Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Mengapa Abdurrahman bin Auf Tak Pernah Diperbudak Hartanya?

Mengapa Abdurrahman bin Auf Tak Pernah Diperbudak Hartanya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF — Mengapa banyak orang berubah setelah kaya?

Bukan karena mereka tiba-tiba menjadi jahat.

Bukan pula karena lupa cara bersyukur.

Namun, perlahan mereka mulai merasa bahwa semua yang dimiliki lahir semata-mata dari kerja kerasnya sendiri. Di saat yang sama, rasa takut kehilangan harta tumbuh semakin besar.

Fenomena itu tidak hanya terjadi hari ini. Dalam psikologi dikenal istilah loss aversion, yaitu kecenderungan manusia lebih takut kehilangan sesuatu daripada menikmati keuntungan yang baru diperoleh. Semakin besar kekayaan, sering kali semakin besar pula kecemasan untuk melepaskannya.

Akan tetapi, kisah Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat Nabi yang kaya, justru berjalan ke arah sebaliknya. Semakin Allah melimpahkan rezeki kepadanya, semakin ringan tangannya berbagi. Kekayaan dalam Islam baginya bukan tujuan hidup, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Lalu, bagaimana mungkin seorang saudagar yang sangat kaya mampu hidup zuhud tanpa diperbudak hartanya?

“Tunjukkan Saja Kepadaku Di Mana Pasar”

Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf datang hampir tanpa membawa harta. Rasulullah ﷺ kemudian mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Rabi’, seorang sahabat Anshar yang terkenal berkecukupan.

Sebagai bentuk persaudaraan, Sa’ad menawarkan setengah hartanya kepada Abdurrahman. Bahkan, ia bersedia membagi kebun dan seluruh kenyamanan hidup yang dimilikinya.

Namun, jawaban Abdurrahman membuat banyak orang takjub hingga hari ini.

“Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu. Tunjukkan saja kepadaku di mana pasar.”

(HR. Bukhari No. 2048)

Kalimat itu bukan sekadar penolakan yang sopan.

Itu adalah pernyataan tentang harga diri, kerja keras, dan keyakinan bahwa rezeki terbaik adalah yang diperoleh melalui usaha yang halal.

Sejak saat itu, ia berdagang dengan jujur. Keuntungan terus bertambah. Usahanya berkembang pesat. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, namanya dikenal sebagai salah satu saudagar terbesar di Madinah.

Ketika Ratusan Unta Memasuki Madinah

Bayangkan suasana Madinah pada suatu hari.

Debu beterbangan di jalan.

Suara langkah unta bergemuruh dari kejauhan.

Penduduk keluar rumah karena melihat kafilah dagang yang sangat besar memasuki kota.

Dalam sejumlah kitab sejarah Islam disebutkan bahwa Abdurrahman bin Auf pernah memiliki kafilah dagang dengan ratusan unta yang membawa berbagai barang perdagangan. Riwayat mengenai jumlah pastinya berbeda-beda di berbagai sumber, tetapi para ulama sepakat bahwa beliau termasuk sahabat Nabi yang sangat kaya sekaligus sangat dermawan.

Yang menarik bukanlah banyaknya unta.

Yang luar biasa adalah sikap pemiliknya.

Ketika kekayaan datang bertubi-tubi, ia tidak membangun tembok yang lebih tinggi untuk melindungi hartanya. Sebaliknya, ia membuka pintu sedekah lebih lebar.

Baginya, harta hanyalah titipan.

Bukan identitas.

Islam Tidak Pernah Memusuhi Orang Kaya

Sebagian orang mengira menjadi kaya bertentangan dengan ajaran Islam.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda,

«نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ»

“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang saleh.”

(HR. Ahmad, dinilai hasan oleh sejumlah ulama)

Artinya, Islam tidak melarang umatnya menjadi sukses dalam bisnis atau memiliki kekayaan.

Yang dilarang adalah ketika hati mulai diperbudak oleh harta.

Allah SWT juga berfirman,

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.”

(QS. Ali ‘Imran: 92)

Ayat ini bukan hanya dibaca oleh Abdurrahman bin Auf.

Ia menghidupkannya dalam keseharian.

Zuhud Bukan Menolak Dunia, Tetapi Menguasainya

Banyak orang memahami zuhud sebagai hidup miskin.

Padahal, para ulama menjelaskan bahwa zuhud berarti dunia berada di tangan, bukan di hati.

Abdurrahman bin Auf bekerja keras.

Ia membangun usaha.

Ia mengembangkan perdagangan.

Namun, setiap kali Allah menambah hartanya, ia juga memperbesar kepeduliannya kepada sesama.

Allah mengingatkan,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ…

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga, dan berlomba memperbanyak harta serta anak.”

(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini tidak melarang memiliki kekayaan.

Ayat ini mengingatkan agar manusia tidak kehilangan arah ketika kekayaan bertambah.

Pelajaran yang Masih Relevan Hari Ini

Di era media sosial, ukuran keberhasilan sering dihubungkan dengan rumah, kendaraan, investasi, atau jumlah pengikut.

Tanpa disadari, banyak orang sibuk memperbesar aset, tetapi lupa memperbesar manfaat.

Abdurrahman bin Auf menunjukkan ukuran yang berbeda.

Ia tidak pernah menjadikan kekayaan sebagai tujuan akhir.

Ia menjadikan kekayaan sebagai jalan menuju ridha Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda,

«لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ»

“Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, melainkan kekayaan yang sesungguhnya adalah kaya hati.”

(HR. Bukhari No. 6446 dan Muslim No. 1051)

Mungkin itulah sebabnya sejarah tidak mengingat Abdurrahman bin Auf karena jumlah hartanya.

Sejarah mengingatnya karena cara ia memperlakukan hartanya.

Banyak orang mengumpulkan harta agar hidupnya terasa aman.

Abdurrahman bin Auf mengumpulkan harta agar lebih banyak yang bisa ia lepaskan di jalan Allah.

Sebab yang membuat seseorang mulia bukanlah seberapa besar kekayaan yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa ringan hati melepaskannya demi meraih ridha Allah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

  • Kemerdekaan Agustus

    Bukan Cuma Indonesia, Agustus Jadi Bulan Kemerdekaan Banyak Negara

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kemerdekaan Agustus ternyata bukan hanya cerita Indonesia. Selain 17 Agustus yang menjadi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah negara di berbagai kawasan dunia juga memperingati kemerdekaan atau hari nasional pada bulan yang sama. Jika dilihat dari kalender, rangkaiannya cukup menarik. Bolivia memperingati kemerdekaan pada 6 Agustus, Pantai Gading pada 7 Agustus, Singapura […]

  • Knalpot Brong Pameungpeuk

    Polisi Sikat Knalpot Brong, Warga Pameungpeuk Bernapas Lega

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara knalpot yang memekakkan telinga bukan lagi sekadar gangguan sesaat bagi sebagian warga. Bagi banyak masyarakat, kebisingan dari kendaraan dengan knalpot brong kerap mengusik waktu istirahat, mengganggu kenyamanan lingkungan, bahkan memicu keluhan di kawasan permukiman. Menjawab keresahan tersebut, jajaran Polsek Pameungpeuk menggelar operasi Knalpot Brong Pameungpeuk dan berhasil mengamankan 13 knalpot […]

  • Putusan MK MBG

    MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah, Publik Kini Menanti

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Putusan MK MBG kembali menjadi perhatian publik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan agar anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisahkan dari anggaran pendidikan paling lambat dalam penyusunan APBN 2028. Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut langsung memunculkan pertanyaan besar mengenai langkah pemerintah, terutama karena implementasi sejumlah putusan MK pada masa lalu kerap menjadi sorotan. […]

  • Peta Kekuatan Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Lahirkan Raja Baru Sepak Bola

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 mulai menunjukkan perubahan yang sulit diabaikan. Babak 16 Besar tidak hanya menghadirkan persaingan menuju perempat final, tetapi juga memperlihatkan bergesernya pusat kekuatan sepak bola dunia. Jika selama puluhan tahun panggung utama didominasi negara-negara Eropa dan Amerika Selatan, kini Afrika, kawasan CONCACAF, serta sejumlah tim nontradisional tampil sebagai […]

  • pilkades elektronik

    Pilkades Elektronik Karawang dalam Ujian Hukum Tata Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Pilkades elektronik Karawang membuka debat efisiensi demokrasi dan dampaknya bagi anggaran serta partisipasi warga. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) elektronik secara luring di Kabupaten Karawang membuka babak baru dalam praktik demokrasi lokal. Di balik klaim efisiensi anggaran dan lonjakan partisipasi pemilih, terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana posisi pilkades elektronik dalam kerangka […]

expand_less