Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Panggilan haji dalam Islam bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, haji adalah perjalanan hati, perjalanan spiritual, dan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Karena itulah, jutaan umat Muslim terus datang memenuhi seruan Nabi Ibrahim AS dari berbagai penjuru dunia hingga hari ini.

Allah SWT berfirman:

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.”
(QS. Al-Hajj: 27)

Ayat ini bukan hanya bicara tentang perjalanan fisik.

Tetapi tentang bagaimana Allah memanggil hati manusia.

Dan itu terasa sangat personal.

Nabi Ibrahim Diperintah Menyeru, Bukan Memaksa

Dalam banyak tafsir ulama, Nabi Ibrahim AS menerima perintah menyeru manusia berhaji ketika Makkah masih berupa wilayah tandus yang sepi.

Secara logika manusia saat itu, seruan tersebut tampak mustahil.

Belum ada:

  • kendaraan modern,
  • media sosial,
  • internet,
  • bahkan alat komunikasi sederhana.

Namun Allah tetap memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia.

Dan seruan itu terus hidup sampai hari ini.

Jutaan manusia tetap datang ke Makkah meski berasal dari tempat yang jauh, bahasa yang berbeda, dan kondisi hidup yang tidak sama.

Yang menarik, Allah tidak berkata:

“Paksa manusia datang.”

Tetapi:

“Niscaya mereka akan datang.”

Di situlah banyak orang mulai merasa bahwa haji bukan sekadar perjalanan biasa.

Melainkan panggilan spiritual yang Allah tanamkan ke dalam hati manusia.

Karena rindu memang tidak selalu bisa dijelaskan.

Kerinduan Haji Tumbuh Diam-Diam di Kehidupan Sehari-Hari

Hari ini, suasana haji terasa semakin dekat dengan kehidupan masyarakat modern.

Tidak sedikit orang membuka aplikasi tabungan haji sambil menghitung kebutuhan bulanan lain seperti cicilan motor, uang sekolah, dan biaya dapur.

Ada pula yang diam-diam menyimpan foto Ka’bah di galeri ponselnya.

Dan ada yang memutar video tawaf sebelum tidur hanya karena ingin menenangkan hati.

Sederhana.

Tetapi terasa sangat manusia.

Di beberapa rumah, video suasana thawaf sering diputar diam-diam setelah salat Isya hanya karena rasa rindu yang sulit dijelaskan.

Belakangan, suasana haji juga terasa semakin dekat lewat media sosial. Orang-orang melihat siaran langsung Masjidil Haram dari layar ponsel sambil menjalani rutinitas biasa di rumah. Ada yang menontonnya saat istirahat kerja. Ada pula yang diam cukup lama hanya melihat jamaah thawaf berputar mengelilingi Ka’bah.

Dan kadang… hati memang bergerak pelan-pelan.

“Unta Kurus” dan Simbol Perjalanan Berat

Dalam QS Al-Hajj ayat 27, Allah menyebut manusia akan datang dengan “unta kurus”.

Para ulama menjelaskan bahwa itu menggambarkan perjalanan panjang dan berat melintasi padang pasir.

Maknanya sangat dalam.

Perjalanan menuju Allah memang sering membutuhkan perjuangan.

Hari ini manusia mungkin pergi haji menggunakan pesawat.

Namun perjuangan lain tetap ada:

  • mengumpulkan biaya,
  • menjaga kesehatan,
  • meninggalkan keluarga,
  • hingga menjaga niat dan keikhlasan hati.

Dan itu tidak mudah.

Karena hati manusia memang sering terikat.

Haji Bukan Sekadar Soal Mampu Secara Finansial

Banyak ulama menjelaskan bahwa haji bukan hanya soal uang.

Tetapi juga soal izin dan panggilan dari Allah SWT.

Karena tidak sedikit orang yang secara ekonomi terlihat mampu, tetapi belum juga berangkat.

Sebaliknya, ada orang biasa yang justru dimudahkan jalannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, niat dan kerinduan hati menjadi bagian penting dalam perjalanan haji.

Kadang seseorang belum sampai ke Tanah Suci.

Namun hatinya sudah lebih dulu berada di sana.

Dan itu terasa sangat personal.

Haji Mengajarkan Manusia untuk Merendahkan Ego

Dalam ihram, manusia meninggalkan simbol dunia:

  • jabatan,
  • kemewahan,
  • status sosial,
  • hingga perbedaan pangkat.

Semua memakai pakaian sederhana yang sama.

Semua berdiri di hadapan Allah sebagai hamba.

Haji mengajarkan manusia bahwa hidup ini sebenarnya sangat singkat.

Yang paling penting bukan apa yang dimiliki manusia di dunia.

Tetapi seberapa dekat hatinya dengan Allah SWT.

Karena pada akhirnya, perjalanan terbesar manusia bukan hanya tentang sejauh apa kaki melangkah…

tetapi sejauh apa hati mampu pulang kepada Tuhannya.

Mungkin itulah sebabnya panggilan haji selalu terasa berbeda.

Karena yang sebenarnya dipanggil bukan hanya tubuh manusia untuk datang ke Makkah…

tetapi hati yang diam-diam sudah lama rindu pulang kepada Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta muda mengikuti kegiatan relawan KSR PMI Pangandaran dalam pelatihan kepalangmerahan tahun 2026.

    Open Recruitment KSR PMI Pangandaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 282
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Semangat menjadi relawan kemanusiaan kembali menggema di Kabupaten Pangandaran. Melalui akun resminya, Palang Merah Indonesia atau PMI Kabupaten Pangandaran resmi membuka Open Recruitment KSR PMI Pangandaran 2026 bagi generasi muda yang ingin terjun langsung membantu masyarakat. Program relawan ini langsung menarik perhatian publik karena membuka kesempatan luas bagi anak muda yang ingin […]

  • evakuasi kunci rumah

    Damkar Indramayu Evakuasi Kunci Rumah Satpam yang Jatuh ke Selokan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Petugas Damkar Indramayu mengevakuasi kunci rumah satpam yang jatuh ke selokan di Jatibarang dalam 50 menit. albadarpost.com, LENSA – Evakuasi kunci rumah menjadi tugas darurat petugas pemadam kebakaran di Indramayu. Minggu malam, 30 November 2025, tim Damkar Pos Jatibarang dikerahkan ke Desa Bulak Lor setelah seorang satpam melaporkan kunci rumahnya tercebur ke selokan. Laporan Insiden […]

  • pejabat Cianjur mundur

    Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai mundurnya pejabat Cianjur beruntun menandakan rapuhnya tata kelola birokrasi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mundurnya pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali bertambah. Kali ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ayi Reza Addairobi, meninggalkan jabatan struktural dan beralih menjadi pejabat fungsional. Dengan keputusan ini, total enam pejabat penting di Cianjur […]

  • retribusi wisata efektif

    PAD Pangandaran Lampaui Target 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pendapatan pariwisata Pangandaran 2025 mencapai Rp47,5 miliar. Retribusi wisata efektif dorong PAD daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp47,5 miliar. Capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah dan menunjukkan kinerja positif sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah. […]

  • Ilustrasi siluet wanita berkerudung hitam duduk berdoa di atas sajadah, menundukkan kepala sambil menangis, melambangkan keikhlasan amal dan bahaya riya dalam ibadah.

    Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nanti, ketika manusia berdiri sendiri di hadapan Allah, amal tidak lagi bersuara lantang. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sanjungan. Yang tersisa hanyalah niat yang pernah tersembunyi di dalam dada. Pada saat itu, banyak manusia terdiam. Mereka melihat amal yang dahulu tampak besar, namun kini terasa ringan. Ada salat yang rajin, sedekah […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Tasikmalaya Juara! Ini Daerah dengan Pesantren Terbanyak di Jabar

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya kembali jadi sorotan. Data terbaru menunjukkan jumlah pesantren di Tasikmalaya menjadi yang terbanyak di Jawa Barat. Bahkan, dominasi basis pesantren Tasikmalaya ini mengungguli wilayah besar lain seperti Bogor dan Garut. Fakta ini mempertegas posisi Tasikmalaya sebagai pusat pendidikan Islam yang terus berkembang pesat. Berdasarkan data dari GoodStats […]

expand_less