Pohon Lapuk Tumbang, Jalur Salawu–Puspahiang Sempat Tersendat
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi pohon tumbang menutupi jalan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pohon tumbang Tasikmalaya kembali mengganggu arus kendaraan. Kali ini, sebuah pohon roboh di Jalan Cicurug, Kampung Cikoranji, Desa Sukaluyu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 20.40 WIB.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pohon tersebut menutup sebagian badan jalan. Akibatnya, arus kendaraan di jalur penghubung Salawu–Puspahiang mengalami kemacetan dari kedua arah.
Pengguna jalan yang melintas di lokasi harus memperlambat kendaraan. Selain itu, batang pohon dan ranting yang berserakan membuat ruang kendaraan menjadi terbatas.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyebut kondisi batang yang telah lapuk diduga menjadi penyebab pohon tumbang. Namun, laporan tersebut tidak menyebut adanya faktor lain sebagai penyebab kejadian.
Empat Chainsaw Dikerahkan
Tidak lama setelah kejadian, tim gabungan bergerak melakukan penanganan darurat. Personel Pusdalops PB BPBD Kabupaten Tasikmalaya bekerja bersama Kepolisian, Tagana, dan masyarakat di lokasi.
Untuk mempercepat proses evakuasi, petugas mengerahkan empat unit chainsaw. Tim juga menggunakan sejumlah perlengkapan pendukung, yakni helm keselamatan, tali karmantel, serta satu unit mobil operasional Hilux Pusdalops.
Selanjutnya, petugas memotong batang pohon agar material yang menutup jalan dapat dipindahkan. Ranting dan bagian pohon lainnya juga mereka bersihkan dari badan jalan.
Langkah tersebut bertujuan membuka kembali ruang kendaraan sekaligus membuat jalur lebih aman untuk dilalui.
Sementara itu, laporan BPBD mencatat kondisi cuaca saat proses penanganan berlangsung cerah berawan.
Lalu Lintas Sempat Terganggu dari Dua Arah
Pohon tumbang di Mangunreja itu berdampak langsung terhadap pengguna jalur Salawu–Puspahiang.
Karena sebagian badan jalan tertutup, kendaraan dari kedua arah harus melintas dengan lebih hati-hati. Kondisi tersebut kemudian memicu kemacetan di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, tim gabungan langsung melakukan pembersihan. Dengan menggunakan peralatan pemotong dan perlengkapan keselamatan, petugas berupaya mempercepat proses evakuasi.
Detail empat chainsaw yang dikerahkan menjadi bagian penting dalam penanganan. Sebab, batang pohon yang menutup jalan harus dipotong terlebih dahulu sebelum petugas dapat memindahkan material dari badan jalan.
Setelah batang dan ranting terurai, petugas kemudian membersihkan material yang masih berserakan.
BPBD Imbau Pengguna Jalan Lebih Waspada
Peristiwa pohon tumbang di Jalan Cicurug tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang rutin menggunakan jalur Salawu–Puspahiang.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang memiliki pepohonan tua atau rapuh.
Imbauan tersebut terutama berlaku bagi pengguna jalan yang melewati ruas dengan pepohonan di sekitar badan jalan.
Karena itu, pengendara perlu memperhatikan kondisi lingkungan selama perjalanan. Selain menjaga kecepatan, pengguna jalan juga perlu mengantisipasi keberadaan pohon yang tampak tua atau memiliki kondisi batang yang rapuh.
Dengan kewaspadaan tersebut, pengguna jalan dapat mengurangi risiko ketika melintasi kawasan yang memiliki potensi pohon tumbang.
Bukan Hanya Batang, Ranting Juga Harus Dibersihkan
Penanganan pohon tumbang tidak berhenti setelah batang utama terpotong.
Petugas juga harus membersihkan ranting dan material lain yang berserakan di badan jalan. Sebab, sisa material tersebut dapat mengganggu ruang kendaraan dan membuat pengendara harus bermanuver ketika melintas.
Dalam kejadian di Kampung Cikoranji, tim gabungan melakukan pemotongan sekaligus pembersihan material pohon.
Selain BPBD, Kepolisian, Tagana, dan masyarakat ikut membantu proses penanganan. Kolaborasi tersebut mempercepat pekerjaan di lokasi sehingga gangguan terhadap arus kendaraan dapat segera ditangani.
Di sisi lain, penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari proses evakuasi. Petugas menggunakan helm keselamatan dan tali karmantel, sementara kendaraan operasional Hilux Pusdalops mendukung mobilitas tim.
Waspada Pohon Tua di Sepanjang Jalur
BPBD Kabupaten Tasikmalaya kembali mengingatkan pengguna jalan untuk tidak mengabaikan kondisi pepohonan di sekitar jalur yang mereka lewati.
Terlebih, masyarakat yang melintas di jalur Salawu–Puspahiang perlu meningkatkan perhatian ketika menemukan kawasan dengan pepohonan tua atau rapuh.
Peringatan tersebut menjadi relevan setelah pohon yang diduga mengalami pelapukan menutup sebagian Jalan Cicurug pada Jumat malam.
Namun, laporan BPBD tidak menyatakan bahwa seluruh jalur Salawu–Puspahiang memiliki kondisi serupa. Karena itu, kewaspadaan perlu diarahkan terutama pada titik-titik yang memiliki pepohonan tua atau rapuh.
Pada akhirnya, kejadian di Kampung Cikoranji menunjukkan bagaimana satu pohon tumbang dapat langsung mengganggu perjalanan masyarakat.
Respons cepat petugas kemudian menjadi faktor penting untuk membersihkan badan jalan dan mengurangi gangguan lalu lintas.
Dilansir dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya, proses penanganan melibatkan tim gabungan dengan dukungan empat unit chainsaw, perlengkapan keselamatan, dan kendaraan operasional Pusdalops.
Pohonnya sudah tumbang, tetapi pesannya jangan ikut terlewat: di jalur yang ramai, kewaspadaan terhadap pohon tua bisa menjadi pembeda antara perjalanan yang aman dan gangguan yang tak terduga. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar