Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua orang benar-benar memahami makna Hari Tasyrik. Padahal hari-hari setelah Idul Adha itu justru menyimpan suasana yang sangat khas dalam Islam. Ada makan bersama. Ada dzikir. Dan ada rasa hangat yang kadang sulit dijelaskan.

Sebagian orang mungkin mengira Hari Tasyrik hanya soal menghabiskan daging kurban. Padahal tidak sesederhana itu.

Dalam Islam, hari tersebut menjadi momentum untuk menikmati nikmat Allah sambil terus mengingat-Nya.

Dan menariknya, Rasulullah SAW justru melarang umat Muslim berpuasa pada hari-hari tersebut.

Di beberapa kampung, suasana Hari Tasyrik biasanya terasa lebih santai dibanding hari pertama lebaran. Anak-anak mulai kembali bermain sepeda sore hari. Kursi plastik depan rumah keluar lagi. Obrolan kecil antar tetangga terdengar sampai ke jalan.

Kadang topiknya meloncat aneh juga. Dari harga cabai. Lalu pindah ke stok arang sate yang mulai habis.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik berlangsung pada:

  • 11 Dzulhijjah
  • 12 Dzulhijjah
  • 13 Dzulhijjah

Hari-hari itu datang setelah Idul Adha.

Kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan matahari atau proses menjemur sesuatu di bawah panas matahari. Pada masa dahulu, masyarakat Arab biasa menjemur daging kurban agar lebih tahan lama.

Karena itu, suasana Hari Tasyrik sejak dulu identik dengan:

  • pembagian daging,
  • aroma masakan,
  • dan kebersamaan keluarga.

Kadang ada detail kecil yang justru paling membekas.

Suara kipas dapur yang menyala terus sejak pagi.
Asap sate yang sesekali masuk ruang tamu.
Atau bunyi sendok jatuh karena anak kecil rebutan es teh.

Di beberapa rumah, plastik kresek bekas pembagian daging bahkan masih tergantung di gagang pintu sampai malam. Hal kecil. Tapi entah kenapa suasananya terasa akrab.

Kenapa Puasa Dilarang Saat Hari Tasyrik?

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar larangan puasa pada Hari Tasyrik.

Namun di balik larangan itu, ada pesan besar yang sering tidak disadari.

Islam ternyata tidak selalu bicara soal menahan diri. Ada waktunya manusia diminta menikmati nikmat Allah. Makan bersama keluarga. Bersyukur. Lalu tetap mengingat Allah di tengah suasana sederhana rumah.

Karena itu, Hari Tasyrik bukan hanya tentang makanan.

Ada nilai syukur yang sedang dijaga.

Ada hubungan keluarga yang sedang dihangatkan kembali.

Dan mungkin, ada hati yang perlahan dipulihkan setelah lama sibuk dengan urusan dunia yang tidak habis-habis.

Dalil tentang Dzikir Hari Tasyrik

Allah SWT berfirman:

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.”
(QS Al-Baqarah: 203)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan Hari Tasyrik.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak:

  • takbir,
  • tahmid,
  • tahlil,
  • dan doa.

Menariknya, dzikir pada Hari Tasyrik sering hadir dalam suasana yang sangat biasa.

Bukan selalu di masjid besar.
Bukan juga dalam majelis panjang.

Kadang justru muncul di sela suara daging yang sedang dipotong di dapur. Atau ketika seseorang pelan-pelan mengucap “Alhamdulillah” setelah melihat keluarganya bisa makan bersama.

Di beberapa rumah, televisi bahkan masih menyala menampilkan siaran kurban dari berbagai daerah. Tidak terlalu diperhatikan sebenarnya. Hanya jadi suara latar sambil orang-orang sibuk menusuk sate.

Kehangatan yang Mulai Langka

Hari Tasyrik diam-diam mengingatkan manusia tentang sesuatu yang mulai jarang.

Kebersamaan.

Sekarang banyak orang makan sambil melihat layar ponsel masing-masing. Obrolan keluarga makin pendek. Bahkan ada rumah yang terasa sepi meski semua penghuninya lengkap.

Namun saat Hari Tasyrik datang, suasananya sedikit berubah.

Orang-orang mulai duduk bersama lagi.
Tetangga kembali saling mengirim makanan.
Anak-anak mondar-mandir membawa tusuk sate setengah matang sambil tertawa kecil.

Ada juga bapak-bapak yang mendadak jadi ahli membakar sate dadakan. Padahal setahun lalu dagingnya masih gosong semua.

Momen seperti itu terlihat sederhana. Sedikit berantakan juga kadang. Tapi justru terasa manusia.

Mungkin itulah rahasia terbesar Hari Tasyrik.

Bahwa setelah ibadah kurban dan pengorbanan besar, Allah tidak langsung meminta manusia kembali bersedih atau menahan lapar.

Kadang Allah hanya ingin melihat hamba-Nya duduk bersama keluarga. Dapur sedikit berantakan. Asap sate masih naik pelan. Lalu seseorang mengucap syukur dengan hati yang lebih tenang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • etika suporter Islam

    Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion dan fan zone. Perdebatan juga berpindah ke grup WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga kolom komentar berbagai platform media sosial. Di sana, kegembiraan, kekecewaan, bahkan ejekan sering bercampur menjadi satu. Dalam suasana seperti itu, pembahasan mengenai etika suporter Islam, adab bermedia sosial, dan batas fanatisme […]

  • Diky Chandra

    Diky Chandra dan TNI Perkuat Sinergi Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Diky Chandra, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas daerah sekaligus mempercepat pembangunan. Pesan itu mengemuka saat ia menerima kunjungan kerja Kepala Staf Komando Garnisun Tetap (Kaskogartap) II/Bandung, Marsma TNI Solihin, S.I.P., di Subkogartap 0612/Tasikmalaya, Jumat (31/7/2026). Di tengah meningkatnya kebutuhan akan koordinasi […]

  • Kecelakaan Tawang

    Pick Up Hilang Kendali di Tawang, Tiga Orang Luka

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kecelakaan Tawang kembali menyita perhatian warga Kota Tasikmalaya. Insiden lalu lintas atau tabrakan kendaraan yang melibatkan sebuah mobil pick up dan Toyota Kijang Inova terjadi di Jalan Cikalang, Kecamatan Tawang, Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB. Akibat benturan keras tersebut, tiga orang mengalami luka-luka dan arus kendaraan sempat tersendat cukup panjang. […]

  • tahu bacem modern

    Resep Tahu Bacem Modern, Sekali Coba Langsung Nagih

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa tahu bacem yang kamu buat kurang meresap atau rasanya “biasa saja”? Padahal, sudah pakai resep yang katanya autentik. Nah, di sinilah tahu bacem modern jadi solusi. Bukan sekadar versi kekinian, tapi pendekatan baru yang bikin rasa lebih nempel tanpa proses ribet. Resep tahu bacem praktis ini juga cocok buat kamu […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • aturan pinjol

    Perspektif: Penagihan Pinjol dan Keamanan Warga

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Aturan pinjol 2025 menata penagihan utang. Sejauh mana negara benar-benar melindungi warga dari intimidasi? albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penagihan utang oleh pinjaman online (pinjol) bukan sekadar urusan kredit macet. Ia menyentuh wilayah paling sensitif dalam kehidupan warga: rasa aman, martabat, dan relasi kuasa antara negara, industri keuangan, serta masyarakat. Ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat aturan […]

expand_less