Hari Jadi Jabar ke-81, Banjar Soroti Pentingnya Kolaborasi
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Hari Jadi Jabar ke-81 di Gedung Sate, Rabu (19/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Jadi Jabar ke-81 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk kembali melihat arah pembangunan Jawa Barat. Di tengah agenda tersebut, Pemerintah Kota Banjar menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah agar pembangunan Jawa Barat tidak berhenti pada kebijakan dan perencanaan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pesan itu mengemuka ketika Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Rabu malam, 19 Agustus 2026.
Kehadiran Banjar dalam forum tersebut bukan hanya bagian dari agenda peringatan. Lebih jauh, momentum Hari Jadi Jabar menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Apalagi, pembangunan Jawa Barat memiliki tantangan yang tidak seragam. Kebutuhan masyarakat di kota besar tidak selalu sama dengan daerah yang memiliki karakter wilayah berbeda seperti Kota Banjar.
Karena itu, sinergi antarpemerintah daerah menjadi penting.
Evaluasi Anggaran Jadi Sorotan Pembangunan
Dalam momentum Hari Jadi Jabar ke-81, Gubernur Jawa Barat menekankan pentingnya evaluasi anggaran sebagai bagian dari orkestrasi pembangunan.
Arahnya cukup jelas: setiap kebijakan dan belanja pemerintah harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Pemerintah juga perlu menempatkan kebutuhan dasar sebagai prioritas. Pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang mendapat perhatian, bersamaan dengan upaya memperkecil kesenjangan pembangunan antardaerah.
Pesan tersebut menarik jika dilihat dari perspektif daerah.
Sebab, keberhasilan pembangunan Jawa Barat tidak hanya ditentukan oleh kinerja pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota memiliki peran langsung dalam menerjemahkan kebijakan sesuai kondisi masyarakat masing-masing.
Dengan demikian, Hari Jadi Jabar seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan. Momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi apakah kebijakan pembangunan benar-benar menjawab persoalan warga.
Di sinilah ukuran keberhasilan pembangunan menjadi penting: bukan sekadar berapa besar anggaran yang terserap, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Banjar Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Jabar
Wakil Wali Kota Banjar menilai peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Barat menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Pembangunan Jawa Barat membutuhkan kolaborasi seluruh daerah,” kata Supriana.
Ia menyebut kehadiran Pemerintah Kota Banjar dalam agenda tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta daerah lainnya.
Dalam kesempatan itu, dilansir dari informasi Pemerintah Kota Banjar, Supriana juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-81 Jawa Barat.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Jawa Barat. Lembur diurus, kota ditata, Jabar Istimewa. Bersama-sama kita wujudkan Banjar Masagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Banjar ingin menempatkan pembangunan daerah dalam kerangka yang lebih luas. Kota Banjar tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan Jawa Barat.
Banyak Kepala Daerah Hadir di Gedung Sate
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan daerah.
Selain pimpinan dan anggota DPRD Jawa Barat, hadir pula Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Forkopimda Jawa Barat, kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Jawa Barat, ketua DPRD kabupaten dan kota, sekretaris daerah, sekretariat dewan, hingga para camat.
Wakil Wali Kota Banjar hadir bersama Ketua DPRD Kota Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjar, Sekretaris Dewan Kota Banjar, serta para camat.
Komposisi peserta tersebut menunjukkan bahwa Hari Jadi Jabar menjadi forum yang mempertemukan berbagai level pemerintahan.
Namun, pertemuan semacam itu baru memiliki makna lebih besar jika menghasilkan kesinambungan kerja setelah seremoni berakhir.
Bagi masyarakat, ukuran sederhananya sebenarnya tidak rumit. Apakah layanan publik membaik? Apakah akses pendidikan dan kesehatan semakin mudah? Apakah pembangunan antarwilayah semakin seimbang? Dan yang paling penting, apakah kebijakan pemerintah benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pekerjaan bersama.
Dari Seremoni Menuju Manfaat Nyata
Hari Jadi Jabar ke-81 membawa pesan tentang kolaborasi. Namun, kolaborasi tidak cukup hanya diwujudkan melalui kehadiran dalam satu forum.
Pemerintah provinsi dan pemerintah daerah perlu menerjemahkan semangat tersebut ke dalam program yang terukur. Begitu pula dengan evaluasi anggaran. Masyarakat pada akhirnya membutuhkan hasil yang bisa mereka lihat dan rasakan.
Banjar memiliki kepentingan untuk terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebaliknya, Jawa Barat membutuhkan kontribusi seluruh kabupaten dan kota agar pembangunan tidak berjalan dengan kecepatan yang timpang.
Karena itu, momentum Hari Jadi Jabar dapat menjadi titik refleksi bersama.
Bukan hanya tentang usia 81 tahun, tetapi juga tentang seberapa jauh pembangunan berhasil memperkecil jarak antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan warga.
Jawa Barat boleh bertambah usia, tetapi pekerjaan rumahnya belum selesai. Ukuran “Jabar Istimewa” pada akhirnya bukan terletak pada meriahnya perayaan, melainkan pada satu hal: apakah masyarakat di setiap daerah benar-benar merasakan hasil pembangunannya. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar