Belum Genap Sehari Menjabat, Diky Candranegara Sudah Dikejar Jadwal Padat
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plh Walikota Diky Candranegara Akui Serba Salah dan bingung acara padat, Sabtu (16/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari pertama menjabat sebagai Pelaksana Harian atau Plh Wali Kota Tasikmalaya langsung menjadi ujian bagi Rd Diky Candranegara. Belum genap sehari menjalankan tugas, Diky sudah dihadapkan pada tumpukan agenda yang berlangsung bersamaan di Tasikmalaya dan Bandung.
Situasi Diky Candranegara ini langsung menarik perhatian karena menggambarkan padatnya ritme birokrasi dan tekanan jadwal yang harus dihadapi pejabat daerah sejak hari pertama bertugas.
Saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (16/5/2026), Diky mengaku sempat merasa bingung menentukan prioritas karena hampir seluruh agenda dianggap penting.
“Bingung dan serba salah. Hari ini kalau tidak dihadiri, orangnya sudah datang. Tapi nanti juga akan dihadiri Pak Gubernur,” ujar Diky.
Di tengah suasana kegiatan yang ramai, ia tampak terus menerima informasi jadwal sambil sesekali berdiskusi singkat dengan staf pendampingnya. Ponselnya juga terlihat beberapa kali berdering ketika agenda lain mulai berjalan di lokasi berbeda.
Dan memang ada tekanan yang terasa unik di hari pertama jabatan seperti itu:
semua orang berharap didatangi, sementara waktu berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan.
Lima Agenda Sekaligus di Tasikmalaya dan Bandung
Diky menjelaskan, total ada lima agenda yang harus dihadiri dalam satu hari. Tiga kegiatan berlangsung di Tasikmalaya, sedangkan dua agenda lain berada di Bandung.
Namun ia mengakui tidak mungkin menghadiri seluruh kegiatan secara penuh karena waktu dan jarak yang terbatas.
“Sebetulnya saya tidak yakin bisa hadir semua. Ada lima kegiatan, tiga di Tasik dan dua di Bandung,” katanya.
Menurut Diky, kemungkinan besar ia hanya bisa menghadiri dua agenda di Tasikmalaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung untuk menghadiri kegiatan lain, termasuk reading dan kirab.
Kondisi ini membuat pengaturan waktu menjadi tantangan utama sejak awal masa tugasnya sebagai Plh Wali Kota.
Beberapa pihak bahkan disebut sudah datang langsung ke rumah dinas untuk memastikan kehadiran Diky di acara mereka.
Ada satu pemandangan kecil yang cukup menarik:
di sela perpindahan agenda, staf terlihat beberapa kali membuka ulang susunan jadwal sambil mencocokkan waktu tempuh antar lokasi karena perubahan agenda terus terjadi hampir setiap jam.
Diky Pilih Prioritaskan Kegiatan Masyarakat dan Anak Muda
Meski menghadapi jadwal padat, Diky menegaskan dirinya akan lebih memprioritaskan kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama pembinaan generasi muda.
Menurutnya, kehadiran pemimpin di lapangan jauh lebih penting dibanding sekadar hadir dalam acara formalitas tanpa interaksi nyata dengan warga.
Karena itu, ia mencoba memilih agenda yang benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Besok juga sama, katanya sudah dibisikkan. Jadi kita atur saja mana yang paling mendesak,” ujarnya sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian karena memperlihatkan bagaimana seorang pejabat daerah harus cepat beradaptasi dengan ritme kerja yang sangat dinamis.
Dan ironisnya, di era semua jadwal sudah tersusun digital, keputusan paling sulit justru tetap soal memilih hadir di mana lebih dulu.
Hari Pertama Jabatan Langsung Jadi Sorotan
Momen hari pertama Diky Candranegara sebagai Plh Wali Kota Tasikmalaya memang langsung menjadi perhatian publik lokal.
Selain karena padatnya agenda, masyarakat juga mulai menyoroti gaya kerja dan cara Diky menentukan prioritas kegiatan.
Beberapa warga yang hadir di lokasi kegiatan mengaku cukup terkejut melihat jadwal Plh Wali Kota yang begitu rapat sejak pagi.
Apalagi sebagian agenda berlangsung hampir bersamaan dan berada di kota berbeda.
Ada detail visual yang cukup terasa sepanjang kegiatan:
setiap kali baru turun dari kendaraan, Diky langsung disambut panitia atau warga yang mengajak berdiskusi singkat bahkan sebelum ia benar-benar masuk ke area acara.
Situasi itu membuat perpindahan agenda terasa nyaris tanpa jeda.
Namun di tengah tekanan jadwal tersebut, Diky tetap berusaha menjaga komunikasi santai dengan masyarakat dan peserta kegiatan yang ditemuinya.
Tantangan Awal untuk Menjaga Ritme Kepemimpinan
Pengamat lokal menilai hari pertama seperti ini bisa menjadi gambaran awal tentang tantangan kepemimpinan daerah ke depan.
Bukan hanya soal menghadiri acara, tetapi juga soal kemampuan membaca prioritas, menjaga stamina, dan membangun kehadiran langsung di tengah masyarakat.
Di sisi lain, publik kini semakin cepat memperhatikan setiap langkah pejabat daerah, terutama melalui media sosial dan dokumentasi kegiatan yang terus beredar sepanjang hari.
Karena itu, setiap keputusan soal agenda kini bukan sekadar urusan protokoler. Tetapi juga menyangkut ekspektasi masyarakat terhadap pemimpinnya.
Dan mungkin, di situlah letak tantangan sebenarnya:
bukan hanya datang ke banyak acara… tetapi memastikan kehadiran itu benar-benar terasa.
Hari pertama jabatan belum selesai, jadwal sudah menumpuk dari Tasik sampai Bandung. Dan di tengah semua agenda itu, satu hal mulai terlihat jelas: kursi pemimpin ternyata tidak pernah benar-benar memberi waktu untuk bernapas panjang. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar