Ada Satu Waktu Rahasia di Hari Jumat, Banyak Orang Justru Lalai
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi seorang berdoa dengan tenang menjelang magrib.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – Hari Jumat selalu punya suasana yang berbeda. Udara terasa lebih tenang. Masjid lebih ramai. Bahkan orang yang biasanya datang mepet waktu salat kadang mendadak berangkat lebih awal sambil membawa sajadah terbaiknya.
Namun di balik semua itu, ada satu pembahasan yang terus membuat banyak orang penasaran:
tentang waktu mustajab Jumat.
Rasulullah SAW pernah menyebut bahwa pada Hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat istimewa. Jika seorang Muslim berdoa pada waktu itu, Allah akan mengabulkannya.
Masalahnya, Nabi tidak menjelaskan secara pasti kapan waktunya.
Dan mungkin justru di situlah manusia diuji.
Dalil tentang Waktu Mustajab Hari Jumat
Rasulullah SAW bersabda:
“Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, jika seorang Muslim berdoa pada saat itu dan meminta kebaikan kepada Allah, maka Allah akan mengabulkannya.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah memberi isyarat bahwa waktu tersebut sangat singkat.
Karena itu para ulama berbeda pendapat mengenai kapan tepatnya waktu mustajab itu datang. Namun mayoritas ulama menyebut ada dua pendapat paling kuat.
Menariknya, dua waktu itu justru berada di jam-jam ketika manusia modern biasanya paling sibuk.
Setelah Ashar: Langit Mulai Redup, Hati Kadang Ikut Lelah
Banyak ulama berpendapat waktu mustajab terjadi setelah salat Ashar hingga menjelang Magrib pada Hari Jumat.
Pendapat ini cukup populer di kalangan ulama.
Dan memang ada suasana yang sulit dijelaskan menjelang magrib di Hari Jumat.
Langit mulai redup.
Suara motor terdengar lebih padat.
Di beberapa rumah, aroma gorengan mulai keluar dari dapur.
Namun di tengah suasana biasa itu, ternyata ada orang-orang yang diam-diam sedang mengangkat tangan cukup lama.
Kadang di pojok masjid.
Kadang di teras rumah.
Bahkan kadang di atas motor sambil menunggu lampu merah berubah hijau.
Ada juga yang tiba-tiba mengecilkan volume musik ketika azan Ashar terdengar. Meski beberapa menit kemudian diputar lagi pelan-pelan. Hal kecil seperti itu mungkin terlihat biasa. Namun kadang hati manusia memang berubah tidak sekaligus.
Di sudut masjid, kadang masih ada sandal yang tertinggal setelah Ashar. Tidak ada yang tahu siapa pemiliknya. Mungkin seseorang yang memilih duduk lebih lama karena sedang membawa doa yang terlalu berat untuk diceritakan.
Ketika Imam Duduk di Mimbar, Tapi Pikiran ke Notifikasi
Sebagian ulama lain berpendapat waktu mustajab terjadi sejak imam duduk di mimbar hingga salat Jumat selesai.
Dalilnya berasal dari hadis Nabi SAW:
“Waktu itu adalah ketika imam duduk sampai salat Jumat selesai.”
(HR Muslim)
Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak:
- dzikir,
- shalawat,
- istighfar,
- dan doa ketika khutbah maupun setelah salat Jumat.
Namun ironisnya, zaman sekarang gangguan terbesar kadang bukan suara bising jalanan.
Melainkan notifikasi ponsel sendiri.
Ada orang yang baru selesai salat Jumat lalu buru-buru membuka grup kantor.
Ada yang langsung sibuk mengecek harga saham.
Dan ada pula yang lebih cepat memotret makanan dibanding mengangkat tangan untuk berdoa.
Mungkin hidup memang makin cepat. Tetapi hati manusia tetap tidak dirancang untuk terus berlari tanpa jeda.
Doa yang Dianjurkan di Hari Jumat
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada waktu mustajab Jumat. Umat Muslim boleh memohon apa saja selama berisi kebaikan.
Namun beberapa doa berikut sangat dianjurkan:
Doa Memohon Ampunan
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Ya Rabb-ku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Hari Jumat dan Manusia yang Diam-Diam Sedang Lelah
Mungkin yang membuat Hari Jumat terasa menenangkan bukan hanya karena dalil tentang waktu mustajab.
Tetapi karena manusia modern sebenarnya sedang lelah.
Lelah dengan pekerjaan.
Lelah dengan berita buruk.
Serta lelah berpura-pura kuat di media sosial.
Karena itu, ada sesuatu yang terasa hangat ketika seseorang duduk diam setelah Ashar. Tidak membuka Instagram. Tidak mengecek notifikasi. Hanya memandang sajadah sebentar lalu berdoa pelan.
Kadang suara kipas masjid terdengar pelan dari atas.
Kadang anak kecil berlari kecil di halaman sambil tertawa.
Dan kadang seseorang mengusap wajahnya lama setelah doa selesai. Seolah ada sesuatu yang baru saja runtuh di dalam dirinya.
Suasananya sederhana. Sedikit berantakan malah. Tetapi justru terasa manusia.
Mungkin waktu mustajab Hari Jumat memang sengaja dirahasiakan.
Supaya manusia tidak hanya datang kepada Allah ketika membutuhkan sesuatu.
Tetapi belajar pulang lebih sering, bahkan saat dunia terlalu ramai membuat hati lupa caranya tenang. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar