Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua orang benar-benar memahami makna Hari Tasyrik. Padahal hari-hari setelah Idul Adha itu justru menyimpan suasana yang sangat khas dalam Islam. Ada makan bersama. Ada dzikir. Dan ada rasa hangat yang kadang sulit dijelaskan.

Sebagian orang mungkin mengira Hari Tasyrik hanya soal menghabiskan daging kurban. Padahal tidak sesederhana itu.

Dalam Islam, hari tersebut menjadi momentum untuk menikmati nikmat Allah sambil terus mengingat-Nya.

Dan menariknya, Rasulullah SAW justru melarang umat Muslim berpuasa pada hari-hari tersebut.

Di beberapa kampung, suasana Hari Tasyrik biasanya terasa lebih santai dibanding hari pertama lebaran. Anak-anak mulai kembali bermain sepeda sore hari. Kursi plastik depan rumah keluar lagi. Obrolan kecil antar tetangga terdengar sampai ke jalan.

Kadang topiknya meloncat aneh juga. Dari harga cabai. Lalu pindah ke stok arang sate yang mulai habis.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik berlangsung pada:

  • 11 Dzulhijjah
  • 12 Dzulhijjah
  • 13 Dzulhijjah

Hari-hari itu datang setelah Idul Adha.

Kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan matahari atau proses menjemur sesuatu di bawah panas matahari. Pada masa dahulu, masyarakat Arab biasa menjemur daging kurban agar lebih tahan lama.

Karena itu, suasana Hari Tasyrik sejak dulu identik dengan:

  • pembagian daging,
  • aroma masakan,
  • dan kebersamaan keluarga.

Kadang ada detail kecil yang justru paling membekas.

Suara kipas dapur yang menyala terus sejak pagi.
Asap sate yang sesekali masuk ruang tamu.
Atau bunyi sendok jatuh karena anak kecil rebutan es teh.

Di beberapa rumah, plastik kresek bekas pembagian daging bahkan masih tergantung di gagang pintu sampai malam. Hal kecil. Tapi entah kenapa suasananya terasa akrab.

Kenapa Puasa Dilarang Saat Hari Tasyrik?

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar larangan puasa pada Hari Tasyrik.

Namun di balik larangan itu, ada pesan besar yang sering tidak disadari.

Islam ternyata tidak selalu bicara soal menahan diri. Ada waktunya manusia diminta menikmati nikmat Allah. Makan bersama keluarga. Bersyukur. Lalu tetap mengingat Allah di tengah suasana sederhana rumah.

Karena itu, Hari Tasyrik bukan hanya tentang makanan.

Ada nilai syukur yang sedang dijaga.

Ada hubungan keluarga yang sedang dihangatkan kembali.

Dan mungkin, ada hati yang perlahan dipulihkan setelah lama sibuk dengan urusan dunia yang tidak habis-habis.

Dalil tentang Dzikir Hari Tasyrik

Allah SWT berfirman:

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.”
(QS Al-Baqarah: 203)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan Hari Tasyrik.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak:

  • takbir,
  • tahmid,
  • tahlil,
  • dan doa.

Menariknya, dzikir pada Hari Tasyrik sering hadir dalam suasana yang sangat biasa.

Bukan selalu di masjid besar.
Bukan juga dalam majelis panjang.

Kadang justru muncul di sela suara daging yang sedang dipotong di dapur. Atau ketika seseorang pelan-pelan mengucap “Alhamdulillah” setelah melihat keluarganya bisa makan bersama.

Di beberapa rumah, televisi bahkan masih menyala menampilkan siaran kurban dari berbagai daerah. Tidak terlalu diperhatikan sebenarnya. Hanya jadi suara latar sambil orang-orang sibuk menusuk sate.

Kehangatan yang Mulai Langka

Hari Tasyrik diam-diam mengingatkan manusia tentang sesuatu yang mulai jarang.

Kebersamaan.

Sekarang banyak orang makan sambil melihat layar ponsel masing-masing. Obrolan keluarga makin pendek. Bahkan ada rumah yang terasa sepi meski semua penghuninya lengkap.

Namun saat Hari Tasyrik datang, suasananya sedikit berubah.

Orang-orang mulai duduk bersama lagi.
Tetangga kembali saling mengirim makanan.
Anak-anak mondar-mandir membawa tusuk sate setengah matang sambil tertawa kecil.

Ada juga bapak-bapak yang mendadak jadi ahli membakar sate dadakan. Padahal setahun lalu dagingnya masih gosong semua.

Momen seperti itu terlihat sederhana. Sedikit berantakan juga kadang. Tapi justru terasa manusia.

Mungkin itulah rahasia terbesar Hari Tasyrik.

Bahwa setelah ibadah kurban dan pengorbanan besar, Allah tidak langsung meminta manusia kembali bersedih atau menahan lapar.

Kadang Allah hanya ingin melihat hamba-Nya duduk bersama keluarga. Dapur sedikit berantakan. Asap sate masih naik pelan. Lalu seseorang mengucap syukur dengan hati yang lebih tenang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Basket SMP Banjarsari

    SMPN 1 Banjarsari Bangkit! Tim Basket NBR Borong 3 Gelar di IPBC Cup

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebangkitan tim basket SMP Banjarsari mulai terlihat nyata. Program Nesabanri Basketball Reborn (NBR) milik SMPN 1 Banjarsari sukses mencuri perhatian dalam ajang IPBC Cup Season 2 setelah membawa pulang tiga gelar juara sekaligus pada kategori tingkat SMP. Turnamen yang digelar Ikatan Pelatih Basket Ciamis di Galuh Basketball Centre itu menjadi panggung […]

  • Kereta Petani dan Pedagang

    Pemerintah Terapkan Tarif Rp3.000 Kereta Petani dan Pedagang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi dengan tarif Rp3.000 melalui subsidi PSO untuk pelaku distribusi lokal. Layanan Transportasi Terjangkau, Pemerintah Tekan Biaya Distribusi Lokal albadarpost.com, LENSA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi mulai 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000. Kereta Petani dan Pedagang ini dirancang sebagai armada distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha kecil […]

  • pelatih Timnas Indonesia

    PSSI Percayakan Timnas kepada John Herdman

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk memperkuat arah pembinaan nasional. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan menjadi langkah strategis federasi dalam membangun arah baru pembinaan sepak bola nasional, baik di […]

  • Beasiswa Santri 2026

    Beasiswa Santri 2026: Kuliah S1–S2 Bisa Lebih Cepat, Ini Jalur Rahasianya!

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Santri 2026 kini menjadi sorotan karena membuka peluang kuliah cepat melalui program percepatan S1–S2. Program yang dikenal sebagai Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) ini menghadirkan skema kuliah terintegrasi, sehingga santri bisa menempuh pendidikan lebih singkat tanpa mengurangi kualitas akademik. Dengan kata lain, beasiswa santri, kuliah cepat, dan jalur percepatan kini menjadi satu […]

  • apbd-tasikmalaya-2026

    APBD Tasikmalaya 2026 Ditutup Defisit, Program Publik Jadi Penentu

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: APBD Tasikmalaya 2026 menguji keberanian pemda menjaga layanan dasar di tengah defisit. albadarpost.com, EDITORIAL – Pengesahan APBD Tasikmalaya 2026 bukan sekadar ritual tahunan. Di balik angka-angka yang disetujui DPRD, ada arah kebijakan yang menentukan siapa yang dilindungi dan siapa yang dibiarkan menghadapi risiko sosial. APBD senilai Rp1,523 triliun disahkan dalam rapat paripurna, menempatkan […]

  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di Sungai Citanduy dekat Jembatan Cirahong menggunakan perahu karet dan rafting.

    Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Tim SAR Cari Korban di Cirahong

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana tenang di sekitar Jembatan Cirahong, perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis, mendadak berubah tegang pada Sabtu pagi (23/5/2026). Seorang pria diduga nekat melompat ke Sungai Citanduy dan langsung terseret arus deras. Peristiwa di Jembatan Cirahong itu sontak memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari BPBD […]

expand_less