Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Kemarau Panjang? Inilah Tuntunan Lengkap Salat Istisqa

Kemarau Panjang? Inilah Tuntunan Lengkap Salat Istisqa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Musim kemarau yang berkepanjangan sering membawa dampak bagi kehidupan masyarakat, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga terganggunya sektor pertanian. Dalam ajaran Islam, salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dianjurkan ketika terjadi kekeringan adalah Salat Istisqa, yaitu salat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Namun, ibadah ini tidak menggantikan ikhtiar nyata seperti menjaga lingkungan, mengelola sumber daya air, dan membantu masyarakat yang terdampak.

Dengan demikian, Islam mengajarkan keseimbangan antara doa, usaha, dan tawakal. Ketiganya saling melengkapi dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Apa Itu Salat Istisqa?

Salat Istisqa merupakan salat sunnah dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon hujan ketika suatu daerah mengalami kemarau atau kekeringan.

Tuntunan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hadis mengenai pelaksanaan Salat Istisqa diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, ketika Nabi Muhammad SAW memimpin kaum Muslimin berdoa memohon hujan di Madinah. Atas izin Allah SWT, hujan pun turun sebagai rahmat bagi masyarakat.

Ibadah tersebut mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Mengatur alam semesta.

Persiapan Sebelum Salat Istisqa

Para ulama menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan Salat Istisqa, seorang Muslim dianjurkan mempersiapkan diri lahir dan batin. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak istigfar, bertaubat, memperbanyak sedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperbanyak doa.

Anjuran tersebut memiliki landasan dalam firman Allah SWT:

“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.'”

(QS. Nuh: 10–11).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa istigfar dan taubat menjadi bagian penting dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tata Cara Salat Istisqa Sesuai Sunnah

Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat, umumnya di lapangan terbuka pada waktu pagi, sebagaimana waktu pelaksanaan Salat Id.

Rakaat pertama dimulai dengan niat, takbiratul ihram, takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-A’la atau surah lain yang mudah.

Rakaat kedua dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah atau surah lain yang dikuasai. Setelah itu salat diakhiri dengan salam.

Selanjutnya setelah salam, imam menyampaikan khutbah yang berisi ajakan untuk bertakwa, memperbanyak istigfar, memperbanyak amal saleh, dan memohon hujan kepada Allah SWT.

Kemudian setelah setelah selesai khutbah, khatib memimpin jamaah membaca:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّاراً فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً

“Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah Maha Pengampun. Maka turunkanlah hujan yang lebat dari langit-Mu untuk kami.”

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa imam dianjurkan membalik selendang atau pakaian bagian atas ketika berdoa sebagai simbol harapan agar Allah SWT mengubah keadaan dari kekeringan menjadi turunnya hujan. Dalam masalah khutbah maupun beberapa rincian pelaksanaan Salat Istisqa, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama fikih. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam dan sama-sama memiliki dasar ijtihad yang dihormati.

Doa Memohon Hujan

Di antara doa yang diajarkan Rasulullah SAW ialah:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahumma aghitsna.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, lalu Dia menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”

(QS. Asy-Syura: 28).

Ayat tersebut mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh kehilangan harapan terhadap rahmat Allah SWT.

Ikhtiar Spiritual dan Ikhtiar Nyata Harus Berjalan Bersama

Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar spiritual. Namun, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga sebab-sebab yang mendukung keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, menghemat penggunaan air, melestarikan hutan, menjaga daerah resapan, serta membantu masyarakat yang mengalami kekeringan merupakan bentuk tanggung jawab yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

(HR. Tirmidzi).

Hadis tersebut menegaskan bahwa tawakal selalu disertai usaha, bukan hanya menunggu tanpa berikhtiar.

Pelajaran yang Tetap Relevan

Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah, Salat Istisqa mengingatkan bahwa manusia perlu menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab terhadap alam.

Tata cara yang dijelaskan dalam artikel ini merupakan panduan umum berdasarkan hadis-hadis sahih serta pendapat mayoritas ulama. Dalam praktiknya, pelaksanaan Salat Istisqa dapat mengikuti tuntunan ulama, imam, atau lembaga keagamaan setempat.

Salat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan dari langit. Lebih dari itu, ibadah ini mengajarkan agar hati kembali tunduk kepada Allah, tangan tetap bekerja menjaga bumi, dan harapan tidak pernah kering meski kemarau terasa panjang. Ketika doa dan ikhtiar berjalan beriringan, seorang Muslim telah menapaki jalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • Flotilla Gaza

    Flotilla Gaza Kembali Dicegat, Tapi Solidaritas Dunia Justru Meledak

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Konflik Palestina kembali memasuki babak yang menyita perhatian dunia. Kali ini, sorotan tertuju pada Flotilla Gaza, armada kapal bantuan kemanusiaan yang dicegat pasukan Israel saat mencoba menuju Jalur Gaza melalui Laut Mediterania. Insiden ini bukan hanya memantik kemarahan internasional, tetapi juga memperlihatkan bagaimana isu Palestina terus hidup di tengah kesadaran publik […]

  • Pendamping PAMSIMAS 2026

    Lowongan PAMSIMAS 2026 Dibuka, Cari Pendamping untuk Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di sejumlah desa di Indonesia, pagi hari sering dimulai dengan suara ember yang saling beradu di dekat sumber air. Di sudut lain, jeriken berwarna biru dan kuning berjajar di pinggir jalan setapak menunggu giliran diisi. Ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya, sebagian warga bahkan harus berjalan lebih jauh hanya […]

  • Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menghadiri Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna bersama Forkopimda dan masyarakat.

    Dandim 0612 Hadiri Idul Adha Tasikmalaya, Suasana Khidmat Selimuti Singaparna

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Idul Adha Tasikmalaya terasa berbeda di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi, ribuan langkah jamaah terus berdatangan memenuhi halaman masjid. Takbir menggema pelan dari pengeras suara. Di sela udara pagi yang masih dingin, aroma sajadah dan rumput basah bercampur menjadi satu. Momentum Hari Raya Kurban tingkat Kabupaten Tasikmalaya […]

  • peluang usaha retail

    Simulasi Balik Modal Franchise Minimarket 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di balik narasi besar peluang usaha retail, franchise minimarket seperti Alfamart sering dipersepsikan sebagai bisnis aman. Namun, ketika angka dibedah lebih rinci, keuntungan usaha ini sangat bergantung pada lokasi, struktur biaya, dan daya beli warga sekitar. Investigasi ini mencoba mensimulasikan waktu balik modal dan membandingkannya dengan beberapa model franchise minimarket lain. Analisis […]

  • Kebakaran Lahan Ciamis

    Leuwikeris Terbakar, Kelalaian Kecil Bisa Jadi Bencana

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Hanya satu puntung rokok yang diduga masih menyala, kawasan Bendungan Leuwikeris di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, nyaris menghadapi kebakaran yang lebih besar pada Jumat (3/7/2026). Kebakaran lahan Ciamis itu memang berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut kembali membuka kenyataan bahwa kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan masih menjadi ancaman serius ketika […]

expand_less