Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bocah Tenggelam Cijolang Saat Berenang Bersama Teman

Bocah Tenggelam Cijolang Saat Berenang Bersama Teman

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Siang yang semula berjalan biasa di Bendungan Cijolang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan hilang saat berenang bersama dua temannya pada Senin (8/6/2026).

Peristiwa bocah tenggelam Cijolang itu mengundang perhatian warga sekitar. Dalam hitungan menit, kabar tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Orang-orang mulai berdatangan ke lokasi bendungan. Sebagian berdiri di tepian. Sebagian lagi memanjat dinding beton bendungan untuk melihat proses pencarian dari ketinggian.

Korban diketahui bernama Rizki Ramdani (8), warga Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah.

Menurut informasi yang dihimpun dari petugas dan pemerintah desa setempat, sekitar pukul 11.00 WIB korban berenang bersama dua rekannya di area Bendungan Cijolang. Awalnya aktivitas itu berlangsung seperti biasa. Ketiga anak tersebut terlihat bermain air di sekitar bendungan.

Namun tidak lama kemudian, kedua temannya menyadari Rizki sudah tidak terlihat lagi di sekitar lokasi berenang.

Mereka lalu mencari ke sekitar area bendungan sebelum memberitahukan kejadian tersebut kepada warga.

Kepanikan Muncul Saat Korban Tak Lagi Terlihat

Suasana di lokasi berubah cepat.

Warga yang mendengar kabar seorang anak hilang di bendungan langsung berdatangan. Dari atas tembok beton yang membentang di sisi bendungan, puluhan orang tampak duduk berjejer sambil memandang ke arah aliran air.

Di bawahnya, beberapa warga berdiri di bibir bendungan. Sebagian menunjuk ke arah titik-titik tertentu di permukaan air. Yang lain memilih diam sambil terus memperhatikan proses pencarian.

Tidak sedikit anak-anak yang sebelumnya bermain di sekitar lokasi kemudian menjauh setelah mengetahui ada seorang bocah yang hilang saat berenang.

Waktu terasa berjalan lambat.

Bagi keluarga dan warga yang menunggu kabar, setiap menit terasa panjang.

Tim Gabungan Turun ke Lokasi

Setelah laporan diterima, unsur gabungan segera bergerak menuju Bendungan Cijolang.

Tim pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Ciamis, PMI Kabupaten Ciamis, Tagana Kabupaten Ciamis, TNI, Polri, Damkar Pos Rancah, Pramuka, Pemerintah Desa Patakaharja, serta masyarakat setempat.

Petugas menyisir area bendungan dan aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Warga turut membantu sesuai kemampuan masing-masing.

Di tengah kerumunan masyarakat yang terus bertambah, petugas beberapa kali memberikan arahan agar proses pencarian dapat berjalan aman dan lancar.

Terik matahari siang masih terasa menyengat. Meski demikian, warga tetap bertahan di lokasi.

Mereka berharap kabar baik datang secepat mungkin.

Ditemukan Setelah Tiga Jam Pencarian

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil.

Sekitar pukul 14.00 WIB, atau kurang lebih tiga jam setelah korban dinyatakan hilang, tim gabungan menemukan Rizki di kawasan Bendungan Cijolang.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kabar tersebut langsung menyelimuti lokasi dengan suasana duka.

Beberapa warga yang sejak awal mengikuti proses pencarian tampak terdiam. Sebagian perlahan meninggalkan area bendungan. Sementara itu, petugas melanjutkan proses evakuasi sesuai prosedur.

Peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Bocah Tenggelam Cijolang Menjadi Pengingat Bahaya di Area Bendungan

Tragedi ini kembali mengingatkan masyarakat tentang risiko aktivitas berenang di area bendungan dan sungai.

Permukaan air yang terlihat tenang tidak selalu menunjukkan kondisi sebenarnya. Kedalaman yang berubah-ubah, arus bawah, hingga kontur dasar sungai dapat menjadi faktor yang membahayakan, terutama bagi anak-anak.

Karena itu, pengawasan orang tua dan pendampingan saat anak bermain di sekitar perairan terbuka menjadi hal yang sangat penting.

Peristiwa yang menimpa Rizki tidak hanya menjadi duka bagi satu keluarga. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya yang kerap tidak terlihat dari permukaan.

Siang itu, ratusan pasang mata tertuju ke Bendungan Cijolang.

Mereka datang dengan satu harapan yang sama.

Agar seorang anak bisa kembali pulang dengan selamat.

Namun takdir berkata lain.

Yang pulang hari itu bukan lagi kabar pencarian, melainkan kabar duka yang meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak orang.

Tak ada orang tua yang melepas anaknya bermain dengan harapan menerima kabar duka. Karena itu, satu menit pengawasan hari ini bisa menjadi penyelamat yang tak ternilai esok hari. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gelombang Pangandaran

    Gelombang Pangandaran Diprakirakan 2,8 Meter, BMKG Beri Peringatan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Gelombang Pangandaran diprakirakan mencapai 2,8 meter pada Rabu, 2 September 2026. Informasi gelombang tinggi dan cuaca perairan Pangandaran tersebut tercantum dalam prakiraan maritim BMKG yang berlaku hingga 5 September 2026. BMKG mencantumkan potensi gelombang setinggi 2,8 meter di Perairan Pangandaran dan meminta masyarakat berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat. Peringatan gelombang […]

  • Hotel Pangandaran

    Hotel Pangandaran Mulai Ramai, Ada Satu PR Besar

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Hotel Pangandaran kembali menunjukkan geliat. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran mencatat tingkat hunian hotel atau okupansi hotel Pangandaran pada Mei 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, di balik kabar baik itu, masih ada satu tantangan yang belum terpecahkan: sebagian besar wisatawan ternyata hanya menginap sekitar satu malam. Bagi […]

  • Kebakaran Toko Elektronik

    Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Toko Elektronik di Tamansari Ludes Terbakar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran toko elektronik kembali terjadi di Kota Tasikmalaya. Kali ini, sebuah ruko milik Bapak Deni di Jalan Letjen Mashudi, Babakan Jati, Kelurahan Mulyasari RT 04/02, Kecamatan Tamansari, ludes dilalap api pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang memicu kobaran api secara perlahan tanpa disadari penghuni […]

  • Ledakan Dadaha

    Fakta Baru Ledakan Dadaha, Polisi Ungkap Awal Perselisihan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kepolisian mengungkap bahwa rangkaian peristiwa yang berujung pada ledakan diduga berawal dari perselisihan antarpedagang. Temuan awal tersebut sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik, meski proses penyidikan hingga kini masih terus berjalan. […]

  • pesantren modern dan tradisional

    Di Balik Kehidupan Santri: Rahasia Pesantren Modern dan Tradisional

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren modern dan tradisional sebagai lembaga pendidikan Islam yang membentuk karakter santri. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan pesantren modern dan tradisional secara mendalam. Padahal, sistem pendidikan ini memiliki pendekatan yang unik dan sering kali mengejutkan bagi mereka yang baru mengetahuinya. Selain itu, pendidikan santri di pesantren tidak hanya […]

  • Teknisi Dishub Kabupaten Tasikmalaya memasang lampu PJU LED Cobana 90 watt di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip.

    Setelah 7 Tahun Gelap, Dishub Tasikmalaya Terangi Halaman Pesantren Sukahurip

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana malam di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, kini berubah jauh lebih terang. Setelah sekitar tujuh tahun mengalami kondisi gelap akibat lampu Penerangan Jalan Umum atau PJU mati, area halaman masjid jami dan lapangan pesantren akhirnya kembali bercahaya usai pemasangan lampu PJU LED baru dari Dishub Kabupaten Tasikmalaya. Penerangan […]

expand_less