Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mengapa Gempa Sukabumi Terus Terjadi? Ini Penjelasan BMKG

Mengapa Gempa Sukabumi Terus Terjadi? Ini Penjelasan BMKG

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHGempa Sukabumi kembali menjadi perhatian setelah guncangan berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi pada Minggu (19/7/2026). Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan yang sering muncul setiap kali bumi berguncang: mengapa wilayah Sukabumi begitu sering mengalami gempa? Apakah penyebabnya hanya Sesar Cimandiri, atau ada faktor lain yang membuat kawasan ini termasuk daerah rawan aktivitas seismik?

Berdasarkan analisis BMKG, jawabannya tidak sesederhana satu jalur patahan. Sukabumi berada di kawasan yang dipengaruhi beberapa sumber gempa sekaligus. Kondisi geografis inilah yang membuat wilayah tersebut berkali-kali merasakan guncangan, baik yang berasal dari laut maupun daratan.

Sukabumi Berada di Persimpangan Dua Sumber Gempa

Di selatan Pulau Jawa, Lempeng Indo-Australia terus bergerak dan menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Proses yang berlangsung sangat lambat ini menyimpan energi besar yang sewaktu-waktu dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Namun, ancaman bagi Sukabumi tidak hanya berasal dari zona subduksi di Samudra Hindia. Di daratan, terdapat Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Teluk Palabuhanratu hingga ke arah timur.

Karena berada di antara dua sistem tektonik tersebut, Sukabumi dapat merasakan guncangan dari berbagai jenis gempa. Ada yang berasal dari dasar laut, ada pula yang muncul akibat aktivitas sesar di daratan.

BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi pada 19 Juli 2026 bukan merupakan gempa megathrust. Gempa tersebut dipicu deformasi batuan di dasar laut dengan mekanisme gerakan miring atau oblique thrust. Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Magnitudo Besar Belum Tentu Paling Merusak

Banyak masyarakat menganggap semakin besar magnitudo, semakin besar pula kerusakan yang ditimbulkan. Faktanya, anggapan itu tidak selalu benar.

Kerusakan akibat gempa dipengaruhi banyak faktor, seperti kedalaman pusat gempa, jarak dari permukiman, kondisi tanah, kualitas bangunan, hingga karakter gelombang yang merambat ke permukaan.

Sebagai contoh, gempa darat berkekuatan M3,8 yang mengguncang Sukabumi pada September 2025 memang lebih kecil dibandingkan gempa M4,8 pada Juli 2026. Meski begitu, dampaknya justru lebih besar terhadap permukiman karena sumber gempanya berada sangat dekat dengan kawasan berpenduduk.

Ratusan rumah saat itu mengalami kerusakan dengan ratusan warga terdampak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lokasi sumber gempa sering kali lebih menentukan dibanding angka magnitudonya.

Bangunan Menjadi Penentu Besar Kecilnya Dampak

Selain karakter gempa, kualitas bangunan memiliki peran yang sangat penting.

Rumah dengan struktur yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa lebih mudah mengalami kerusakan meski diguncang gempa berkekuatan sedang. Sebaliknya, bangunan yang dirancang sesuai standar konstruksi tahan gempa memiliki peluang lebih besar untuk tetap berdiri saat terjadi guncangan.

Kondisi tanah juga ikut memengaruhi kekuatan getaran. Di sejumlah lokasi, lapisan tanah lunak mampu memperkuat gelombang gempa sehingga guncangan terasa lebih keras dibandingkan kawasan yang berada di atas batuan keras.

Sementara itu, wilayah perbukitan menghadapi ancaman tambahan berupa longsor setelah gempa terjadi, terutama ketika hujan turun dalam waktu berdekatan.

Risiko Gempa Sukabumi Masih Tergolong Tinggi

Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sukabumi menempatkan gempa bumi sebagai salah satu ancaman utama di wilayah tersebut.

Model risiko menunjukkan jutaan penduduk berpotensi terpapar apabila terjadi gempa besar. Meski angka tersebut bukan prediksi korban pada satu kejadian tertentu, data itu menjadi dasar pemerintah dalam menyusun strategi mitigasi, penataan ruang, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Karena itu, warga tidak cukup hanya mengetahui lokasi sesar atau pusat gempa. Kesiapan keluarga, kualitas bangunan, serta pemahaman terhadap jalur evakuasi justru menjadi faktor yang paling menentukan saat bencana benar-benar terjadi.

Jangan Percaya Prediksi Gempa yang Beredar

BMKG berulang kali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat waktu, lokasi, maupun kekuatan gempa bumi.

Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengabaikan pesan berantai yang mengklaim mengetahui tanggal terjadinya gempa berikutnya.

Sebaliknya, fokuslah pada langkah mitigasi. Pastikan lemari dan benda berat terpasang kuat, siapkan tas siaga bencana, kenali titik kumpul keluarga, serta biasakan melakukan simulasi penyelamatan.

Saat gempa terjadi, lakukan langkah Drop, Cover, and Hold On, lalu segera keluar menuju area aman setelah guncangan berhenti. Bagi masyarakat pesisir, segera menuju tempat yang lebih tinggi apabila merasakan guncangan kuat atau berlangsung lama tanpa menunggu informasi tambahan.

Gempa Tidak Bisa Dicegah, Tetapi Dampaknya Bisa Dikurangi

Sukabumi akan tetap menjadi salah satu wilayah aktif secara tektonik karena posisinya berada di antara zona subduksi selatan Jawa dan jaringan sesar aktif di daratan. Kondisi alam tersebut tidak dapat diubah.

Namun, besarnya dampak bencana masih bisa ditekan melalui bangunan yang lebih aman, edukasi kebencanaan, jalur evakuasi yang jelas, serta disiplin mengikuti informasi resmi dari BMKG. Pada akhirnya, yang menentukan keselamatan bukan seberapa sering gempa terjadi, melainkan seberapa siap masyarakat menghadapinya.

Gempa memang datang tanpa undangan. Namun, korban bukanlah takdir. Di Sukabumi, kesiapsiagaan selalu menjadi pertahanan pertama sebelum bumi kembali berguncang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lamine Yamal Palestina

    Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Langsung Pasang Badan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aksi Lamine Yamal membawa bendera Palestina saat parade juara FC Barcelona langsung memicu polemik internasional. Namun di tengah kritik keras dari pejabat Israel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez justru menyatakan dukungannya kepada wonderkid Barcelona tersebut. Isu Lamine Yamal Palestina menjadi sorotan besar media Eropa setelah video parade kemenangan Barcelona viral di […]

  • Masjid Penyelamat Air

    Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika halaman Masjid Jami Al Ihsan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai dipenuhi warga. Jerigen dan galon tersusun rapi. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para orang tua datang bergantian. Mereka bukan hendak menghadiri pengajian ataupun salat berjamaah, melainkan mengantre mendapatkan air bersih. Di […]

  • Ilustrasi suasana Idul Fitri dengan makna spiritual mendalam setelah menjalani puasa Ramadan

    Makna Idul Fitri yang Sering Terlewat, Padahal Paling Penting

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Makna Idul Fitri sering dipahami sebagai hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan. Namun, arti lebaran, filosofi Idul Fitri, dan hikmah puasa Ramadan sesungguhnya jauh lebih dalam. Banyak orang merayakan, tetapi tidak semua memahami pesan spiritual yang tersembunyi di balik momen sakral ini. Oleh karena itu, penting untuk menggali makna Idul Fitri dari […]

  • Sespimma Polri

    Serdik Sespimma Polri Bagikan Sembako dan Tas Sekolah di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Polres Tasikmalaya terlihat berbeda dari biasanya, Selasa (19/5/2026). Tidak ada wajah tegang saat pengamanan. Tidak terdengar suara sirene atau barisan formal yang kaku. Sebaliknya, halaman dan gedung pertemuan justru dipenuhi anak-anak, lansia, dan warga yang datang untuk menerima bantuan sosial dari para anggota polisi. Namun ada hal lain yang […]

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • Bobotoh Persib

    Persib di Ambang Juara, Polres Ciamis Ingatkan Bobotoh

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Atmosfer pertandingan Persib vs Persijap mulai terasa panas menjelang laga terakhir Super League 2025/2026 yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 Mei 2026. Di tengah peluang besar Persib Bandung mengunci gelar juara, Polres Ciamis mengeluarkan imbauan khusus kepada para Bobotoh Persib agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan […]

expand_less