Berita Dunia

Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Harga buka puasa dunia selalu menarik perhatian setiap Ramadan. Tahun ini, perbandingan buka puasa termahal dan termurah di dunia kembali jadi sorotan. Biaya iftar global melonjak di sejumlah negara akibat inflasi, sementara di tempat lain masyarakat justru memperkuat solidaritas agar semua orang tetap bisa menikmati hidangan berbuka. Lantas, seberapa besar selisihnya?

Ramadan bukan sekadar ibadah, tetapi juga momentum ekonomi. Karena itu, harga makanan, paket iftar hotel, hingga bahan pokok ikut mengalami penyesuaian. Namun demikian, perbedaan daya beli dan kondisi ekonomi membuat angka yang muncul sangat kontras.

Dubai: Simbol Buka Puasa Termahal di Dunia

Dubai di Dubai kerap disebut sebagai rumah bagi pengalaman buka puasa termahal di dunia. Kota ini menawarkan paket iftar mewah di hotel bintang lima dengan konsep tenda Ramadan eksklusif.

Sebagai gambaran, paket iftar premium di hotel kawasan Palm Jumeirah atau Downtown Dubai bisa mencapai 250–400 dirham atau sekitar Rp1–1,7 juta per orang. Bahkan, beberapa venue menghadirkan chef internasional, live cooking station, hingga dekorasi megah bernuansa Timur Tengah modern.

Selain itu, kenaikan harga bahan impor dan lonjakan wisatawan selama Ramadan ikut mendorong biaya operasional. Meski begitu, banyak hotel tetap menyediakan paket keluarga dan promo khusus untuk menarik pengunjung lokal.

Menariknya, di balik kemewahan tersebut, komunitas di Dubai juga aktif menggelar iftar gratis di masjid dan ruang publik. Jadi, kontras antara kemewahan dan solidaritas tampak jelas dalam satu kota yang sama.

India: Iftar Murah Meriah Penuh Cita Rasa

Berbanding terbalik, beberapa kota di India menawarkan harga buka puasa dunia yang jauh lebih terjangkau. Di kota seperti Hyderabad atau Old Delhi, masyarakat bisa menikmati paket berbuka hanya dengan Rp20.000–Rp50.000 per orang.

Menu khas seperti haleem, kurma, samosa, dan biryani dijual dengan harga bersahabat. Bahkan, di banyak masjid, relawan membagikan makanan gratis setiap hari selama Ramadan.

Walaupun India juga menghadapi tekanan inflasi, pelaku UMKM kuliner memilih menekan margin keuntungan agar pelanggan tetap bisa membeli makanan berbuka. Dengan demikian, suasana Ramadan terasa inklusif dan hangat.

Selain faktor ekonomi, budaya berbagi di India memang sangat kuat. Banyak keluarga mampu sengaja menyiapkan porsi tambahan untuk dibagikan kepada tetangga dan musafir.

Afrika: Antara Tantangan Ekonomi dan Solidaritas Tinggi

Beberapa negara di kawasan Afrika Sub-Sahara menunjukkan dinamika berbeda dalam daftar buka puasa termurah di dunia. Di Sudan atau Nigeria, masyarakat bisa berbuka dengan biaya sekitar Rp15.000–Rp40.000, tergantung wilayah dan ketersediaan bahan pangan.

Namun demikian, fluktuasi nilai tukar dan gangguan distribusi membuat harga pangan mudah berubah. Di sejumlah wilayah, harga tepung dan gula meningkat tajam menjelang Ramadan.

Meski kondisi ekonomi tidak selalu stabil, solidaritas sosial justru menguat. Komunitas lokal rutin mengadakan dapur umum. Selain itu, organisasi kemanusiaan aktif membagikan paket pangan agar keluarga prasejahtera tetap bisa menikmati hidangan berbuka.

Karena itu, jika dilihat dari sisi nominal, Afrika termasuk wilayah dengan biaya iftar rendah. Akan tetapi, perjuangan masyarakat untuk menjaga tradisi berbuka bersama jauh lebih bernilai daripada angka di atas kertas.

Dampak Inflasi terhadap Harga Buka Puasa Dunia

Secara global, inflasi pangan masih memengaruhi harga buka puasa dunia. Kenaikan biaya logistik, energi, dan impor bahan makanan menyebabkan restoran serta hotel menyesuaikan tarif.

Di negara maju, lonjakan biaya operasional langsung tercermin pada paket iftar premium. Sebaliknya, di negara berkembang, pedagang kecil lebih berhati-hati agar pelanggan tidak beralih ke opsi yang lebih murah.

Baca juga: Alasan Masakan Rumahan Paling Istimewa

Meski demikian, Ramadan selalu menghadirkan keseimbangan unik antara ekonomi dan empati. Ketika harga naik, semangat berbagi sering kali ikut meningkat. Banyak komunitas membentuk gerakan donasi makanan agar kesenjangan tidak terasa tajam.

Selisih Harga yang Bikin Kaget

Jika dibandingkan, selisih antara buka puasa termahal dan termurah di dunia bisa mencapai lebih dari Rp1,6 juta per orang dalam satu kali makan. Angka tersebut tentu mengejutkan. Namun, konteks ekonomi setiap negara berbeda.

Dubai menawarkan pengalaman kuliner mewah bertaraf internasional. India menghadirkan kelezatan autentik dengan harga terjangkau. Sementara itu, Afrika menunjukkan ketahanan sosial yang luar biasa di tengah tantangan ekonomi.

Pada akhirnya, Ramadan bukan tentang seberapa mahal hidangan tersaji. Sebaliknya, nilai kebersamaan dan kepedulianlah yang membuat momen berbuka terasa istimewa di mana pun berada.

Perbandingan harga buka puasa dunia memperlihatkan kontras tajam antara kemewahan dan kesederhanaan. Namun demikian, di balik angka fantastis atau murah meriah, ada satu benang merah yang sama: semangat solidaritas Ramadan.

Karena itu, berapa pun biaya yang dikeluarkan, makna berbuka tetap kembali pada rasa syukur dan kebersamaan. (ARR)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button