Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kartu Bansos Ditahan Pendamping, Warga Margamulya Gagal Cairkan Bantuan

Kartu Bansos Ditahan Pendamping, Warga Margamulya Gagal Cairkan Bantuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Margamulya Lebak gagal cairkan bansos karena kartu ditarik pendamping tanpa kejelasan.


Kartu Bansos Ditahan, Warga Margamulya Mengeluh Tak Bisa Cairkan Bantuan

albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini belum bisa mencairkan dana bantuan sosial meski telah menerima kartu dan notifikasi pencairan dari pemerintah. Kasus ini menambah deretan persoalan tata kelola bantuan sosial (bansos) di tingkat desa, di mana transparansi dan pengawasan menjadi titik rawan penyimpangan.

Sejak akhir Oktober 2025, sekitar 80 kepala keluarga di Kampung Cimurutu menerima kartu elektronik berwarna merah yang diduga merupakan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kartu itu dibagikan di kantor kecamatan, namun hanya beberapa hari kemudian, warga diminta menyerahkan kembali kartu mereka oleh pendamping desa tanpa penjelasan tertulis.

Salah satu warga, IS (37), menyebut pendamping meminta kartu tersebut dengan alasan belum waktunya dicairkan. “Kami sudah dapat notifikasi pencairan, tapi uangnya tidak bisa diambil karena kartunya disuruh kumpul lagi,” katanya. Ia mengaku warga sempat takut mempertanyakan kejelasan bantuan karena pendamping memperingatkan agar tidak banyak bertanya jika tidak ingin bantuannya diblokir.

Situasi ini menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan warga. Notifikasi dana yang masuk ke rekening bansos mereka menjadi percuma karena akses fisik terhadap kartu dibatasi. “Saudara saya di Pandeglang sudah bisa cair, tapi di sini kami malah disuruh kumpul kartu lagi,” tambah IS.


Versi Pendamping dan Celah Tata Kelola Bansos

Pendamping PKH Desa Margamulya, Vera, membantah telah menarik atau menahan kartu bantuan sosial warga. Ia menegaskan seluruh kartu dan buku tabungan tetap dipegang penerima manfaat. Namun, Vera mengaku akan mendatangi warga untuk memastikan siapa yang merasa kartunya ditarik. “Kami akan cek langsung di Kampung Cimurutu agar jelas,” ujarnya.

Meski demikian, informasi dari warga menunjukkan bahwa proses penarikan kartu melibatkan orang lain yang bukan aparat resmi desa. Warga menyebut nama seseorang bernama Iis, yang disebut sebagai kerabat perangkat desa, ikut membantu mengumpulkan kartu. Belum ada penjelasan resmi mengenai status dan kewenangan orang tersebut.

Kasus ini memperlihatkan lemahnya sistem kontrol terhadap pelaksanaan bansos di lapangan. Sesuai ketentuan Kementerian Sosial (Kemensos), kartu bantuan seperti PKH dan BPNT merupakan hak pribadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu tersebut tidak boleh dikumpulkan, dipegang, atau dikuasai pihak lain, termasuk pendamping, agar proses pencairan dilakukan secara mandiri di bank penyalur.

Pelanggaran terhadap prinsip ini berpotensi menimbulkan penyalahgunaan, mulai dari keterlambatan pencairan hingga praktik pemotongan atau manipulasi data penerima. Di beberapa daerah, modus serupa pernah muncul: pendamping atau pihak perantara menahan kartu dengan dalih verifikasi ulang, padahal dana sudah masuk ke rekening penerima.


Minim Transparansi, Risiko Kesenjangan Data

Persoalan bansos di Margamulya memperlihatkan tantangan klasik dalam penyaluran bantuan berbasis data elektronik: kesenjangan informasi antara penerima manfaat dan pendamping. Ketika warga tidak diberi akses informasi yang cukup, posisi mereka menjadi pasif dan rentan terhadap manipulasi.

Dalam laporan tahunan Kemensos, penyaluran bansos elektronik seharusnya menjadi solusi untuk menghindari praktik penahanan dana. Namun, tanpa transparansi di tingkat pelaksana lapangan, digitalisasi justru membuka celah baru: penguasaan alat kontrol (kartu dan data) oleh pihak tertentu.

Di sisi lain, belum adanya klarifikasi resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Lebak memperpanjang ketidakpastian warga. Pemerintah daerah seharusnya segera menurunkan tim verifikasi untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedural dalam distribusi kartu dan hak akses bansos. Pengawasan publik menjadi krusial untuk memastikan bansos tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang memiliki akses administratif.


Membenahi Tata Kelola Bansos di Akar Masalah

Kasus bansos ditahan pendamping di Margamulya adalah cermin persoalan struktural dalam sistem distribusi bantuan di Indonesia: program yang baik sering gagal di tangan pelaksana yang lemah dalam transparansi dan akuntabilitas.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Majingklak: Strategi Menekan Inflasi dan Menyelamatkan Ekologi Pesisir

Ketika warga takut bertanya dan pendamping memiliki kendali penuh terhadap akses bantuan, mekanisme keadilan sosial berubah menjadi ketergantungan birokratis. Ini bukan sekadar kesalahan individu, melainkan bukti bahwa sistem pengawasan di tingkat desa belum berjalan efektif.

Perlu ada reformasi menyeluruh dalam manajemen bansos: mulai dari pelatihan pendamping, transparansi data, hingga pembukaan kanal pengaduan publik yang mudah diakses. Setiap rupiah dana bansos harus disertai dengan tanggung jawab moral dan administratif, bukan hanya seremonial pembagian kartu.

Bansos seharusnya menjadi instrumen pemulihan ekonomi warga miskin, bukan sumber kebingungan baru. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan bahwa distribusi bantuan tidak lagi dikendalikan oleh segelintir individu, melainkan berjalan sesuai prinsip keterbukaan dan keadilan sosial.

Kasus penahanan kartu bansos di Lebak mencerminkan lemahnya pengawasan dan pentingnya transparansi dalam tata kelola bantuan sosial. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG Kota Banjar jadi sorotan publik

    Klarifikasi DPRD Banjar: Bukan Korban MBG, Bukan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar terus bergulir dan menyedot perhatian publik. Nama anggota DPRD Kota Banjar, Hendrik Purnomo, sempat ikut terseret dalam pusaran pemberitaan awal terkait laporan dugaan penipuan jalur cepat menjadi mitra dapur MBG. Menyikapi situasi tersebut, Hendrik akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan […]

  • Ilustrasi refleksi makna zuhud dalam kehidupan modern dengan seseorang merenung di tengah hiruk pikuk dunia

    Zuhud atau Malas Berkedok Agama? Ini yang Jarang Berani Dibahas

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    pi albadarpost.com, OPINI – Makna zuhud sering terdengar mulia. Namun dalam praktik, zuhud dalam Islam kerap berubah arah. Banyak yang menyebut hakikat zuhud sebagai hidup sederhana tanpa ambisi. Bahkan, ada yang menjadikannya alasan untuk tidak bergerak. Pertanyaannya sederhana. Ini benar zuhud… atau sekadar nyaman tidak berusaha? Ketika Zuhud Dijadikan Alasan, Bukan Pilihan Sadar Fenomena ini […]

  • MTQH Tasikmalaya

    MTQH Tasikmalaya Berakhir, Semangat Qurani Tetap Menyala

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema hingga larut malam di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026). Pada malam penutupan MTQH Tasikmalaya XVI tingkat kota, ribuan masyarakat memenuhi area masjid untuk menyaksikan puncak perhelatan yang selama beberapa hari menjadi pusat perhatian warga. Di antara cahaya lampu yang menerangi pelataran masjid, para peserta, pendamping […]

  • Jamaah haji melakukan sa'i, antara Shafa Marwah.

    Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail selama ini sering hanya muncul sekilas saat membahas sejarah kurban atau asal-usul air Zamzam. Padahal di balik perjalanan itu, tersimpan salah satu kisah paling emosional dalam sejarah Islam: tentang seorang ibu yang bertahan di padang tandus, seorang anak kecil yang menangis kehausan, dan sebuah kota suci yang […]

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • korban love scam

    Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kasus korban love scam Rp2,1 miliar asal Surabaya mandek setahun. Pelaku dan istrinya masih buron. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang korban love scam asal Surabaya berinisial WS kembali menyuarakan tuntutan keadilan setelah kehilangan uang Rp2,1 miliar. Setahun sejak laporan dibuat, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat belum menemukan terduga pelaku, yakni pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien […]

expand_less