Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dari Salawu untuk Alam, Sespimma Polri Gelar Aksi Hijau

Dari Salawu untuk Alam, Sespimma Polri Gelar Aksi Hijau

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi penanaman pohon yang dilakukan peserta didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 20 Mei 2026, menjadi pesan kuat bahwa kepedulian lingkungan tidak cukup hanya lewat slogan.

Puluhan Serdik Sespimma Polri turun langsung ke area penghijauan sambil membawa bibit pohon yang nantinya diharapkan mampu memperkuat resapan air sekaligus membantu menjaga keseimbangan alam di kawasan Salawu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Praktik Kerja Profesi (PKP) yang dirancang untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

Namun suasananya terasa berbeda.

Bukan sekadar acara formal dengan sambutan panjang lalu selesai begitu saja. Para peserta benar-benar turun ke tanah, memegang cangkul, menanam bibit, dan berinteraksi langsung dengan warga sekitar.

Dan itu terasa lebih membumi.

Desa Margalaksana Dipilih untuk Perkuat Resapan Air

Aksi penghijauan ini dipimpin langsung Kakorsis Sespimma Polri KOMBES POL Suprayitno, S.H., S.I.K., serta didampingi Kabag SDM Polres Tasikmalaya KOMPOL Asep Muslihat Sutarwan, S.H., M.Si., yang mewakili Kapolres Tasikmalaya.

Turut hadir pula AKBP Drs. Sabri Manulang, M.Pd., KOMPOL Sunu Prihandoyo, S.T. selaku Perwira Penuntun, jajaran Pejabat Utama Polres Tasikmalaya, hingga unsur Muspika Kecamatan Salawu.

Pemilihan Desa Margalaksana bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai membutuhkan penguatan struktur tanah dan daerah resapan air untuk membantu menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Kapolres Tasikmalaya melalui KOMPOL Asep Muslihat menegaskan, penanaman pohon harus dipandang sebagai investasi masa depan.

“Penanaman pohon ini adalah bentuk kontribusi nyata Polri, khususnya para Serdik Sespimma Angkatan ke-75, dalam menjaga keberlangsungan alam. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Margalaksana di masa depan,” ujarnya.

Belakangan, isu lingkungan memang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Tasikmalaya. Dari perubahan cuaca yang tidak menentu, suhu udara yang terasa lebih panas, hingga ancaman longsor di beberapa wilayah perbukitan.

Karena itu, penghijauan mulai dipandang bukan lagi sekadar simbol.

Tetapi kebutuhan nyata.

Penanaman Pohon

Peserta Serdik Sespimma Polri Angkatan ke-75 setelah melakukan penanaman pohon di Desa Margalaksana Kecamatan Salawu, Rabu (20/5/2026).

Serdik Polri Belajar Langsung dari Alam dan Masyarakat

Bagi peserta didik Sespimma Polri, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran lapangan selama pendidikan berlangsung.

Tidak sedikit Serdik terlihat tetap bersemangat meski kondisi tanah cukup licin akibat cuaca sebelumnya. Sebagian bahkan masih mengenakan sepatu penuh lumpur ketika membantu memindahkan bibit pohon ke area tanam.

Ada yang memegang bibit sambil bercanda dengan warga. Ada pula yang ikut membersihkan rumput di sekitar lokasi tanam sebelum acara selesai.

Detail-detail kecil seperti itu membuat suasana terasa lebih hidup.

Dan lebih manusia.

Di sisi lain, warga Desa Margalaksana menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap pohon-pohon yang ditanam benar-benar dirawat sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau pohonnya tumbuh besar, nanti udara juga lebih sejuk,” ujar salah satu warga di lokasi kegiatan.

Penghijauan Dinilai Penting untuk Cegah Bencana Alam

Kegiatan penanaman pohon juga dinilai penting sebagai langkah pencegahan terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah dengan kontur tanah perbukitan seperti Salawu.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kerusakan lingkungan mulai menjadi perhatian serius masyarakat. Penebangan liar, minimnya area hijau, hingga berkurangnya daerah resapan air sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko banjir dan longsor.

Karena itu, aksi penghijauan seperti ini dianggap memiliki dampak jangka panjang yang jauh lebih besar dibanding sekadar kegiatan seremonial.

Di banyak daerah, pohon sering baru terasa penting ketika banjir datang atau longsor mulai terjadi.

Padahal proses menjaga alam sebenarnya dimulai dari langkah-langkah kecil seperti hari ini.

Menanam satu pohon.

Lalu merawatnya.

Polri Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Lingkungan

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat.

Tidak sedikit anak-anak yang ikut melihat proses penanaman pohon dari dekat. Sebagian bahkan tampak membantu menyiram bibit setelah ditanam.

Belakangan, suasana penghijauan memang mulai kembali mendapat perhatian di tengah masyarakat. Di beberapa kampung, warga mulai sadar pentingnya menjaga pohon karena udara terasa semakin panas dibanding beberapa tahun lalu.

Ada pula yang mulai menanam tanaman kecil di halaman rumah hanya agar suasana terasa lebih teduh saat sore hari.

Kadang sederhana.

Tetapi dampaknya bisa sangat panjang.

Karena menjaga negeri tidak selalu dimulai dari podium dan pidato panjang.

Kadang dimulai dari tangan yang rela kotor oleh tanah, demi satu pohon yang kelak tumbuh untuk menyelamatkan banyak kehidupan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kasus pekerja rumah tangga melompat dari lantai empat terkait dugaan kekerasan oleh majikan

    Kasus PRT Lompat Lantai 4: Dari Dugaan Kekerasan hingga Penetapan Tersangka

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – R (15) dan D (30), PRT yang lompat lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir, kini bukan lagi sekadar peristiwa tragis. Kasus ini berkembang menjadi sorotan nasional setelah polisi menetapkan Adriel Viari Purba sebagai tersangka. Dugaan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga dan relasi kuasa dalam lingkungan domestik kini ikut terangkat ke permukaan. […]

  • Strawberry Moon 2026

    Strawberry Moon 2026 Hiasi Langit, Islam Mengajarkan Cara Memandangnya

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Saat langit mulai gelap pada Senin (29/6/2026) malam, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan Strawberry Moon 2026, sebutan untuk purnama yang muncul pada bulan Juni. Fenomena ini diperkirakan menjadi salah satu momen astronomi yang menarik perhatian karena bulan tampak bulat penuh dan terlihat lebih besar ketika berada rendah di ufuk timur. Berdasarkan data fase […]

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

  • lokal kereta

    Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kolaborasi Kementerian Ekraf dan KAI hadirkan IP lokal di kereta Nataru untuk perkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, HUMANIORA – Libur Natal dan Tahun Baru biasanya identik dengan koper besar, jadwal padat, dan kursi kereta yang penuh. Namun bagi sebagian penumpang kereta api pada Nataru 2025–2026, perjalanan kali ini menghadirkan kejutan kecil yang menyenangkan: rangkaian kereta […]

  • Business Summit 2025

    Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KADIN Tasikmalaya gelar Business Summit 2025 untuk perkuat daya saing UMKM dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai upaya memperkuat daya saing dunia usaha daerah di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola bisnis. Forum ini menjadi penting karena kualitas pertumbuhan ekonomi lokal […]

  • Infografik kategori usia menikah ideal menurut KUA lengkap dengan risiko finansial, kesehatan, dan usia orang tua saat anak dewasa.

    Usia 25-28 Disebut Paling Ideal untuk Menikah, Ini Penjelasan KUA Padakembang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perbincangan soal usia menikah kembali ramai di media sosial setelah beredar infografik kategori usia menikah dari KUA Gayamsari, Kota Semarang. Grafik tersebut membagi usia pernikahan ke dalam beberapa kategori, mulai dari “kurang”, “matang (ideal)”, “cukup”, “waspada”, hingga “siaga”. Infografik usia menikah itu langsung menarik perhatian publik karena memuat simulasi perjalanan hidup keluarga, […]

expand_less