Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah budaya yang serba cepat, banyak orang ingin semua hal terjadi sesuai jadwal yang mereka susun sendiri. Takdir Allah, ketetapan Allah, dan qadha serta qadar sering kali hanya diterima ketika sejalan dengan keinginan. Sebaliknya, saat kenyataan berbeda, hati mulai gelisah, doa terasa seolah belum dijawab, bahkan kesabaran ikut diuji.

Fenomena itu sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum media sosial dipenuhi cerita sukses instan, Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari telah mengingatkan satu penyakit hati yang hingga kini masih sering menjangkiti manusia.

Beliau berkata dalam kitab Al-Hikam:

مَا تَرَكَ مَنْ الْجَهْلِ شَيْئًا مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحْدِثَ فِي الْوَقْتِ غَيْرَ مَا أَظْهَرَهُ اللَّهُ فِيهِ

“Tidaklah seseorang meninggalkan sedikit pun dari kebodohan ketika ia menginginkan terjadi pada suatu waktu selain apa yang Allah tampakkan pada waktu itu.”

Kalimat ini tidak mengajak manusia berhenti berusaha. Sebaliknya, nasihat tersebut mengingatkan agar seseorang tidak terjebak pada keinginan mengatur sesuatu yang sepenuhnya berada dalam kuasa Allah.

Kita Boleh Merencanakan, Tetapi Allah Menentukan

Tidak ada yang salah dengan memiliki cita-cita. Islam justru mendorong umatnya bekerja keras, mencari rezeki, belajar, dan mempersiapkan masa depan.

Namun, persoalan muncul ketika harapan berubah menjadi tuntutan.

Seseorang ingin usahanya langsung berhasil. Yang lain berharap segera memperoleh pekerjaan impian. Ada pula yang merasa doanya harus dikabulkan sesuai waktu yang telah ia tentukan sendiri.

Saat kenyataan berbeda, kekecewaan perlahan muncul. Padahal, bisa jadi Allah sedang menyelamatkannya dari sesuatu yang belum ia ketahui.

Di sinilah manusia sering lupa bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu, sedangkan pengetahuan manusia sangat terbatas.

Allah SWT berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Allah Mengatur Setiap Detik Kehidupan

Al-Qur’an memberikan penegasan bahwa tidak ada satu waktu pun yang kosong dari pengaturan Allah.

Firman-Nya:

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap waktu Dia berada dalam urusan.” (QS. Ar-Rahman: 29).

Para ulama menjelaskan bahwa setiap saat Allah menghidupkan, mematikan, mengangkat derajat, memberi rezeki, menguji hamba-Nya, membuka pintu kemudahan, sekaligus menutup jalan yang dapat membawa keburukan.

Karena itu, tidak semua penundaan berarti penolakan. Tidak semua kehilangan merupakan musibah. Demikian pula, tidak setiap keberhasilan yang datang cepat selalu menjadi kebaikan.

Sering kali hikmah baru terlihat setelah waktu berlalu.

Tawakal Tidak Sama dengan Menyerah

Ada anggapan bahwa menerima takdir berarti berhenti berikhtiar. Pemahaman seperti ini tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

Hadis tersebut menunjukkan keseimbangan antara usaha dan tawakal.

Seorang mukmin tetap bekerja, belajar, berdagang, menabung, dan berdoa. Namun, setelah semua ikhtiar dilakukan, ia menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan lapang dada.

Sikap inilah yang melahirkan ketenangan. Sebab, seseorang tidak lagi mengukur kasih sayang Allah hanya dari cepat atau lambatnya doa terkabul.

Barangkali yang Perlu Diubah Bukan Takdirnya, Melainkan Cara Pandang Kita

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah terpancing membandingkan diri dengan orang lain. Ada teman yang lebih cepat menikah. Ada kerabat yang usahanya berkembang pesat. Dan ada pula rekan kerja yang lebih dahulu memperoleh jabatan.

Perbandingan seperti itu sering membuat hati tergesa-gesa.

Padahal, Allah tidak pernah menjanjikan setiap hamba akan melalui jalan yang sama.

Setiap orang memiliki waktu, ujian, rezeki, dan pelajaran hidup yang berbeda.

Karena itu, yang patut dipertanyakan bukanlah mengapa takdir orang lain tampak lebih indah, melainkan apakah kita sudah memanfaatkan waktu yang Allah berikan hari ini dengan sebaik-baiknya.

Bukankah sangat mungkin kita sibuk meminta garis akhir, sementara Allah sedang mengajarkan cara berlari yang benar?

Saatnya Berdamai dengan Waktu Allah

Imam Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa kebodohan terbesar bukanlah tidak mengetahui masa depan. Kebodohan itu muncul ketika manusia merasa lebih tepat menentukan waktu dibandingkan Allah.

Maka, teruslah berikhtiar. Perbanyak doa. Jangan lelah memperbaiki diri. Namun, setelah semua dilakukan, izinkan hati belajar ridha terhadap ketetapan-Nya.

Sebab, takdir Allah tidak pernah datang terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Selalu ada hikmah yang menyertai setiap waktu yang telah Dia pilih.

Barangkali yang membuat hati lelah bukan karena Allah terlalu lama mengabulkan doa. Bisa jadi, hati kita yang terlalu tergesa ingin mendahului waktu-Nya. Ketika ikhtiar berjalan beriringan dengan tawakal, kita akan menyadari satu hal: takdir Allah tidak pernah salah alamat dan tidak pernah salah waktu. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Layang-Layang Garut

    Langit Garut Menyatukan Dunia Lewat Festival Layang-Layang

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA — Festival Layang-Layang Garut kembali membuktikan bahwa sebuah tradisi sederhana mampu menarik perhatian dunia. Di bawah langit biru kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, ratusan layang-layang dari berbagai negara menari mengikuti embusan angin pegunungan. Garut International Kite Festival 2026 bukan hanya menghadirkan atraksi udara yang memikat, tetapi juga mempertemukan budaya, memperkenalkan destinasi wisata, […]

  • Rektor PTN Terbaik

    Jejak Pendidikan Rektor PTN Terbaik Indonesia 2026

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Rektor PTN terbaik menjadi sorotan karena tidak hanya memimpin perguruan tinggi ternama, tetapi juga memiliki perjalanan akademik yang menarik untuk dipelajari. Berdasarkan rangkuman informasi yang dipublikasikan akun Titik Nol English Course, profil pendidikan sejumlah rektor universitas terbaik di Indonesia memperlihatkan pola yang hampir serupa, yakni membangun fondasi kuat sejak jenjang sarjana sebelum memperluas […]

  • Tanam Pohon

    Aksi Hijau HUT Kabar Priangan: Pohon Buah untuk Siswa SLBN Bungursari

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Puluhan karyawan Kabar Priangan dari Pikiran Rakyat Group menggelar aksi tanam pohon di area SLBN Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/5/2026). Kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabar Priangan ke-27 sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan. Aksi tanam pohon itu tidak hanya menghadirkan suasana hijau […]

  • Kekeringan Tasikmalaya

    Krisis Air Meluas di Tasikmalaya, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Tasikmalaya semakin meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 71 desa di 11 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dengan tingkat risiko tinggi. Kondisi ini membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara sektor pertanian juga mulai merasakan dampaknya. BPBD menjelaskan […]

  • Permendagri 18 Tahun 2024

    Permendagri 18 Tahun 2024 Atur Kertas dan Tinta Naskah Dinas

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Permendagri 18 Tahun 2024 menjadi acuan terbaru dalam penyusunan Tata Naskah Dinas di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Salah satu ketentuan yang mungkin sering luput dari perhatian adalah standar penggunaan kertas dan tinta. Padahal, kedua unsur tersebut berperan penting dalam menjaga keaslian dokumen, memperkuat legalitas administrasi, serta memastikan arsip tetap bertahan dalam […]

  • PPPK Paruh Waktu

    Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Tasikmalaya melantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Bupati tegaskan evaluasi kinerja dan tanggung jawab penuh ASN. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelantikan 4.555 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni kepegawaian. Kebijakan ini menandai arah baru tata kelola tenaga kerja non-ASN, terutama bagi ribuan pegawai yang bertahun-tahun mengabdi tanpa status jelas. PPPK […]

expand_less