Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis.

albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut akan diluncurkan dalam waktu dekat, menyasar area yang selama ini menjadi penyangga ekologi Jawa Barat.

Langkah itu mengemuka setelah maraknya laporan deforestasi dalam lima tahun terakhir di sejumlah wilayah seperti Sukabumi, Tasikmalaya Selatan, hingga kawasan utara Cianjur. Tren penebangan yang berkelanjutan, baik legal maupun liar, dinilai mempercepat degradasi lahan, menurunkan kualitas resapan air, dan mengubah struktur geomorfologi lereng gunung. “Penebangan hutan menjadi faktor yang memperbesar risiko bencana,” kata Dedi dalam rekaman resmi yang diterima media pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menekankan, moratorium hutan bukan sekadar kebijakan simbolik, tetapi instrumen pembatasan kegiatan bisnis dan tata ruang.

Menurut Dedi, upaya reboisasi tidak selalu menjawab kerusakan yang sudah terjadi. Bibit pohon yang ditanam sering kali gagal tumbuh karena tanah sudah tidak lagi stabil. “Menanam seribu pohon belum tentu hidup seratus pohon. Menebang seribu pohon pasti menghilangkan banyak manfaat lingkungan,” ujarnya.


Dampak Kebijakan pada Areal Rawan Bencana

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan lebih dari 60 persen bencana hidrometeorologi di Jawa Barat berkorelasi dengan kerusakan tutupan hutan. Longsor di selatan Tasikmalaya dan banjir bandang di Sukabumi pada musim hujan sebelumnya menjadi bukti keterkaitan tata ruang yang tidak seimbang. Pemerintah daerah sering memberi konsesi penebangan dan izin lahan tanpa mitigasi.

Moratorium hutan akan merevisi model pengawasan sebelumnya yang hanya bergantung pada dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL). Model lama dianggap mudah dilanggar karena tidak mengukur risiko spasial, kontur tanah, serta jejak penebangan lama. “Kita perlu menyadari kesalahan dalam kebijakan tata ruang dan menyetopnya,” ujar Dedi. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota mengoreksi keputusan yang berkontribusi pada bencana masa lalu.

Baca juga: BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

Kebijakan ini diperkirakan menyasar perusahaan perkayuan skala besar, penambang ilegal, hingga pelaku usaha yang membuka lahan di kawasan konservasi. Di wilayah selatan Jawa Barat, pembukaan hutan menjadi kebun hortikultura kerap dilakukan tanpa kajian geologi. Pemangkasan akar pohon tua membuat tebing kehilangan struktur penahan air, memicu endapan tanah yang mudah bergerak saat curah hujan tinggi.


Tantangan Implementasi dan Pengawasan

Moratorium hutan berpotensi menghadapi resistensi pelaku ekonomi. Di wilayah Priangan Timur, ribuan pekerja bergantung pada industri kayu. Pemerintah Provinsi diwajibkan menyiapkan skema transisi agar masyarakat tidak kehilangan sumber pendapatan. Opsi yang dibahas termasuk pergeseran ke agroforestri, wisata alam berbasis konservasi, dan program padat karya pemulihan kawasan.

Baca juga: BNPB Laporkan Korban Banjir Sumatera Melonjak Hingga 442 Jiwa

Namun, beberapa akademisi kehutanan mengingatkan risiko moratorium tanpa pengawasan lapangan. Pengalaman di kabupaten pesisir menunjukkan kebijakan kerap tidak ditegakkan karena lemahnya penindakan dan relasi ekonomi antara pejabat lokal dan pelaku industri. Dalam konteks ini, moratorium hutan hanya efektif jika disertai sanksi administratif, kategorisasi zona rawan bencana, serta pemutakhiran data satelit.

Dedi menutup pernyataannya dengan menyerukan perubahan perilaku kolektif. “Kita tinggal di bumi. Bumi harus dirawat, bukan dirusak,” katanya. Ini bukan sekadar ajakan moral; krisis ekologis di Jawa Barat telah menggerus kualitas air sungai, memicu migrasi fauna, dan menimbulkan kerugian ekonomi jutaan rupiah saat bencana terjadi. Moratorium hutan menjadi penanda bahwa pembangunan tidak bisa lagi mengorbankan penyangga alam.

Moratorium penebangan hutan Jawa Barat menjadi langkah kunci mencegah bencana dan menjaga ekologi dari kerusakan jangka panjang. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • buruh sukses

    Buruh Biasa Bisa Sukses! Ini 6 Cara Mengubah Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Buruh sukses kini bukan lagi sekadar impian. Banyak kisah buruh sukses, pekerja dari nol yang berhasil, hingga buruh yang mengubah masa depan membuktikan bahwa latar belakang bukan penghalang untuk maju. Faktanya, semakin banyak buruh yang mampu keluar dari keterbatasan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui strategi yang tepat dan pola […]

  • Duel Borneo FC vs Persib Bandung di Stadion Batakan yang menentukan puncak klasemen Liga 1 Indonesia

    Duel Panas Borneo vs Persib di Batakan, Persaingan Juara Memanas

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertandingan Borneo vs Persib langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Duel Borneo FC vs Persib Bandung bukan sekadar pertandingan biasa karena hasilnya dapat mengubah peta persaingan juara. Saat ini Persib Bandung memimpin klasemen sementara, sedangkan Borneo FC Samarinda terus menempel ketat di posisi kedua. Karena itu, pertemuan Persib vs Borneo […]

  • modus ganjal ATM

    Modus Ganjal ATM di Tasikmalaya: Polisi Buru Pelaku yang Tukar Kartu Nasabah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Kasus modus ganjal ATM di Tasikmalaya rugikan korban Rp21 juta. Polisi selidiki pola dan pelakunya. albadarpost.com, LENSA – Kesibukan pagi di pusat kota Tasikmalaya berubah menjadi kekhawatiran bagi seorang warga ketika saldo rekeningnya hilang setelah menjadi korban modus ganjal ATM. Kejadian ini menegaskan kembali celah keamanan yang masih menghantui layanan perbankan, terutama di gerai ATM […]

  • longsor Jatinangor

    Longsor Jatinangor Menimpa Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Empat pekerja tewas tertimbun longsor Jatinangor saat bangun lapangan futsal, evakuasi SAR masih berlangsung. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa longsor Jatinangor kembali menelan korban jiwa. Enam pekerja pembangunan lapangan futsal tertimbun longsoran tebing di Desa Cisampur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) siang. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat dan dirawat di […]

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

  • Kanker Lambung

    Konsumsi Cabai Berlebihan Dapat Picu Kanker Lambung, Ini Penjelasan Ahli

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Konsumsi cabai berlebihan berisiko picu kanker lambung. Pahami dampaknya dan cara aman menikmatinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Cabai menjadi elemen penting dalam kuliner Indonesia. Namun, di balik sensasi pedas yang menggugah selera, penelitian terbaru menunjukkan konsumsi cabai berlebihan dapat memicu risiko kanker lambung. Para ahli mengingatkan, kenikmatan rasa pedas sebaiknya dinikmati dengan batas wajar agar tidak […]

expand_less