Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » BBM Naik, Bolehkah Pedagang Ikut Naikkan Harga?

BBM Naik, Bolehkah Pedagang Ikut Naikkan Harga?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara timbangan besi beradu pelan dengan meja kayu. Aroma bawang merah dan cabai segar bercampur dengan wangi kopi yang baru diseduh dari warung kecil di sudut pasar. Pagi itu, seorang ibu tampak menghela napas ketika mendengar harga telur naik seribu rupiah.

“Katanya BBM naik lagi, Bu. Ongkos kirim dari pemasok juga ikut naik,” ujar seorang pedagang sembako sambil merapikan tumpukan beras.

Percakapan sederhana seperti itu mungkin sedang terjadi di banyak pasar tradisional setelah harga BBM atau bahan bakar minyak mengalami kenaikan. Harga barang bergerak. Ongkos angkut bertambah. Namun, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting. Apakah pedagang boleh langsung menaikkan harga?

Dalam fikih muamalah, persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan. Islam juga menempatkan keadilan dan kemaslahatan masyarakat sebagai bagian penting dalam aktivitas ekonomi.

Islam Mengakui Harga Bisa Berubah Sesuai Kondisi

Kenaikan BBM hampir selalu berdampak pada rantai distribusi. Sopir angkutan harus mengeluarkan biaya lebih besar. Pemasok menghitung ulang ongkos operasional. Akibatnya, sebagian harga barang ikut mengalami penyesuaian.

Fenomena seperti ini bukan hal baru. Pada masa Rasulullah SAW, harga barang pernah melonjak sehingga para sahabat meminta Nabi Muhammad SAW menetapkan harga.

Namun, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah-lah yang menetapkan harga, yang menahan, yang melapangkan dan yang memberi rezeki.”

(HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang wajar. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi akibat meningkatnya biaya produksi maupun distribusi pada dasarnya diperbolehkan.

Meski demikian, Islam tidak memberikan ruang bagi keserakahan.

Keadilan Harga Menjadi Fondasi Utama Muamalah

Menjelang siang, suasana pasar semakin ramai. Teriakan penjual ayam bersahutan dengan suara pembeli yang sibuk menawar. Sebagian pedagang memilih tetap mengambil keuntungan seperti biasa. Sebagian lainnya mulai menghitung ulang modal yang semakin besar.

Di tengah kondisi seperti itu, Islam mengajarkan prinsip keseimbangan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.”

(QS Asy-Syu’ara: 183)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

(HR Ibnu Majah)

Dua dalil tersebut menjadi dasar penting dalam fikih muamalah. Pedagang berhak memperoleh keuntungan. Sebaliknya, konsumen juga berhak mendapatkan harga yang wajar.

Karena itu, Islam tidak memandang perdagangan sebagai perlombaan mencari laba sebesar-besarnya. Syariat justru mendorong terciptanya transaksi yang sehat dan saling menguntungkan.

Bolehkah Pedagang Langsung Menaikkan Harga?

Jawabannya, boleh, selama kenaikan tersebut memiliki alasan yang jelas dan dilakukan secara proporsional.

Jika biaya distribusi naik karena BBM naik, pedagang dapat melakukan penyesuaian harga. Namun, kenaikan tersebut seharusnya mengikuti tambahan biaya yang nyata, bukan semata-mata memanfaatkan kepanikan masyarakat.

Pandangan serupa dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Hisbah fil Islam. Menurut ulama besar tersebut, keuntungan yang wajar diperbolehkan selama tidak mengandung unsur kezaliman dan manipulasi pasar.

Karena itu, seorang pedagang yang jujur tidak akan memanfaatkan situasi demi memperoleh keuntungan berlebihan. Sebaliknya, ia akan menjaga kepercayaan pelanggan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Islam Melarang Penimbunan dan Permainan Harga

Menjelang sore, pasar mulai sepi. Sebagian pedagang membereskan dagangan yang tersisa. Di saat seperti itu, godaan untuk meraih keuntungan besar terkadang muncul.

Padahal, Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas terhadap praktik penimbunan barang.

“Barang siapa melakukan penimbunan, maka ia berdosa.”

(HR Muslim)

Larangan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak membenarkan upaya menciptakan kelangkaan demi menaikkan harga.

Sebaliknya, Rasulullah SAW memberikan kedudukan yang mulia kepada pedagang yang jujur.

“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada.”

(HR Tirmidzi)

Karena itu, keberhasilan dalam bisnis tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan. Kejujuran dan amanah justru menjadi investasi yang nilainya jauh lebih mahal.

Saat BBM Naik, Empati Jangan Sampai Turun

Kenaikan harga BBM memang dapat memengaruhi banyak orang. Pedagang harus menghitung ulang modal usaha. Sementara itu, para pembeli berusaha menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Dalam kondisi seperti itu, empati menjadi sesuatu yang sangat berharga. Pedagang tidak sepatutnya mengambil keuntungan secara berlebihan. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa sebagian kenaikan harga terjadi karena biaya operasional yang memang bertambah.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan keseimbangan. Mencari keuntungan adalah hal yang halal. Namun, keuntungan tersebut harus berjalan beriringan dengan kejujuran, keterbukaan, dan rasa keadilan.

Sebab, perdagangan dalam Islam bukan hanya soal angka di atas kertas. Muamalah yang baik juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

BBM boleh naik, harga boleh menyesuaikan, tetapi jangan sampai nurani ikut melambung. Sebab yang paling mahal dalam bisnis bukanlah barang dagangan, melainkan keberkahan yang hilang ketika keuntungan diperoleh dengan mengorbankan keadilan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT KPK Kejari

    KPK Tangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    KPK menangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara dalam OTT terkait dugaan pemerasan yang libatkan aparat penegak hukum. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Penindakan ini penting karena menyentuh langsung institusi penegak hukum yang selama ini ditempatkan sebagai […]

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • Ilustrasi pedagang Muslim berdagang di pelabuhan Nusantara sambil berdakwah secara damai kepada masyarakat lokal

    Bukan Penaklukan, Ini “Strategi Sunyi” Penyebaran Islam di Nusantara

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Selama ini kita sering mendengar satu pola besar: agama menyebar lewat kekuatan. Namun ketika kita melihat penyebaran Islam Nusantara—atau yang juga dikenal sebagai islamisasi Indonesia dan masuknya Islam ke kepulauan Nusantara—ceritanya justru tidak mengikuti pola itu. Tidak ada ekspedisi militer besar. Tidak ada penaklukan seperti dalam banyak catatan dunia lain. Namun hasilnya […]

  • Ledakan Dadaha

    Fakta Baru Ledakan Dadaha, Polisi Ungkap Awal Perselisihan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kepolisian mengungkap bahwa rangkaian peristiwa yang berujung pada ledakan diduga berawal dari perselisihan antarpedagang. Temuan awal tersebut sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik, meski proses penyidikan hingga kini masih terus berjalan. […]

  • Ilustrasi keteguhan Nabi Luth dalam menghadapi kaumnya yang menolak dakwah dan kebenaran

    Keteguhan Nabi Luth dalam Menghadapi Kaumnya yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keteguhan Nabi Luth menjadi salah satu kisah yang penuh makna dalam sejarah Islam. Melalui kisah Nabi Luth, kita melihat bagaimana dakwah Nabi Luth menghadapi penolakan keras, bahkan dari kaumnya sendiri. Selain itu, ujian Nabi Luth menunjukkan betapa kuatnya kesabaran seorang nabi dalam menyampaikan kebenaran. Namun, yang jarang dibahas adalah bagaimana tekanan sosial […]

  • PORSADIN Indihiang

    815 Santri Meriahkan PORSADIN XI Indihiang 2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi ratusan santri yang datang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang. PORSADIN Indihiang 2026 yang mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih […]

expand_less