Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu ironi yang terus berulang sejak dahulu hingga era media sosial. Hawa nafsu sering kali mengalahkan ilmu, sementara mengendalikan hawa nafsu justru menjadi pelajaran yang paling sulit dikuasai manusia. Anehnya, orang yang berilmu belum tentu mampu menahan keinginan dirinya sendiri. Sebaliknya, orang sederhana yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sering kali lebih dekat kepada kemuliaan. Di sinilah Islam mengajarkan bahwa ukuran seseorang bukan hanya seberapa luas ilmunya, melainkan seberapa kuat ia mengendalikan dirinya.

Hari ini, kita hidup pada zaman ketika informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka. Semua orang mudah berbicara, mudah menghakimi, dan mudah merasa paling benar. Padahal, akar persoalannya sering kali bukan kurangnya ilmu, melainkan hawa nafsu yang diam-diam mengambil alih hati.

Mengapa Hawa Nafsu Lebih Berbahaya daripada Kebodohan?

Sebuah hikmah dari Syekh Ibnu Athaillah memberikan peringatan yang sangat tajam.

وَإِنْ تَصْحَبْ جَاهِلًا لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عَالِمًا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ، فَأَيُّ عِلْمٍ لِعَالِمٍ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ، وَأَيُّ جَهْلٍ لِجَاهِلٍ لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ

Artinya, berteman dengan orang yang masih awam tetapi tidak memperturutkan hawa nafsunya lebih baik daripada berteman dengan seorang alim yang selalu membenarkan dirinya sendiri.

Kalimat ini terdengar sederhana. Namun, pesannya begitu dalam. Kebodohan masih bisa diperbaiki dengan belajar. Sebaliknya, kesombongan yang lahir dari hawa nafsu sering kali menutup pintu untuk menerima nasihat.

Di sinilah letak satirnya.

Orang bodoh masih mau bertanya.

Orang yang dikuasai hawa nafsu justru merasa sudah mengetahui segalanya.

Ilmu yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi cermin untuk mengagumi dirinya sendiri.

Ilmu Tanpa Akhlak Hanya Melahirkan Pembenaran

Fenomena seperti itu bukan hanya ada dalam cerita para ulama. Hari ini kita melihatnya hampir setiap hari.

Media sosial dipenuhi perdebatan yang lebih sibuk memenangkan ego daripada mencari kebenaran. Banyak orang mengutip ayat, hadis, atau pendapat ulama, tetapi sedikit yang benar-benar mau mengoreksi dirinya sendiri.

Ironinya, semakin tinggi suara seseorang, belum tentu semakin tinggi akhlaknya.

Semakin banyak pengikutnya, belum tentu semakin besar kerendahan hatinya.

Semakin sering ia berbicara tentang kebenaran, belum tentu semakin dekat ia dengan kebenaran itu sendiri.

Inilah jebakan hawa nafsu.

Hawa nafsu tidak selalu mengajak manusia berbuat maksiat secara terang-terangan. Kadang ia hanya membisikkan satu kalimat yang tampak sepele:

“Aku pasti benar.”

Ketika bisikan itu diterima, kritik dianggap serangan. Nasihat dipandang penghinaan. Akhirnya, ilmu berubah menjadi alat pembenaran, bukan petunjuk menuju kebenaran.

Sahabat Menentukan Arah Kehidupan

Islam juga mengingatkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi karakter seseorang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Artinya:

“Seseorang mengikuti agama atau jalan hidup sahabat dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadis ini bukan sekadar berbicara tentang teman duduk atau teman bermain. Pada era digital, “sahabat” juga bisa hadir melalui akun media sosial yang setiap hari kita ikuti, video yang kita tonton, hingga komunitas yang membentuk cara berpikir kita.

Karena itu, memilih teman sejatinya sama dengan memilih arah masa depan.

Para ulama bahkan merangkumnya dalam sebuah syair:

“Siapa bergaul dengan orang-orang mulia, ia akan hidup mulia. Sebaliknya, orang yang bergaul dengan mereka yang rendah akhlaknya tidak akan memperoleh kemuliaan.”

Al-Qur’an Menegaskan Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu

Peringatan tentang hawa nafsu juga ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Shad: 26)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى • فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan dirinya dari hawa nafsu, maka surgalah tempat tinggalnya.”
(QS. An-Nazi’at: 40–41)

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa kemenangan terbesar manusia bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan dirinya sendiri.

Jangan Sampai Ilmu Hanya Menambah Kesombongan

Kita sering mengukur manusia dari gelarnya, jabatannya, atau kepandaiannya berbicara. Padahal, Allah menilai hati dan amalnya.

Boleh jadi seseorang tidak dikenal sebagai ulama, tetapi ia menjaga lisannya, menahan emosinya, dan tidak mudah menghakimi orang lain. Sebaliknya, boleh jadi ada orang yang dipuji karena ilmunya, tetapi sulit menerima kritik karena hawa nafsu telah menguasai dirinya.

Di sinilah setiap orang perlu berkaca.

Sudahkah ilmu membuat kita lebih rendah hati?

Atau justru membuat kita semakin sibuk mencari pembenaran?

Pertanyaan itu layak diajukan sebelum kita menilai orang lain.

Sebab, musuh terbesar manusia sering kali bukan orang yang berbeda pendapat, melainkan ego yang terus meminta untuk dipuji.

Hawa nafsu tidak selalu mengajak manusia meninggalkan agama. Ia lebih licik. Ia memakai ilmu sebagai topeng, lalu membisikkan bahwa diri kita selalu benar. Ketika itu terjadi, yang hilang bukan sekadar adab, melainkan kemampuan menerima kebenaran. Sebab kehancuran seseorang jarang dimulai karena ia tidak tahu, tetapi karena ia merasa tidak mungkin salah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FGD May Day Tasikmalaya 2026 mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha dalam dialog ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya

    FGD May Day 2026: Langkah Baru Hubungan Industrial Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Tasikmalaya tahun ini tidak hanya berlangsung sebagai agenda seremonial. Pemerintah Kota Tasikmalaya justru memilih pendekatan yang lebih terbuka dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja dalam satu meja dialog, Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang digelar oleh Dinas […]

  • Top Skor Piala Dunia 2026

    Mbappe Belum Aman, Messi Siap Rebut Golden Boot

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Top Skor Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menegangkan. Meski Kylian Mbappe masih berada di puncak daftar pencetak gol Piala Dunia, persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 sama sekali belum selesai. Lionel Messi terus membayangi dengan jumlah gol yang sama, sementara Erling Haaland tetap menjaga peluang meski harus melewati jalur yang […]

  • regulasi AI nasional

    Pemerintah Rampungkan Regulasi AI untuk Lindungi Hak Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan regulasi AI nasional untuk menyeimbangkan inovasi dan perlindungan hak masyarakat. albadarpost.com, LENSA – Penyusunan regulasi AI nasional memasuki tahap akhir, menandai langkah baru pemerintah dalam mengatur pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Kebijakan ini disebut penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan masyarakat, terutama ketika pemanfaatan AI tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan […]

  • Permen UMKM 2026

    Permen UMKM 2026 Resmi Berlaku, Seller Kini Terlindungi

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Permen UMKM 2026 resmi berlaku sejak 17 Juni 2026. Melalui Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026, pemerintah menetapkan regulasi baru yang mengatur perlindungan UMKM dalam perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Aturan ini menjadi acuan bagi platform e-commerce dan pelaku usaha mikro serta kecil dalam membangun kemitraan yang lebih adil, transparan, dan […]

  • Suasana Muslim berbuka puasa di Islandia saat Ramadhan dengan durasi puasa hampir 20 jam di bawah langit senja panjang.

    Ramadhan di Islandia: Puasa 20 Jam di Negeri Matahari Tak Terbenam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Puasa 20 Jam Islandia menjadi fenomena nyata setiap Ramadhan di negara Nordik tersebut. Ramadhan di Islandia identik dengan puasa hampir 20 jam, bahkan di beberapa tahun bisa mendekati 21 jam ketika musim panas tiba. Durasi puasa ekstrem di Islandia terjadi karena posisi geografisnya yang dekat Lingkar Arktik sehingga matahari bersinar sangat lama. […]

  • Hajar Aswad

    Hajar Aswad Bukan Batu Biasa, Ini Makna Spiritualnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost. HIKMAH – Bagi sebagian orang, Hajar Aswad mungkin terlihat seperti batu hitam yang menempel di sudut Ka’bah. Namun bagi jutaan umat Islam, batu itu menyimpan makna spiritual yang jauh lebih dalam daripada sekadar benda biasa. Hajar Aswad atau “batu hitam” menjadi salah satu bagian paling terkenal di Masjidil Haram. Banyak jamaah haji dan umrah […]

expand_less