Gelombang Pangandaran Capai 2,5 Meter, Ini Prakiraan BMKG
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gelombang laut.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gelombang Pangandaran masih perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di laut. Cuaca laut Pangandaran dalam prakiraan terbaru BMKG berada dalam kondisi berawan tebal dengan tinggi gelombang sekitar 2,3 meter pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB. Sementara itu, BMKG memperingatkan potensi gelombang mencapai 2,5 meter di Perairan Pangandaran.
Prakiraan tersebut berlaku mulai 4 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 7 Oktober 2026 pukul 00.00. Karena itu, kondisi laut perlu dipantau secara berkala, terutama oleh nelayan dan pengguna transportasi laut yang hendak beraktivitas di kawasan tersebut.
Pada pengamatan pukul 15.00 WIB, BMKG mencatat angin bertiup dari timur dengan kecepatan 8 knot dan hembusan 9 knot. Tinggi gelombang berada pada 2,3 meter dan masuk kategori sedang. Arus permukaan bergerak ke barat dengan kecepatan sekitar 1,2 knot.
Gelombang 2,5 Meter Tercatat pada Dini Hari
Angka 2,5 meter bukan sekadar kemungkinan yang muncul tanpa dasar pengamatan.
Dalam tabel prakiraan BMKG, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter sejak pukul 00.00 hingga 05.00 WIB pada 4 Oktober. Pada periode tersebut, BMKG mengategorikan gelombang sebagai tinggi. Setelah pukul 06.00 WIB, tinggi gelombang turun menjadi sekitar 2,4 meter dan masuk kategori sedang.
Kondisi tersebut kemudian berangsur turun sepanjang siang.
Pada pukul 09.00 WIB, gelombang berada di sekitar 2,4 meter. Selanjutnya, pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, tinggi gelombang berada di kisaran 2,3 meter. BMKG masih memperkirakan gelombang sekitar 2,3 meter pada pukul 16.00, kemudian turun menjadi 2,2 meter pada sore hingga malam hari.
Artinya, kondisi laut tidak berada pada satu angka sepanjang hari.
Perubahan itu menunjukkan mengapa masyarakat yang beraktivitas di perairan perlu memperhatikan prakiraan gelombang Pangandaran berdasarkan waktu, bukan hanya melihat kondisi laut ketika berada di garis pantai.
BMKG Masih Prakirakan Gelombang di Atas 2 Meter
Perhatian terhadap kondisi laut tidak berhenti pada Minggu.
Pada Senin, 5 Oktober 2026, BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 2,0 hingga 2,1 meter sepanjang periode yang ditampilkan. Kondisi tersebut masih masuk kategori sedang.
Kemudian, pada Selasa, 6 Oktober, tinggi gelombang kembali meningkat secara bertahap. Pada pagi hari, gelombang diprakirakan sekitar 2,1 meter. Angka tersebut naik menjadi 2,2 meter pada pukul 09.00, lalu mencapai 2,3 meter pada siang hari.
Memasuki sore dan malam, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,4 meter. Pada Rabu, 7 Oktober pukul 00.00 WIB, BMKG masih mencatat prakiraan gelombang sekitar 2,4 meter.
Dengan demikian, meski angka 2,5 meter merupakan titik tertinggi yang tercatat pada awal periode, gelombang di atas 2 meter masih menjadi gambaran umum Perairan Pangandaran dalam prakiraan hingga 7 Oktober.
Angin dan Arus Juga Perlu Diperhatikan
Tinggi gelombang bukan satu-satunya informasi yang perlu dibaca.
Pada Minggu pagi hingga siang, arah angin beberapa kali berada dari tenggara dan timur. Kecepatan angin berkisar 7–10 knot, sementara hembusan pada beberapa jam dapat mencapai lebih dari 20 knot.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam membaca prakiraan cuaca laut Pangandaran. Sebab, aktivitas pelayaran tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi gelombang, tetapi juga angin dan arus.
BMKG mencatat arus pada Minggu bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,2–1,3 knot. Pada beberapa waktu berikutnya, arah arus berubah menuju barat daya.
Karena itu, pengguna perairan sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kondisi permukaan laut yang terlihat dari daratan.
Tidak Berarti Seluruh Pantai Pangandaran dalam Kondisi Ekstrem
Angka 2,5 meter perlu dibaca sesuai konteks.
BMKG pada pembaruan pukul 15.00 WIB mencatat tinggi gelombang 2,3 meter dan mengategorikannya sebagai sedang. Peringatan yang diberikan menyebut adanya potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan tersebut serta meminta masyarakat berhati-hati dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Karena itu, informasi tersebut tidak tepat jika diterjemahkan sebagai seluruh pantai Pangandaran sedang mengalami kondisi ekstrem.
Yang perlu diperhatikan adalah aktivitas di wilayah perairan dan perubahan kondisi berdasarkan waktu.
Bagi nelayan, awak kapal, maupun masyarakat yang hendak melakukan aktivitas bahari, pembaruan prakiraan dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum beraktivitas. Jika otoritas setempat mengeluarkan arahan khusus, arahan tersebut juga perlu menjadi acuan.
Masyarakat Diminta Mengikuti Pembaruan BMKG
BMKG menyediakan pembaruan prakiraan Perairan Pangandaran, termasuk informasi mengenai cuaca, angin, tinggi gelombang, dan arus. Data tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut.
Karena itu, informasi yang dibaca beberapa jam sebelumnya belum tentu menggambarkan kondisi pada waktu berikutnya.
Masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat. Langkah sederhana tersebut menjadi semakin penting ketika prakiraan menunjukkan gelombang masih berada di atas 2 meter dalam beberapa hari ke depan.
Pada saat yang sama, istilah “gelombang 2,5 meter” tidak perlu diterjemahkan secara berlebihan. Data BMKG menunjukkan variasi berdasarkan waktu, dari 2,5 meter pada dini hari, turun ke 2,3 meter pada sore, kemudian diprakirakan kembali berada di kisaran 2,4 meter pada 6–7 Oktober.
Laut Pangandaran tidak selalu terlihat berbahaya dari daratan. Namun ketika prakiraan BMKG menunjukkan gelombang masih berada di atas 2 meter, keputusan untuk melaut sebaiknya dibuat berdasarkan data, bukan sekadar melihat laut tampak tenang. (Red)
- Penulis: redaktur






