Belajar dari Pantura, Bus di Tasikmalaya Diperiksa Ketat
- account_circle redaktur
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Satlantas Polres Tasikmalaya Lakukan Ramp Check di terminal singaparna bersama Dinas Perhubungan, Kamis (16/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ramp Check Tasikmalaya menjadi langkah cepat yang dilakukan Satlantas Polres Tasikmalaya setelah serangkaian kecelakaan Pantura dalam beberapa hari terakhir menelan banyak korban jiwa. Pemeriksaan kendaraan angkutan umum itu dilakukan sebagai upaya mencegah kecelakaan serupa terjadi di wilayah Tasikmalaya sekaligus memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.
Langkah tersebut muncul setelah dua kecelakaan besar terjadi di jalur Pantura Jawa Barat. Peristiwa pertama berlangsung di wilayah hukum Polres Indramayu pada Minggu, 12 Juli 2026, ketika sebuah bus bertabrakan dengan truk hingga menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka ringan.
Sehari kemudian, Senin, 13 Juli 2026, kecelakaan kembali terjadi di wilayah Polresta Cirebon. Insiden yang melibatkan kendaraan angkutan barang dan sepeda motor itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua korban mengalami luka berat, serta tiga lainnya mengalami luka ringan.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi alarm bagi aparat kepolisian di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tasikmalaya.
Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas Utama
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, menegaskan pihaknya tidak ingin tragedi serupa terjadi di wilayah hukumnya.
Karena itu, Satlantas Polres Tasikmalaya menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memperkuat langkah pencegahan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan angkutan umum.
“Kami bersama Dishub dan Dinkes melakukan upaya untuk menurunkan angka fatalitas dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang kondusif di Tasikmalaya,” ujar AKP Didit Permadi.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penindakan. Sebaliknya, polisi mengedepankan langkah preemtif dan preventif agar potensi kecelakaan dapat ditekan sejak awal.
Ramp Check Tak Hanya Dilakukan di Jalan
Pelaksanaan Ramp Check Tasikmalaya dipimpin Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya, IPDA Ramdani.
Berbeda dengan pemeriksaan biasa, kegiatan kali ini tidak hanya menyasar kendaraan yang melintas di jalan raya. Petugas juga mendatangi pool bus, lokasi keberangkatan travel, hingga perusahaan angkutan umum dan bus pariwisata.
Melalui pola tersebut, kondisi kendaraan dapat diketahui sebelum mengangkut penumpang.
Selain itu, langkah ini memberi kesempatan kepada pengelola angkutan untuk segera memperbaiki kendaraan apabila ditemukan kekurangan.
Dokumen hingga Rem Menjadi Fokus Pemeriksaan
Petugas memeriksa berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan.
Pemeriksaan administrasi meliputi kelengkapan dokumen KIR, izin operasional, STNK, SIM, serta identitas pengemudi.
Sementara itu, aspek teknis kendaraan juga mendapat perhatian khusus. Polisi mengecek sistem pengereman, kondisi ban, lampu utama, kaca kendaraan, spion, speedometer, klakson, wiper, hingga fungsi sabuk keselamatan.
Tidak berhenti di situ, petugas memastikan setiap kendaraan memiliki alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, dan palu pemecah kaca yang siap digunakan dalam kondisi darurat.
Dengan pemeriksaan menyeluruh tersebut, risiko kecelakaan akibat kerusakan kendaraan diharapkan dapat diminimalkan.
Kondisi Sopir Ikut Diperiksa
Keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan.
Karena itu, Satlantas Polres Tasikmalaya juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi.
Petugas memastikan kondisi fisik pengemudi tetap prima sebelum membawa penumpang dalam perjalanan jauh.
Selain itu, polisi mengingatkan pentingnya disiplin waktu kerja. Pengemudi yang telah mengemudi selama empat jam berturut-turut diwajibkan beristirahat sedikitnya 30 menit agar konsentrasi tetap terjaga.
Langkah tersebut dinilai penting karena kelelahan menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Polisi Ajak Pengusaha Angkutan Bangun Budaya Keselamatan
IPDA Ramdani berharap seluruh perusahaan angkutan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keselamatan penumpang.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kecelakaan tidak hanya bergantung pada pengawasan aparat, tetapi juga memerlukan kesadaran pemilik armada dan para pengemudi.
“Harapannya para pengusaha angkutan dan pengemudi memiliki komitmen yang sama, yaitu keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” ujar IPDA Ramdani.
Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan angkutan, dan masyarakat, budaya berlalu lintas yang aman diharapkan semakin kuat sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Tragedi di Pantura menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak dimulai saat kendaraan melaju, melainkan sejak mesin dinyalakan, rem diperiksa, dan sopir dipastikan siap mengantar setiap penumpang pulang dengan selamat. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar