Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat.

Berada di Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Monumen Koperasi Tasikmalaya menjadi saksi berkumpulnya sekitar 500 utusan dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam kongres tersebut lahir sepuluh dasar koperasi nasional yang kemudian menjadi pijakan perkembangan gerakan koperasi di Indonesia.

Namun, setelah hampir delapan dekade berlalu, kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi itu justru menghadapi tantangan berupa minimnya perawatan. Selain kondisi bangunan yang mulai menua, lokasi tersebut juga dikenal masyarakat karena kisah-kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun.

Jejak Sejarah Lahirnya Gerakan Koperasi Indonesia

Tugu Koperasi bukan sekadar monumen. Tempat ini menjadi salah satu penanda penting sejarah bangsa karena menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947.

Saat itu, ratusan utusan dari berbagai daerah berkumpul untuk menyatukan visi dalam membangun sistem ekonomi berbasis koperasi. Hasil kongres tersebut menjadi tonggak lahirnya gerakan koperasi nasional yang hingga kini diperingati setiap Hari Koperasi.

Oleh karena itu, keberadaan tugu memiliki nilai historis yang tinggi, tidak hanya bagi masyarakat Tasikmalaya, tetapi juga bagi perkembangan koperasi di Indonesia.

Meski demikian, suasana kawasan kini jauh berbeda dibanding masa kejayaannya. Aktivitas yang dahulu ramai berganti dengan lingkungan yang relatif sepi. Beberapa bangunan lama di sekitar monumen bahkan tampak lapuk akibat usia dan kurangnya pemeliharaan.

Bangunan Tua Jadi Bagian Cerita Warga

Di belakang area tugu berdiri dua bangunan tua yang dahulu memiliki fungsi berbeda. Salah satunya merupakan bekas tempat produksi batik tenun, sedangkan bangunan lainnya pernah digunakan sebagai lokasi mesin heuler atau penggilingan padi.

Kini, kedua bangunan tersebut menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dinding terlihat kusam, sebagian atap mengalami kerusakan, sementara semak belukar mulai menutupi sejumlah sudut bangunan.

Di tengah kondisi tersebut, muncul berbagai cerita yang berkembang di kalangan warga sekitar. Kisah-kisah itu menjadi bagian dari narasi lokal yang terus diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah seorang penjaga kawasan, Iin Maskanah (60), mengaku telah tinggal di area tersebut selama sekitar 36 tahun bersama suaminya, Aan Suherman (65). Selama menjaga kawasan itu, ia mengaku beberapa kali mengalami pengalaman yang menurutnya sulit dijelaskan secara logis.

“Saya sudah tidak aneh lagi. Ada anak kecil, ada noni Belanda, ada juga yang menyeramkan,” ujar Iin saat ditemui, Selasa (14/7/2026).

Ia juga mengenang salah satu pengalaman ketika sedang menjemur padi di dekat bangunan tua. Menurut pengakuannya, saat itu muncul sosok seorang perempuan lanjut usia yang justru mengingatkannya agar segera menunaikan salat Zuhur.

Meski demikian, pengalaman tersebut merupakan pengakuan pribadi narasumber dan belum dapat diverifikasi secara ilmiah. Hingga kini tidak terdapat bukti yang dapat memastikan keberadaan fenomena supranatural di kawasan tersebut.

Warga Berharap Situs Bersejarah Lebih Terawat

Selain cerita yang berkembang di masyarakat, kawasan Tugu Koperasi juga memiliki sebuah makam yang dikenal warga sebagai Makam Eyang Batara. Sebagian masyarakat masih datang untuk berziarah sesuai keyakinan masing-masing.

Terlepas dari beragam cerita lokal yang menyertainya, perhatian utama warga justru tertuju pada kondisi situs sejarah tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan upaya pelestarian sehingga kawasan ini tetap terjaga sebagai bagian dari warisan sejarah nasional.

Menurut warga, perawatan yang lebih baik akan membuka peluang menjadikan Tugu Koperasi sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus pusat edukasi mengenai perjalanan koperasi Indonesia.

Selain menjaga nilai sejarah, langkah tersebut juga dinilai dapat memperkenalkan generasi muda terhadap salah satu lokasi penting dalam perjalanan ekonomi kerakyatan bangsa.

Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini tidak hanya menyimpan kenangan masa lalu, tetapi juga berpotensi menjadi ruang pembelajaran sejarah yang menarik bagi masyarakat luas.

Nilai Historis Lebih Penting daripada Mitos

Cerita mistis yang berkembang di sekitar Tugu Koperasi telah menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat. Namun, nilai sejarah kawasan tersebut tetap menjadi warisan utama yang layak mendapat perhatian.

Karena itu, pelestarian bangunan, penyediaan informasi sejarah, serta pengembangan kawasan sebagai destinasi edukasi menjadi langkah penting agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak salah satu tonggak lahirnya koperasi Indonesia.

Sejarah yang terawat akan selalu memberi manfaat lebih besar dibanding sekadar cerita yang hidup dari mulut ke mulut.

Tugu Koperasi bukan hanya menyimpan kisah yang dipercaya sebagian warga, tetapi juga merekam jejak lahirnya ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika sejarah dirawat dengan baik, warisan bangsa akan terus hidup dan menginspirasi generasi berikutnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Sultan Singapura berkubah emas di kawasan Kampong Glam sebagai ikon wisata religi dan warisan nasional sejak 1824

    Masjid Sultan Singapura: Jejak Sultan dan Kubah Emas yang Mendunia

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Masjid Sultan Singapura menjadi simbol kuat sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara sekaligus ikon religi paling terkenal di Kampong Glam. Selain dikenal sebagai Masjid Sultan Kampong Glam, bangunan bersejarah ini juga disebut Sultan Mosque Singapore, yang berdiri megah dengan kubah emas khasnya. Sejak awal berdiri pada 1824, masjid ini bukan hanya […]

  • guru termenung di kelas kosong menggambarkan sisi sunyi dunia guru yang jarang diketahui murid

    Tak Pernah Terlihat, Ini Sisi Sunyi Dunia Guru yang Bikin Terdiam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Dunia guru sering terlihat sederhana dari bangku kelas. Namun, kehidupan guru, realita dunia guru, dan beban profesi guru menyimpan cerita yang jauh lebih dalam dari yang tampak. Banyak murid hanya melihat guru sebagai sosok yang mengajar, padahal dunia guru penuh tekanan, pengorbanan, dan sisi sunyi yang jarang terungkap. Bahkan, tidak sedikit siswa […]

  • pesantren modern dan tradisional

    Di Balik Kehidupan Santri: Rahasia Pesantren Modern dan Tradisional

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren modern dan tradisional sebagai lembaga pendidikan Islam yang membentuk karakter santri. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan pesantren modern dan tradisional secara mendalam. Padahal, sistem pendidikan ini memiliki pendekatan yang unik dan sering kali mengejutkan bagi mereka yang baru mengetahuinya. Selain itu, pendidikan santri di pesantren tidak hanya […]

  • Sambal dadakan khas restoran terkenal dengan cabai segar, tomat, dan jeruk limau di atas cobek tradisional

    Rahasia Sambal Dadakan RestoranTerbongkar, Ternyata Simpel!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pecinta kuliner mencari resep sambal dadakan restoran terkenal karena rasanya selalu segar, pedas, dan bikin nagih. Sambal ini juga dikenal sebagai sambal dadakan ala restoran atau sambal segar khas rumah makan. Meski terlihat sederhana, racikan ini menyimpan teknik khusus yang membuat rasanya berbeda dari sambal rumahan biasa. Kenapa Sambal Dadakan Restoran […]

  • Jet tempur Su-27SKM TNI AU dengan probe pengisian bahan bakar unik di belakang hidung saat keluar dari hanggar

    Cuma 3 di Dunia! Su-27SKM Indonesia Bikin Dunia Tercengang

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Su-27SKM menjadi sorotan karena statusnya sebagai jet tempur Indonesia paling langka di dunia. Pesawat tempur milik TNI AU ini sekilas tampak seperti Sukhoi Su-27 biasa, namun memiliki ciri unik yang tidak dimiliki varian Flanker lainnya. Fakta ini membuat Su-27SKM Indonesia menarik perhatian pengamat militer global. Keberadaan pesawat ini tidak hanya soal […]

  • Ilustrasi guru madrasah swasta mengajar di kelas terkait polemik guru madrasah PPPK 2026 yang terbentur aturan UU ASN.

    Harapan Jadi PPPK 2026 Pupus: Guru Madrasah Swasta di Persimpangan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru madrasah PPPK 2026 mendadak menjadi perhatian nasional setelah rencana pengangkatan ratusan ribu guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menghadapi hambatan regulasi. Harapan tersebut sebelumnya muncul ketika pemerintah membahas kemungkinan formasi bagi tenaga pendidik madrasah. Namun kini, nasib guru madrasah PPPK 2026 berada di titik yang tidak […]

expand_less