Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Allah Tidak Menunggu Hidupmu Tenang? Jawabannya Menampar

Mengapa Allah Tidak Menunggu Hidupmu Tenang? Jawabannya Menampar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah Anda berkata dalam hati, “Nanti kalau pekerjaan sudah selesai, saya akan lebih rajin salat.” Atau mungkin, “Kalau usaha sudah stabil, saya mulai rutin mengaji.” Sebagian orang bahkan menunggu anak-anak dewasa, utang lunas, atau masa pensiun sebelum benar-benar mendekat kepada Allah. Sekilas, alasan itu terdengar masuk akal. Namun, menurut hikmah ke-31 dalam Al-Hikam karya Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, cara berpikir seperti itulah yang justru dapat membuat seseorang terus menunda ibadah dan kehilangan kesempatan berharga untuk memperbaiki hubungannya dengan Allah.

Ironisnya, manusia begitu pandai menyusun rencana untuk masa depan, tetapi sering lupa bahwa hidup tidak pernah menjanjikan hari esok. Kalender kerja penuh, target bisnis terus bertambah, dan daftar keinginan semakin panjang. Di sisi lain, amal saleh justru ditempatkan sebagai agenda yang bisa ditunda. Padahal, waktu tidak pernah bernegosiasi dengan siapa pun.

Allah Menempatkan Hamba-Nya dalam Keadaan yang Paling Tepat

Syekh Ibnu ‘Athaillah menulis:

لَا تَتَرَقَّبْ فُرُوغَ الْأَغْيَارِ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُودِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيمَا هُوَ مُقِيمُكَ فِيهِ

Artinya:

“Jangan menunggu berakhirnya berbagai keadaan yang silih berganti. Sebab, sikap itu akan memutusmu dari menghadirkan muraqabah kepada Allah pada keadaan yang sedang Dia tempatkan untukmu.”

Para ulama pensyarah Al-Hikam menjelaskan bahwa “al-aghyār” bukan hanya musibah atau kesulitan. Istilah itu mencakup seluruh perubahan hidup: sibuk, lapang, sempit, sehat, sakit, kaya, miskin, bahkan suasana hati yang terus berubah.

Dengan kata lain, Syekh Ibnu ‘Athaillah tidak mengajarkan agar seseorang mencari kondisi ideal untuk beribadah. Sebaliknya, beliau mengingatkan bahwa setiap keadaan memiliki hak yang harus ditunaikan kepada Allah.

Jika hari ini Allah memberi kesehatan, bersyukurlah melalui amal.

Jika Allah menguji dengan kesempitan, bersabarlah tanpa meninggalkan ibadah.

Dan jika Allah melapangkan rezeki, gunakan nikmat itu untuk semakin dekat kepada-Nya.

Semua keadaan adalah ruang pengabdian, bukan alasan untuk menunda.

Kesibukan Sering Kali Bukan Musuh, Tetapi Alasan

Di zaman modern, kesibukan menjadi kambing hitam yang paling sering disalahkan.

Seseorang mengaku terlalu sibuk bekerja sehingga salat berjamaah terlewat.

Yang lain merasa belum sempat membaca Al-Qur’an karena harus mengejar target usaha.

Ada pula yang berkata belum siap berhijrah karena masih mengejar karier.

Padahal, bila dicermati lebih dalam, persoalannya bukan semata-mata sibuk. Yang sering terjadi adalah perubahan skala prioritas.

Satirnya, kita dapat menghabiskan waktu berjam-jam menggulir layar ponsel tanpa merasa bersalah. Namun, lima menit untuk berzikir terasa begitu berat. Kita cepat menjawab pesan pekerjaan, tetapi sering menunda panggilan azan. Dunia tidak salah. Kesibukan juga bukan musuh. Yang perlu diperiksa adalah hati yang mulai menganggap urusan Allah bisa menunggu.

Hari Ini Adalah Kesempatan, Bukan Sekadar Persinggahan

Nasihat Syekh Ibnu ‘Athaillah sejalan dengan pesan Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.

Beliau berkata:

“Jika engkau berada di waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore. Manfaatkan masa sehat sebelum sakit, masa muda sebelum tua, masa kaya sebelum miskin, dan kehidupan sebelum kematian.”

Nasihat ini bukan sekadar mengingatkan singkatnya usia. Lebih dari itu, ia mengajarkan agar seorang mukmin tidak menggantungkan amal pada waktu yang belum tentu ia temui.

Sahl bin Abdullah At-Tustari juga memberikan pesan serupa. Ketika malam tiba, tunaikan hak Allah pada malam itu. Ketika pagi datang, tunaikan hak Allah pada pagi itu. Jangan menunda ketaatan dengan harapan masih ada kesempatan lain.

Nikmat dan Musibah Sama-Sama Ujian

Al-Qur’an memberikan sudut pandang yang sering terlupakan.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyā’ 35).

Ayat ini menegaskan bahwa ujian tidak selalu hadir dalam bentuk kesulitan. Kesehatan merupakan ujian. Kekayaan juga ujian. Jabatan, keluarga, bahkan waktu luang termasuk ujian yang menuntut rasa syukur.

Sebaliknya, sakit, kehilangan, kesempitan rezeki, dan berbagai kesulitan menguji kesabaran seorang hamba.

Karena itu, tidak ada satu pun fase kehidupan yang membebaskan manusia dari kewajiban mengingat Allah.

Muraqabah, Merasa Diawasi Allah Setiap Saat

Inti hikmahnya bukan sekadar larangan menunda ibadah. Yang lebih dalam adalah membangun muraqabah, yakni kesadaran bahwa Allah selalu mengetahui keadaan hamba-Nya.

Kesadaran ini membuat seseorang tetap jujur saat tidak diawasi atasan.

Ia tetap bersyukur ketika memperoleh keuntungan.

Ia tetap sabar ketika kehilangan.

Dan ia tetap menjaga lisan meski sedang marah.

Ibadah akhirnya tidak hanya berlangsung di masjid. Ibadah hadir dalam cara seseorang bekerja, berdagang, mendidik anak, melayani orang tua, hingga memperlakukan sesama manusia.

Di situlah seorang mukmin memahami bahwa Allah tidak meminta kehidupan yang sempurna, melainkan hati yang tetap terhubung kepada-Nya dalam keadaan apa pun.

Jangan Menunggu Ombak Berhenti

Ada satu kesalahan yang diam-diam dilakukan banyak orang. Mereka menunggu semua masalah selesai agar bisa menjadi lebih baik. Padahal, kehidupan tidak pernah benar-benar sepi dari ujian. Setelah satu persoalan selesai, persoalan lain akan datang silih berganti.

Karena itu, menunggu hidup tenang untuk beribadah sama seperti menunggu lautan berhenti berombak sebelum belajar berlayar. Waktu terus bergerak, sedangkan kesempatan tidak selalu kembali.

Syekh Ibnu ‘Athaillah mengajarkan bahwa Allah tidak meminta kita datang setelah hidup menjadi sempurna. Justru di tengah kesibukan, kegagalan, keberhasilan, tangis, dan tawa itulah Allah menunggu hamba-Nya untuk hadir. Jangan menunggu jalan hidup menjadi lurus sebelum melangkah kepada Allah, karena sering kali jalan itu baru diluruskan setelah kita mulai melangkah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FGD May Day Tasikmalaya 2026 mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha dalam dialog ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya

    FGD May Day 2026: Langkah Baru Hubungan Industrial Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Tasikmalaya tahun ini tidak hanya berlangsung sebagai agenda seremonial. Pemerintah Kota Tasikmalaya justru memilih pendekatan yang lebih terbuka dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja dalam satu meja dialog, Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang digelar oleh Dinas […]

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • Seseorang sedang mencatat pengeluaran keuangan pribadi untuk menghindari stres finansial dan mengatur uang lebih stabil

    7 Cara Menghindari Stres Finansial yang Jarang Disadari

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Stres finansial sering muncul tanpa disadari ketika pengeluaran terasa lebih besar dari pemasukan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai tekanan keuangan atau beban ekonomi, yang perlahan bisa mengganggu fokus, emosi, bahkan hubungan dalam keluarga. Menariknya, masalah ini tidak selalu datang dari jumlah uang yang kecil, tetapi lebih sering dari cara seseorang mengelolanya. […]

  • Penjual Tanah Meninggal

    Penjual Tanah Meninggal Sebelum AJB? Jangan Panik

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Membeli tanah dengan niat membangun masa depan tentu menjadi harapan banyak orang. Namun, bagaimana jika tanah sudah dibayar, kuitansi sudah dipegang, bahkan lahan telah dikuasai bertahun-tahun, tetapi penjual meninggal dunia sebelum Akta Jual Beli (AJB) dibuat? Pertanyaan tentang penjual tanah meninggal sebelum AJB ini ternyata cukup sering muncul di masyarakat. Dilansir dari […]

  • sosialisasi pengaduan publik

    Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Sosialisasi pengaduan publik di Tasikmalaya menentukan arah transparansi dan kualitas layanan. albadarpost.com, EDITORIAL – Sosialisasi pengaduan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan satu hal mendasar: transparansi bukan lagi jargon, melainkan ukuran mutu pelayanan publik. Acara yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nana Heryana, di Op.room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (09/12/2025), […]

  • Ilustrasi seseorang membaca Al-Qur’an saat merasa sedih dan kehilangan harapan.

    Merasa Hidup Berantakan? Surat Ad-Dhuha Punya Jawaban yang Menenangkan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua luka terlihat dari wajah. Ada orang yang tetap tersenyum, tetap bekerja, tetap terlihat kuat, tetapi diam-diam merasa hancur di dalam dirinya. Di titik seperti itu, banyak orang mulai bertanya dalam hati: “Apakah Allah masih peduli?” Menariknya, pertanyaan semacam itu ternyata pernah muncul pada masa Rasulullah SAW. Karena itulah, Tafsir Ad-Dhuha […]

expand_less