350 Persit Tasikmalaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya mengikuti pemeriksaan kesehatan terpadu di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Senin (22/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Aula Makodim 0612/Tasikmalaya sejak pagi tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya datang bergantian sambil membawa berkas pemeriksaan. Senyum dan obrolan ringan mengiringi antrean yang tertata rapi.
Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan mendampingi suami, kesehatan Persit menjadi perhatian utama dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu yang berlangsung pada Senin (22/6/2026). Program pemeriksaan kesehatan perempuan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa menjaga diri sendiri merupakan bagian penting dari menjaga keluarga.
Sebanyak 350 anggota Persit mengikuti pemeriksaan pada hari pertama pelaksanaan. Kegiatan tersebut melibatkan 22 tenaga kesehatan dari RS Jasa Kartini, Puskesmas Kahuripan, Puskesmas Tawang, dan Rumkitban Galunggung.
Puluhan Tenaga Kesehatan Turun Memberikan Pelayanan
Sejak pagi, peserta mengikuti tahapan pemeriksaan yang telah disiapkan secara sistematis. Mulai dari pendaftaran, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang, hingga pemeriksaan tekanan darah.
Selain itu, peserta juga menjalani pemeriksaan gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, pemeriksaan gigi, pemeriksaan EKG, serta konsultasi bersama dokter.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kapten Ckm dr. Adrian dari Rumkitban Galunggung dan dr. Alma dari RS Jasa Kartini.
Dengan alur pemeriksaan yang tertata, para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan nyaman. Di beberapa sudut ruangan, para anggota Persit terlihat saling berbagi cerita sambil menunggu giliran pemeriksaan.
Deteksi Dini Kanker Jadi Materi Penting
Tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, kegiatan tersebut juga menghadirkan penyuluhan kesehatan mengenai kanker payudara dan kanker serviks.
Materi disampaikan oleh Ibu Ruj’atun Ulfah dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Dalam penyuluhan itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya deteksi dini dan upaya pencegahan berbagai penyakit yang mengancam perempuan.
Pesan yang disampaikan cukup sederhana, tetapi memiliki makna besar. Banyak penyakit berbahaya sebenarnya dapat dicegah apabila diketahui sejak awal.
Karena itu, pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup perempuan.
Jangan Sampai Perempuan Lupa Menjaga Diri
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim, bersama jajaran pengurus turut memantau langsung jalannya kegiatan.
Menurutnya, kesehatan anggota Persit merupakan bagian penting yang harus mendapat perhatian bersama.
“Perempuan sering kali lebih fokus mengurus keluarga dibandingkan memperhatikan kesehatannya sendiri. Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan bahwa menjaga kesehatan diri adalah bagian dari menjaga keluarga,” ujarnya.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala mampu membantu mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak dini sehingga peluang keberhasilan penanganan menjadi lebih besar.
Karena itu, Ny. Rima berharap seluruh anggota Persit semakin peduli terhadap kesehatan dan terus menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kesehatan Perempuan Menjadi Fondasi Ketahanan Keluarga
Lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis.
Sebaliknya, setiap individu memiliki peran besar dalam menjaga tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit sejak dini.
Perempuan yang sehat akan memiliki energi lebih baik dalam menjalankan perannya di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.
Di sisi lain, pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan juga membantu perempuan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi berbagai risiko penyakit.
Karena itu, membangun budaya hidup sehat tidak bisa menunggu sampai tubuh sakit.
Kesadaran harus dimulai sejak sekarang, ketika tubuh masih sehat dan kesempatan untuk mencegah penyakit masih terbuka lebar.
Perempuan memang terbiasa menjadi tempat bersandar bagi keluarga. Namun sebelum menguatkan orang lain, jangan lupa memastikan diri sendiri tetap sehat untuk terus menjadi cahaya di rumah. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar