Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » BBM Naik, Bolehkah Pedagang Ikut Naikkan Harga?

BBM Naik, Bolehkah Pedagang Ikut Naikkan Harga?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara timbangan besi beradu pelan dengan meja kayu. Aroma bawang merah dan cabai segar bercampur dengan wangi kopi yang baru diseduh dari warung kecil di sudut pasar. Pagi itu, seorang ibu tampak menghela napas ketika mendengar harga telur naik seribu rupiah.

“Katanya BBM naik lagi, Bu. Ongkos kirim dari pemasok juga ikut naik,” ujar seorang pedagang sembako sambil merapikan tumpukan beras.

Percakapan sederhana seperti itu mungkin sedang terjadi di banyak pasar tradisional setelah harga BBM atau bahan bakar minyak mengalami kenaikan. Harga barang bergerak. Ongkos angkut bertambah. Namun, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting. Apakah pedagang boleh langsung menaikkan harga?

Dalam fikih muamalah, persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan. Islam juga menempatkan keadilan dan kemaslahatan masyarakat sebagai bagian penting dalam aktivitas ekonomi.

Islam Mengakui Harga Bisa Berubah Sesuai Kondisi

Kenaikan BBM hampir selalu berdampak pada rantai distribusi. Sopir angkutan harus mengeluarkan biaya lebih besar. Pemasok menghitung ulang ongkos operasional. Akibatnya, sebagian harga barang ikut mengalami penyesuaian.

Fenomena seperti ini bukan hal baru. Pada masa Rasulullah SAW, harga barang pernah melonjak sehingga para sahabat meminta Nabi Muhammad SAW menetapkan harga.

Namun, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah-lah yang menetapkan harga, yang menahan, yang melapangkan dan yang memberi rezeki.”

(HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang wajar. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi akibat meningkatnya biaya produksi maupun distribusi pada dasarnya diperbolehkan.

Meski demikian, Islam tidak memberikan ruang bagi keserakahan.

Keadilan Harga Menjadi Fondasi Utama Muamalah

Menjelang siang, suasana pasar semakin ramai. Teriakan penjual ayam bersahutan dengan suara pembeli yang sibuk menawar. Sebagian pedagang memilih tetap mengambil keuntungan seperti biasa. Sebagian lainnya mulai menghitung ulang modal yang semakin besar.

Di tengah kondisi seperti itu, Islam mengajarkan prinsip keseimbangan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.”

(QS Asy-Syu’ara: 183)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

(HR Ibnu Majah)

Dua dalil tersebut menjadi dasar penting dalam fikih muamalah. Pedagang berhak memperoleh keuntungan. Sebaliknya, konsumen juga berhak mendapatkan harga yang wajar.

Karena itu, Islam tidak memandang perdagangan sebagai perlombaan mencari laba sebesar-besarnya. Syariat justru mendorong terciptanya transaksi yang sehat dan saling menguntungkan.

Bolehkah Pedagang Langsung Menaikkan Harga?

Jawabannya, boleh, selama kenaikan tersebut memiliki alasan yang jelas dan dilakukan secara proporsional.

Jika biaya distribusi naik karena BBM naik, pedagang dapat melakukan penyesuaian harga. Namun, kenaikan tersebut seharusnya mengikuti tambahan biaya yang nyata, bukan semata-mata memanfaatkan kepanikan masyarakat.

Pandangan serupa dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Hisbah fil Islam. Menurut ulama besar tersebut, keuntungan yang wajar diperbolehkan selama tidak mengandung unsur kezaliman dan manipulasi pasar.

Karena itu, seorang pedagang yang jujur tidak akan memanfaatkan situasi demi memperoleh keuntungan berlebihan. Sebaliknya, ia akan menjaga kepercayaan pelanggan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Islam Melarang Penimbunan dan Permainan Harga

Menjelang sore, pasar mulai sepi. Sebagian pedagang membereskan dagangan yang tersisa. Di saat seperti itu, godaan untuk meraih keuntungan besar terkadang muncul.

Padahal, Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas terhadap praktik penimbunan barang.

“Barang siapa melakukan penimbunan, maka ia berdosa.”

(HR Muslim)

Larangan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak membenarkan upaya menciptakan kelangkaan demi menaikkan harga.

Sebaliknya, Rasulullah SAW memberikan kedudukan yang mulia kepada pedagang yang jujur.

“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada.”

(HR Tirmidzi)

Karena itu, keberhasilan dalam bisnis tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan. Kejujuran dan amanah justru menjadi investasi yang nilainya jauh lebih mahal.

Saat BBM Naik, Empati Jangan Sampai Turun

Kenaikan harga BBM memang dapat memengaruhi banyak orang. Pedagang harus menghitung ulang modal usaha. Sementara itu, para pembeli berusaha menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Dalam kondisi seperti itu, empati menjadi sesuatu yang sangat berharga. Pedagang tidak sepatutnya mengambil keuntungan secara berlebihan. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa sebagian kenaikan harga terjadi karena biaya operasional yang memang bertambah.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan keseimbangan. Mencari keuntungan adalah hal yang halal. Namun, keuntungan tersebut harus berjalan beriringan dengan kejujuran, keterbukaan, dan rasa keadilan.

Sebab, perdagangan dalam Islam bukan hanya soal angka di atas kertas. Muamalah yang baik juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

BBM boleh naik, harga boleh menyesuaikan, tetapi jangan sampai nurani ikut melambung. Sebab yang paling mahal dalam bisnis bukanlah barang dagangan, melainkan keberkahan yang hilang ketika keuntungan diperoleh dengan mengorbankan keadilan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya di Jalan Mohammad Hatta yang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya dan pusat peringatan Hari Koperasi Nasional.

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota […]

  • Harga BBM Pertamina

    Di Tengah Gejolak Minyak Dunia, Pertalite Tak Naik, Pertamax Disesuaikan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Kabar mengenai harga BBM Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat setelah Pertamina melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Namun di tengah berbagai spekulasi yang beredar, ada satu informasi yang langsung menjadi sorotan para pengendara: harga Pertalite dan BioSolar subsidi tetap bertahan. Hingga saat ini, […]

  • Pariwisata dan Kreativitas

    Pariwisata dan Kreativitas Jadi Ruh Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pariwisata dan kreativitas jadi pusat perhatian di Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 bersama Disporabudpar. albadarpost.com, WARTA MITRA. Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar). Dengan mengusung semangat “Tasik Kreatif, Tasik Berdaya”, perayaan tahun ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan juga […]

  • Ibu muslimah menyiapkan menu sahur bergizi dengan sayur, protein, dan buah untuk nutrisi keluarga sehat saat Ramadan.

    Nutrisi Keluarga Sehat Saat Ramadan, Ibu 30+ Wajib Tahu

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nutrisi keluarga sehat saat Ramadan menjadi kunci utama agar ibu usia 30+ tetap bertenaga sepanjang hari. Pola makan sehat Ramadan, menu sahur bergizi, serta gizi seimbang saat puasa membantu menjaga metabolisme tetap stabil. Tanpa strategi yang tepat, tubuh mudah lemas, konsentrasi menurun, dan risiko gangguan gula darah meningkat. Memasuki usia 30-an, metabolisme […]

  • Raffi Ahmad Nusakambangan

    Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad puji transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. Raffi Ahmad Kagum Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan albadarpost.com, HUMANIORA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai transformasi besar-besaran yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai langkah luar biasa. […]

  • Akses KUR Bekasi

    Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Akses KUR Bekasi dipercepat untuk menekan ketergantungan UMKM pada pinjaman ilegal dan rentenir. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi kembali menyoroti akses KUR Bekasi yang dinilai belum mudah dan cepat. Mereka menyampaikan keluhan soal syarat jaminan, proses verifikasi yang panjang, hingga ketidakpastian persetujuan. Kondisi ini membuat sebagian pengusaha kecil meminjam modal dari rentenir […]

expand_less