MTQH Tasikmalaya Berakhir, Semangat Qurani Tetap Menyala
- account_circle redaktur
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Walikota menyerahkan piala bergilir dalam penutupan MTQH XVI di mesjid agung Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema hingga larut malam di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026). Pada malam penutupan MTQH Tasikmalaya XVI tingkat kota, ribuan masyarakat memenuhi area masjid untuk menyaksikan puncak perhelatan yang selama beberapa hari menjadi pusat perhatian warga.
Di antara cahaya lampu yang menerangi pelataran masjid, para peserta, pendamping kafilah, tokoh agama, dan masyarakat duduk berdampingan. Sebagian terlihat mengabadikan momen, sementara yang lain larut dalam suasana khidmat saat ayat-ayat Al-Qur’an kembali dibacakan dari panggung utama.
Namun malam itu, MTQH Tasikmalaya bukan hanya tentang pengumuman pemenang. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi penegas bahwa semangat mencintai Al-Qur’an masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kota Tasikmalaya.
MTQH Tasikmalaya Bukan Sekadar Perlombaan
Sejak pembukaan hingga penutupan, MTQH XVI Tingkat Kota Tasikmalaya menghadirkan semangat yang berbeda. Ajang ini memang mempertandingkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengkaji Al-Qur’an serta hadis. Namun di balik kompetisi tersebut, terdapat misi yang jauh lebih besar.
MTQH menjadi ruang pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Karena itu, banyak pihak menilai keberhasilan MTQH tidak hanya diukur dari jumlah medali atau gelar juara yang diraih peserta.
Sebaliknya, keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika nilai-nilai Al-Qur’an mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dandim: Al-Qur’an Harus Menjadi Pedoman Hidup
Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Inf M Imvan Ibrahim, hadir langsung dalam acara penutupan tersebut. Kehadirannya menunjukkan dukungan terhadap upaya pembinaan mental spiritual masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Dandim memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik serta semangat luar biasa selama mengikuti MTQH.
Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu terus dipelihara dan dikembangkan. Ia berharap MTQH menjadi titik awal lahirnya generasi yang berakhlak baik, memiliki wawasan kebangsaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin yang memenuhi area masjid.

Dandim 0612 Tasikmalaya Hadiri Penutupan MTQH XVI dan menyerahkan piala kepada pemenang lomba, Minggu malam(14/6/2026).
Malam yang Menyatukan Berbagai Kalangan
Salah satu pemandangan menarik pada malam penutupan adalah keberagaman masyarakat yang hadir. Di antara kerumunan terlihat anak-anak, remaja, mahasiswa, orang tua, hingga para lansia yang datang sejak sore hari.
Beberapa peserta tampak masih mengenakan atribut kafilah. Sementara itu, keluarga peserta menunggu dengan penuh harap saat nama-nama pemenang mulai diumumkan.
Di sisi lain, para dewan hakim, panitia, dan tokoh agama tampak saling berbincang setelah rangkaian acara selesai. Suasana tersebut mencerminkan bahwa MTQH tidak hanya melahirkan kompetisi, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah.
Karena itulah, banyak warga menilai MTQH sebagai momentum kebersamaan yang semakin memperkuat identitas religius Kota Tasikmalaya.
Membumikan Al-Qur’an di Tengah Masyarakat
Penutupan MTQH XVI juga membawa pesan penting bagi masyarakat. Tantangan terbesar sesungguhnya bukan hanya menghafal atau melantunkan ayat Al-Qur’an dengan indah, melainkan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan merupakan bagian dari ajaran yang terus relevan dalam berbagai situasi.
Karena itu, kegiatan seperti MTQH memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius sekaligus berdaya saing.
Tidak berlebihan jika banyak pihak menyebut MTQH sebagai investasi sosial jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan pada masa mendatang.
Jejak yang Tidak Berakhir di Panggung
Malam penutupan memang menandai berakhirnya rangkaian lomba. Akan tetapi, semangat yang lahir dari MTQH tidak seharusnya berhenti ketika lampu panggung mulai dipadamkan.
Setiap peserta membawa pengalaman berharga. Setiap keluarga membawa kebanggaan. Dan setiap masyarakat membawa harapan agar nilai-nilai Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, semangat itulah yang justru menjadi bekal paling penting bagi generasi mendatang.
Pemenang MTQH mungkin hanya beberapa orang. Namun jika cinta terhadap Al-Qur’an tumbuh di hati ribuan warga yang hadir malam itu, sesungguhnya Kota Tasikmalaya telah memenangkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sebuah perlombaan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar