Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia, Ini Posisi ASEAN
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

Paspor Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Paspor Indonesia 2026 menempati peringkat 56 dunia dalam Passport Index dengan Mobility Score 89. Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Thailand, tetapi masih berada di atas Filipina dan Vietnam dalam pemeringkatan yang sama.
Data Passport Index mencatat paspor Indonesia memiliki akses ke 42 destinasi secara visa-free, 40 destinasi melalui visa on arrival, dan 7 destinasi dengan eTA. Sementara itu, 109 destinasi masih tercatat memerlukan visa.
Angka tersebut membuat posisi ranking paspor Indonesia 2026 menarik untuk dibaca, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Mobility Score bukan sekadar jumlah negara yang bisa dimasuki tanpa visa. Passport Index menggabungkan beberapa bentuk kemudahan perjalanan dalam satu ukuran.
Dengan demikian, posisi Indonesia tidak cukup dibaca hanya dari angka peringkat.
Paspor Indonesia Berada di Peringkat 56 Dunia
Dalam Passport Index 2026, Indonesia memperoleh Mobility Score 89 dan berada di peringkat 56. Thailand berada di posisi 53 dengan skor 93, sedangkan Kazakhstan menempati posisi 55 dengan skor 90. Setelah Indonesia, Bolivia berada di posisi 57 dengan skor 88.
Selisih Indonesia dengan Thailand memang tidak terlalu jauh jika dilihat dari Mobility Score. Thailand memperoleh 93, sedangkan Indonesia 89.
Namun, peta paspor ASEAN menunjukkan perbedaan yang lebih lebar ketika Indonesia dibandingkan dengan negara-negara di posisi teratas.
Singapura dan Malaysia sama-sama mencatat Mobility Score 175 dalam Passport Index 2026. Keduanya berada pada kelompok peringkat kedua dalam pemeringkatan global tersebut.
Artinya, dari sisi ukuran mobilitas versi Passport Index, terdapat jarak yang cukup besar antara Indonesia dan dua negara tetangga tersebut.
Apa Sebenarnya Arti Mobility Score 89?
Bagi pemegang paspor Indonesia, angka 89 bisa menimbulkan pertanyaan sederhana: seberapa luas akses perjalanan yang sebenarnya tersedia?
Jawabannya terlihat dari komposisi data Passport Index.
Paspor Indonesia tercatat memiliki 42 destinasi visa-free. Selain itu, ada 40 destinasi dengan fasilitas visa on arrival dan 7 destinasi yang menggunakan eTA. Pada saat yang sama, 109 destinasi masih tercatat membutuhkan visa.
Ketiga kategori tersebut tidak berarti hal yang sama.
Visa-free berarti pemegang paspor dapat memasuki destinasi tertentu tanpa memperoleh visa terlebih dahulu, sesuai ketentuan yang berlaku. Visa on arrival berarti proses visa dilakukan ketika tiba di negara tujuan. Sementara itu, eTA merupakan otorisasi perjalanan elektronik yang perlu diperoleh sesuai ketentuan negara tujuan.
Karena itu, pembaca tidak seharusnya menerjemahkan Mobility Score 89 sebagai “89 negara bebas visa”.
Angka tersebut merupakan ukuran mobilitas yang dibentuk dari beberapa kategori akses perjalanan.
Perbedaan ini penting, terutama ketika data ranking paspor digunakan untuk membuat keputusan perjalanan.
Jarak Indonesia dengan Singapura dan Malaysia
Perbandingan di kawasan ASEAN memperlihatkan gambaran yang lebih jelas.
Singapura mencatat Mobility Score 175, dengan 129 destinasi visa-free, 35 visa on arrival, dan 11 eTA. Passport Power Rank Singapura berada di peringkat 2.
Malaysia juga memperoleh Mobility Score 175 dan berada di kelompok peringkat 2. Dashboard Passport Index Malaysia mencatat 121 destinasi visa-free, 46 visa on arrival, dan 8 eTA.
Indonesia berada cukup jauh di bawah keduanya dengan Mobility Score 89.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa kekuatan paspor di ASEAN tidak seragam. Negara-negara yang berada dalam satu kawasan geografis dapat memiliki akses perjalanan internasional yang sangat berbeda.
Sementara itu, Thailand dengan skor 93 hanya berada sedikit di atas Indonesia. Filipina memperoleh skor 78, sedangkan Vietnam berada di posisi 71 dengan Mobility Score 69.
Dengan demikian, Indonesia berada di antara beberapa kelompok mobilitas yang berbeda dalam peta ASEAN.
Jangan Campur Passport Index dengan Henley
Pembaca juga perlu berhati-hati ketika menemukan angka ranking paspor dari sumber berbeda.
Henley Passport Index 2026 menempatkan Indonesia di peringkat 69 dengan akses ke 70 destinasi tanpa visa sebelumnya. Dalam indeks tersebut, Singapura berada di peringkat pertama dengan akses 192 destinasi, sedangkan Malaysia berada di peringkat ketujuh dengan akses 183 destinasi.
Sekilas, angka itu terlihat bertolak belakang dengan Passport Index yang menempatkan Indonesia di peringkat 56 dengan Mobility Score 89.
Padahal, keduanya menggunakan pendekatan yang berbeda.
Henley mengurutkan paspor berdasarkan jumlah destinasi yang dapat dimasuki pemegangnya tanpa memperoleh visa terlebih dahulu. Sementara itu, Passport Index menghitung Mobility Score menggunakan sejumlah kategori akses perjalanan, termasuk visa-free, visa on arrival, dan eTA.
Karena itu, angka 56 versi Passport Index dan 69 versi Henley tidak tepat diperlakukan sebagai dua angka yang mengukur hal yang persis sama.
Justru, perbedaan tersebut menunjukkan mengapa pembaca perlu melihat metodologi sebelum membandingkan ranking paspor.
Apa Artinya bagi Pemegang Paspor Indonesia?
Bagi masyarakat yang bepergian untuk wisata, bisnis, pendidikan, atau keperluan lainnya, data tersebut memiliki nilai praktis.
Semakin mudah prosedur masuk suatu negara, semakin sedikit tahapan administratif yang perlu diselesaikan sebelum perjalanan. Namun, fasilitas visa dapat memiliki syarat berbeda dan kebijakan imigrasi dapat berubah.
Karena itu, ranking paspor tidak boleh menjadi satu-satunya dasar ketika seseorang hendak bepergian. Persyaratan resmi negara tujuan tetap perlu diperiksa sebelum keberangkatan.
Pada akhirnya, Paspor Indonesia 2026 menunjukkan posisi yang cukup jelas dalam peta mobilitas dunia. Indonesia berada di peringkat 56 versi Passport Index dengan Mobility Score 89, sementara Thailand berada di peringkat 53 dengan skor 93. Di atasnya, Singapura dan Malaysia mencatat skor 175.
Data tersebut bukan sekadar daftar angka.
Di balik sebuah paspor ada seberapa mudah seseorang melintasi batas negara. Dan pada 2026, angka Indonesia menunjukkan bahwa pintu perjalanan sudah terbuka ke banyak arah—tetapi masih ada jarak yang harus dipahami ketika dibandingkan dengan paspor-paspor terkuat di kawasan. (Red)
- Penulis: redaktur






