sebelum Ramadhan Datang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua malam datang dengan sorotan. Sebagian hadir dalam diam, tanpa gegap gempita, tetapi justru membawa pesan yang lebih dalam. Nishfu Sya’ban termasuk di antaranya. Ia tidak sepopuler Ramadhan, tidak semeriah Idul Fitri, namun di situlah letak keistimewaannya. Malam ini mengajak manusia berhenti sejenak, bercermin, lalu menata kembali arah hidup sebelum cahaya […]

expand_less