Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Belum Genap Sehari Menjabat, Diky Candranegara Sudah Dikejar Jadwal Padat

Belum Genap Sehari Menjabat, Diky Candranegara Sudah Dikejar Jadwal Padat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari pertama menjabat sebagai Pelaksana Harian atau Plh Wali Kota Tasikmalaya langsung menjadi ujian bagi Rd Diky Candranegara. Belum genap sehari menjalankan tugas, Diky sudah dihadapkan pada tumpukan agenda yang berlangsung bersamaan di Tasikmalaya dan Bandung.

Situasi Diky Candranegara ini langsung menarik perhatian karena menggambarkan padatnya ritme birokrasi dan tekanan jadwal yang harus dihadapi pejabat daerah sejak hari pertama bertugas.

Saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (16/5/2026), Diky mengaku sempat merasa bingung menentukan prioritas karena hampir seluruh agenda dianggap penting.

“Bingung dan serba salah. Hari ini kalau tidak dihadiri, orangnya sudah datang. Tapi nanti juga akan dihadiri Pak Gubernur,” ujar Diky.

Di tengah suasana kegiatan yang ramai, ia tampak terus menerima informasi jadwal sambil sesekali berdiskusi singkat dengan staf pendampingnya. Ponselnya juga terlihat beberapa kali berdering ketika agenda lain mulai berjalan di lokasi berbeda.

Dan memang ada tekanan yang terasa unik di hari pertama jabatan seperti itu:
semua orang berharap didatangi, sementara waktu berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan.

Lima Agenda Sekaligus di Tasikmalaya dan Bandung

Diky menjelaskan, total ada lima agenda yang harus dihadiri dalam satu hari. Tiga kegiatan berlangsung di Tasikmalaya, sedangkan dua agenda lain berada di Bandung.

Namun ia mengakui tidak mungkin menghadiri seluruh kegiatan secara penuh karena waktu dan jarak yang terbatas.

“Sebetulnya saya tidak yakin bisa hadir semua. Ada lima kegiatan, tiga di Tasik dan dua di Bandung,” katanya.

Menurut Diky, kemungkinan besar ia hanya bisa menghadiri dua agenda di Tasikmalaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung untuk menghadiri kegiatan lain, termasuk reading dan kirab.

Kondisi ini membuat pengaturan waktu menjadi tantangan utama sejak awal masa tugasnya sebagai Plh Wali Kota.

Beberapa pihak bahkan disebut sudah datang langsung ke rumah dinas untuk memastikan kehadiran Diky di acara mereka.

Ada satu pemandangan kecil yang cukup menarik:
di sela perpindahan agenda, staf terlihat beberapa kali membuka ulang susunan jadwal sambil mencocokkan waktu tempuh antar lokasi karena perubahan agenda terus terjadi hampir setiap jam.

Diky Pilih Prioritaskan Kegiatan Masyarakat dan Anak Muda

Meski menghadapi jadwal padat, Diky menegaskan dirinya akan lebih memprioritaskan kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama pembinaan generasi muda.

Menurutnya, kehadiran pemimpin di lapangan jauh lebih penting dibanding sekadar hadir dalam acara formalitas tanpa interaksi nyata dengan warga.

Karena itu, ia mencoba memilih agenda yang benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Besok juga sama, katanya sudah dibisikkan. Jadi kita atur saja mana yang paling mendesak,” ujarnya sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian karena memperlihatkan bagaimana seorang pejabat daerah harus cepat beradaptasi dengan ritme kerja yang sangat dinamis.

Dan ironisnya, di era semua jadwal sudah tersusun digital, keputusan paling sulit justru tetap soal memilih hadir di mana lebih dulu.

Hari Pertama Jabatan Langsung Jadi Sorotan

Momen hari pertama Diky Candranegara sebagai Plh Wali Kota Tasikmalaya memang langsung menjadi perhatian publik lokal.

Selain karena padatnya agenda, masyarakat juga mulai menyoroti gaya kerja dan cara Diky menentukan prioritas kegiatan.

Beberapa warga yang hadir di lokasi kegiatan mengaku cukup terkejut melihat jadwal Plh Wali Kota yang begitu rapat sejak pagi.

Apalagi sebagian agenda berlangsung hampir bersamaan dan berada di kota berbeda.

Ada detail visual yang cukup terasa sepanjang kegiatan:
setiap kali baru turun dari kendaraan, Diky langsung disambut panitia atau warga yang mengajak berdiskusi singkat bahkan sebelum ia benar-benar masuk ke area acara.

Situasi itu membuat perpindahan agenda terasa nyaris tanpa jeda.

Namun di tengah tekanan jadwal tersebut, Diky tetap berusaha menjaga komunikasi santai dengan masyarakat dan peserta kegiatan yang ditemuinya.

Tantangan Awal untuk Menjaga Ritme Kepemimpinan

Pengamat lokal menilai hari pertama seperti ini bisa menjadi gambaran awal tentang tantangan kepemimpinan daerah ke depan.

Bukan hanya soal menghadiri acara, tetapi juga soal kemampuan membaca prioritas, menjaga stamina, dan membangun kehadiran langsung di tengah masyarakat.

Di sisi lain, publik kini semakin cepat memperhatikan setiap langkah pejabat daerah, terutama melalui media sosial dan dokumentasi kegiatan yang terus beredar sepanjang hari.

Karena itu, setiap keputusan soal agenda kini bukan sekadar urusan protokoler. Tetapi juga menyangkut ekspektasi masyarakat terhadap pemimpinnya.

Dan mungkin, di situlah letak tantangan sebenarnya:
bukan hanya datang ke banyak acara… tetapi memastikan kehadiran itu benar-benar terasa.

Hari pertama jabatan belum selesai, jadwal sudah menumpuk dari Tasik sampai Bandung. Dan di tengah semua agenda itu, satu hal mulai terlihat jelas: kursi pemimpin ternyata tidak pernah benar-benar memberi waktu untuk bernapas panjang. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan ASN

    Larangan Hukuman Fisik di Sekolah Resmi Diterbitkan Pemprov Jabar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar terbitkan Larangan Hukuman Fisik bagi guru, menyusul kasus tampar siswa di Subang yang viral. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan kebijakan Larangan Hukuman Fisik bagi seluruh guru setelah mencuat kasus guru menampar siswa di SMP Negeri 2 Jalancagak, Subang, yang viral dan memicu kecaman publik. Surat edaran ini menjadi langkah baru […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

  • Kepala Desa PAW Garut

    Pesan Bupati Garut kepada 7 Kades PAW: Jangan Diam Jika Warga Punya Masalah

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Garut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Di balik prosesi yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Senin (8/6/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan tugas yang jauh lebih penting: mencari anak putus sekolah dan membantu mereka kembali […]

  • jalan desa

    Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Warga membangun jalan desa secara mandiri sebagai peringatan moral atas janji politik yang tak ditepati. Ketika Jalan Desa Menjadi Bentuk Perlawanan albadarpost.com, EDITORIAL – Rabu, 3 Desember 2025, warga Desa Purwarahayu dan Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, membersihkan dan memperbaiki jalan desa mereka dengan gotong royong. Jalan desa yang telah lama menjadi saksi […]

  • Anak perempuan berhijab berdiri di trotoar pusat Kota Tasikmalaya pada malam hari, kisah pengemis anak Tasikmalaya yang viral.

    Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi di pusat Kota […]

  • Kawal Haji

    “Kawal Haji” Mulai Aktif, Jemaah Kini Bisa Lapor dan Langsung Ditindaklanjuti

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah padatnya aktivitas pelayanan haji 2026, satu sistem baru mulai terasa dampaknya di lapangan. Kawal Haji, sebuah kanal pengaduan digital jemaah haji, kini benar-benar digunakan sebagai jalur utama penyampaian keluhan. Beberapa jemaah yang ditemui di area layanan menyebut perubahan ini cukup terasa. Tidak seperti sebelumnya yang harus menunggu lama, laporan […]

expand_less