Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Konflik Rumah Tangga Tak Selalu Buruk, Ini Penjelasan Kemenag

Konflik Rumah Tangga Tak Selalu Buruk, Ini Penjelasan Kemenag

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Tidak sedikit pasangan menganggap rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang tidak pernah bertengkar. Padahal, konflik rumah tangga, konflik dalam pernikahan, dan perbedaan pendapat merupakan bagian yang hampir selalu hadir dalam kehidupan suami istri. Yang membedakan setiap pasangan bukan ada atau tidaknya konflik, melainkan cara mereka mengelolanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan dalam Modul Psikologi Keluarga Bimbingan Perkawinan Kementerian Agama. Modul tersebut menjelaskan bahwa konflik tidak harus dihindari sepenuhnya. Sebaliknya, konflik dapat menjadi ruang belajar bagi pasangan untuk memperkuat komunikasi, membangun saling pengertian, dan menemukan solusi bersama.

Artinya, pernikahan yang sehat bukan diukur dari seberapa jarang terjadi perbedaan pendapat, tetapi dari kemampuan suami dan istri menghadapi perbedaan dengan kepala dingin.

Mengapa Konflik Rumah Tangga Sulit Dihindari?

Dalam kehidupan sehari-hari, perdebatan kecil sering muncul dari hal-hal yang tampak sederhana. Ada pasangan yang berbeda pandangan soal pengelolaan keuangan, pembagian pekerjaan rumah, pola asuh anak, hingga cara berkomunikasi dengan keluarga besar.

Di sisi lain, tekanan pekerjaan, kondisi ekonomi, kelelahan fisik, dan tuntutan kehidupan modern juga dapat memengaruhi emosi seseorang. Akibatnya, persoalan kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik justru berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Berdasarkan Modul Psikologi Keluarga Bimbingan Perkawinan Kemenag, beberapa penyebab konflik dalam rumah tangga antara lain:

  • Perbedaan status, posisi, atau cara pandang.
  • Kebutuhan pasangan yang belum terpenuhi.
  • Perbedaan kebiasaan dan budaya keluarga.
  • Perbedaan peran serta tanggung jawab.

Perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan. Sebaliknya, pasangan perlu memahaminya sebagai bagian dari proses saling mengenal sepanjang perjalanan pernikahan.

Komunikasi Menentukan Arah Konflik

Banyak konflik sebenarnya tidak muncul karena persoalan yang besar, melainkan karena cara menyampaikan pendapat.

Seseorang mungkin merasa sedang menjelaskan sesuatu. Namun, pasangan justru merasa dihakimi. Ada pula yang memilih diam karena takut suasana semakin memanas. Akibatnya, persoalan yang sederhana berubah menjadi beban yang terus menumpuk.

Modul Psikologi Keluarga Bimbingan Perkawinan Kemenag menggambarkan empat tingkatan komunikasi saat konflik.

Tahap pertama adalah Talking Nice, yaitu komunikasi yang masih sebatas basa-basi sehingga persoalan inti belum benar-benar dibahas.

Berikutnya adalah Talking Tough, ketika masing-masing mulai mempertahankan pendapatnya. Pada tahap ini, emosi sering lebih dominan dibanding upaya memahami pasangan.

Komunikasi kemudian berkembang menjadi Reflective Dialogue, yaitu ketika suami dan istri mulai saling mendengar, memahami sudut pandang satu sama lain, dan tidak lagi terburu-buru menyimpulkan.

Tahap yang paling ideal ialah Generative Dialogue. Dalam fase ini, pasangan tidak lagi fokus mencari siapa yang salah, melainkan bersama-sama mencari solusi terbaik.

Semakin berkualitas dialog yang dibangun, semakin besar pula peluang konflik berakhir dengan saling memahami.

Tiga Racun Komunikasi yang Perlu Dihindari

Modul tersebut juga mengingatkan adanya tiga pola komunikasi yang dapat memperburuk hubungan apabila terus dipelihara.

Pertama adalah Voice of Judgment atau suara penghakiman. Ketika seseorang lebih cepat menyalahkan daripada mendengarkan, pasangan akan merasa tidak dihargai. Penawarnya ialah Open Mind, yakni membuka pikiran untuk mendengar secara utuh sebelum memberikan penilaian.

Kedua ialah Voice of Cynicism atau sikap sinis. Sindiran, ejekan, atau ucapan yang meremehkan memang terkadang dianggap bercanda. Namun, jika terus berulang, sikap tersebut dapat mengikis rasa hormat dalam hubungan. Karena itu, pasangan perlu membangun Open Heart, yaitu hati yang penuh empati dan penghargaan.

Sementara itu, racun ketiga adalah Voice of Fear. Tidak sedikit pasangan memilih memendam perasaan karena takut konflik semakin besar. Padahal, diam terlalu lama justru dapat memperlebar jarak emosional. Penawarnya adalah Open Will, yaitu keberanian membangun komitmen untuk menyelesaikan masalah bersama.

Cara Mengelola Konflik Rumah Tangga dengan Bijak

Konflik tidak selalu harus berakhir dengan pertengkaran. Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan agar perbedaan menjadi kekuatan dalam hubungan.

Pertama, lihat setiap perbedaan sebagai kesempatan untuk saling melengkapi, bukan sebagai ancaman.

Selanjutnya, usahakan mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak atau win-win solution, bukan kemenangan sepihak.

Selain itu, biasakan memahami pasangan sebelum berharap dipahami. Sikap ini akan membantu menurunkan ketegangan saat berdiskusi.

Pasangan juga perlu membangun kerja sama, bukan saling menyalahkan. Kemudian, biasakan berdiskusi, bernegosiasi, dan berkompromi dalam mengambil keputusan.

Apabila konflik terasa sulit diselesaikan, melibatkan pihak ketiga yang dipercaya, seperti konselor atau mediator, dapat menjadi pilihan untuk membantu menemukan jalan keluar.

Rumah Tangga Harmonis Bukan Rumah Tangga Tanpa Konflik

Konflik bukanlah musuh dalam sebuah pernikahan. Justru, cara pasangan menyikapi perbedaan akan menentukan kualitas hubungan mereka di masa depan.

Ketika komunikasi dibangun dengan empati, pikiran terbuka, dan komitmen untuk mencari solusi, konflik tidak lagi menjadi ancaman. Sebaliknya, konflik berubah menjadi proses pendewasaan yang memperkuat ikatan suami istri.

Sebagaimana dijelaskan dalam Modul Psikologi Keluarga Bimbingan Perkawinan Kementerian Agama, perbedaan bukan untuk dipermasalahkan, melainkan dipahami bersama. Dari situlah rumah tangga yang harmonis bertumbuh, bukan karena selalu sepakat, tetapi karena selalu bersedia belajar saling mengerti.

Rumah tangga yang kokoh bukan dibangun oleh pasangan yang tidak pernah berbeda pendapat, melainkan oleh dua hati yang tetap memilih saling mendengar ketika perbedaan itu datang. Sebab, cinta yang dewasa bukan lahir dari kesempurnaan, tetapi dari keberanian untuk terus belajar memahami. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarif Pendirian PT

    Tarif Pendirian PT Resmi Naik Mulai 1 Agustus

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tarif pendirian PT atau biaya pendirian Perseroan Terbatas resmi berubah mulai 1 Agustus 2026. Perubahan tarif tersebut berlaku melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Hukum. Namun, kenaikan ini tidak berlaku untuk seluruh kategori perusahaan, sehingga […]

  • KDM bayar kuliah Keisha

    KDM Bayar Kuliah Keisha hingga 8 Semester, Polemik Berakhir

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — KDM bayar kuliah Keisha hingga delapan semester setelah potongan percakapan dalam agenda Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi sorotan di media sosial. Kepastian mengenai biaya kuliah Keisha itu muncul bersamaan dengan penjelasan bahwa mahasiswa tersebut tetap menjalani perkuliahan seperti biasa. Perhatian publik terhadap Keisha bermula setelah percakapannya dengan Gubernur […]

  • Rektor PTN Terbaik

    Jejak Pendidikan Rektor PTN Terbaik Indonesia 2026

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Rektor PTN terbaik menjadi sorotan karena tidak hanya memimpin perguruan tinggi ternama, tetapi juga memiliki perjalanan akademik yang menarik untuk dipelajari. Berdasarkan rangkuman informasi yang dipublikasikan akun Titik Nol English Course, profil pendidikan sejumlah rektor universitas terbaik di Indonesia memperlihatkan pola yang hampir serupa, yakni membangun fondasi kuat sejak jenjang sarjana sebelum memperluas […]

  • Knalpot Brong Banjar

    Deklarasi Zero Knalpot Brong, Kota Banjar Bidik Jalan Lebih Nyaman

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gerakan Knalpot Brong Banjar atau kampanye Zero Knalpot Brong mulai digaungkan secara serius. Bersama komunitas otomotif roda dua dan roda empat, Polres Banjar mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman melalui budaya tertib lalu lintas dan penggunaan kendaraan yang sesuai aturan. Deklarasi tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Banjar, Sabtu (20/6/2026) sore. […]

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

  • Diky Candranegara memimpin apel di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya saat mulai menjabat sebagai Plh Wali Kota

    Hari Pertama Jadi Plh Wali Kota, Diky Soroti HP Ilegal di Lapas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat pagi (8/5/2026), terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas pemasyarakatan tampak bersiaga sejak pagi di halaman dalam lapas. Beberapa pegawai berdiri berjejer mengikuti apel, sementara aktivitas warga binaan tetap berjalan dari balik blok tahanan. Pagi itu, Diky Candranegara datang untuk pertama kalinya sebagai Pelaksana […]

expand_less