Bawang Putih Ditanam di Pangandaran, Ada Pesan Besar TNI-Polri
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi penanaman bawang putih di Pangandaran melibatkan TNI-Polri, perangkat desa, dan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan Nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman bawang putih di Kabupaten Pangandaran bukan hanya berkaitan dengan aktivitas pertanian. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan sinergi TNI-Polri dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan berlangsung di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Rabu (19/8/2026).
Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., hadir dalam kegiatan yang berkaitan dengan agenda penanaman bawang putih secara serentak tersebut. Kegiatan itu digelar oleh jajaran Polres Pangandaran dan dihadiri langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari S.H.,S.I.K., M.S,i., M.I.K️ serta melibatkan sejumlah unsur di daerah.
Materi kegiatan yang ditampilkan pada lokasi acara mencantumkan tema “Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi” dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.
Bagi Pangandaran, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut memberikan pesan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama. Apalagi, proses pertanian tidak berhenti ketika bibit masuk ke dalam tanah.
Dari Lahan Pertanian hingga Kepentingan Masyarakat
Selama ini, masyarakat lebih sering mengenal peran TNI dan Polri melalui sektor keamanan dan ketertiban. Namun, kebutuhan masyarakat terus berkembang. Ketahanan pangan juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan aparat dalam kegiatan pertanian dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.
Dalam kegiatan di Dusun Cigorowek, unsur TNI dan Polri hadir bersama perangkat desa serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya ruang kolaborasi di tingkat lokal.
Selain itu, kegiatan semacam ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih dekat, program pemerintah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda formal, tetapi dapat diteruskan melalui aktivitas nyata di lapangan.
Namun, tantangan sesungguhnya justru muncul setelah kegiatan penanaman selesai.
Tanaman membutuhkan perawatan. Petani membutuhkan dukungan. Kemudian, hasil panen juga membutuhkan pengelolaan agar memberikan manfaat ekonomi.
Karena itu, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam melihat keberhasilan sebuah program pertanian.
Dandim Pangandaran Dukung Sinergi TNI-Polri
Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Dalam keterangan yang disampaikan Kodim 0625/Pangandaran, ia menilai sinergitas TNI dan Polri penting untuk mendukung berbagai kepentingan masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Sinergitas antara TNI dan Polri sangat diperlukan, tidak hanya dalam hal keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam hal-hal yang berkaitan dengan identitas wilayah dan kepentingan masyarakat luas,” ujar Letkol Czi Citra Kurniawan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama TNI-Polri dapat memiliki ruang yang lebih luas. Selain menjaga keamanan, kedua institusi dapat berkolaborasi dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di sisi lain, program penanaman bawang putih Pangandaran juga membutuhkan peran petani sebagai pelaku utama.
Aparat dapat memberikan dukungan sesuai kewenangannya. Pemerintah daerah dapat memperkuat program pertanian. Sementara itu, petani menjadi pihak yang menentukan keberlanjutan tanaman di lahan.
Dengan demikian, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Bawang Putih dan Tantangan Ketahanan Pangan
Bawang putih merupakan komoditas yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Rumah tangga, pedagang makanan, hingga pelaku usaha kuliner menggunakan komoditas tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, peningkatan produksi bawang putih memiliki kaitan dengan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Akan tetapi, kegiatan penanaman belum dapat menjadi ukuran bahwa swasembada telah tercapai. Masih ada tahapan panjang yang harus dilalui.
Petani harus menjaga tanaman hingga panen. Produktivitas perlu diperhatikan. Selain itu, hasil pertanian juga membutuhkan jalur pemasaran yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi petani.
Oleh sebab itu, kegiatan penanaman bawang putih sebaiknya dipandang sebagai titik awal, bukan hasil akhir.
Jika program berjalan secara konsisten dan mendapatkan pendampingan yang memadai, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Setelah Seremoni, Pekerjaan Sebenarnya Dimulai
Kegiatan penanaman bawang putih di Dusun Cigorowek berlangsung dengan tertib dan lancar. Selain unsur Kodim dan Polres Pangandaran, kegiatan tersebut juga dihadiri perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa agenda ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi di tingkat lokal.
Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada lahan yang telah ditanami. Apakah tanaman dapat tumbuh dengan baik? Apakah produktivitas dapat meningkat? Dan yang tidak kalah penting, apakah petani memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menentukan nilai nyata sebuah program.
Karena itu, sinergi TNI-Polri di Pangandaran akan menjadi lebih bermakna jika dukungan terhadap ketahanan pangan terus berjalan setelah kegiatan seremonial berakhir.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan tentu bukan sekadar foto penanaman atau ramainya acara. Ukuran sebenarnya berada di lahan pertanian dan kehidupan petani.
Sebab, satu hari cukup untuk menanam bawang putih. Tetapi untuk membangun ketahanan pangan, dibutuhkan kerja berbulan-bulan, pendampingan yang konsisten, dan sinergi yang tetap hidup ketika panggung kegiatan sudah dibongkar. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar