Vaksin TB Indonesia Masuki Tahap Penting Pengembangan
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi pengembangan vaksin TB Indonesia sebagai bagian dari riset nasional menuju target Indonesia Bebas TBC dan Generasi Emas 2045.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Vaksin TB Indonesia kembali menjadi perhatian setelah pemerintah memperkuat riset dan pengembangan vaksin tuberkulosis generasi baru sebagai bagian dari strategi nasional menekan penyebaran TBC. Di tengah tantangan tingginya angka kasus, inovasi ini diharapkan melengkapi perlindungan yang selama ini diberikan vaksin BCG, khususnya bagi remaja dan orang dewasa yang menjadi kelompok dengan kontribusi besar terhadap penularan penyakit.
Informasi tersebut disampaikan melalui publikasi akun resmi Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan mengacu pada data Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Meski demikian, seluruh kandidat vaksin yang saat ini dikembangkan masih berada dalam tahapan penelitian dan uji klinis. Karena itu, vaksin tersebut belum digunakan secara luas dan masih menunggu hasil evaluasi keamanan, efektivitas, serta persetujuan regulator sebelum dapat mendukung program nasional.
Indonesia Masih Menghadapi Beban TBC yang Tinggi
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular dengan dampak besar di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 1,08 juta kasus dengan 126 ribu kematian.
Besarnya angka tersebut mendorong pemerintah memperkuat berbagai strategi pengendalian. Selain memperluas deteksi dini dan memastikan pasien menyelesaikan pengobatan hingga tuntas, pengembangan vaksin TB generasi baru juga menjadi salah satu fokus penting.
Vaksin BCG yang digunakan selama ini terbukti efektif memberikan perlindungan terhadap bentuk TBC tertentu pada bayi dan anak. Namun, para peneliti berupaya menghadirkan vaksin baru yang diharapkan mampu memperluas perlindungan bagi kelompok usia lain apabila seluruh tahapan pengembangannya berhasil diselesaikan.
Pemerintah menargetkan vaksin TB generasi baru dapat mulai mendukung program nasional pada akhir 2028 atau awal 2029, dengan catatan seluruh proses penelitian, uji klinis, evaluasi ilmiah, dan persetujuan regulator berjalan sesuai rencana.
Kolaborasi Jadi Fondasi Pengembangan Vaksin Nasional
Pengembangan Vaksin TB Indonesia melibatkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah bekerja sama dengan perguruan tinggi, industri farmasi, lembaga penelitian, tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga mitra internasional untuk mempercepat inovasi.
Selain memperkuat riset, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung agar ekosistem vaksin nasional semakin siap. Langkah tersebut meliputi percepatan registrasi vaksin, transfer teknologi menuju produksi dalam negeri, serta penerapan pendekatan 4A, yaitu:
- Availability (tersedia),
- Accessibility (mudah diakses),
- Acceptance (diterima masyarakat),
- Affordability (terjangkau).
Pendekatan tersebut bertujuan agar apabila vaksin nantinya dinyatakan aman dan efektif, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih luas.
Tiga Kandidat Vaksin Masih Menjalani Tahapan Ilmiah
Saat ini terdapat tiga kandidat vaksin TB yang menjadi bagian dari pengembangan di Indonesia.
Kandidat pertama adalah M72/AS01E, yang telah memasuki uji klinis fase 3. Penelitian ini melibatkan 2.095 partisipan Indonesia dan berlangsung di lima rumah sakit serta fakultas kedokteran.
Selanjutnya terdapat Lipovaxins4, hasil kolaborasi PT Bio Farma bersama Lipotek. Kandidat vaksin ini mengusung konsep Halal by Design dan memperoleh persetujuan BPOM untuk pelaksanaan uji klinis pada April 2026.
Sementara itu, kandidat ketiga, Ad5-105K, merupakan vaksin inhalasi hasil kerja sama PT Etana dengan CanSino. Saat ini vaksin tersebut masih menjalani uji klinis fase 1.
Perlu dipahami bahwa setiap kandidat vaksin harus melewati proses penelitian yang panjang. Hasil uji klinis akan menjadi dasar bagi regulator untuk menilai keamanan, efektivitas, dan kelayakan sebelum vaksin dapat digunakan secara luas.
Eliminasi TBC Tidak Bergantung pada Vaksin Saja
Pengembangan vaksin memang menjadi salah satu harapan baru dalam pengendalian TBC. Namun, upaya eliminasi penyakit ini tetap membutuhkan strategi yang menyeluruh.
Deteksi dini, pengobatan yang tuntas, pelacakan kontak erat, edukasi masyarakat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi bagian penting dalam menekan penularan TBC.
Karena itu, pengembangan Vaksin TB Indonesia diposisikan sebagai pelengkap dari berbagai program pengendalian yang telah berjalan, bukan sebagai satu-satunya solusi.
Melalui riset, inovasi, kolaborasi, dan penguatan kemandirian industri farmasi nasional, pemerintah berharap Indonesia semakin siap mewujudkan target Indonesia Bebas TBC sekaligus mendukung visi Generasi Emas 2045.
Mengapa Pengembangan Ini Penting?
Keberhasilan pengembangan vaksin bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas riset nasional, meningkatkan kemandirian industri farmasi, dan memperluas kemampuan Indonesia dalam menghadapi penyakit menular di masa depan.
Apabila seluruh tahapan ilmiah berjalan sesuai rencana, Indonesia berpeluang memiliki kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan vaksin TB di tingkat global.
Melawan TBC bukan sekadar menciptakan vaksin baru, tetapi membangun masa depan yang lebih sehat melalui ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan kepedulian bersama. Karena Indonesia yang kuat selalu dimulai dari masyarakat yang sehat. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar