Prospek Properti Indonesia 2024: Lima Kota dengan Pertumbuhan Tertinggi Menurut Knight Frank

Knight Frank prediksi lima kota dengan pertumbuhan properti tertinggi di Indonesia pada 2024.
Lima Kota Jadi Pusat Pertumbuhan Properti Indonesia 2024
albadarpost.com, LENSA – Pertumbuhan properti Indonesia pada tahun 2024 diprediksi akan menguat, dengan lima kota besar dinilai memiliki potensi paling menjanjikan. Berdasarkan hasil survei Knight Frank Indonesia, kota-kota yang diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Jakarta, Ibu Kota Nusantara (IKN), Bali, Surabaya, dan Tangerang.
Prediksi ini didasarkan pada riset yang melibatkan para pemangku kepentingan industri properti nasional pada akhir tahun 2023. Hasil temuan menunjukkan bahwa lima kota tersebut memiliki daya tarik investasi yang kuat berkat infrastruktur yang berkembang, pertumbuhan sektor pendukung, dan peningkatan minat investor, terutama pascapemulihan ekonomi nasional.
“Jakarta masih menjadi magnet utama bagi pengembang dan investor. Namun, potensi baru mulai terlihat di luar Pulau Jawa, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara yang kini memasuki tahap pembangunan strategis,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, dikutip Kamis (18/1/2024).
Faktor Pendorong Pertumbuhan Properti: Energi Hijau dan Digitalisasi
Knight Frank mencatat bahwa tiga sektor bisnis akan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan properti Indonesia pada tahun 2024, yakni energi terbarukan, logistik, dan e-commerce. Ketiganya dinilai memberikan efek domino terhadap peningkatan kebutuhan ruang usaha, gudang, dan perkantoran modern.
Selain itu, tren green building atau pembangunan ramah lingkungan mulai menjadi perhatian utama para pengembang. Konsep ini tidak hanya sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, tetapi juga semakin diminati oleh generasi milenial yang sadar terhadap isu keberlanjutan.
“Digitalisasi pemasaran juga menjadi strategi baru yang tak terelakkan. Pengembang kini lebih banyak memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen muda yang cenderung mencari informasi properti secara daring,” tutur Willson.
Perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin digital turut mempercepat adaptasi industri ini. Penjualan properti melalui virtual tour, online booking, hingga metaverse property showcase diprediksi akan meningkat signifikan pada tahun 2024.
Tantangan Global dan Optimisme Pasar Dalam Negeri
Meski tren positif terlihat jelas, sektor properti nasional tidak lepas dari potensi tantangan yang perlu diwaspadai. Knight Frank mengingatkan adanya risiko resesi global, kenaikan suku bunga, dan kemungkinan perubahan kebijakan dari pemerintahan baru yang bisa memengaruhi daya beli dan keputusan investasi.
Namun demikian, sebagian besar pelaku industri tetap menunjukkan optimisme. Survei Knight Frank mencatat bahwa 67 persen pemangku kepentingan meyakini sektor properti Indonesia masih akan bertumbuh dan mampu menghadapi tekanan ekonomi global.
Salah satu faktor pendukung optimisme tersebut adalah keberlanjutan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang terbukti memberi dampak positif pada akhir tahun 2023. Sebanyak 73 persen responden menyatakan kebijakan ini telah membantu menjaga momentum pertumbuhan pasar properti, khususnya di sektor hunian menengah.
Selain itu, proyek pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan pemerintah—mulai dari jalan tol hingga kawasan industri baru—diperkirakan menjadi katalis bagi munculnya pusat-pusat ekonomi baru di luar Jawa.
Properti di Luar Jawa Makin Dilirik Investor
Salah satu perkembangan menarik yang disorot Knight Frank adalah meningkatnya minat investor terhadap kawasan luar Pulau Jawa. Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur menjadi magnet utama bagi pengembang properti nasional maupun internasional.
“Pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa kini menjadi kunci pemerataan ekonomi. Pertumbuhan properti di daerah-daerah baru itu akan semakin kuat dengan adanya dukungan energi baru dan inovasi produk yang sesuai kebutuhan pasar,” ujar Willson Kalip.
Selain IKN, Bali dan Surabaya juga menunjukkan geliat yang tak kalah menarik. Bali tetap menjadi destinasi unggulan untuk properti residensial dan komersial berbasis pariwisata, sementara Surabaya menunjukkan pertumbuhan di sektor logistik dan industri karena dukungan konektivitas pelabuhan serta jalur tol trans-Jawa.
Tangerang, yang berada di wilayah penyangga Jakarta, terus memperluas kawasan hunian terpadu dan pusat bisnis baru. Kawasan ini menjadi pilihan utama bagi pekerja urban yang menginginkan akses dekat ke ibu kota dengan harga properti yang lebih kompetitif.
Properti Indonesia 2024 Semakin Hijau dan Digital
Secara umum, Knight Frank menilai bahwa pertumbuhan properti Indonesia pada tahun 2024 akan berjalan positif dengan arah yang semakin berkelanjutan dan modern. Fokus terhadap efisiensi energi, digitalisasi pemasaran, serta pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa menjadi kunci menghadapi dinamika ekonomi global.
“Pertumbuhan sektor properti tahun ini akan dipengaruhi oleh kemampuan pelaku industri untuk berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan tren pasar,” ujar Willson menutup.
Dengan optimisme yang tetap terjaga dan dukungan kebijakan pemerintah yang pro-investasi, Indonesia diproyeksikan mampu menjaga momentum positif di sektor properti hingga tahun-tahun mendatang.
Knight Frank prediksi lima kota akan memimpin pertumbuhan properti Indonesia 2024, dipicu energi hijau dan digitalisasi pasar. (Adiksa)




