Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » FIFA Hukum Argentina, Paredes Kena Skors 10 Laga

FIFA Hukum Argentina, Paredes Kena Skors 10 Laga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA — Sanksi FIFA Argentina menjadi sorotan setelah sejumlah pemain dan ofisial La Albiceleste disebut menerima hukuman terkait pelanggaran dalam rangkaian Piala Dunia 2026. Salah satu hukuman paling berat dalam data yang dirilis TVRI Sport jatuh kepada Leandro Paredes, yang disebut mendapat larangan tampil selama 10 pertandingan.

Selain Paredes, hukuman juga tercantum untuk Nahuel Molina, Thiago Almada, Roberto Ayala, serta Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA. Sanksi tersebut disebut berkaitan dengan sejumlah insiden, termasuk kejadian dalam pertandingan final antara Argentina dan Spanyol.

Namun, penting dicatat, rincian angka dan jenis hukuman dalam artikel ini merujuk pada materi TVRI Sport yang menjadi sumber bahan pemberitaan. AlbadarPost tidak mengubah status sanksi tersebut menjadi kesimpulan hukum di luar informasi yang tercantum dalam sumber.

Paredes Disebut Dilarang Tampil 10 Pertandingan

Nama Leandro Paredes menjadi perhatian karena hukuman yang tercantum untuk gelandang Argentina itu mencapai 10 pertandingan.

Selain larangan tampil, Paredes juga disebut dikenai denda sebesar Rp1,58 miliar. Jika angka tersebut benar sesuai keputusan disipliner yang dimaksud, hukuman itu tentu berdampak cukup besar terhadap komposisi Argentina pada pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Nahuel Molina juga tercantum dalam daftar pemain yang mendapat sanksi. Bek Argentina tersebut disebut menerima larangan bermain selama tujuh pertandingan, disertai denda Rp1,58 miliar.

Dengan demikian, hukuman yang muncul bukan hanya menyasar satu pemain. FIFA, sebagaimana tercantum dalam materi TVRI Sport, memberikan sejumlah keputusan berbeda berdasarkan pihak dan pelanggaran yang dikenakan.

AFA dan Dua Pemain Lain Juga Masuk Daftar

Dalam data yang beredar, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) disebut menerima denda sebesar Rp5,66 miliar.

Kemudian, Thiago Almada tercantum mendapat larangan tampil satu pertandingan serta denda Rp529 juta. Adapun Roberto Ayala, yang tercatat sebagai ofisial tim, disebut menerima larangan terlibat dalam tiga pertandingan dan denda dengan nominal yang sama, yakni Rp529 juta.

Selain hukuman individu, terdapat pula ketentuan mengenai dua pertandingan kandang Argentina dengan jumlah penonton yang dibatasi hingga 50 persen kapasitas stadion.

Jika seluruh informasi tersebut merujuk pada satu rangkaian keputusan disipliner FIFA, maka dampaknya cukup luas. Bukan hanya pemain, tetapi juga federasi dan penyelenggaraan pertandingan kandang Argentina ikut terkena konsekuensi.

Daftar Sanksi Argentina dalam Data TVRI Sport

Berikut rincian yang tercantum dalam materi sumber:

  • AFA: denda Rp5,66 miliar.
  • Leandro Paredes: larangan tampil 10 laga dan denda Rp1,58 miliar.
  • Nahuel Molina: larangan tampil tujuh laga dan denda Rp1,58 miliar.
  • Thiago Almada: larangan tampil satu laga dan denda Rp529 juta.
  • Roberto Ayala: larangan tiga laga dan denda Rp529 juta.
  • Timnas Argentina: dua pertandingan kandang dengan maksimal 50 persen kapasitas penonton.

Angka tersebut menjadi bagian penting karena pembaca tidak hanya mencari siapa yang terkena hukuman, tetapi juga ingin mengetahui seberapa berat konsekuensi yang harus ditanggung Argentina.

Bukan Kali Pertama Argentina Mendapat Sanksi

Materi TVRI Sport juga menampilkan rekam jejak sanksi terhadap Argentina dalam beberapa tahun sebelumnya.

Pada Juli 2014, Argentina disebut mendapat denda FIFA sebesar Rp662 juta setelah sejumlah pemain berpose dengan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” sebelum pertandingan melawan Slovenia.

Kemudian pada Desember 2022, Argentina disebut kembali mendapat denda sekitar Rp1,10 miliar. Hukuman tersebut berkaitan dengan pelanggaran dan perilaku ofensif sejumlah pemain setelah Argentina mengalahkan Prancis pada final Piala Dunia 2022.

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa persoalan disiplin bukan sepenuhnya baru bagi Argentina. Namun, setiap keputusan FIFA tetap perlu dibaca berdasarkan kasus, regulasi, dan keputusan disipliner yang berlaku pada masing-masing peristiwa.

Mengapa Sanksi FIFA Argentina Menarik Perhatian?

Sorotan terbesar kali ini tentu berada pada durasi hukuman Paredes. Larangan 10 laga merupakan angka yang langsung menarik perhatian karena berpotensi memengaruhi kekuatan Argentina dalam sejumlah pertandingan.

Di sisi lain, sanksi terhadap Molina, Almada, dan Ayala menunjukkan bahwa keputusan disipliner dapat memiliki cakupan berbeda. FIFA tidak hanya menjatuhkan konsekuensi kepada pemain tertentu, tetapi juga dapat memberikan hukuman kepada federasi maupun ofisial sesuai perkara yang diperiksa.

Karena itu, publik sebaiknya tidak hanya melihat nominal denda. Durasi larangan bermain, jumlah pertandingan yang terdampak, serta pembatasan penonton juga menjadi bagian penting untuk memahami konsekuensi keputusan tersebut.

Bagi Argentina, persoalannya kini bukan sekadar soal uang. Jika larangan tampil benar diberlakukan sesuai keputusan yang dimaksud, absennya sejumlah pemain dapat memengaruhi pilihan pelatih dan kedalaman skuad.

Catatan Redaksi

Artikel ini bersumber dari materi TVRI Sport yang menjadi bahan pemberitaan AlbadarPost. Redaksi menggunakan atribusi untuk membedakan informasi sumber dengan hasil verifikasi independen. Nominal denda dan durasi hukuman ditulis sesuai data yang tercantum dalam materi tersebut.

Pembaca juga perlu membedakan antara sanksi disipliner FIFA dengan pernyataan bahwa seorang pemain atau ofisial melakukan tindak pidana. Dalam konteks ini, yang dibahas adalah hukuman disiplin sepak bola.

Pada akhirnya, yang paling menentukan bukan sekadar besarnya denda, melainkan bagaimana sanksi tersebut mengubah kekuatan Argentina di pertandingan berikutnya. Sepuluh laga untuk Paredes bukan angka kecil—dan La Albiceleste harus membayar konsekuensi di lapangan jika keputusan itu benar-benar berlaku. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JNE menerima dua penghargaan nasional 2026 sebagai jasa pengiriman populer dan brand logistik terpercaya di Indonesia

    Rahasia JNE Tetap Jadi Raja Logistik Digital, Dua Award Sekaligus Diborong

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah makin ramainya persaingan bisnis logistik, nama JNE Penghargaan 2026 justru kembali mencuri perhatian. Perusahaan jasa pengiriman yang sudah lama dikenal masyarakat itu sukses membawa pulang dua penghargaan nasional sekaligus. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi JNE sebagai salah satu layanan pengiriman paling dipercaya masyarakat Indonesia hingga saat ini. Penghargaan itu […]

  • PB Sanjaya Banjar

    PB Sanjaya Banjar Cetak Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Semangat membangun atlet muda Banjar dan memperkuat pembinaan bulutangkis Kota Banjar kembali bergema di GOR Genta Anugrah, Sabtu (27/6/2026). Melalui kegiatan tasyakur dan ekshibisi, PB Sanjaya Banjar menegaskan komitmennya mencetak generasi baru pebulutangkis berprestasi yang siap bersaing di tingkat regional hingga nasional. Sorak penonton, suara kok yang beradu dengan senar raket, […]

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

  • WFASN Pangandaran bekerja dari rumah saat kebijakan WFH setiap hari Rabu untuk efisiensi dan digitalisasi layanan publikH ASN Pangandaran

    WFH ASN Pangandaran Mulai Berlaku, Ini Dampak Besarnya ke Layanan Publik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebijakan WFH ASN di Pangandaran resmi diberlakukan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai menerapkan work from home ASN setiap hari Rabu sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan percepatan digitalisasi birokrasi. Kebijakan ini sekaligus menjadi strategi baru untuk mendorong efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor […]

  • Perang Badar

    Terungkap! Fakta Perang Badar yang Disembunyikan Sejarah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perang Badar kembali menjadi sorotan dalam berbagai kajian sejarah Islam, terutama karena menyimpan banyak fakta yang jarang dibahas. Fakta Perang Badar, kisah Perang Badar, dan sejarah Perang Badar tidak hanya berbicara tentang pertempuran, tetapi juga strategi, keimanan, serta perubahan besar dalam peta kekuatan dunia saat itu. Ini bukan sekadar perang biasa—melainkan momen yang […]

  • Bibimbap Simple

    Bibimbap Simple Jadi Alternatif Menu Bergizi di Rumah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Bibimbap Simple jadi menu rumahan praktis dan bergizi, cocok untuk edukasi pola makan sehat keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keluarga kini makin aktif memilih menu rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Salah satu pilihan yang mulai dilirik adalah Bibimbap Simple, versi sederhana dari hidangan Korea yang dapat diolah dengan bahan lokal dan teknik memasak dasar. Pilihan […]

expand_less