Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kaget Saat Masalah Datang? Dunia Memang Diciptakan untuk Menguji

Kaget Saat Masalah Datang? Dunia Memang Diciptakan untuk Menguji

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pagi itu seorang pedagang membuka rolling door kiosnya setengah badan. Cat biru di bagian bawah pintu sudah mulai mengelupas. Di tangannya ada secangkir kopi yang tinggal separuh. Sesekali ia melihat jalan yang masih lengang sambil mengecek layar ponselnya.

Belum ada pesanan masuk.

Belum ada kabar baik.

Namun tagihan tetap ada.

Mungkin itulah gambaran kecil dari sesuatu yang sering dilupakan manusia: dunia memang tidak pernah menjanjikan kemudahan.

Imam Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam menulis:

“Jangan heran atas terjadinya kesukaran-kesukaran selama engkau masih di dunia ini, sebab ia tidak melahirkan kecuali yang layak menjadi sifatnya.”

Kalimat itu terasa sederhana. Tetapi semakin bertambah usia seseorang, semakin terasa pula kebenarannya.

Sebab banyak kekecewaan lahir bukan karena hidup terlalu kejam.

Melainkan karena kita diam-diam berharap dunia bersikap seperti surga.

Kita Marah pada Sesuatu yang Memang Sudah Menjadi Sifat Dunia

Di media sosial, hampir setiap hari muncul unggahan tentang kelelahan hidup.

Ada yang mengeluhkan usaha yang sepi.

Ada yang mengeluhkan pekerjaan yang terlalu banyak.

Dan ada yang merasa tertinggal karena teman-temannya sudah membeli rumah.

Serta ada pula yang merasa gagal hanya karena belum mencapai target usia tiga puluh tahun yang ia susun sendiri beberapa tahun lalu.

Menariknya, keluhan itu datang dari berbagai lapisan kehidupan.

Yang belum menikah merasa gelisah.

Yang sudah menikah punya kegelisahan baru.

Dan yang belum punya pekerjaan merasa tertekan.

Serta yang punya pekerjaan sering merasa kelelahan.

Seolah-olah manusia sedang berlari menuju sebuah tempat yang bahkan tidak pernah benar-benar ada.

Di sebuah warung kopi pinggir jalan, misalnya, obrolan tentang harga kebutuhan pokok sering terdengar lebih keras dibanding suara sendok yang beradu dengan gelas. Tidak jauh berbeda dengan percakapan di ruang kantor berpendingin udara. Topiknya berubah, tetapi keresahannya hampir sama.

Manusia selalu menemukan alasan baru untuk khawatir.

Salah Alamat Ketika Menagih Kebahagiaan

Ja’far Ash-Shadiq pernah berkata bahwa orang yang meminta sesuatu yang memang tidak Allah jadikan di dunia hanya akan melelahkan dirinya.

Ketika ditanya apa itu, beliau menjawab:

“Kesenangan di dunia.”

Kalimat ini sering disalahpahami.

Bukan berarti Islam melarang bahagia.

Bukan pula berarti hidup harus muram.

Yang dimaksud adalah jangan berharap kebahagiaan sempurna menetap di tempat yang memang diciptakan sebagai ruang ujian.

Lihat saja kehidupan sehari-hari.

Ada seseorang yang bertahun-tahun bermimpi membeli kendaraan baru. Ketika kendaraan itu akhirnya terparkir di halaman rumah, rasa senangnya bertahan beberapa minggu. Setelah itu muncul cicilan, biaya perawatan, dan keinginan memiliki model yang lebih baru.

Begitulah dunia bekerja.

Ia memberi sambil menguji.

Ia menghibur sambil mengingatkan.

Kadang pelan. Kadang keras.

Dunia Adalah Ruang Ujian Bersama

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata bahwa dunia adalah kerisauan dan duka cita. Jika terdapat kesenangan di dalamnya, maka itulah keuntungan.

Pandangan ini terasa asing bagi manusia modern yang terbiasa mengukur hidup dari kenyamanan.

Padahal Al-Qur’an sudah memberikan peringatan yang sangat jelas:

“Sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Karena itu, kehilangan pekerjaan bukan berarti hidup gagal.

Usaha yang turun bukan berarti Allah meninggalkan.

Anak yang sakit bukan selalu tanda murka.

Kadang itu hanya bagian dari perjalanan yang memang harus dilalui.

Di beberapa masjid kampung, masih ada jamaah yang datang dengan ujung celana basah karena baru selesai dari sawah. Ada pula yang memarkir motor tuanya lalu berjalan cepat menuju saf terakhir ketika iqamah hampir selesai dikumandangkan.

Mereka juga punya masalah.

Mereka juga punya beban.

Namun mereka tetap datang.

Ada sesuatu yang tenang dalam cara mereka menjalani hidup.

Manusia Sering Berdoa Meminta Sabar, Tetapi Menolak Bentuknya

Inilah ironi yang sering terjadi.

Kita meminta kesabaran dalam doa.

Namun ketika kesabaran datang dalam bentuk ujian, kita menganggap doa itu tidak dikabulkan.

Kita meminta kedekatan dengan Allah.

Lalu kecewa ketika jalan menuju kedekatan itu harus melewati air mata.

Anehnya lagi, manusia sering merasa Allah jauh justru ketika Allah sedang paling dekat melalui ujian yang mendewasakannya.

Tidak semua orang siap menerima kenyataan seperti ini.

Wajar.

Kadang memang melelahkan.

Sangat melelahkan.

Jangan Menuntut Dunia Menjadi Surga

Junaid Al-Baghdadi berkata bahwa dirinya tidak heran ketika kesulitan datang karena sejak awal ia memahami bahwa dunia adalah tempat ujian.

Barangkali di sinilah letak kebebasan yang sebenarnya.

Ketika seseorang berhenti menuntut dunia untuk selalu menyenangkan dirinya.

Ketika ia tidak lagi menganggap setiap kesulitan sebagai kesalahan sistem.

Dan ketika ia memahami bahwa kehilangan, penantian, kegagalan, kesedihan, dan ketidakpastian adalah bagian dari kurikulum kehidupan.

Maka perlahan ia akan lebih tenang.

Bukan karena masalahnya hilang.

Tetapi karena ia tidak lagi bertengkar dengan kenyataan.

Suatu hari nanti, ketika umur sudah sampai di ujungnya, mungkin kita akan sadar bahwa hampir semua hal yang dulu membuat kita panik ternyata tidak ikut masuk ke liang kubur.

Jabatan tertinggal.

Rumah tertinggal.

Kendaraan tertinggal.

Rekening tertinggal.

Yang ikut hanyalah amal, sabar, dan cara kita menjalani ujian.

Karena itu, jangan terlalu marah ketika dunia menunjukkan wajah aslinya.

Yang mengejutkan bukanlah banyaknya kesulitan.

Yang mengejutkan adalah kita masih berharap dunia menjadi surga, padahal Allah tidak pernah menjanjikannya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • Pemain Persebaya dan Persib Bandung berebut bola dalam laga sengit Liga 1 dengan atmosfer stadion penuh.

    Big Match Liga 1: Bajul Ijo Hadang Maung Bandung

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Persebaya vs Persib menjadi sorotan utama jelang duel panas Liga 1 pada 2 Maret 2026. Laga Persebaya kontra Persib Bandung ini tak sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian serius bagi Bajul Ijo menghadapi pemuncak klasemen, Maung Bandung. Selain itu, pertarungan klasik Persebaya melawan Persib selalu menghadirkan tensi tinggi, sehingga publik menantikan […]

  • Perbedaan Permen dan Kepmen

    Permen, Kepmen, Surat Edaran, Jangan Sampai Tertukar

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbedaan Permen dan Kepmen masih kerap membingungkan masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap Peraturan Menteri (Permen), Keputusan Menteri (Kepmen), dan Surat Edaran Menteri (SE Menteri) memiliki kekuatan hukum yang sama. Padahal, ketiga produk hukum tersebut memiliki fungsi, sifat, sasaran, hingga daya ikat yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat dapat membaca setiap […]

  • Hari Anak Nasional

    Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III Siliwangi justru memilih langkah yang lebih berani dengan menggelar kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa henti pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut bahkan […]

  • oseng kangkung saus premium tampilan hijau segar dengan bumbu gurih pedas ala masakan rumahan modern

    Oseng Kangkung Premium, Simpel Tapi Bikin Nagih

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Oseng Kangkung Premium belakangan ini mulai sering dibicarakan. Bukan tanpa alasan. Menu sederhana seperti oseng kangkung saus premium kini terasa berbeda—lebih kaya rasa, lebih “hidup”, dan jelas lebih menggugah selera. Banyak yang awalnya menganggap biasa saja, tapi berubah pikiran setelah mencobanya. Jujur saja, ini salah satu menu yang sering jadi penyelamat saat […]

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa saat sahur sambil membaca niat puasa Ramadan dan mempelajari Al-Qur'an

    Rahasia Makna Niat Puasa yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setiap Ramadan, umat Islam melafalkan niat puasa sebelum fajar. Namun tidak semua orang memahami makna niat puasa secara mendalam. Dalam perspektif tauhid, hakikat niat puasa Ramadan bukan sekadar bacaan sebelum sahur. Sebaliknya, niat menjadi kesadaran spiritual bahwa seluruh ibadah dilakukan hanya karena Allah. Karena itu, memahami makna niat puasa dalam Islam membantu […]

expand_less