Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis.

albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut akan diluncurkan dalam waktu dekat, menyasar area yang selama ini menjadi penyangga ekologi Jawa Barat.

Langkah itu mengemuka setelah maraknya laporan deforestasi dalam lima tahun terakhir di sejumlah wilayah seperti Sukabumi, Tasikmalaya Selatan, hingga kawasan utara Cianjur. Tren penebangan yang berkelanjutan, baik legal maupun liar, dinilai mempercepat degradasi lahan, menurunkan kualitas resapan air, dan mengubah struktur geomorfologi lereng gunung. “Penebangan hutan menjadi faktor yang memperbesar risiko bencana,” kata Dedi dalam rekaman resmi yang diterima media pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menekankan, moratorium hutan bukan sekadar kebijakan simbolik, tetapi instrumen pembatasan kegiatan bisnis dan tata ruang.

Menurut Dedi, upaya reboisasi tidak selalu menjawab kerusakan yang sudah terjadi. Bibit pohon yang ditanam sering kali gagal tumbuh karena tanah sudah tidak lagi stabil. “Menanam seribu pohon belum tentu hidup seratus pohon. Menebang seribu pohon pasti menghilangkan banyak manfaat lingkungan,” ujarnya.


Dampak Kebijakan pada Areal Rawan Bencana

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan lebih dari 60 persen bencana hidrometeorologi di Jawa Barat berkorelasi dengan kerusakan tutupan hutan. Longsor di selatan Tasikmalaya dan banjir bandang di Sukabumi pada musim hujan sebelumnya menjadi bukti keterkaitan tata ruang yang tidak seimbang. Pemerintah daerah sering memberi konsesi penebangan dan izin lahan tanpa mitigasi.

Moratorium hutan akan merevisi model pengawasan sebelumnya yang hanya bergantung pada dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL). Model lama dianggap mudah dilanggar karena tidak mengukur risiko spasial, kontur tanah, serta jejak penebangan lama. “Kita perlu menyadari kesalahan dalam kebijakan tata ruang dan menyetopnya,” ujar Dedi. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota mengoreksi keputusan yang berkontribusi pada bencana masa lalu.

Baca juga: BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

Kebijakan ini diperkirakan menyasar perusahaan perkayuan skala besar, penambang ilegal, hingga pelaku usaha yang membuka lahan di kawasan konservasi. Di wilayah selatan Jawa Barat, pembukaan hutan menjadi kebun hortikultura kerap dilakukan tanpa kajian geologi. Pemangkasan akar pohon tua membuat tebing kehilangan struktur penahan air, memicu endapan tanah yang mudah bergerak saat curah hujan tinggi.


Tantangan Implementasi dan Pengawasan

Moratorium hutan berpotensi menghadapi resistensi pelaku ekonomi. Di wilayah Priangan Timur, ribuan pekerja bergantung pada industri kayu. Pemerintah Provinsi diwajibkan menyiapkan skema transisi agar masyarakat tidak kehilangan sumber pendapatan. Opsi yang dibahas termasuk pergeseran ke agroforestri, wisata alam berbasis konservasi, dan program padat karya pemulihan kawasan.

Baca juga: BNPB Laporkan Korban Banjir Sumatera Melonjak Hingga 442 Jiwa

Namun, beberapa akademisi kehutanan mengingatkan risiko moratorium tanpa pengawasan lapangan. Pengalaman di kabupaten pesisir menunjukkan kebijakan kerap tidak ditegakkan karena lemahnya penindakan dan relasi ekonomi antara pejabat lokal dan pelaku industri. Dalam konteks ini, moratorium hutan hanya efektif jika disertai sanksi administratif, kategorisasi zona rawan bencana, serta pemutakhiran data satelit.

Dedi menutup pernyataannya dengan menyerukan perubahan perilaku kolektif. “Kita tinggal di bumi. Bumi harus dirawat, bukan dirusak,” katanya. Ini bukan sekadar ajakan moral; krisis ekologis di Jawa Barat telah menggerus kualitas air sungai, memicu migrasi fauna, dan menimbulkan kerugian ekonomi jutaan rupiah saat bencana terjadi. Moratorium hutan menjadi penanda bahwa pembangunan tidak bisa lagi mengorbankan penyangga alam.

Moratorium penebangan hutan Jawa Barat menjadi langkah kunci mencegah bencana dan menjaga ekologi dari kerusakan jangka panjang. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarif Listrik 2026

    Tarif Listrik dan Elpiji Awal 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Tarif listrik triwulan I 2026 dan harga elpiji non-subsidi dipastikan tetap demi jaga daya beli masyarakat. albadarpost.com, FOKUS – Awal tahun sering datang dengan dua hal: harapan dan kecemasan. Harapan karena kalender baru selalu memberi janji, kecemasan karena pengalaman mengajarkan satu hal—biaya hidup jarang mau diam. Maka ketika pemerintah memutuskan tarif listrik dan harga elpiji […]

  • Siswa menggunakan gadget di kelas saat isu transformasi pendidikan dan penurunan literasi menjadi sorotan di Indonesia

    Pendidikan Indonesia Darurat? Pemerintah Bongkar Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu transformasi pendidikan kembali menguat, tetapi kali ini bukan sekadar wacana. Di tengah dorongan reformasi pendidikan Indonesia, fakta di lapangan justru bikin khawatir: literasi siswa melemah, interaksi menurun, dan penggunaan gawai makin tak terkendali. Pemerintah pun angkat suara—perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak masih saling menunggu. Pemerintah Buka Fakta: Pendidikan Sedang […]

  • Ilustrasi Islami Thalhah dan Zubair sebagai sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan demi Islam.

    Thalhah dan Zubair: Persahabatan, Pengorbanan, dan Loyalitas Tanpa Batas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Thalhah dan Zubair menjadi dua nama besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keberanian, loyalitas, dan pengorbanannya untuk Rasulullah SAW. Kisah Thalhah dan Zubair, dua sahabat Nabi Muhammad SAW ini, hingga kini terus dikenang umat Islam karena memperlihatkan bagaimana iman mampu mengalahkan rasa takut, harta, bahkan kepentingan pribadi. Di tengah tekanan kaum […]

  • Beasiswa Indonesia Bangkit 2026

    Kabar Baik! Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Permudah Akses S1–S3

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kabar baik bagi lulusan madrasah. Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 resmi dibuka dengan skema baru yang lebih fleksibel. Program BIB 2026 ini langsung membuka peluang lebih luas bagi alumni pendidikan keagamaan untuk melanjutkan studi S1, S2, hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri. Selama ini, banyak lulusan madrasah menghadapi kendala karena jalur […]

  • Ilustrasi pendidikan Islam klasik dengan guru dan murid belajar mendalam, kontras dengan sistem modern yang serba cepat

    Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari ini, pendidikan islam klasik kembali diperbincangkan. Banyak orang mulai membandingkan sistem pendidikan tradisional Islam dengan pola belajar modern. Anehnya, meski teknologi semakin canggih dan akses ilmu makin luas, kualitas pemahaman justru terasa dangkal. Sistem pendidikan klasik, metode belajar ulama, dan pola pembelajaran tradisional ternyata menyimpan sesuatu yang hilang hari ini: kedalaman. […]

  • Audit PDAM Subang

    Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang Terkait Penerimaan Rp 600 Juta dari Aqua

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta BPK audit PDAM Subang soal penerimaan Rp 600 juta per bulan dari Aqua. albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap PDAM Subang. Langkah itu diambil setelah muncul temuan adanya penerimaan dana sebesar Rp 600 juta per bulan dari […]

expand_less