Usai Ledakan Dadaha, Densus 88 Geledah Rumah di Cilembang
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mendadak Densus 88 geledah sebuah kontrakan di Cilembang Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah ledakan terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Sehari setelah kejadian, Densus 88 Antiteror Polri bersama personel Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cilembang sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hingga berita ini ditulis, aparat belum mengumumkan penyebab pasti Ledakan Dadaha maupun status hukum pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Polisi juga masih mendalami hubungan antara lokasi penggeledahan dengan insiden yang terjadi di kawasan olahraga tersebut.
Kronologi Awal Sebelum Terjadi Ledakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, keributan sempat terjadi antara dua pedagang kaki lima sebelum terdengar suara ledakan. Perselisihan itu bermula dari adu mulut yang kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong.
Sejumlah warga menyebut seorang pria berinisial AS sempat berada di lokasi saat situasi memanas. Namun, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai peran maupun keterkaitannya dengan ledakan yang terjadi.
Tidak lama setelah keributan berlangsung, suara ledakan terdengar cukup keras dari area belakang kompleks olahraga. Kepanikan pun terjadi. Pedagang dan pengunjung berhamburan meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Sesaat kemudian, personel Polresta Tasikmalaya bersama Polsek Cihideung datang ke tempat kejadian perkara. Petugas segera mengamankan area, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan barang bukti.
Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan di Cilembang
Pada Minggu (12/7/2026), penyelidikan berkembang ketika Densus 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung.
Lokasi tersebut diketahui dihuni seorang pria berinisial AS. Penggeledahan berlangsung dengan pengamanan ketat sehingga menarik perhatian warga sekitar yang menyaksikan proses tersebut dari luar garis polisi.
Ketua RT 02 setempat, H. Ade Mumu, mengaku baru mengetahui rumah kontrakan itu dihuni oleh AS sekitar dua bulan terakhir.
“Rumah itu kontrakan atas nama Pak Doni. Saya baru mengetahui yang bersangkutan tinggal di sini sekitar dua bulan. Saat ditanya soal administrasi, yang bersangkutan menyampaikan masih menunggu rumahnya selesai,” ujar Ade Mumu.
Menurut keterangan warga, penghuni kontrakan tersebut dikenal cukup tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Informasi tersebut merupakan kesaksian warga dan belum berkaitan dengan hasil penyelidikan aparat.
Polisi Masih Dalami Barang Bukti dan Penyebab Ledakan
Dalam proses penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang untuk kepentingan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat 13 barang yang diamankan, termasuk beberapa benda yang masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.
Hingga kini, aparat belum menjelaskan secara rinci fungsi maupun keterkaitan barang-barang tersebut dengan Ledakan Dadaha. Seluruh temuan masih berada dalam proses pendalaman.
Pihak kepolisian juga belum menyampaikan apakah penggeledahan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab ledakan ataupun apakah terdapat unsur tindak pidana tertentu dalam peristiwa tersebut.
Karena itu, seluruh informasi mengenai hubungan antara penghuni rumah kontrakan dengan insiden di Dadaha masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum.
Penyelidikan Terus Berlangsung
Peristiwa Ledakan Dadaha masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab. Aparat kepolisian bersama Densus 88 terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengungkap penyebab ledakan secara menyeluruh.
AlbadarPost akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan keterangan resmi dari aparat berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Densus 88 Antiteror Polri maupun Polresta Tasikmalaya mengenai status hukum pihak-pihak yang diperiksa dalam penyelidikan tersebut.
Di balik garis polisi dan proses penyelidikan yang masih berlangsung, publik kini menunggu satu hal yang paling penting: fakta yang utuh, bukan sekadar dugaan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar