Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kaget Saat Masalah Datang? Dunia Memang Diciptakan untuk Menguji

Kaget Saat Masalah Datang? Dunia Memang Diciptakan untuk Menguji

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pagi itu seorang pedagang membuka rolling door kiosnya setengah badan. Cat biru di bagian bawah pintu sudah mulai mengelupas. Di tangannya ada secangkir kopi yang tinggal separuh. Sesekali ia melihat jalan yang masih lengang sambil mengecek layar ponselnya.

Belum ada pesanan masuk.

Belum ada kabar baik.

Namun tagihan tetap ada.

Mungkin itulah gambaran kecil dari sesuatu yang sering dilupakan manusia: dunia memang tidak pernah menjanjikan kemudahan.

Imam Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam menulis:

“Jangan heran atas terjadinya kesukaran-kesukaran selama engkau masih di dunia ini, sebab ia tidak melahirkan kecuali yang layak menjadi sifatnya.”

Kalimat itu terasa sederhana. Tetapi semakin bertambah usia seseorang, semakin terasa pula kebenarannya.

Sebab banyak kekecewaan lahir bukan karena hidup terlalu kejam.

Melainkan karena kita diam-diam berharap dunia bersikap seperti surga.

Kita Marah pada Sesuatu yang Memang Sudah Menjadi Sifat Dunia

Di media sosial, hampir setiap hari muncul unggahan tentang kelelahan hidup.

Ada yang mengeluhkan usaha yang sepi.

Ada yang mengeluhkan pekerjaan yang terlalu banyak.

Dan ada yang merasa tertinggal karena teman-temannya sudah membeli rumah.

Serta ada pula yang merasa gagal hanya karena belum mencapai target usia tiga puluh tahun yang ia susun sendiri beberapa tahun lalu.

Menariknya, keluhan itu datang dari berbagai lapisan kehidupan.

Yang belum menikah merasa gelisah.

Yang sudah menikah punya kegelisahan baru.

Dan yang belum punya pekerjaan merasa tertekan.

Serta yang punya pekerjaan sering merasa kelelahan.

Seolah-olah manusia sedang berlari menuju sebuah tempat yang bahkan tidak pernah benar-benar ada.

Di sebuah warung kopi pinggir jalan, misalnya, obrolan tentang harga kebutuhan pokok sering terdengar lebih keras dibanding suara sendok yang beradu dengan gelas. Tidak jauh berbeda dengan percakapan di ruang kantor berpendingin udara. Topiknya berubah, tetapi keresahannya hampir sama.

Manusia selalu menemukan alasan baru untuk khawatir.

Salah Alamat Ketika Menagih Kebahagiaan

Ja’far Ash-Shadiq pernah berkata bahwa orang yang meminta sesuatu yang memang tidak Allah jadikan di dunia hanya akan melelahkan dirinya.

Ketika ditanya apa itu, beliau menjawab:

“Kesenangan di dunia.”

Kalimat ini sering disalahpahami.

Bukan berarti Islam melarang bahagia.

Bukan pula berarti hidup harus muram.

Yang dimaksud adalah jangan berharap kebahagiaan sempurna menetap di tempat yang memang diciptakan sebagai ruang ujian.

Lihat saja kehidupan sehari-hari.

Ada seseorang yang bertahun-tahun bermimpi membeli kendaraan baru. Ketika kendaraan itu akhirnya terparkir di halaman rumah, rasa senangnya bertahan beberapa minggu. Setelah itu muncul cicilan, biaya perawatan, dan keinginan memiliki model yang lebih baru.

Begitulah dunia bekerja.

Ia memberi sambil menguji.

Ia menghibur sambil mengingatkan.

Kadang pelan. Kadang keras.

Dunia Adalah Ruang Ujian Bersama

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata bahwa dunia adalah kerisauan dan duka cita. Jika terdapat kesenangan di dalamnya, maka itulah keuntungan.

Pandangan ini terasa asing bagi manusia modern yang terbiasa mengukur hidup dari kenyamanan.

Padahal Al-Qur’an sudah memberikan peringatan yang sangat jelas:

“Sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Karena itu, kehilangan pekerjaan bukan berarti hidup gagal.

Usaha yang turun bukan berarti Allah meninggalkan.

Anak yang sakit bukan selalu tanda murka.

Kadang itu hanya bagian dari perjalanan yang memang harus dilalui.

Di beberapa masjid kampung, masih ada jamaah yang datang dengan ujung celana basah karena baru selesai dari sawah. Ada pula yang memarkir motor tuanya lalu berjalan cepat menuju saf terakhir ketika iqamah hampir selesai dikumandangkan.

Mereka juga punya masalah.

Mereka juga punya beban.

Namun mereka tetap datang.

Ada sesuatu yang tenang dalam cara mereka menjalani hidup.

Manusia Sering Berdoa Meminta Sabar, Tetapi Menolak Bentuknya

Inilah ironi yang sering terjadi.

Kita meminta kesabaran dalam doa.

Namun ketika kesabaran datang dalam bentuk ujian, kita menganggap doa itu tidak dikabulkan.

Kita meminta kedekatan dengan Allah.

Lalu kecewa ketika jalan menuju kedekatan itu harus melewati air mata.

Anehnya lagi, manusia sering merasa Allah jauh justru ketika Allah sedang paling dekat melalui ujian yang mendewasakannya.

Tidak semua orang siap menerima kenyataan seperti ini.

Wajar.

Kadang memang melelahkan.

Sangat melelahkan.

Jangan Menuntut Dunia Menjadi Surga

Junaid Al-Baghdadi berkata bahwa dirinya tidak heran ketika kesulitan datang karena sejak awal ia memahami bahwa dunia adalah tempat ujian.

Barangkali di sinilah letak kebebasan yang sebenarnya.

Ketika seseorang berhenti menuntut dunia untuk selalu menyenangkan dirinya.

Ketika ia tidak lagi menganggap setiap kesulitan sebagai kesalahan sistem.

Dan ketika ia memahami bahwa kehilangan, penantian, kegagalan, kesedihan, dan ketidakpastian adalah bagian dari kurikulum kehidupan.

Maka perlahan ia akan lebih tenang.

Bukan karena masalahnya hilang.

Tetapi karena ia tidak lagi bertengkar dengan kenyataan.

Suatu hari nanti, ketika umur sudah sampai di ujungnya, mungkin kita akan sadar bahwa hampir semua hal yang dulu membuat kita panik ternyata tidak ikut masuk ke liang kubur.

Jabatan tertinggal.

Rumah tertinggal.

Kendaraan tertinggal.

Rekening tertinggal.

Yang ikut hanyalah amal, sabar, dan cara kita menjalani ujian.

Karena itu, jangan terlalu marah ketika dunia menunjukkan wajah aslinya.

Yang mengejutkan bukanlah banyaknya kesulitan.

Yang mengejutkan adalah kita masih berharap dunia menjadi surga, padahal Allah tidak pernah menjanjikannya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Abdurrahman bin Auf sahabat Nabi yang kaya dan dermawan sedang bersedekah kepada masyarakat

    Rahasia Sukses Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Super Kaya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESSTYLE – Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat Nabi yang kaya raya sekaligus dermawan luar biasa. Sosok ini sering disebut sebagai contoh ideal bagaimana kekayaan dapat membawa manfaat besar. Kisah Abdurrahman bin Auf dan kemurahan hatinya, serta gaya hidup sederhana di tengah limpahan harta, menjadi inspirasi sepanjang masa. Awal Perjalanan: Dari Nol hingga Sukses […]

  • Pramuka Cerdas Keuangan

    OJK Dorong Pramuka Cerdas Keuangan, Ini Pesan Pentingnya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada bekal yang tak kalah penting dari keterampilan organisasi dan kepemimpinan bagi generasi muda: Pramuka Cerdas Keuangan. Program ini menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui rangkaian Literasi Keuangan Indonesia Terdepan atau LIKE IT 2026. Pesannya sederhana, tetapi penting: anak muda perlu memahami cara […]

  • MPLS Ramah 2026

    Aturan Baru Kemendikdasmen: MPLS 2026 Fokus pada Kenyamanan Siswa

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tahun ajaran baru selalu menghadirkan cerita baru bagi jutaan siswa di Indonesia. Ada yang bersemangat bertemu teman baru, ada pula yang merasa cemas menghadapi lingkungan yang belum dikenal. Karena itu, kehadiran MPLS Ramah 2026 menjadi langkah penting untuk memastikan hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Kemendikdasmen […]

  • editorial media

    Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka. Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan […]

  • Ilustrasi wajah manusia yang dimanipulasi teknologi AI dengan nuansa digital futuristik dan dramatis.

    Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata. Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain […]

  • PMI Nonprosedural Cianjur

    Satgas PMI Dibentuk, Cianjur Perketat Jalur Pekerja Migran

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Cianjur kembali menjadi perhatian dalam isu perlindungan pekerja migran setelah masuk dalam tiga besar daerah asal PMI nonprosedural Cianjur di Jawa Barat berdasarkan data BP3MI Jawa Barat. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Polres Cianjur menyiapkan satuan tugas (Satgas) khusus untuk memperkuat pencegahan sekaligus memperluas pengawasan terhadap praktik perekrutan yang […]

expand_less