Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat.
albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, belum kembali normal sejak insiden longsor di area Grasberg Block Cave pada awal September lalu.
Pasokan Tembaga Terhenti, Produksi Emas dan Katoda Ikut Mandek
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, menyebut stok konsentrat tembaga untuk bahan baku Smelter Freeport Gresik hanya cukup hingga akhir Oktober. Setelah itu, pabrik pengolahan logam berharga atau Precious Metal Refinery (PMR) milik Freeport di JIIPE akan berhenti beroperasi sementara.
“Sampai akhir Oktober mungkin masih bisa berjalan, tapi setelah itu ya sementara berhenti,” ujar Tri di kantor Kementerian ESDM, dikutip pekan ini.
Kementerian ESDM menjelaskan bahwa penghentian pasokan dilakukan lantaran pemerintah masih menunggu hasil evaluasi pasca longsor tambang bawah tanah di Tembagapura. Tragedi tersebut mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia dan memaksa seluruh kegiatan produksi di area Grasberg dihentikan.
Menurut laporan yang diterima pemerintah, hingga kini area longsor masih dalam tahap penelitian oleh tim teknis PT Freeport Indonesia (PTFI). “Lokasi tambang itu masih dalam penelitian. Freeport sedang memastikan penyebab kejadian dan faktor keselamatannya,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seusai Upacara Peringatan Hari Pertambangan dan Energi ke-80 di Monas, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Audit Total dan Investigasi Penyebab Longsor Tambang Freeport
Pemerintah melalui Kementerian ESDM memerintahkan audit total terhadap operasi tambang bawah tanah Freeport di Papua. Audit tersebut difokuskan pada sistem keselamatan kerja, manajemen operasional, dan pengendalian risiko di area tambang Grasberg.
“Yang pertama harus dilakukan adalah audit menyeluruh terhadap seluruh kegiatan operasi bawah tanah Freeport,” tegas Bahlil.
Ia menjelaskan, kegiatan penambangan di seluruh area—termasuk yang tidak terdampak langsung longsor—masih dihentikan sementara. Pemerintah ingin memastikan seluruh titik operasi aman sebelum kegiatan produksi dimulai kembali.
“Untuk area lain yang tidak terdampak langsung, kami masih menunggu hasil audit dan perbaikan. Kalau hasilnya aman, kegiatan bisa kembali dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Kementerian ESDM memperkirakan aktivitas tambang di Grasberg baru bisa kembali beroperasi pada paruh pertama 2026, setelah hasil audit dan langkah-langkah mitigasi selesai dilakukan.
Smelter Freeport Gresik Jadi yang Terbesar di Dunia
Smelter Freeport di KEK JIIPE Gresik merupakan fasilitas pengolahan tembaga single line terbesar di dunia. Fasilitas ini mampu mengolah hingga 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan menghasilkan sekitar 1 juta ton katoda tembaga. Selain itu, pabrik Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan yang sama juga memproduksi logam mulia, termasuk 50 ton emas dan 220 ton perak setiap tahun.

Dengan berhentinya pasokan konsentrat dari tambang Tembagapura, maka seluruh proses pengolahan tembaga dan produksi logam mulia di Gresik akan berhenti total sementara waktu.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka kembali operasi tambang sebelum hasil audit tuntas. “Kita harus tahu dulu penyebab pastinya. Baru setelah itu bisa ditentukan langkah berikutnya,” katanya.
Hingga kini, Freeport bersama pemerintah masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui faktor penyebab longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Pemerintah juga memastikan seluruh keluarga korban mendapatkan perhatian dan santunan yang layak.
Dampak Ekonomi dan Tantangan Ke Depan
Penghentian sementara Smelter Freeport Gresik diperkirakan akan berdampak pada rantai pasok industri logam nasional. Sejumlah pelaku industri menilai, gangguan ini bisa memicu penurunan pasokan bahan baku tembaga domestik. Namun pemerintah memastikan, stabilitas pasokan nasional masih dalam kendali dan akan mencari solusi sementara jika situasi berlanjut.
Kawasan JIIPE Gresik sendiri merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan memperkuat hilirisasi mineral dan menambah nilai tambah sumber daya alam dalam negeri. Dengan kapasitas besar yang dimiliki Freeport, penghentian sementara ini menjadi ujian penting bagi keberlanjutan hilirisasi tembaga di Indonesia.
Smelter Freeport Gresik berhenti sementara akibat pasokan tembaga tersendat. Pemerintah lakukan audit total untuk pastikan keamanan tambang. (Red)




