Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Daging Kurban Menumpuk? Begini Rahasia Membuat Abon yang Enak

Daging Kurban Menumpuk? Begini Rahasia Membuat Abon yang Enak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara spatula yang beradu dengan wajan mulai terdengar sejak pagi dari dapur rumah. Di atas meja, potongan daging sapi kurban masih tersimpan dalam plastik bening yang sedikit berembun karena baru keluar dari kulkas. Aroma bawang putih goreng perlahan memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi santan yang mulai mendidih di atas kompor.

Sebagian ibu-ibu mulai sibuk mencari cara mengolah daging kurban agar tidak cepat bosan. Sebab setelah sate, gulai, dan sop habis dimasak di hari pertama Idul Adha, pertanyaan yang biasanya muncul mulai sama:

“Daging sebanyak ini enaknya diapakan lagi?”

Di antara banyak pilihan olahan, abon sapi menjadi salah satu yang paling dicari. Selain gurih dan tahan lama, abon dari daging sapi kurban juga praktis dijadikan lauk beberapa hari ke depan.

Namun ternyata tidak sedikit orang gagal membuat abon. Ada yang terlalu keras. Ada yang berminyak. Dan ada pula yang masih meninggalkan bau khas sapi.

Padahal rahasianya justru sering tersembunyi di detail kecil yang kelihatannya sederhana.

Pilih Daging yang Tepat agar Abon Tidak Keras

Salah satu kesalahan paling umum saat membuat abon sapi adalah memilih bagian daging yang terlalu banyak lemak atau terlalu alot.

Untuk hasil abon yang lembut dan mudah disuwir, gunakan:

  • daging paha,
  • has luar,
  • atau sandung lamur secukupnya.

Rebus daging bersama:

  • daun salam,
  • serai,
  • jahe,
  • dan sedikit garam.

Di beberapa dapur rumah, tutup panci rebusan kadang bergetar kecil karena air mendidih terlalu lama. Uap panas naik memenuhi kaca jendela dapur. Sementara di dekat kompor, bumbu halus mulai ditumpuk di cobek batu yang warnanya sudah mulai menghitam karena sering dipakai bertahun-tahun.

Agar abon tidak bau, banyak orang juga menambahkan sedikit perasan jeruk nipis sebelum proses perebusan dimulai.

Langkah kecil itu sering membuat aroma daging jauh lebih segar.

Rahasia Abon Sapi Gurih dan Tidak Berminyak

Setelah daging empuk, suwir daging setipis mungkin menggunakan garpu atau ulekan kayu. Semakin halus suwiran daging, biasanya tekstur abon akan semakin lembut.

Bumbu abon umumnya terdiri dari:

  • bawang merah,
  • bawang putih,
  • ketumbar,
  • lengkuas,
  • gula merah,
  • santan,
  • dan sedikit asam jawa.

Kemudian tumis bumbu hingga benar-benar harum sebelum mencampurkan daging.

Di tahap ini, suara spatula yang terus mengaduk abon mulai terdengar ritmis dari dapur. “Tak… tak… tak…” pelan mengenai sisi wajan besar yang mulai kecokelatan karena panas. Kadang percikan santan mengenai pinggir kompor sampai meninggalkan noda hitam kecil yang sulit dibersihkan.

Aroma rempah biasanya mulai menyebar sampai ruang tamu.

Dan biasanya, mulai ada yang tidak sabar.

Kadang ada anak kecil yang diam-diam mengambil abon panas langsung dari nampan lalu meniup-niup jarinya sendiri karena kepanasan. Ada pula ibu-ibu yang mencicipi sedikit abon dari ujung spatula sambil meniup pelan karena masih terlalu panas.

Hal-hal kecil seperti itu justru sering membuat suasana dapur Idul Adha terasa lebih hidup.

Namun ada satu rahasia penting yang sering terlupa:
gunakan api kecil.

Abon membutuhkan proses memasak perlahan agar bumbu meresap sempurna dan teksturnya benar-benar kering. Jika api terlalu besar, abon cepat gosong di luar tetapi masih lembap di bagian dalam.

Akibatnya abon mudah basi.

Cara Membuat Abon Lebih Awet dan Tahan Lama

Setelah warna abon berubah cokelat keemasan dan teksturnya mulai ringan, tiriskan minyak menggunakan saringan atau tisu dapur.

Pastikan abon benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup.

Jika proses pengeringannya tepat, abon sapi bisa bertahan:

  • hingga beberapa minggu di suhu ruang,
  • bahkan lebih lama jika disimpan di kulkas.

Sebagian orang juga menambahkan bawang goreng di tahap akhir agar aroma abon semakin kuat dan gurih.

Di beberapa rumah kampung, abon biasanya disimpan dalam toples besar bekas biskuit kaleng yang tutupnya berbunyi cukup keras ketika dibuka. Kadang baru dua hari disimpan, isinya sudah mulai berkurang karena diam-diam diambil untuk lauk sarapan.

Praktis. Sederhana. Tetapi hampir selalu disukai semua anggota keluarga.

Kenapa Abon Jadi Favorit Saat Idul Adha?

Saat Idul Adha, stok daging di rumah biasanya meningkat drastis. Karena itu, banyak keluarga mulai mencari cara agar daging tidak cepat habis atau terasa monoton.

Abon menjadi pilihan favorit karena:

  • tahan lama,
  • mudah disimpan,
  • dan cocok dimakan dengan apa saja.

Selain itu, abon juga praktis dibawa bepergian atau dijadikan stok makanan anak kos, pekerja, hingga santri.

Di beberapa rumah, proses membuat abon bahkan berlangsung sampai malam. Ada yang mengaduk sambil duduk di kursi plastik dekat dapur. Ada pula yang sesekali membuka tutup wajan hanya untuk memastikan aroma rempahnya sudah pas.

Mungkin memang begitu.

Karena daging kurban bukan hanya tentang pembagian dan penyembelihan.

Kadang kebersamaan justru tumbuh pelan dari dapur yang hangat dan suara spatula yang terus bergerak tanpa henti.

Tips Tambahan agar Abon Makin Enak

Agar hasil abon lebih maksimal:

  • gunakan santan secukupnya,
  • aduk terus saat proses pengeringan,
  • jangan menyimpan abon ketika masih hangat,
  • dan gunakan wadah kedap udara.

Selain itu, pilih daging yang benar-benar segar agar rasa abon lebih gurih alami tanpa terlalu banyak penyedap tambahan.

Sebab abon sapi yang enak biasanya tidak hanya terasa gurih.

Tetapi juga punya aroma rempah yang membuat orang tanpa sadar kembali menambah nasi.

Kadang kebahagiaan Idul Adha bukan cuma datang dari banyaknya daging yang dibawa pulang, tetapi dari aroma abon hangat di dapur yang diam-diam membuat satu rumah duduk bersama lebih lama tanpa ingin cepat beranjak. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan hukum keluarga

    Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Islam memberi hak istri menggugat cerai dengan alasan sah. Perceraian menjadi solusi terakhir demi keadilan keluarga. albadarpost.com, HUMANIORA – Perceraian sering dipandang sebagai kegagalan dalam rumah tangga. Namun dalam Islam, perceraian memiliki posisi sebagai jalan terakhir ketika tujuan pernikahan tidak lagi tercapai. Islam tidak hanya memberi hak talak kepada suami, tetapi juga memberi hak yang […]

  • pilkades digital

    Karawang Gelar Pilkades Digital dan Uji Dampaknya bagi Transparansi Publik

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Karawang uji coba pilkades digital pertama di Jabar, dengan sistem offline dan bukti suara fisik untuk transparansi. albadarpost.com, LENSA – Karawang bersiap memasuki babak baru tata kelola desa. Kabupaten ini menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar pilkades digital, sebuah sistem pemilihan berbasis perangkat elektronik yang mulai diuji sebagai model nasional. Langkah ini penting […]

  • Ilustrasi siluet Rasulullah memimpin perundingan damai di bulan Ramadhan dengan suasana tenang dan penuh cahaya

    Diplomasi Damai Rasulullah Saat Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Diplomasi Damai Rasulullah menjadi pelajaran besar bagi umat Islam, terutama saat Ramadhan. Strategi damai Nabi Muhammad SAW di bulan suci tidak hanya membangun kekuatan umat, tetapi juga menata peradaban. Diplomasi Nabi, negosiasi penuh hikmah, dan pendekatan persuasif Rasulullah membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu diraih dengan pedang, melainkan dengan kecerdasan, kesabaran, dan visi […]

  • Fatherless

    Bupati Garut Ingatkan Bahaya Fatherless, Ayah Diminta Letakkan HP dan Dekati Anak

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena fatherless menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Garut. Melalui momentum tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengajak para ayah untuk memperkuat peran mereka di dalam keluarga. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional agar mampu membentuk […]

  • Sekolah Ambruk di Tasikmalaya

    Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah. Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di […]

  • Ilustrasi strategi Khalid bin Walid dalam Perang Uhud

    Sahabat Khalid bin Walid Kalahkan Nabi di Uhud? Ini Faktanya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari Khalid bin Walid Uhud dan bertanya: siapakah sahabat Khalid bin Walid yang mengalahkan Nabi di Perang Uhud? Pertanyaan ini terdengar meyakinkan, bahkan sering beredar di media sosial. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, sejarah justru menyimpan fakta yang berbeda. Apakah benar ada sahabat Nabi yang bersama Khalid bin Walid saat […]

expand_less